Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 105. Bertemu di restaurant.


__ADS_3

Aluna terlihat keberatan, tapi lama lama dia setuju juga, Aluna akhirnya foto bersama beberapa penggemarnya di tempat foto yang disediakan oleh pemilik kedai. 


"Terimakasih Nona, terimakasih, semoga kita ketemu lagi!" Beberapa cewek seusianya itu memeluk dan meminta  cipika cipiki dengan Aluna. Lalu dia pamit karena makan sudah selesai. 


Dion memandangi Luna dari jauh sambil senyum-senyum. 


"Cie, yang sudah jadi top model," goda Dion. 


"Model? Anda bisa aja. Semalam itu yang di panggung bukan saya, saya sendiri juga nggak nyangka kenapa bisa berani seperti itu, padahal saya belum pernah menjadi seperti semalam ... itu pasti bukan diri saya." Aluna berbicara pelan sambil mengaduk minumnya.


Dion membelai rambut Aluna yang masih bisa dijangkau, dion ingin sekali mengecup kening Aluna didepan banyak orang dan mengatakan wanita di depannya adalah miliknya. Tapi Aluna mencegah bibir Dion yang tinggal beberapa senti itu. 


"Ambilah semua hak, jika kita sudah menikah."


Dion kembali di posisi duduk seperti semula, tapi hatinya tak kalah bahagia, kata kata 'jika kita sudah menikah' tadi membuat dia begitu yakin Aluna sebenarnya setuju untuk menikah dengan dirinya, walaupun entah kapan waktu itu tiba.


Angeline dan Adrian yang duduk tak jauh dari mereka berdua hatinya terasa panas, Angeline sangat takut Aluna yang menjadi musuh bebuyutan itu akan berhasil menggapai mimpi melebihi dirinya, sedangkan Adrian cemburu karena Aluna terlihat bahagia sekali bersama Dion. 


"Jadi kamu setuju kita menikah, Syukurlah Aluna. Aku bahagia."


"Sudah jangan berisik, ada yang melihat kita, aku tak mau mereka nanti akan mengira kita lebay."


"Siapa?" Dion celingukan karena dia memang tak melihat meja manapun dengan detail. Sedangkan Aluna juga baru tahu. 


Selena dan Chela memandang Aluna dengan sinis. Dalam hati dia menertawakan Dion yang memiliki selera rendah. Meskipun Luna sekarang memang sangat cantik, tetap saja dia hanya wanita yang berasal dari kasta rendah. 


"Apa mereka pacaran?" Tanya Chela yang berkata dengan berbisik bisik. Pertanyaan itu tepatnya dia tanyakan pada kakaknya.


"Sepertinya iya, Aluna sudah terbukti selingkuh dengan Dion. Karena hubungan mereka bukan sekedar teman kerja, mereka teman ranjang juga." Kata Angel sengaja membuat nama Aluna makin jelek di depan keluarga Adrian.


"Apa yang kamu katakan? Jika tak ada bukti jangan asal bicara Aluna tidak serendah itu, dia bukan penggoda. Ada bukti?" Adrian berusaha membela.


"Bukti? Tentu aku punya bukti." Angeline bingung dengan ucapannya sendiri. Tadinya dia ingin membuat Adrian dan keluarganya serempak membenci Aluna. Tapi sanggahan Adrian justru menjadi bumerang. 


"Yakin ingin melihatnya, aku takut jika kamu tahu kamu akan terluka, makanya aku sembunyikan semua kebenaran ini dari kamu."


"Tunjukan aku ingin melihat Video yang membuktikan semuanya, jika mereka benar selingkuh aku akan menceraikan Aluna detik ini juga." Adrian sudah termakan api yang sengaja di nyalakan oleh Angel. 

__ADS_1


Angel terlihat panik, dia akhirnya meraih ponselnya dengan tangan gemetar. Dia akhirnya memberikan ponselnya pada Adrian. "Semua rekaman ada di dalam kotak video. Jika kamu tak kuat melihat keintiman mereka lebih baik jangan dibuka. 


Adrian meraih ponsel Angeline yang dia sodorkan, sambil memandang wajah Angeline yang sedang cemas sambil menggigit bibir bawahnya. Adrian melihat ada banyak file dan bingung membuka file yang mana. 


"Yang mana?" tanyanya.


"Yakin kamu siap, buka aja yang paling bawah." Angeline berusaha membuat kebohongannya terlihat sempurna.


Angeline berdoa dalam hati supaya Adrian urung membukanya.


"Sudahlah Kak Adrian, mau Luna selingkuh, mau dia sama siapa saja, yang penting kakak bisa kembali lagi dengan Kak Angeline. Hubungan kalian hampir saja akan kandas gara gara wanita itu," kata Chela yang tak pernah suka dengan Aluna.


Click!


Adrian menghapus rekaman yang entah apa isinya dari ponsel Angeline. Dia tak mau melihat rekaman yang isinya diyakini hanya akan membuatnya terluka. 


Adrian melempar ponselnya di hadapan Angeline. 


"Ini aku kembalikan, isinya sudah aku hapus."


"Kenapa harus dihapus, apa Tuan Adrian Alexander tak kuasa melihat wanita kesayangannya memadu kasih dengan pria lain. 


"Aku tak peduli, aku hanya tak ingin kamu menyebarluaskan rekaman itu."


"Sweet, Chela lihatlah, kakak Adrian kamu ini sudah berubah, dia mencintai istrinya yang sudah selingkuh."


"Adrian jaga sikap kamu di depan Angeline, jika kamu seperti itu, dia nanti bisa meninggalkan kamu, bukankah kamu dulu sangat mencintai dia, dan ingin cepat-cepat menikah, kenapa sekarang jadi berubah." Selena beberapa kali mengelus baju Adrian dan berbisik supaya Adrian tidak membuat kecewa Angeline yang sepertinya mulai geram dengan Adrian yang sulit melupakan Aluna. 


Hoek! Hoek! 


"Kak Angel, kok malah muntah sih, kita lagi makan nie!" Chela yang sedang menikmati sedapnya kuah soto langsung menghentikan makannya. 


"Maaf Chela, Kakak tiba tiba mual dengan aroma kuah soto. Kakak ke belakang dulu ya."


Angel pamit menuju toilet, dia segera mencuci wajahnya di wastafel. Angel tahu kalau wanita hamil muda memang seperti ini, dan ini kesempatan untuk memberi tahu keluarga Adrian kalau dia sedang hamil.


"Angeline kamu kenapa?" Adrian menyusul Angeline karena desakan orang tuanya. 

__ADS_1


"Aku … aku … jangan jangan aku hamil Rian, malam itu kita melakukannya dan kau tak memakai alat pengaman apapun."


"Bagaimana bisa hamil, aku saja tak ingat kejadiannya bagaimana, dan apa mungkin satu kali berhubungan bisa hamil?"


Apa maksud kamu Rian, kau menuduhku berselingkuh, jangan pernah samakan aku dengan Aluna kamu itu, kamu tahu sendiri aku setia, kamu tahu sendiri aku selalu ada di sampingmu meski aku tahu kenyataan kau diam diam menikahi wanita yang sama sekali tidak selevel denganku. 


"Ya, jangan marah, pulang dari sini kita ke dokter. Semoga kau benar hamil, dan aku akan mempertanggung jawabkan perbuatan ku.


Adrian menggandeng Angeline keluar, sedangkan di depan pintu, berpas-pasan dengan Aluna yang sejak tadi sudah mendengar obrolan mereka berdua di dalam tadi. 


Aluna dengan mata merah segera masuk dan melewati Adrian dan Angel tanpa sepatah kata. 


Adrian memandang Aluna sekilas. Jelas terasa sekali Adrian ingin mengatakan kata maaf pada Aluna. Adrian merasa bersalah dengan Aluna telah membuat Angelin hamil.


Aluna segera mencuci wajahnya, dia benci sekali dengan matanya yang merah. 


'Kenapa kau merah, kenapa kau harus menangis, lelaki seperti apa yang kau cintai? Kenapa kau tak memikirkan perasaan Dion yang sudah berkorban banyak untukmu. Lelaki yang memiliki istri tapi menghamili wanita lain? Luna! buka mata kamu lebar lebar, Adrian bukan jodoh kamu. Dia hanya pelajaran yang datang untuk mengajarkan padamu arti mencintai, tapi tidak dicintai. Sedangkan Dion jelas mencintaimu.'


Aluna menyeka air matanya yang makin deras. Dia benci hatinya masih mengingat Adrian. Jujur Aluna sukar sekali melupakan pengalaman saat berkuda dengan Adrian waktu di kastil. 


Aluna buru-buru kembali setelah air matanya berhenti menetes. Dia ingin segera pergi jauh dan tak melihat seluruh keluarga mantannya yang tak pernah menghargainya dari dahulu itu. 


Setelah Aluna kembali Dion berdiri dan menyambutnya "Sayang kamu sakit ya?" Tanya Dion yang melihat Luna seperti orang flu.


"Tidak, aku tadi ambil sambal banyak, aku kepedasan."


"Oh, Sayang bagaimana sih, Lupa punya sakit maq?" Dion mengelus rambut Aluna yang tergerai. 


"Maaf, aku suka lupa, habis kalau nggak pedas nggak mantap. Dari dulu aku biasa makan pedas dan mendapat ucapan yang pedas." Kata Aluna menyindir Chela dan Selena yang suka memperlakukan dengan kasar. 


"Ya sudah, kalau begitu aku antar kamu pulang."


Aluna mengangguk, Dion menggandeng Aluna  yang berjalan keluar restaurant, setelah membayar semua makanan. 


Saat melihat Aluna keluar, Chela dan Selena sebenarnya juga heran, Aluna yang selalu mereka hina kini berpenampilan modis dan memakai sepatu hak tinggi,  barang  yang ia kenakan juga bukan barang murah, dan beberapa orang tadi mengajaknya foto. Kenapa harus Aluna, bukankah Angeline jauh lebih terkenal dan senior di banding Luna. Tapi sejak tadi tak ada yang mengajaknya berfoto. Bahkan pengunjung terlihat acuh saja walau Angel sejak tadi sudah mondar mandir melewatinya.


 

__ADS_1


__ADS_2