Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 120. Aluna dan Dion


__ADS_3

Aluna dan Dion memakan puding buah sambil sesekali mereka saling suap.


"Pak Dion buka mulutnya yang lebar." Kata Aluna sembari menatap lekat wajah tampan Dion.


"Okey Honey." Dion menurut, setelah Luna memberi suapan Dion gantian menyuapi Luna."


"Kemaren Sayang, sekarang Honey. Bisa nggak panggil nama aja. A-LU-NA."


"Aku suka memanggil dengan panggilan yang romantis untukmu, Sayang." Dion menempelkan kepalanya di pundak Aluna. Aluna menggeser tubuhnya membuat Dion gemas.


Aluna menggeleng pelan, Sikap Dion makin hari makin kekanakan. Tapi Luna beruntung, Dion selalu menjaga jarak dengan wanita manapun termasuk Dokter Clara. 


 Jessika yang memandang dari kejauhan ikut senang kakaknya akhirnya mendapatkan wanita yang tulus mencintai dan dicintai, Meski cinta Luna belum sebesar cinta Dion. 


 Tak mau melewatkan momen indah ini, Jessica mengambil banyak gambar Luna dan Dion, lalu mengirimkan ke akun IGnya. 


Kakakku tersayang, sebentar lagi sudah ada yang memiliki, semoga mereka cepat nyusul OTW sah. Semoga kalian akan menjadi pasangan langgeng dunia akhirat. 


Beberapa keluarga langsung membaca unggahan dari Jessica, semua keluarga berkomentar positif dan mengaminkan. Hanya saja keluarga Adrian yang hanya melihat tapi tak berkomentar sedikitpun. 


Setelah membuat unggahan, dan mengambil banyak foto kakaknya secara diam-diam, Jessica mendekati pasangan kekasih yang sedang bahagia itu. 

__ADS_1


Dion dan Aluna duduk berdekatan menghadap arah yang sama menikmati musik dan romantis di atas panggung.  Jessica dari belakang langsung memeluk tengkuk mereka berdua bersamaan.  "Kalian berdua, lagi bahagia nggak ajak ajak, aku mau dong disuapin."


"Apa sih Jess? kamu ini ganggu aja." Dion sedikit terkejut dengan kehadiran Jessica. 


"Jessica mau disuapi juga? Nih!" Aluna menusuk satu puding dan mengarahkan pada bibir Jesika yang ada diantara dirinya dan Dion. 


Jessica sangat menikmagi satu suapan dari Luna, kini Dion giliran yang akan menyuapi adik tersayangnya. "Janji ya setelah ini kamu nggak akan ganggu kita. Pergi sana!"


"Jahat banget sih, masa adik nimbrung dibilang pengganggu." Jessica Mengerucutkan bibirnya. Aluna tertawa sambil geleng kepala melihat Dion dan Jessica yang selalu bertengkar. 


"Jessica, jangan dengarkan Kak Dion, kamu duduk di sebelahku ya? Kebetulan masih kosong." Aluna menepuk kursi yang ada di sebelahnya.


"Apa yang kamu lakukan? Jessica akan sangat mengganggu kita. Aku nggak mau gadis tengil itu mengganggu keromantisan kita malam ini?"


"Benar juga kamu, Sayang." Dion mencari keberadaan Adrian dan Angeline yang sedang menyalami tamu yang baru datang, tapi terlihat sekali Adrian sesekali mencuri pandang ke arah Aluna. 


Laki laki manapun pasti akan cemburu jika melihat wanita yang dicintai bahagia dengan yang lain, Andai saja kebusukan Angeline terlihat sebelum perceraian, Aluna pasti akan dipertahankan hingga titik darah penghabisan. 


"Ih Kakak, belum nikah aja sudah panggil sayang." Jessica yang mendengarnya berkomentar ketus. 


"Apa sih Lo, Gue yakin kalau terus disitu aku dan Aluna nggak bisa lagi mesra-mesraan."

__ADS_1


"Kak Dion karena anda kakak yang dzalim, Jessica janji akan ganggu kalian sampai  menikah nanti." 


"Aku akan menikah di luar negeri." Dion menanggapi ancaman Jessica.


Karena Dion sangat bernafsu membuat adiknya kesal, pria itu berdiri dari kursi dan mengulurkan tangannya pada Aluna. 


"Lagunya romantis, kita dansa bersama dancer di panggung yuk?"


Aluna yang juga ingin berdansa dia menyambut uluran tangan dion.


Mereka berjalan menuju panggung sambil diiringi tepuk tangan dari semua tamu yang hadir. Di pesta pernikahan kali ini justru Aluna dan Dion yang dikagumi oleh banyak orang.


Mama melani dan Papa ikut mengambil foto di moment Aluna dan Dion yang sedang berdansa di atas panggung mewah. 


Adrian terlihat sangat cemburu dengan kemesraan mereka. Adrian segera menghilang dari sebelah Angel, lalu turun menuju belakang panggung, Adrian meminta Arga dan Argo untuk melaksanakan perintah. Argo setuju, ingin mencabut kabel yang terhubung dengan sound sistem langsung. Adrian tak mau terus menyakiti matanya dengan melihat kemesraan Dion dan Aluna terus-menerus.


"Apa yang kau lakukan?" Papa Angel ternyata mengawasi gerak gerik Adrian yang mencurigakan bersama Argo.


"Ingat keputusan ada ditangan mu, lupakan wanita itu, dan mulai hidup bahagia dengan Angel, atau kau melihat wanita itu bersedih karena kehilangan dua kakinya."


"Anda tidak bisa mengancam saya seperti ini terus menerus." Adrian terlihat murka dengan mertuanya. "Aku sungguh menyesal kenal dengan kalian berdua."

__ADS_1


Adrian pergi meninggalkan semua orang. Angeline menatap kepergian Adrian yang entah kemana dengan mata berkaca kaca. 


__ADS_2