
Adrian terlihat akan pergi lagi, dia sudah memakai jas dan celana kantor dengan rapi, sepertinya dia harus kembali ke kota dulu. Percuma lama di persembunyian, kalau Aluna tak bisa disentuh.
Arga menyiapkan mobil. Sedangkan Argo diperintahkan untuk menjaga Aluna.
"Kamu disini jaga Nona jangan sampai dia kabur lagi."
"Siap Tuan." Argo melirik pada Luna yang sedang duduk santai dan pura pura cuek.
Lelaki pemilik tubuh tinggi dan selalu beraroma harum itu pamit pada Aluna dan mengecup keningnya. "Sayang aku pamit, aku akan secepatnya kembali dan kabari aku jika tamu bulanan itu sudah pulang.
Aluna mengangguk. "Iya tenang aja, aku akan menghubungi nanti."
"Bagus." Adrian pergi lagi setelah dia menjentikkan jarinya pada Arga dan sedikit gerakan kepala. Sedangkan Argo segera mengekor dibelakang siap mengunci gerbang saat mobil Adrian sudah keluar.
Kamera CCTV sudah terpasang dimana mana, kali ini Adrian lebih waspada dengan segala kemungkinan buruk. Utusan yang menjaga juga bukan sekedar penjaga biasa, dia langsung memerintahkan pengawal kepercayaan.
Usai Aluna pergi, Argo kelihatan curi-curi pandang pada Aluna, yang dilihat jadi tak enak hati.
"Ada apa? Apa aku kelihatan Aneh." Tanya Aluna.
Lelaki bertubuh kekar dan rambut dibiarkan panjang sebahu dan diikat menjadi satu di belakang itu menggeleng. "Tidak Nona, bahkan anda sekarang semakin cantik."
"Cantik? Aku masih sama Argo, Aku hanya menanggalkan kacamata dan sedikit pengubah cara penampilanku yang dulu saja." kata Aluna yang jenuh karena banjir pujian, dan lirikan nakal dari kaum lelaki hidung belang. Tapi bukan termasuk Argo. Lelaki itu menghargai Aluna sejak awal.
Nona, sebenarnya aku kasihan dengan nasib anda. Dicintai tapi disiksa, bagaimana tidak, berulang kali Tuan Adrian menyembunyikan anda seperti barang berharga, tapi tanpa sadar kalau ini tak lebih dari penjara, anda harus hidup seorang diri seperti ini.
"Hehehehe, jadilah temanku Go. Mari kita minum kopi bersama, enam hari sangat lama. Rasanya akan sangat membosankan." Aluna duduk di kursi yang ada di serambi, Argo ikut duduk didepannya dipisahkan dengan meja, Aluna meminta koki untuk membuatkan minuman hitam itu.
Tak lama dua cangkir kopi dan roti kering sudah tersaji. Aluna dan Argo mulai menikmati makanan di depannya, sambil bercerita tentang pengalaman pribadi. Aluna nggak menyangka
Lelaki yang wajahnya galak ternyata dia punya hati yang baik, sepertinya Argo juga mengerti derita Aluna.
"Antara tuan Dion dan Tuan Adrian. Pasti anda bingung memilih, sama-sama tampan sama-sama kaya, sama-sama mencintai anda"
"Kamu bisa aja Go, Tuan Adrian kamu itu hanya ingin mengambil sesuatu dariku, aku nggak yakin dia memiliki cinta yang tulus."
"Berarti Tuan Dion," goda Argo. yang romantis dan memiliki wajah tampan tak membosankan."
__ADS_1
"Aku tidak pantas untuk dia, lelaki sempurna harus dapat wanita istimewa."
Argo mulai menikmati kopi yang mulai dingin, pagi pun berubah menjadi siang. "kalau begitu anda pacaran sama saya saja hehehehe."
"Kau suka bercanda juga ya! kamu tampan pacar kamu pasti sangat banyak." Andini menempelkan dada pada meja, membuat sikunya bertumpu dengan meja, lalu tersenyum pada Argo lagi.
"Nona, jangan tersenyum padaku, aku nanti jatuh cinta beneran pada anda."
"Aku ingin bertanya, kau sebenarnya berada di pihak Siapa? aku atau Adrian."
"Wah rupanya kalian berdua sedang perang dingin."
"Argo kamu tahu kan, Aku ingin terlepas dari semua ini dan pergi jauh, aku tak mau jadi istri yang mengambang begini. Adrian bukan lelaki yang bisa aku andalkan, dia plin-plan antara aku dan Angeline."
Lelaki itu meluruskan kaki dan menyandarkan punggungnya. Sebelum menjawab dia berfikir sesaat. "Aku ada di pihak anda. Aku tidak suka laki laki yang mendua, tapi aku juga ada diposisi dia, aku akan tetap mengawasi dan menjaga anda seperti tahanan."
"Jadi kamu nggak mau kasih aku pinjaman ponsel?"
"Tidak, itu beresiko."
"Kalau begitu percuma aku bertanya denganmu." Aluna hendak beranjak dari kursi dan berjalan masuk.
Luna menyomot beberapa buah potong dan melahapnya. Sedangkan Argo terlihat memasukkan satu tangannya di saku. Meraih sebuah ponsel dan meletakkan di meja.
Aluna tersenyum, rupanya Argo bisa diajak kerja sama. "Argo pilihanmu sangat tepat."
Argo mengangguk sambil melipat tangannya di dada memamerkan otot bisep dan tato gambar naga di bahunya.
Aluna mengambil ponsel Argo di meja lalu beranjak pergi, tapi Argo secepat kilat menahan lengannya.
"Anda harus berbicara di depan saya Nona."
"Apa? Saya akan bicara dengan bos saya dikantor, ya nggak bisa didepan kamu dong. bagaimana kalau saya tidak sengaja menyebut rahasia perusahaan. Saya bisa dianggap sekretaris yang berkhianat."
"Sekretaris?" Argo memasang wajah heran.
"Iya, ada yang aneh?"
__ADS_1
" Pantas." Argo mengangguk anggukan kepala.
"Daripada bicara di depan kamu, mending nggak usah, ini ponselnya aku kembalikan." Aluna menyodorkan ponsel ke dekat muka Argo.
'Jangan diambil Go, ijinkan aku Makai ponsel ini sebentar saja, please Go, jangan diambil.'
"Ya, udah, tapi Nona hati-hati. Disini banyak kamera tersembunyi, kalau ketahuan kita bekerja sama, yang terancam masalah bukan hanya Anda, tapi aku juga."
"Kalau ketahuan kamu dan aku pasti akan terkena masalah, Jika kamu dipecat, tenang aja, nanti aku bantu cari kerja yang lain." Aluna pergi sambil mengacak rambut Argo. lelaki itu hanya bisa tertawa dengan suara baritonnya.
Aluna menyembunyikan ponsel di saku, lalu menghubungi Dion di tempat yang aman tanpa pengintai kamera CCTV.
Tring! Tring! Tring!
"Jessi, tolong angkat ponsel Kakak, sepertinya ada panggilan nomor baru." Kata Dion. sibuk mengemudi.
"Ini siapa?" Tanya Jessica.
"Jessica!" Aluna terkejut jessika yang mengangkat ponsel Dion.
"Aluna!" Pekik jassica
Ciiit! Dion seketika langsung menginjak Rem. mobil terhenti hanya sedikit menepi,
"Apa itu panggilan dari Aluna."
"Iya." Jessica mengangguk lalu menempelkan ponselnya di telinga Dion.
"Pak Dion, maafkan saya, sepertinya untuk beberapa hati ini saya akan meminta cuti."
"Lupakan pekerjaan Luna, pekerjaan tak penting, yang terpenting itu kamu, semoga kamu tidak dalam masalah besar."
"Aluna baik saja Pak, cuma saat ini belum bisa bekerja lagi, maaf pak jika Aluna sudah bekerja tak provesional."
Kamu sekarang ada dimana? Biar aku kesana sekarang, ini aku dan Jessica sudah seharian cari kamu tapi nggak ada tanda tanda kamu ada di kota ini.
"Aluna juga tidak tahu sekarang ada dimana Pak, soalnya waktu mereka membawa saya ke tempat ini. Saya masih pingsan."
__ADS_1
"Luna apa artinya kau akan kembali pada Adrian?" Tanya Dion suaranya sudah terlihat sendu.