Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 107. Adrian yang berubah.


__ADS_3

Adrian sudah sampai di rumah Angeline, rumah nampak sepi, hanya beberapa asistennya nampak sibuk. 


"Aku nggak mampir ya?" 


"Kenapa?" Angeline tidak suka. 


"Aku mendadak kurang enak badan." Adrian memasang wajah memelas. 


"Apa kamu tidak ingin katakan kesalahan kita pada Papa dan Mama."


"Aku pasti akan katakan, tapi ini sudah malam, apa pantas?"


"Oke, kalau begitu, pulang dan istirahat, aku akan telepon setengah jam lagi. Awas! Kalau kelayapan."


Adrian mengangguk."Iya."


Adrian memutar mobilnya di halaman sebelum pergi meninggalkan rumah Angeline.


Angeline tak langsung masuk sebelum bayangan Adrian benar benar pergi. 


'Rian, aku tahu kamu sudah tak nyaman dengan hubungan ini, karena kamu mulai suka dengan gadis kampung itu, tapi jangan berharap aku akan melepaskanmu, tidak pernah karena aku mencintaimu, tidak ada yang bisa memilikimu selain aku.'


Angeline melambaikan tangan untuk Adrian lelaki itu membalas dengan senyum saja. 


Adrian segera meluncur ke sebuah kedai, saat di telepon oleh Rosa tadi dia sekalian menghubungi Tito. 


Tito setuju saja diajak dugem oleh bosnya, mereka sepertinya lumayan lama meninggalkan dunia gemerlap itu, terakhir datang saat malam pernikahannya dengan Aluna.


Adrian langsung meneguk beberapa gelas wine, ingatannya mulai fokus pada Aluna, wanita yang sudah membuat hatinya terombang ambing. 

__ADS_1


"Luna, kenapa saat aku mencintaimu kau pergi? Kenapa kau menghukum ku? Dan kenapa harus Dion yang kau pilih?"


Adrian terus merancau dan Tito juga sudah mulai mabok.


Dua orang itu tertawa bersama, melepaskan rumitnya masalah percintaan mereka, Tito yang tau Aluna istri bosnya dia kini bimbang mencintai Sisil atau Rosa, dua duanya menarik untuknya. 


"Masih ada waktu Bos, bukankah palu hakim belum diketuk."


"Aluna tidak mau dimadu, sedangkan cewek berisik itu bilang kalau hamil anak gue, padahal aku saja lupa pernah bikin anak sama dia, gimana rasanya juga aku lupa."


"Hehehe, mabok lagi aja bos, ayo minum lagi." 


"Iya, kita minum sampai pagi."


"Haiii tampan!" Dua gadis cantik menghampiri mereka berdua. 


"Hai cantik, duduklah dipangkuanku. Temani aku ya."


"Tuan tuan ayo minum lagi yang banyak. Kami berdua akan menemani anda sampai pagi." Gadis belia kisaran usia sembilan belas tahun itu bergerak gerak di pangkuan Adrian, dia terus memberinya minum hingga Adrian melihat gadis di pangkuannya itu kadang mirip Aluna, kadang mirip Angel, dan kadang mirip wajahnya sendiri. 


" Minum lagi tuan."


" Iya tuang lagi, aku masih haus." Rancau Adrian yang tubuhnya semakin panas. 


Sedangkan Tito sudah berada di lantai dansa bersama dengan wanita wanita penghibur lainnya.


Tito melambaikan tangan ke arah Adrian. "Bos, mari gabung. Kita senang senang bos."


Adrian menggeleng, "lanjutkan, aku disini saja bersama Aluna, iya kan Luna." Kata Adrian yang mulai rabun. 

__ADS_1


Wanita di pangkuan Adrian tersenyum meski hatinya kesal, sejak tadi lelaki itu selalu menyebut nama Luna dan Luna. 


'Luna, siapa sih dia,'


"Kamu ingin tahu Luna hah haha? Dia itu wanita yang pura pura cupu, tapi aslinya cantik juga, dia seksi seperti kamu." 


Semalam Adrian tak pulang, dia kembali menjadi sosok yang doyan alkohol. Adrian Akhirnya memesan satu kamar untuk bermalam. Dia tak ingin pulang malam ini, entah kenapa dia sangat malas bertemu dengan orang orang yang mendukung hubungannya dengan Angel.


Angel berulang kali menghubungi Adrian, tapi ponselnya tak bisa di hubungi. Angeline sangat kesal dengan kelakuan Adrian belakangan ini. 


Angeline bingung di rumah sendirian, tak ada tempat untuk berbagi cerita, dia akhirnya memilih keluar dengan menggunakan mobil kesayangannya. 


Orang tua Angeline mulai heran dengan sikap anaknya yang belakangan ini sering uring-uringan. Namun selama Angeline belum bercerita, dia tidak akan ikut campur. Kedua orang tua Angel sebenarnya cukup bijaksana. Angeline tumbuh menjadi gadis manja karena dia selalu mendapat apa yang dia mau sejak kecil.


Angeline tiba di rumah Adrian, dia kecewa mobil Adrian tidak ada di deretan mobil yang ada di garasi. Angel buru buru masuk ke dalam. 


"Chela! Mama! Kemana Adrian? Bagaimana bisa dia tidak pulang semalaman dan kalian biarkan saja?" Angeline masuk rumah dan segera nyelonong ke ruang keluarga mencari Selena dan Chela. 


"Angel, kamu rupanya yang datang? Pagi sekali pasti ada perlu sama Adrian.


"Tante, bagaimana Adrian tidak pulang? Bagaimana kalau dia mendatangi wanita kampung itu?"


"Tenang Angel. Adrian tidak akan melakukan semua itu. Kenapa kamu panik? Adrian akan menikahi kamu, apalagi ada si kecil disini."


"Iya Tante, tapi tetap aja Angel nggak mau Adrian bertemu dengan Aluna. Aluna itu diam diam menghanyutkan, buktinya belum resmi bercerai sekarang sudah dapat Dion yang lebih …."


"Lebih apa Angel? Apa yang ingin kamu katakan?" Selena mulai curiga, khawatir Angeline akan menyukai Dion lagi. 


"Ah sudahlah, lupakan saja Tante, sekarang urus Adrian yang tak pulang, Aku tak mau tau kalau sampai dia bertemu dengan Aluna. Aku nggak mau mereka rujuk." Angeline berbicara dengan dipenuhi emosi yang membuncah. 

__ADS_1


 


__ADS_2