Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 227. Ulat bulu


__ADS_3

"Apa yang kamu lakukan Angel? Ini di perusahaan, bagaimana jika karyawan lain melihat. Atau malah Beni, dan melaporkan pada Luna?" Dion pura-pura takut ketahuan. 


"Bagus Donk. Aku bisa membuat Luna cemburu lagi dan pergi dari hidupmu." Angeline menangkupkan tangannya di dagu Dion. Dion melepaskan tangan lancang Angeline dari sekitar wajahnya.


"Dion apa hebatnya dia hingga kau bertahan sampai sekarang?" Angeline menggelitik leher Dion dengan jari-jarinya. Merebahkan kepala di dada bidangnya dan kembali menggelitik bulu halus yang tumbuh di sekitar dada. 


Dion sungguh risi dengan Angeline yang tak tahu malu, andaikan tidak ada sebuah misi besar, sungguh ingin sekali mendorong wanita di depannya hingga terjungkal, Dion selalu geram jika ingat semua kejahatan pada istrinya. Tapi semua belum waktunya.


Dion sebenarnya sudah tak sabar melihat wanita di depannya mendekam di penjara, atau ingin rasanya membuang ke jurang saja.


"Emmm, iya. lepas, lepas. Jangan seperti ini, aku akan melakukan meeting penting."


"Baiklah, tapi izinkan aku disini." Angeline memilih duduk di sofa yang agak jauh dari Dion. Karena jemari Dion menunjuk pada tempat itu.


"Jika tetap disini, kamu harus tenang, jangan banyak bicara." kata Dion yang tak mau di ganggu. Kali ini Dion melakukan Video converence bersama para direktur bagian. Meeting berlangsung tanpa kendala.


Angeline terus menatap Dion nyaris tak berkedip, kekagumannya pada calon ayah dari bayi Luna itu semakin dalam saja. Membuat Angeline menghayal kan sesuatu yang indah bersama Dion.


Tau diamati begitu dalam, Dion memilih menyibukkan diri di depan laptop,seolah tak ada waktu luang hingga Angeline tak memiliki celah untuk menggoda. 

__ADS_1


Lama-lama Angeline boring, tak ada yang bisa dilakukan di ruangan Dion, hanya mengamati lelaki dingin yang sibuk pada pekerjaan. Bahkan Dion menolak memberi pendapat untuk barang yang harus dibeli Angeline ketika wanita itu sedang belanja online.


"Sayang, baiklah aku akan shoping dulu, nanti istirahat aku kembali." Angeline berdiri dan mengecup pipi Dion. Dion segera mengusapnya dengan tisu saat Angeline sudah beranjak. 


***


Angeline benar-benar kembali saat istirahat, di tangannya ada dua boba rasa coklat dan makanan ringan. 


Dulu Dion memang suka sekali membelikan boba rasa coklat. Angeline sengaja membeli minuman itu untuk membuat Dion teringat saat bersama dulu. 


Dion terkejut dengan kedatangan Angeline yang begitu cepat, penampilan Angeline juga sudah berubah, jika tadi pagi model cantik itu memakai baju warna merah terang, hari ini sudah memakai hotpants warna hitam dan atasan kaus putih tipis yang begitu kontras dengan tubuhnya.


Dion bisa mendapatkannya dengan mudah, saat Angeline sibuk merayu dirinya di perusahaan King Fashion. Dion meminta Beni untuk bergerak cepat dan menyusup ke perusahaan Angeline. 


Dengan memberi segepok uang untuk orang kepercayaan Angel, Beni sudah mendapatkan semuanya. 


Beni melihat perusahaan dulu pernah berjaya di masanya, kini ditangan Angel semuanya makin terpuruk. Angel benar-benar tak memiliki keahlian di bidang bisnis.


"Sayang aku belikan minuman kesukaanmu dulu. Apa masih sama?"

__ADS_1


"Hmmm terimakasih." Dion hanya, melirik dan Angeline meletakkan di dekatnya. 


Angeline lalu duduk dengan posisi menggoda Dion, rok pendeknya terangkat makin pendek saat dia duduk.


Angeline juga sengaja menumpahkan Boba coklat ke baju putih tanpa lengan miliknya. 


"Sial, kesalahan besar aku telah menempuh cara ini. Dia benar-benar serius menjebak diriku," batin Dion. Lalu meneguk Boba pemberian Angeline.


saat minum Boba yang terasa memang nikmat itu, tiba tiba mata Dion berkunang.


"sial, rupanya dia serius menjebak diriku dengan cara murahan ini," batin Dion sambil memegangi kepalanya yang pusing, pandangan matanya juga mulai kabur.


Dion bisa melihat Angeline yang mendekati dirinya dengan senyum yang terus merekah di bibirnya.


"Apa yang telah kau masukkan dalam Boba itu." Dion ingin marah tapi hawa panas sudah menjalar ditubuhnya. kemarahan dari diri Dion nyaris tak terlihat


Tahu Dion sudah dikuasai dengan obat pemberiannya, Angeline segera memanfaatkan kondisi rapuh Dion untuk melampiaskan has*at.


Dion melihat Angeline semakin berani menggodanya, kini Angeline duduk di pangkuan Dion dan membuka kancing kemeja Dion.

__ADS_1


Dion sangat membenci dirinya yang begitu bodoh, andaikan saja dia tidak meminum dia selamat dalam petaka.


__ADS_2