Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 241. Mulai bersemi.


__ADS_3

Mama Melani membuka pintu. 


"Nak Jay!" Pekik Mama. 


Mama Melani terkejut, tak nyangka Dokter Jayden yang datang. Padahal ini hari libur kerja untuk lelaki tampan itu. 


"Tante." Jayden mencium tangan Melani dengan takzim, lalu memeluk Papa David. Lelaki setengah abad itu begitu senang menerima perlakuan istimewa dari Jayden. Meski Jayden bisa dibilang lelaki yang terhormat. Namun dia tetap saja bersahaja. 


"Mau lihat kabar Jessica, Tante." ujar Jayden sambil melirik ke arah Jessica yang tidur membelakangi semua orang.


"Makasi banyak Nak Jay. Sudah repot repot." Melani dan suaminya saling pandang lalu tersenyum pada Jayden. 


Melani lalu mendekati Jessica dan membangunkan putrinya yang entah tidur beneran atau sedang pura-pura tidur. 


"Jess, bangun Jess, ada dokter Jayden, dia sengaja datang kesini buat kamu lho. Padahal dia libur," bujuk Melani yang melihat Jayden tidak memakai seragam kerja. 


"Mama. Jessica ngantuk mah," rengek gadis manja itu. 


"Jessica, tolong hargai kedatangan Dokter Jayden, setidaknya sapa dia, bicara sama dia, dia sudah perhatian sama kamu." kata Mama yang tak enak hati sama Jayden. 


Mama akhirnya berinisiatif untuk pergi.  " Ya sudah Mama sama papa keluar dulu, siapa tahu ada yang ingin kalian bicarakan."


David dan Mama Melani memilih keluar meninggalkan Dokter Jayden dan Jessica berdua. Wanita itu berharap Jessica akan segera tahu perasaan Jayden padanya. Dilihat sari sorot mata, mama sudah melihat jelas kalau Jayden menaruh jati pada Jessica. 


Setelah kebisuan berlangsung lama, karena mereka tinggal berdua. "Jessica apa kabar?" 


"Seperti yamg kamu lihat aku baik-baik saja, aku ingin pulang, Dok ...."


"Tunggu saja hasil pemeriksaan membaik, ada benturan yang menyebabkan luka dalam, kamu memang tak merasakan sekarang, khawatirnya akan jadi bencana dimasa depan."


"Separah itu kah?" Jessica terkejut.


"Itu sebabnya kita harus hati-hati, aku berharap semua akan baik saja," kata Jayden sembari menatap pasien di depannya dengan perasaan yang tak menentu. Baginya Jessica cantik dan menghibur.


"Aku bawa sesuatu. Tadi aku sedang jalan-jalan sama teman jadi kepikiran mampir dan bawakan ini untukmu."  Jayden membawa bungkusan kecil dari sakunya. 


"Apa! Anda bawa sesuatu untuk saja? Maksudnya apa nie."


"Menurutmu kan selama ini aku yang bersalah dalam insiden ini, jadi aku minta maaf, anggap saja benda yang harganya tak seberapa ini untuk mewakili rasa bersalah dan ucapan minta maaf aku pada kamu. 


Arloji cantik, sekaligus mewah ditunjukkan Jayden pada Jessica.


Jessica tertarik dengan Arloji cantik itu tapi dia tak bisa menerimanya. Dia sekarang mengakui kalau kejadian itu bukan murni kesalahan Dokter Jayden tapi juga kesalahannya.


"Kejadian itu, kesalahanku juga, jadi aku minta maaf, hadiah ini mending kamu simpan saja dan berikan pada kekasih anda."


"Aku belum ada kekasih Jess, apa kamu mau jadi kekasih aku. Soalnya selama ini belum ada wanita yang membuat hati ini bergetar, kecuali kamu," ungkap Jayden jujur.


Deg, Jessica tak percaya Dokter Jayden secepat ini mengatakan perasaannya. Padahal kemaren saja mereka masih bertengkar setiap hari. 

__ADS_1


Bibir jessica mengatup rapat, suaranya hilang. Jessica seperti mimpi mendengar pernyataan cinta dari dokter tampan di depannya. 


Jessica menggeleng. Jayden menahan gelengan kepala Jessica. "Jangan menolak, bagaimana kalau kita mencoba, aku akan belajar menjadi lelaki yang terbaik untukmu, dan kamu belajar menerimaku. Aku tahu meski masih sedikit kamu juga memiliki perasaan lebih padaku.


"Tapi aku tidak mau, aku tidak bisa, aku bukan wanita yang terbaik untuk anda. Ini konyol, lelucon macam apa ini. Pergilah dokter, aku ingin sendiri."cerocos Jessica ketika lidahnya yang tadi kelu, sudah mampu digunakan untuk bicara kembali. 


Dokter Jayden tidak pergi, dia malah dengan berani mengecup kening Jessica. Gadis di depannya kembali bungkam. Jessica. Tidak percaya Jayden akan senekat ini. 


Lama sekali benda kenyal itu menempel di kening Jessica hingga membuat gadis itu kembali bungkam. 


Diam-diam tubuh Jessica menghangat, dia juga merasakan ada getaran aneh yang menjalar di tubuhnya. Meski bibirnya berkata tidak, tapi hatinya berdenyut mengatakan iya. Jessica tidak mungkin akan selalu main drama untuk berkata tidak cinta, sedangkan kenyataan dia memang memiliki perasaan yang sama. 


"Beri aku waktu," kata Jessica dengan wajah menunduk. Dia tidak ingin langsung menerima atau menolak. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan lebih dulu. 


Jayden melepaskan kecupannya setelah mendengar kalimat tidak pasti dari wanita di depannya. Tapi Jayden lega ada harapan. Jayden berjanji akan menggunakan waktu yang diminta Jessica sebaik mungkin. 


"Baiklah, aku akan setia menunggu, seberapa banyak waktu yang kau minta. Akan aku berikan."


Jessica masih menunduk malu. Bekas bibir Jayden masih terasa basah dan makin dingin ketika terkena sapuan udara yang dihasilkan oleh AC di ruangan itu. "Terimakasih, pengertiannya." Jessica memundurkan tubuhnya membuat dia bersandar dengan dinding dan kakinya selonjoran. 


Jayden duduk di depannya dengan perasaan bahagia tak menentu, jujur dia bahagia sekali berani mengungkapkan perasaan pada gadis kecil yang beberapa hari ini telah mengobrak-abrik hatinya hingga tak berbentuk itu. Hingga dia nekat untuk mengatakan pada hari di libur. 


Arloji impor, terbuat dari kulit itu segera dia sematkan di pergelangan tangan Jessica, selera Jayden rupanya bisa memuaskan hati Jessica. Gadis itu suka sekali dengan, bentuk, ukuran dan warna arloji yang kini melingkar di pergelangan tangannya. 


"Biar tepat waktu, semoga tidak terlambat kuliah lagi." 


Jessica heran bagaimana bisa Jayden tahu kalau dia akhir ini sering terlambat kuliah karena bangun kesiangan. Apa yang dikatakan Jayden baru saja mampu membuat pipi Jessica kembali bersemu. 


Jaiyden gemas, kini dia ingin mengatakan sesuatu yang tentu akan membuat Jessica lebih terkejut lagi. " Kita tidak usah jadian, kita langsung nikah aja. Aku bukan lagi cari calon pacar, tapi calon istri." 


Deg! Jantung Jessica serasa kembali berhenti berdetak. Ini yang ditakutkan Jessica ketika pacaran dengan lelaki dewasa dan sudah bekerja. Pasti mintanya akan cepat menikah. 


Jangan tegang begitu, aku akan memberi kebebasan, karena aku cari istri bukan untuk dikekang, asal dia bisa mengerti batasan kalau sudah menjadi milik seseorang aku akan mengizinkan dia melakukan yang diimpikan.


Jessica yang tadi tegang kini kembali memasang wajah santai. Ternyata Jayden memiliki pemikiran yang sangat dewasa. 


Jayden melirik kotak makan Jessica yang masih utuh di atas nakas. "Belum makan ya"


"Harusnya ini sudah lewat makan malam, kenapa rangsum nya tidak dimakan."


"Tadi masih kenyang, dan masih malas."


'Apa yang terjadi denganku, tadi malas makan dan perut ini masih kenyang, sekarang kenapa mendadak aku jadi lapar banget. Senam jantung ternyata membuat makanku jadi menggila.'  


"Ayo makan dulu, habis ini minum obat." Titah Jayden yang diiringi anggukan kepala Jessica. 


Jessica membuka mulutnya malu-malu dan Jayden dengan telaten menyuapi gadis manis di depannya. Ketika ada nasi yang terjatuh di pipi dokter tampan itu segera mengambilnya. 


****

__ADS_1


Emak ada sedikit rezeki dari Si Cupu nie, Emak mau bagi pulsa 300.000 . teman-teman yang sudah rajin kasih hadiah pada emak, berupa Vote dan komentar panjang.


Bisa hubungi di FB Isti arisandi. dan kirim pesan pribadi ke emak sesuai nama di bawah ini ya.


Ada syaratnya, syaratnya mudah, Senin besok kasih Vote dan Like untuk cerita ini ya.


1.Veronica Lipat. (Rangking umum 1)




Mom Ami. (Rangking umum 2)




Rojak. (Rangking umum 3)






Komentar terpanjang dan rajin.




Mayya zaskia ( Komentar terpanjang 1)




Ros sy(Komentar terpanjang 2)




3


4

__ADS_1


* Buat teman yang lainnya masih ada kesempatan ya untuk nomor kosong.


__ADS_2