Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 257. Enzo jatuh cinta lagi.


__ADS_3

Ketika pagi hari Chela belanja di Mall, ditemani oleh sahabat sekaligus managernya. 


Mereka asyik ngobrol ngalor ngidul, Chela perlahan mulai melupakan Jayden yang memang tak bisa lagi untuk digapai. Bahkan Jayden mengakui langsung, kalau dia dan Jessica sudah selesai melewati malam indahnya bersama. 


"Kira kira semalam CEO Enzo itu marah nggak ya?"


"Entahlah Chel, menurutku dia pasti marah."


"Emang enak kita kerjain, habis dia sangat percaya diri dengan lima puluh jutanya itu, kalau aku akan datang."


"Tapi kamu gila Chela, kamu nggak mikir kalau dia nanti bakal lakukan pembalasan padamu atas kekesalannya tadi malam."


Chela tertawa lalu kembali berfikir. "dia butuh aku untuk jadi bintang iklan di produk terbarunya. Mana mungkin buaya buntung berani macam-macam."


"Ya, semoga saja. Tapi masa kasih nama buaya buntung sih? nggak keren amat."


Terus! Apa lebih cocok manusia, Alien kutub Antartika, karena keangkuhannya itu."


"Terserah kamu saja, Chel, tapi yang jelas sepertinya dia tidak cocok dengan nama pemberianku itu cocok kita beri nama CEO ganteng."


Saat asyik ngobrolin seseorang, ternyata yang diomongin sedang di depan mata. Enzo mendengar semuanya tanpa Chela sadari karena sibuk memilih baju.


"Apa yang kau katakan tadi? Buaya buntung?" Enzo menatap Chela dengan tatapan tajam.


"No, aku tidak hilang itu kamu?" Chela berkelit, bagaimana bisa laki laki itu ada ditempat yang sama, sepertinya sekarang dunia lebih sempit daripada daun kelor.


"Kami pikir aku tuli apa?" Enzo tak mengizinkan Chela pergi, dia terus saja menghalangi langkah Chela. Kedua asisten di belakangnya pun ikut serta.


"Nggak, aku nggak ngomongin kalian"


"Tito, mana rekamannya, tunjukkan pada ku," titah Enzo.


Tito maju lalu menyerahkan hasil rekaman yang dia ambil baru saja. 


"Ok, ok cukup. Apa yang kalian inginkan?" Chela terpaksa mengaku sebelum rekaman semakin mempermalukan dirinya.


"Berani menghina atasan, tentu hukumannya sangat berat, Enzo menatap Chela dari atas ke bawah. Chela sangat ketakutan. Meski Enzo hanya mengerjainya. 


"Tuhan selamatkan aku," batin Chela. 


Melihat Chela ketakutan tentu Enzo sangat senang. Rasanya dia harus sering-sering mengerjainya, sebagai balasan semalam Chela sudah membuat Enzo menunggu. 

__ADS_1


"Hukumannya kau harus bersihkan rumah selama seminggu, jika tugasmu selesai kau boleh pulang."


"What, Nonono, itu berlebihan." protes Chela.


"Berlebihan? Tidak, kau sudah menjatuhkan harga diriku dengan bilang aku adalah buaya …."


"Bawa dia, biar aku tunjukan kalau milikku masih utuh dan sempurna, tidak buntung seperti yang dia katakan."


Tito di belakang majikannya hanya bisa menahan tawa.


"Bagaimana ini?" Chela terus menatapnya minta tolong untuk di bebaskan dari hukuman.


Chela takut Enzo tak main-main dengan ucapannya.


Tito menahan senyumnya, melihat kaki Chela bergetar.


Dia sudah tahu kalau tuannya sebenarnya tidak pernah serius untuk membuatnya demikian takut. Hanya saja Enzo sendiri belum menyadari kalau yang dirasakan itu sebenarnya wujud dari benih cinta. 


Enzo selalu cuek dengan wanita, tapi dengan Chela, dia diam-diam selalu ingin tahu aktifitas yang dilakukannya.


*


*


*


"Rapikan ini semua! harusnya kau senang aku menghukum perbuatanmu sangat ringan." 


"Huh, kau sangat senang menyiksaku. Sebenarnya apa salahku," eluh Chela sambil memunguti baju kotor. 


Tapi Chela yakin,  Enzo hanya sedang main drama yang motifnya belum diketahui. Bagaimana bisa dia membuat rumah seisinya demikian berantakan. 


Enzo asik makan kentang goreng sambil memperhatikan Chela yang kini mengelap meja dan kursi. 


"Tolong kondisikan mata anda, aku takut jika terus memandangiku anda akan jatuh cinta," ujar Chela.


"Terlalu percaya diri, gadis sepertimu bukanlah tipeku," sungut Enzo.


"Tapi kenapa anda seperti sengaja menahan ku dan ingin selalu dekat denganku," bantah Chela lagi. sambil berkacak pinggang, sedangkan ditangannya ada sebuah kemoceng.


Enzo tersenyum sinis dan mendekati Chela. "Ada ribuan wanita sepertimu yang rela mengantri untuk jadi kekasihku. Dan asal kau tahu, aku sama sekali tak tertarik," bisik Enzo di telinga Chela sambil memainkan rambutnya yang harum.

__ADS_1


"Sombong sekali, bagaimana jika aku berhasil membuatmu jatuh cinta?" tantang Chela sambil menatap tajam Enzo.


"Jika kau berhasil, aku akan menikahimu. Tapi itu mimpi hahaha." Enzo tertawa lalu pergi meninggalkan Chela sendiri di ruang tamu.


"Siapa yang mau jadi istri lelaki paling aneh di dunia sepertimu, hiii." batin Chela, sambil mengangkat pundaknya. bulu kuduk Chela bergidik ngeri membayangkan menjadi istri Enzo.


***


 Habis mandi Enzo merasa perutnya keroncongan.Demi memastikan kalau Chela kerja dengan benar dia ingin melihat apakah wanita itu sudah memasak atau belum. 


Hanya memakai handuk kecil dililitkan di pinggang, Enzo langsung nyelonong menuju meja makan dekat dengan dapur. 


Chela yang sibuk membersihkan tempat dapur karena lama tak dipakai tentu dibuat terkejut dengan penampilan Enzo yang gila. 


"Aaaaaa." Chela segera menutup matanya dan menjatuhkan spons di tangan. 


"Bisa nggak pakai baju dulu sebelum keluar kamar, benar-benar lelaki mesum tak ada akhlak, apa kamu sengaja membuat aku ketakutan."


"Laki laki mesum," umpat Chela lagi berulang kali.


"Kamu yang mesum, aku sudah memakai pengaman kamu nggak lihat ini apa?" Jayden menunjukkan handuk dengan memajukan tubuhnya, membuat aset berharganya terlihat menyembul meski ditutup handuk sekalipun. Tapi pikiranmu sudah membayangkan yang aneh-aneh, jangan-jangan kamu memang aneh sama dengan otakmu itu!!"


"Apa! Kamu bilang aku aneh? Baiklah jika kamu merasa benar, berposelah. Biar aku mengambil gambar mu.' Chela merogoh sakunya, mengambil ponsel dan segera mengarahkan ke Enzo.


Hey gadis gila, berani melakukannya kamu akan tahu akibatnya. Aku akan menghukummu lebih berat lagi." Enzo kini ketakutan. Memegangi handuknya dan segera masuk. 


Chela tertawa terpingkal-pingkal sendirian. Tawa Chela tentu saja masih di dengar Enzo. 


"Hey, cepat masak untuk makan siang! yang enak, awas saja kalau nggak enak, aku akan menghukum wanita pemalas sepertimu lebih berat."


Tuhan, kenapa aku harus dipertemukan dengan lelaki seperti dia, Tuhan aku sudah taubat, aku sudah tidak jahat lagi dengan siapapun, seharusnya kirimkan aku teman yang baik, setidaknya sebelas dua belas dengan Kak Jayden. kenapa justru makluk astral itu yang datang padaku.


Chela melamun sambil mengelap meja makan, lalu duduk sebentar berharap dapat ketenangan, tapi apa yang terjadi dia malah mengantuk dan tidak bisa melakukan apapun.


Jangankan memasak makanan, Chela bahkan tidak bisa untuk mengangkat kepalanya. gadis itu akhirnya lelap.


Tiga puluh menit kemudian.


"Chela! mana makanan yang kau buat!


"Makanan, oh iya, maaf aku ketiduran."

__ADS_1


Enzo hanya bisa menggeleng kan kepala. "Kalau tidak ada makanan, sepertinya kamu yang harus aku makan."


__ADS_2