
Tito mondar mandir seperti layangan putus, bagaiman caranya mereka yang hadir bisa tetap kebagian, sedangkan produk Alexa fashion bukanlah produk murahan, jika mereka membagi semua dengan gratis perusahaan akan bangkrut.
"Pak Dion aku izin ke belakang." Aluna bangkit dari duduknya, dia tak lupa menggunakan masker untuk menutupi wajahnya.
"Oke biarlah aku antar." Lelaki itu sudah hampir beranjak dari duduknya.
"Jangan!" Aluna langsung menolak.
"Aku mengkhawatirkan mu."
"Aku akan aman, lagian siapa yang akan menculik ku dalam keramaian. Justru jika anda ikut ke toilet wanita, apa yang akan mereka pikirkan, mereka pasti akan mengira anda laki-laki yang …." Aluna melirik ke arah bawah perut yang menggembung seperti potongan pipa berukuran sedang.
"Enak saja, aku ini normal, mau bukti."
"Maaf Pak, nah itu tadi, bapak jangan ke toilet wanita." Aluna tersenyum berhasil membuat pria didepannya urung ikut ke toilet.
Sampai di toilet Aluna merapikan maskernya di cermin panjang depan wastafel lalu dia menyelinap masuk ke dalam melewati petugas security.
"Anda karyawan sini?"
"Bapak masa lupa, saya OG sini Pak"
"Aluna membuka sedikit maskernya, dan Security percaya."
Sampai di lokasi khusus karyawan Aluna melihat Nina. "Nina!"
"Luna?"
"Kau Luna?!"
Nina segera menghambur ke pelukan sahabatnya. "Akhirnya aku masih bisa ketemu lagi, aku kangen, kemana aja kamu sebulan ini Luna?" Nina memeluk Aluna lagi, enggan melepaskannya.
Aku sudah nggak kerja disini lagi Nin, aku pindah kerja, tapi tenang kita masih akan sering ketemu walau tidak disini.
"Iya, Luna, aku senang kamu baik baik aja."
Aluna pamit pada Nina, karena ada urusan lain yang sangat penting. "Pergi dulu ya."
"Iya, Luna, sampai ketemu besok." Gadis itu memasukkan ponselnya ke dalam saku, setelah menyimpan nomor sahabat nya.
Aluna buru buru pergi, dia harus bisa bergerak cepat, jika ingin menyelesaikan misinya hari ini.
__ADS_1
Aluna saat ini sedang menjadi sosok hitam buat keluarga Adrian, dia bukan Aluna yang polos dan mau diinjak injak lagi, semua ketidak adilan yang dia dapat kembali terlintas dengan jelas, kematian Bapak, Chela dan mama yang menginjak injak harga dirinya, Adrian yang selalu merendahkan dan menghinanya, belum lagi Karena Angelina dia nyaris dinodai oleh Frengky.
"Aluna masuk ruangan khusus untuk para model, dia berjalan biasa seperti yang lainnya tanpa mengendap, Rosa yang keluar ruangan dengan langkah buru buru menyenggol pundak Aluna."
Tanpa buka masker Rosa tak mengenali wanita di depannya. Aluna segera mencari alasan yang masuk akal. Aku harus memeriksa aksesoris yang akan dipakai model sebelum acara Fashion Show dimulai.
"Baiklah, silahkan." Rosa Mengangguk, Aluna juga mengangguk.
Aluna segera masuk ruangan khusus, tanpa sengaja dia mendengar seorang laki laki dan perempuan sedang tertawa kecil, dan berbicara berbisik-bisik. Tak lama terdengar lenguhan pelan seperti ular.
Aluna penasaran, dia mengintip sedikit sebuah ruangan kecil yang entah difungsikan untuk apalagi ruang yang ada di pojok itu. Seorang pria sedang mengunci tubuh Angeline dan sesekali menciumi wajah dan bibirnya. Angeline sepertinya juga menikmati sekali permainan lidah lelaki itu.
Aluna segera mundurkan tubuhnya, nafasnya tersengal. 'Angeline selingkuh dari Adrian, Aluna duduk lemas di dekat pintu, tapi buru-buru dia bangkit kembali setelah sadar aktifitasnya bisa saja ketahuan.
Aluna buru-buru pergi dari ruang ganti khusus model, setelah melakukan sedikit hal yang mungkin berakibat fatal.
Aluna segera kembali berjalan melewati koridor, Aluna sempat melihat pintu CEO yang terbuka. Aluna melihat Adrian sedang bersedih, suami tampannya terlihat terpuruk. Aluna tersenyum smirk, dia ingin lelaki angkuh itu lebih menderita lebih lagi daripada hari ini, seperti dirinya yang nyaris mati kebakaran.
Sisi baik Aluna sedikit menggoyahkan pendirian. 'Luna lihatlah, lelaki itu, bagaimanapun dia suamimu, dia tak pernah sekalipun kasar memukul fisikmu, yang terjadi antara kamu dan dia adalah salah paham."
Sisi buruk juga tak mau kalah 'Aluna, kamu harus secepatnya melepaskan diri pria itu, sekarang dia sudah tunangan, apa kamu tidak lihat betapa bangganya dia mengenalkan Angeline didepan umum, tapi kamu? Berbulan bulan menjadi istrinya, dia tak mengakui kau istrinya, bahkan meminta untuk tetap bungkam hingga sampai detik ini.
Aluna tidak boleh lemah dan kalah, Aluna datang kesini dengan resiko besar untuk menjadi orang jahat.
"Kenapa lama sekali?" laki laki itu terus menatapnya sejak berjalan ke arahnya.
"Biasa Pak, rutinan seorang wanita." Aluna duduk disebelah Dion. Lelaki itu menggeser tubuhnya.
"Pasti lagi datang bulan ya? Aku tahu wanita kalau datang bulan suka lama di kamar mandi."
"Hehehehe. iya, sudah jangan bahas itu lagi, nggak penting di bahas." Aluna malu jika Dion masih terus bahas masalah dapet. Sepertinya Dion memang sengaja menggoda Aluna
Mereka berdua sekarang terlihat tenang, Aluna dan Dion sama sama menikmati acara malam ini, ada beberapa petinggi perusahaan yang berdansa.
Tiba tiba Dion memiliki keinginan berdansa dengan Aluna. "Kamu pengen dansa nggak sama aku kayak mereka."
"Nggak, ah malu. Dilihatin teman lama."
"Kenapa harus malu? Sudah cantik begini?" Dion menarik wajah Aluna dan mereka berdua tersenyum bersama.
Aluna merasakan tubuhnya tiba-tiba dingin, dia menggosokkan telapak tangannya berulang kali. Dion yang melihat reaksi Aluna seketika langsung ambil tindakan.
__ADS_1
"Kelamaan di kamar mandi, ini pake dulu, masih wangi kok." Dion melepas jaket dari tubuhnya lalu membantu memakaikan pada Aluna
"Makasi,Pak Dion" Aluna sedikit ragu, namun Dion membantu yang memakaikan jaketnya sendiri.
.
" Lihat mantan suami sama wanita lain katanya enggak apa-apa, kok sekarang jadi menggigil begini," goda Dion
Aluna tersenyum. "Benar nggak apa-apa kok Pak Dion, cuma udaranya aja tiba-tiba dingin. Bajunya juga agak kurang bahan."
"Ya, besok beli yang agak panjang," Kata Dion sambil menarik Luna ke dalam dekapannya. Mereka kembali menikmati musik layaknya pasangan romantis.
Setengah jam kemudian acara sudah berubah, model model terkenal naik keatas panggung diiringi musik, mereka dengan percaya dirinya berjalan lenggak lenggok memamerkan baju buatan Alexa terbaru.
Usai model yunior tampil, kini model top sebagai penutup acara. Angeline naik keatas panggung dengan penuh percaya diri.
Proyektor dan ratusan kamera tertuju padanya, gaun panjang warna merah menjuntai ke belakang, dengan belahan dari bawah hingga paha membuat Angeline bak seorang ratu.
Angeline berjalan lenggak lenggok ke depan dengan gayanya yang gemulai membuat dirinya mendapat tepuk tangan meriah dari seantero. Tapi saat balik badan tiba tiba highell yang dipakai patah, Angeline langsung saja tersungkur dan dia tak bisa berdiri dengan sendirinya.
Rasa kagum dan tepuk tangan yang baru saja dia dapat, seketika berubah menjadi tawa yang menggema, Angeline tak punya muka. dia dibantu dua sahabatnya turun dari panggung.
Tito sebagai seksi kegiatan pun segera bergabung. bingung kenapa hari ini begitu banyak hal memalukan yang terjadi.
"Angeline, kok bisa sih, padahal semua sudah di cek oleh Sisil sebelum dipakai." Rosa dengan wajah takut memberanikan diri bertanya.
"Jadi elo yang memeriksa kostum model, bego bangat sih, sepatu gini Lo suruh memakai gue." Angel melempar sepatu hampir mengenai wajah Sisil. Asisten Tito tak berani mengeluarkan kata sepatah pun.
"Kenapa Diem? elo udah bikin malu gue." Angeline nyaris mencekik leher Sisil.
"Sorry, tapi aku sudah periksa dan semuanya aman. Tunggu, tapi ini bukan sepatu yang harus Lo pakai, sepatu ini sudah ada digudang karena nggak layak pakai. kamu ingat kan? pakai sepatu ini sudah hampir setahun.
"Elo harusnya pakai sepatu warna yang sesuai dengan baju yang lu pakai sekarang."
"Warna sepatu ini bukan merah terang tapi ini maron, percayalah padaku, bukan sepatu ini yang aku siapkan."
"Maksud elo ada yang sabotase gitu?"
" Jelas, kalau enggak, kenapa sepatu rusak ini yang elo pakai."
Angel menggenggam jemarinya kuat dan mengepal, "Awas jika ketemu pelakunya aku pastikan dia akan menangis dan bertekuk lutut di kakiku. tapi kira kita siapa yang melakukan sabotase ini? aku harus menemukan dia, haruuuus!"
__ADS_1
Angel mengacak rambutnya frustasi, kejadian baru saja akan membuat dirinya malu seumur hidup, dan tentu orang yang hadir di acara tadi tak akan melupakan begitu saja dengan mudah.
Adrian yang sudah melihat semuanya semakin hancur, dia akan pailit di Minggu ini juga. hanya satu harapan Adrian semoga ada keajaiban yang datang, keluarga Marko Sudi untuk membantunya.