
Malam ini menjadi malam panas bagi pasangan suami istri keluarga Alexander maupun Sanderson.
Chela dan Enzo tak sanggup menunda lagi malam pertama mereka.
Enzo dan Chela sama-sama tak sabar untuk segera berlayar, berlabuh mengarungi bahtera cinta.
Malam, yang panjang menjadi sejarah yang tak bisa dilupakan sepanjang hayatnya.
Mama yang ingin melihat Enzo memiliki pasangan hidup kini dia sedang merayakan sebuah pesta bersama pelayan termasuk Tito.
"Tito, kerja kamu bagus," puji Nyonya Ellyana.
"Tapi Nyonya, pekerjaan saya akan jadi taruhan jika tuan tahu aku menipunya."
"Tenang saja jika Enzo memecat mu, aku akan merekomendasikan pekerjaan yang lebih bagus di perusahaan milikku."
"Terimakasih Nyonya. Tapi saya sudah nyaman dengan Tuan Enzo, andaikan ini bukan demi kebahagiaannya, aku juga tak akan setuju Nyonya."
"Bagus, jika itu alasannya, Enzo tak akan pernah memecat kamu. Karena jika dia melakukannya, maka dia akan menyesal seumur hidup. "
"Terima kasih Nyonya." Tito dan Nyonya Ellyana bersulang.
Dikamar apartement, Chela sangat terkejut karena dirinya masih gadis, dan Enzo baru saja membobol gawangnya hari ini. Artinya malam itu tak terjadi apa-apa. Video dan pengakuan Tito hanyalah tipuan semata.
"Apakah kamu akan minta cerai dariku karena malam itu ternyata kita tidak melakukan apa-apa?" tanya Enzo.
"Mana mungkin, jika kemaren kita tidak melakukan apa-apa, tapi sekarang kau sudah membobolnya." jawab Chela yang masih merasa perih di organ intinya.
"Jadi kita tidak akan bercerai karena kau telah tertipu?" tanya Enzo.
"Tentu tidak, Sekarang pun sama saja, aku sudah kehilangan semuanya, enak saja minta cerai."
"Ya sebaiknya jangan, lebih baik kita lanjutkan saja biar cepat jadi anak, Nanti kita rawat anak kita dengan penuh cinta."
"Lelaki mesum." Chela mengerucutkan bibirnya.
Enzo tak peduli, Lelaki yang selalu dibilang mesum oleh Chela akhirnya meminta penyatuan lagi dan lagi, permainan mereka semakin panas karena pengaruh obat belum sepenuhnya hilang.
***
Usai pulang dari pernikahan Chela dan Enzo, mereka semua memiliki rencana indah untuk para istri masing-masing.
__ADS_1
Luna yang tadinya kurang enak badan, nyatanya hanya kurang sayang. Dion mengambilkan air putih untuk Luna dan obat, tapi Aluna justru menolaknya.
Aku tidak sakit, aku hanya pusing karena aku tadi juga meneguk segelas wine, padahal aku belum terbiasa.
"Sayang, kenapa kamu memaksakan diri, baiklah sekarang istirahat, kalau kamu baikan aku ingin ajak kamu ke luar negeri, aku ada pertemuan dengan klien, sekaligus kita honeymoon."
'Baiklah sayang. Aku bersedia ikut dengan senang hati, tapi apa apakah honeymoon bisa dimajukan hari ini?" Tanya Luna malu-malu. Luna bersikap demikian karena Alkohol yang diminumnya membuat tubuhnya panas dan dadanya meletup, ada hasrat yang harus segera di salurkan.
"Kau memginginkannya?" Dion sungguh tak percaya segelas wine bisa merubah istrinya yang pemalu menjadi liar seperti malam ini.
"Dengan senang hati, Honey, aku akan menjadi budak cintamu malam ini." Dion segera menanggalkan semua atribut yang masih menempel di tubuhnya, petualangan panjang akan segera dimulai.
Aluna pasrah menerima perlakuan lembut Dion. Malam yang tenang tanpa gangguan dua bocah kecilnya, membuat mereka berdua bisa melakukannya sepanjang malam.
Aluna dan Dion benar-benar tak mau kalah dengan pengantin baru, mereka yang berpengalaman lebih mahir dan bisa lebih meresapi setiap rasa yang diberikan oleh pasangan.
Aluna terlelap dalam dekapan Dion hingga hari petang sudah berganti pagi. Matahari sudah lumayan tinggi hingga cahayanya memaksa masuk melalui celah yang sengaja dibuat untuk menyongsong cahaya pagi.
"Pagi honey, terimakasih untuk semalam, kamu luar biasa." puji Dion yang sudah selesai mandi bahkan sudah memakai seragam kerja, rambutnya terlihat sekali basah meski tak lagi meneteskan air mata, dikecupnya bibir hangat istri dengan lembut.
"Sayang, kenapa tak kau bangunkan aku?"
"Tidak tega sayang, kamu terlihat sangat kelelahan, aku tak mungkin mengusik tidur lelapmu."
Lelakinya sungguh selalu mampu membuatnya melayang hingga langit ke tujuh.
jayden dan Jessica rupanya tidak pulang ke rumah, mereka berdua sepakat pulang ke sebuah hotel bintang lima yang baru diresmikan makam oni.
Jayden dan Adrian ingin memanjakan hotel yang masih perawan karena baru akan menerima tamu untuk pertama kalinya di malam ini.
Jayden Dan Adrian belajar memanjakan istrinya dari sang pakar, Dia ingin seperti Dion yang rela menghabiskan banyak uang untuk membuat wanitanya spesial.
Kamar Jayden Dan Adrian bersebelahan, meski demikian, mereka bisa dengan leluasa bermain hingga pagi tanpa ada yang mengusiknya.
Jessica dan Jaiden yang suka berpetualang, semalam suntik telah berkelana menyusuri lembah dan bukit bahkan hutan belantara pun dia lewati.
Jaiden ingin Jessica cepat mengandung benih unggulnya yang selama ini dia tanam dan pupuk hingga tiada hari yang terlewati kecuali libur tanggal merah.
Jaiden dan Jessica terkulai lemah, tubuhnya bahkan terasa sakit saat untuk bergerak, mereka lupa berapa jumlah gol yang sudah tercetak malam ini.
Adrian sangat berbeda dia mengutamakan kelembutan dan melakukan dengan pelan, ingat istri sedang hamil muda harus ekstra hati-hati.
__ADS_1
Adrian dan Nabila sudah tak sabar menunggu buah hati mereka segera terlahir. Dia hanya melakukan gaya yang dianjurkan oleh dokter saja.
Selain anjuran Dokter, mereka tidak berani, resiko sekecil apapun selalu dia hindari.
Adrian dan Nabila esok harinya segera cek out, ada rangkaian pemwriksaan yang harus dia lewati pagi ini. Mereka sudah tak sabar ingin melihat bayi mereka.
Jenis kelamin yang mungkin akan diketahui lebih awal tak akan pernah merubah cinta mereka pada bayi.
Adrian dan Jessica sama sama menyukai anak laki-laki maupun perempuan. Dia berharap bayi mereka akan kembar seperti bayi Luna.
***
Proyek pembangunan restoran terbesar di kota, milik Luna sudah selesai
Hari ini akan diadakan syukuran di restaurant milik Luna dengan mengundang tamu dari kalangan anak panti dan juga fakir miskin, mereka bisa makan menu mewah yang disajikan dengan gratis dan mendapat bingkisan untuk dibawa pulang.
Ada sekitar sepuluh ribu warga miskin yang datang hari ini. Aluna butuh banyak koki dan pelayan untuk membantu memasak dan melayani tamu hingga acara selesai.
Dion tidak ikut campur dalam pengelolaan restaurant milik Luna, dia hanya memberi dukungan saja, karena sebenarnya tanpa restaurant itu Dion sudah bisa mencukupi keluarganya.
Tapi Sayangnya Luna tidak pernah mau berpangku tangan, akhirnya Dion setuju Luna beralih profesi dari seorang model ke bidang kuliner.
Sayang apa kamu nggak ikut datang malam ini?" tanya Luna pada suaminya.
"Ikut dong sayang, ini kan acara kamu."
"Awas kalau nggak ikut, acara honeymoon keluar negeri batal."
"Kejam amat sih, jangan sampe batal, disana aku sudah bercita-cita akan mengukir sejarah paling indah sepanjang pernikahan kita." jawab Dion yang alay, sambil direngkuhnya tubuh istri dan dibawanya ke ranjang.
Baru saja ingin manja-manja ponsel Luna berdering.
"Sayang, sebentar, aku angkat ponsel dulu."
"Udah biarin,ganggu aja aku masih kangen," jawab Dion.
"Tentu saja" Luna melotot, bisa-bisanya bilang kangen, sedangkan semalam lelaki itu sudah membuat tubuhnya seperti dilolosi dari tulang belulangnya.
Dion hanya tertawa geli melihat ekspresi Luna. sebenarnya dia memang sedikit keterlaluan semalam.
Luna meminta Dion segera mandi karena baru pulang kerja,
__ADS_1
Luna juga bersiap akan datang ke acara pesta, Menurut Jessica, semua hadirin sudah menunggu acara potong pita. Adrian dan Nabila juga sudah stanby, begitu juga dengan mama dan papa mertua. Anggota keluarga yang berhalangan hadir hanyalah Enzo dan Chela. Lelaki itu tak memiliki tenaga cadangan Lagi untuk sampai di acara Luna.