
Seharian ini Aluna bersama Dion, Dion selalu memiliki cara untuk membuat hati Aluna luluh lantak.
Setelah pulang kantor Dion mengajak Aluna jalan-jalan ke mall, Dion ingin menemani Aluna belanja kebutuhan rumah dan kebutuhan pribadinya. Dion sengaja tidak mempekerjakan asisten rumah tangga dengan alasan tak mau ada yang mengganggu keromantisannya setiap saat ada di penthouse.
Dion dan Aluna belanja aneka buah anggur, merah, hitam, hijau semua di borong. Begitu juga apel fuji apel batu dan lain-lain. Belum lagi kemeja, baju santai baju renang dan juga lingerie.
"Sayang, apa kamu masih kuat bawa belanjaan kita, aku masih ingin belanja hadiah untuk mama dan papa?" Kata Aluna yang berinisiatif membeli baju untuk mertuanya.
"Boleh, sayang, biar aku ambil troly yang satunya lagi." Dion meninggalkan Aluna dan mengambil satu troly di dekat pintu masuk tadi.
Saat punggung Dion menjauh, tanpa sadar ada lengan putih menepuk punggung Luna. "Hai."
Kehadiran wanita itu sontak membuat Aluna terkejut. Kenapa seolah dunia ini menjadi sempit. "Hai juga." Aluna membalas sapaan Angeline.
"Nggak nyangka ya, kita bertemu. Sebenarnya dimanapun ada kamu berada, menjadi gerah ya." Angeline mengibaskan tangannya, seolah-olah sedang kepanasan
Aluna hanya tersenyum, tapi kali ini bukan rasa takut yang dia tunjukkan. Tapi Aluna berani membalas tatapan tajam dari Angeline
"Em, ngomong-ngomong Dion loyal juga ya sama kamu, belanja barang branded segini banyak. Beruntung ya hidup Lo. Tapi hati-hati suami tampan dan kaya, sukanya sama cewek berkelas juga bukan gembel. Ingat ya bukan mantan gembel."
"Sayang, ini teman kamu?" Tiba-tiba wanita separuh baya, yang masih menyisakan sisa kecantikannya. Berkata begitu lembut pada Angeline.
"Eh mami, bawa ini belanjaku. Aku masih ingin ngobrol banyak sama wanita rendah ini."
Angel menyodorkan beberapa paperbag pada Lasmi, yang tak lain adalah ibu kandung Aluna, setelah itu Lasmi menjaga jarak pada mereka berdua. tapi masih ikut mendengarkan perbincangan Angeline dan Aluna.
Aluna menggeleng melihat kelakuan Angeline pada ibunya yang dinilai tak punya adap sopan santun.
Lasmi tetap membawa barang belanja Angeline, tapi netranya fokus pada Aluna. Lasmi tau Aluna adalah anak kandungnya. Hanya saja dia tak berani mengatakan langsung setelah dia meninggalkannya sejak bayi. Lasmi tidak menuruti ucapan Angeline, dia memilih diam saja disebelah Angeline.
Rupanya Yusuf mengabulkan keinginannya untuk tak pernah memberikan fotonya pada Aluna. Lasmi takut Aluna akan menghancurkan hari indahnya bersama suami barunya nanti. Buktinya Aluna sampai sebesar ini tak pernah mengenal wajah ibunya.
Tapi saat ini melihat putrinya telah tumbuh menjadi gadis cantik, bahkan tak kalah cantik dengan Angeline. Pakaian yang dipakainya juga tak kalah mahal dibanding pakaian Angeline. Lasmi tahu jika Aluna memiliki kehidupan yang bisa dibilang sangat mapan. Sebagai ibu Lasmi merasa lega. Tapi dia juga ingin tahu siapa laki laki yang baik yang mencintai putrinya.
belum puas menghina Aluna, tiba-tiba Angeline mendapat panggilan telepon dari papi. momen ini Lasmi gunakan untuk mendekati Aluna dan mengajaknya berbicara
"Nak siapa namamu? Apa kamu teman Angeline di kampus, atau teman saat kalian jadi model."
__ADS_1
"Aluna Tante, Angeline anak tante tidak mungkin berteman dengan wanita rendahan seperti saya."
"Ah, jangan terlalu merendah Nak, kamu cantik.
"Terima kasih, Tante. Anda juga sangat cantik." kata Aluna lalu memilih milih baju intuk mertua, Aluna tidak mau terlalu akrab dengan wanita itu, karena alunan tahu dia Ibu dari Angeline. meski Ibu itu kelihatan baik dan tidak ada niat apapun. tapi Angeline sudah terlalu dalam menorehkan luka di hati Aluna.
Tahu Aluna sedang menghindarinya, Lasmi berusaha mendekati alunan lagi dengan memilih-milih baju yang ada di depan Aluna.
"Em beli baju buat siapa?"
"Oh, Tante lagi, Aku mau beli baju buat mama mertua," jawab Aluna yang kembali sibuk memilih baju untuk wanita dewasa itu.
"Oh, mertua kamu pasti sayang banget ya sama kamu, sampai-sampai kamu juga perhatian sekali sama dia," kata Lasmi menggali informasi sambil ikut memilih-milih baju yang telah dipilih Aluna.
"Tentu Tante, dia sayang sekali sama aku. Mungkin rasa sayangnya melebihi ibu kandung yang sudah melahirkan ku." kata Aluna tiba-tiba salah bicara.
Deg, Lasmi merasakan nyeri di ulu hatinya, ucapan Aluna bener-bener keluar dari hati.
Lasmi menggelengkan kepala. 'ah, Gadis itu tak mungkin berbicara seperti itu karena sengaja untuk menyakiti hati ini. dia belum tahu ibu kandungnya adalah aku."
"Kenapa bisa begitu?"
"Honey, sudah dapat baju untuk mama dan papa?" tiba-tiba dion datang membawa satu troli kosong.
"Oh, belum sayang, coba bantu aku memilih ya, soalnya aku bingung sama selera mama."
Dion tanpa sungkan langsung menggandeng pinggang Aluna dengan mesra, Dion bahkan mengacuhkan ada Mami Angeline disampingnya. Selain mereka tidak kenal, Dion tak pernah menjadikan orang di sekitarnya menjadi penghalang untuk memberi perhatian pada istrinya.
Lasmi melihat kemesraan anaknya bersama suaminya, hati kecil Lasmi ikut senang, dia memiliki menantu demikian tampan dan juga menyayangi Aluna.
Tanpa terasa lasmi menitikkan air mata, Aluna memiliki perangai yang begitu lembut sangat berbeda dengan Angeline yang cenderung kasar dan pemarah.
Sungguh Lasmi ingin memeluk Aluna dan mengatakan kalau dia adalah ibu kandungnya. Tapi Bagaimana reaksi aluna Jika dia mengetahui kalau dia sebenarnya adalah ibu kandung yang sudah melahirkannya.
Lasmi mengambil Foto Aluna dari jauh berharap Foto itu bisa diambil untuk kenang kenangan, untuk dilihatnya saat rindu.
"Sayang lihatlah, ini pasti sangat lucu saat kau pakai untuk berenang." Dion menunjuk kostum mermaid yang kebetulan di pajang pada manekin, yang letaknya tak jauh dari baju orang dewasa.
__ADS_1
Sontak Aluna langsung tertawa terpingkal-pingkal sampai menutup mulutnya.
"Serius Sayang. Aku belikan ya. Mbak, mbak kostum mermaid yang pink ini aku beli ya."
"Sayang, Nggak ah." Aluna menahan lengan Dion lalu memeluknya agar tak berkeliaran. "Mbak nggak jadi ya, suami saya memang suka sekali bercanda. maaf ya." Luna menangkukan tangannya memohon maaf pada penjual kostum mermaid.
"Oh iya, nggak apa-apa, Nona. mungkin mau beli aksesoris saja. ada gelang, cincin."
"Aluna melihat aksesoris gelang dan cincin yang sangat lucu-lucu, ada inisial namanya juga."
"Yang aku mau beli yang ini aja." Aluna memilih cincin yang ada inisial huruf A.
"Ambil saja Honey, ambil sebanyak yang kamu." Dion ikut melihat lihat cincin murah itu.
"Kamu nggak beli, Yang."
"Nggak, aku sudah beli, entar aku kasih tau kalau sudah di rumah."
"Beneran?" Aluna tak percaya.
"Iya, barangnya ada disaku." kata Dion meremas saku celananya.
Aluna segera memakaikan cincin yang dia pilih untuk Dion. Cincin itu terlihat lucu di jari manis Dion.
"Bagus nggak?" Aluna minta pendapat Dion. Tentu Dion hanya tersenyum.
Aluna mengerucutkan bibirnya.
Dion akhirnya menyerah. "Bagus, bagus."
"Nah gitu Dong. apa susahnya bilang bagus. nggak ada susahnya Kan." Aluna memaksa Dion untuk menyetujui dan tertarik dengan apapun yang dibeli Luna.
Walaupun Luna hari ini sedikit manja tapi jujur Dion suka sekali, jalan sama Luna hari ini dan hari kemaren semuanya membuat Heppy dan tak berhenti tertawa..
Angeline terlihat sudah kembali bersama ibunya, Angeline tentu kepanasan dengan kemesraan Dion dan Aluna yang tak menganggap dirinya sama sekali. Dion memang sengaja tak melihat, selain keberadaan agak jauh, Angeline tak pernah berarti apa-apa di hati Dion selain target untuk balas dendam.
Angeline mengepalkan tangannya, kebahagiaan Aluna lagi-lagi membuat hatinya sangat sakit.
__ADS_1
Beda dengan Lasmi yang sejak tadi bibirnya terlihat tersenyum, tapi anehnya netranya terus berkaca-kaca.