Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 84. Kesalahan fatal.


__ADS_3

"Oke aku akan kesana sekarang," kata Dion sebelum panggilan mereka berakhir.


"Jangan!!"


"Aluna, kenapa kau keberatan?" Dion sudah tidak sabar mendengar alasan Aluna. Dion takut Aluna akan berubah pendirian. 


"Aku akan pulang setelah semua urusan beres, tolong biarkan aku sendiri menyelesaikan urusanku. Aku hari ini hanya kasih kabar kalau aku baik-baik saja. tak perlu mencariku."


"Pak Dion, tolong pahami aku, apa yang dikatakan mama anda memang benar."


"Tapi Luna, aku sungguh khawatir. Bagaimana kalau Adrian menggunakan cara curang untuk membuatmu tak bisa terlepas darinya."


"Pak Dion percaya pada Luna? Aku pasti bisa jaga diri, Disini juga ada bodyguard yang bisa diajak kerjasama."


"Okelah, aku percaya padamu Luna kalau kau tak akan membuat aku kecewa, aku sudah jatuh cinta padamu, aku tak bisa lagi hidup tanpamu"


"Pak Dion, tolong mengertilah."


"Iya, aku harus memberimu kepercayaan, kalau kau tak akan pernah mengecewakanku Aluna."


Aluna tersenyum, Dion pun membalas senyumnya meski dengan berat hati.  


Panggilan Aluna dan Dion berakhir, Aluna tak ingin membuat Argo menunggu lama. Wanita itu juga masih waspada dengan Argo, bagaimana kalau apa yang dikatakan dia baru saja hanyalah sebuah tipu daya.


Aluna kembali mendekati Argo yang ternyata sudah berdiri dibelakangnya. 


"Dasar mata-mata, ini aku kembalikan ponselmu, Apa perlu aku ganti kuotanya." Nih. Aluna menyerahkan uang lima puluh ribu dengan wajah bersungut-sungut.


Lelaki didekatnya malah tertawa terkekeh. "Nona nona, anda memang jenis makhluk yang tak mudah percaya. Sekedar saran saja nie, daripada bingung memilih mereka berdua mending milih aku saja, walau gak kaya setidaknya anda bisa ambil jalan tengah. Tidak memilih Tuan Adrian. Tidak memilih bos Dion."


"Ngaco kamu." Aluna melewati Argo dan mendorong dadanya. lelaki itu mundur satu langkah dan tertawa.


Aluna kembali masuk ke kamar dan mulai tidur, hari ini dia sudah lega, setidaknya Dion tak pusing mencarinya. 


***


Adrian yang berada ditempat lain segera menyusun srtategi perang yang sesungguhnya. Apapun yang terjadi dengan perusahaan minggu lalu Adrian mengira pasti Dion pelakunya.


Apapun yang telah kamu  lakukan, aku akan membalas semuanya. "Adrian meremas pinggiran meja hingga menyisakan bekas kuku yang membentuk cekungan


Sedangkan Angel yang hampir dibuat gila dengan memikirkan hal buruk menimpanya waktu itu, dia segera menuju sebuah bar untuk membuat segala yang ia alami lupa dan berganti dengan sebuah kesenangan.


 Angel malam ini sudah mabuk berat, bergelas-gelas minuman tandas di perutnya. 


"Aaaaa" Angel meremas gelas namun tak pecah, lalu dia melempar kelantai hingga serpihannya berhamburan.

__ADS_1


Petugas kebersihan segera datang untuk membersihkan hingga bersih.


Sedangkan Angel terus melirik bartender tampan, yang menurut senior dia memang baru bekerja disini. 


Angel berbisik pada senior kalau malam ini dia akan menyewa pria itu. 


Keinginan Angel  mendapat respon baik, Angel segera menuju sebuah kamar yang dipesan dan diikuti oleh pria tampan dibelakangnya. 


"Masuklah, semoga kau tak mengecewakan." Kata kata yang keluar dari bibir Angel sambil tersenyum pada pria gagah didepannya. 


"Jangan takut Nona, kami pasti akan membuat anda senang malam ini." Pria di depannya terus memandang Angeline dengan tatapan mesum.


_______


Pagi hari Angel sudah sangat kelelahan, tubuhnya tinggal menyisakan  remuk redam oleh rasa nikmat yang mereka lalui semalam. 


lelaki perkasa semalam benar benar membuatnya lelah.


"Gila, kenapa gue jadi segila ini!!" Angel meremas seprei dan memukulnya berulang kali.


Bagaimana jika Adrian tahu kalau gue sudah sering bermain dengan lelaki lain. Dia pasti tak akan pernah mau menikah denganku. Sedangkan selama ini dia masih menjagaku, berjanji hanya akan melakukannya setelah menikah. 


Angel, gadis nakal itu bangkit tertatih menuju kamar mandi, membersihkan diri dan sisa-sisa dari percintaan mereka semalam. 


"Antar aku langsung ke kantor saja, aku ingin menemui tunangan ku, dia pasti sudah kembali dari meetingnya diluar negeri." Pinta Angel pada sopir. 


"Baik Nona."


'Rian, sepertinya aku harus segera bertemu denganmu, kamu pasti sangat merindukanku'


Sampai di perusahaan Adrian, Angel segera merapikan diri dan turun menuju ruangan CEO. Angel sudah tak malu lagi bertatap mata dengan karyawan. Kejadian memalukan sudah diketahui kalau semuanya sabotase, yang belum ditemukan adalah pelakunya.


"Sayang!!"


Panggilan sayang nan manja dari arah pintu, membuat Adrian segera mengangkat wajahnya. Senyum mengembang dari bibir Adrian.


Pembohong laki-laki dan pembohong perempuan sudah bersatu. Angel segera duduk di pangkuan Adrian dan memeluk tengkuknya.


"Aku senang dan langsung kesini, begitu tau kamu cepat kembali."


"Iya, pertemuan dengan clien ditunda tujuh hari lagi."


"Lama juga ya, memangnya alasannya apa?"


"Lagi datang bulan." kata Adrian keceplosan.

__ADS_1


"Datang bulan? apa hubungannya?" Angeline melipat keningnya.


"Eh, em maksud aku, nunggu bulan baru, iya, meeting akan dilakukan pada bulan baru."


"Ouh, awas jika kamu selingkuh." Angeline menatap Adrian dan mencubit pipinya lalu mendaratkan sebuah kecupan dibibirnya.


Mereka bercumbu mesra seperti biasa, tapi rasa yang Adrian dapatkan sangat berbeda. Adrian mulai merasakan hubungannya dengan Angel begitu hambar. gadis itu tak semenarik dulu. Tapi Aluna? didekat wanita itu Adrian seolah merasakan sebuah aura cinta yang besar.


Sayang, kembalilah ke ruangan mu, aku sedang ingin menyelesaikan pekerjaan penting.


"Ya lakukanlah, jika sudah selesai hubungi aku,kita akan makan siang bersama." ujar Angel sebelum pergi.


Adrian mengangguk.


Setelah Angel pergi Adrian menghubungi Argo.


Panggilan langsung tersambung dalam hitungan detik.


"Selamat pagi, Tuan."


"Luna, ada dimana?"


"Nona sedang ada di kamarnya, Tuan."


"Tolong ceritakan padaku, apa saja yang dilakukan oleh istriku semalam."


"Seperti biasa Tuan, Nona hanya makan, minum dan membaca novel yang anda belikan, sedangkan di dalam kamar aku tak tahu apa yang dia lakukan."


"Apa dia tidak memintamu menghubungi seseorang?"


"Sepertinya Nona tidak ingin menghubungi siapa siapa, termasuk anda."


"Baguslah, lakukan tugasmu dengan benar, aku akan datang sewaktu waktu." kata Adrian sebelum menutup panggilannya.


"Siap Tuan."


Argo menutup panggilannya. Diam-diam Aluna mendengarkan obrolan, antara bos dan bawahan itu dari dekat.


"Hai Nona! Suamimu sudah menanyakan banyak hal, dan aku jadi pembohong hari ini."


Aluna tersenyum. Argo menatap senyum Aluna yang menawan bak peri. dalam hati Argo mengatakan kalau 'Pantas dua lelaki begitu menginginkan wanita suci dan pemilik kulit seputih susu itu.


"Dia sesungguhnya lelaki yang baik, tapi sayang sekali pertemuan kita tidak diawali dengan hal baik, sudah ada rasa benci dan dendam yang lebih dulu tumbuh. lagipula aku bukan wanita satu satunya yang ada dihatinya. Akan ada wanita yang terluka, jika aku memaksa untuk bersama, aku tidak ingin jadi wanita perebut kekasih orang."


"Anda lucu sekali ya, Istri sah harus mengalah pada kekasih." Argo menertawakan Aluna yang mendekati meja siap untuk melaksanakan ritual sarapan.

__ADS_1


__ADS_2