Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 265. Enzo yang Agresif


__ADS_3

 Tamu undangan berangsur pulang, tinggal kerabat dekat dan sahabat karib yang masih asyik berpesta. 


Jayden dan Jessica memberi ucapan ketika tamu tinggal beberapa orang. 


Jessica mengulurkan tangan pada Chela. "Selamat, Chela. Aku ikut bahagia dengan pernikahan ini." 


"Terima kasih Jessica, aku minta maaf tidak bisa datang ke pernikahan kalian. Aku waktu itu ada pemotretan."


"Yaa, aku tau, Semoga kamu terus sukses dalam berkarir."


"Akhh aku sebentar lagi juga jadi Istri seorang istri, sama kayak kamu Jessica." 


"Jadi istri juga sangat menyenangkan, percayalah." Jessica melirik pada suaminya yang sedang ada disampingnya.


Jayden sibuk menatap Enzo yang menjadi suami Chela, seolah memberi penilaian pada sang mempelai dari ujung kaki hingga ujung kepala.


'Syukurlah, lelaki ini lumayan tampan, tapi apa yang buat Chela dan dia nikah secepat ini, apakah Chela. Tidak, Chela sudah besar, dia pasti bisa menentukan pilihan dalam hidupnya. Jika aku bertanya hal yang privasi, bisa-bisa Jessica salah paham lagi.'


"Maaf, kenapa lihatnya begitu amat, apa ada yang aneh?" Enzo salah tingkah dilihat Jayden sejak tadi. 


"Tidak, kenalkan aku Jayden. Suami Jessica," ucap Jayden yang salah tingkah karena ketahuan sedang memandangi Enzo begitu dalam.


Jayden mengulurkan tangan, dan Enzo segera menjabatnya. Enzo bisa tahu kalau Jayden pasti memiliki masa lalu kelam bersama Chela. 


"Kak, kita pulang sekarang aja ya, kasian pengantin baru, pasti sudah nggak sabar mau menjalankan ritual"


"Nona Jessica, terima kasih, anda sangat pengertian." Enzo merengkuh pinggang Chela. Membuat Chela mau tidak mau harus tersenyum di depan Jessica dan Jayden, mereka harus bersandiwara dengan pura-pura mesra.


Jessica menggamit lengan Jayden lalu menjauh dari pelaminan. Chela menatap dua punggung yang kian menjauh.


Rasa sakit yang biasa dia rasakan setiap kali melihat mereka berdua itu tidak lagi terasa, Chela sepertinya harus merayakan semua ini.


"Yang baru saja ketemu mantan." goda Enzo setelah Jayden dan Jessica tak terlihat lagi.


"Darimana kamu tahu!" Chela melotot pada Enzo yang tak bisa diam walau sesaat.


Aku bisa lihat dari dia menatapku, dia terus melihatku dari kepala hingga kaki, seolah bicara pada hatinya. apakah aku pantas disampingku.

__ADS_1


"Sudahlah, jangan sibuk berprasangka, dia bukan mantanku Aku hanya dianggap adik.


"Oh jadi benar dugaanku, kalau bukan kalian tadinya sepasang kekasih, maka kau yang suka dia?"


Tamu sudah berangsur habis, Adrian dan Nabila juga sudah terlihat lelah, Nabila yang hamil muda sudah beristirahat di mobil sejak usai pesta dansa. Setelah pamit dengan adiknya Adrian juga pulang.


Kakak pulang dulu, Kasihan kakak ipar kamu yang hamil muda harus begadang.


kakak terima kasih sudah menemani pesta selesai, sepertinya aku tak pulang ke rumah malam ini, aku ingin membawa Chela ke hotel bintang lima, sepertinya Mama sudah susah-susah menyewakan tempat untuk kami.


"Ok, good. Nikmati malam pengantin kalian, Tante Ellyana rupanya sangat pengertian," sahut Nabila.


Adrian mengelus rambut Chela, "mulai sekarang tanggung jawab kakak sudah selesai, sekarang kamu tanggung jawab penuh suami kamu, maka kakak izinkan kamu ikut bersamanya kemanapun suami kamu pergi.


Chela menitikkan air mata mendengar kakaknya sudah melepaskan dirinya.


"Aku akan menjaga dia dengan segenap jiwa raga yang kumiliki. Kak. Aku akan menggantikan tugas yang kau pikulkan di pundak ini dengan amanah."


"Bagus Enzo, semoga kamu bahagia bersama Chela, dan semoga dia tidak terlalu merepotkan nantinya."


Gedung pernikahan megah itu kini kosong. Mobil Enzo berlahan ditinggalkan oleh penghuni barunya. Para dekorator mulai melepas semua hiasan dinding dan bunga sakura yang bergelantungan usai pesta.


Enzo meminta pada Tito agar mengantarnya ke hotel sesuai alamat pemberian mama.


Tito apakah mama sudah kembali ke hotel. apakah dia baik- baik saja." Enzo khawatir mama terlalu lelah dan akan jatuh sakit.


"Nyonya sudah aku antar sejak sore tadi, dia sebenarnya tidak ingin pulang cepat, untung aku berhasil membujuknya."


Chela di sebelah Enzo hanya diam, dia masih tidak percaya hari pernikahannya terjadi begitu cepat, hanya selisih satu bulan saja dengan Enzo dan Jayden.


Chela sekarang mengerti jika rencana Tuhan sangatlah indah, tidak perlu memaksakan cinta pada orang yang tak mencintai kita. Artinya tuhan sudah siapkan cinta yang lain yang mungkin lebih bisa mengerti yang kita inginkan.


Sampai di hotel mewah, pelayanan bak putri raja itu. Chela segera menghapus sisa sisa makeup dan melepas gaun pernikahannya. lalu bergegas mandi ke dalam bathup.


Enzo juga langsung mandi usai Chela, karena tubuhnya juga terasa lengket.


Chela yang hanya memakai handuk kimono, karena usai mandi mendengar pintu diketuk berulang kali.

__ADS_1


"Kami dari jasa Laundry Nona."


"Oh, iya aku ambil baju kotor dulu."


Chela segera mengambil baju kotor miliknya juga milik Jayden dan menyerahkan pada pelayan.


Pelayan itu bergegas pergi, lalu Chela menutup lagi pintunya.


setelah pelayan itu jauh, Chela baru sadar tak ada lagi yang akan dia kenakan, sekarang saja di tubuhnya hanya menempel handuk kimono.


Enzo yang baru keluar dari kamar mandi bisa langsung menikmati wajah cemas istrinya.


"Ada apa hah? aku belum menyentuhmu tapi wajahmu sudah pucat seperti itu?" tanya Enzo sambil menatap ke arah Chela yang makin gelisah.


"Kenapa aku memberikan baju itu pada pelayan, lalu apa yang akan kita pakai hari ini?" Chela sadar rupanya hari ini tak ada satupun baju ganti yang dia bawa.


"Hah, kenapa bisa lupa? tapi tidak mungkin kita memakai baju kotor itu lagi kan." bukannya panik Enzo malah senyum senyum.


"Tidak masalah bukankah kita kesini memang untuk berbulan madu. bukankah akan semakin bagus kalau kita tak memakai sehelai kain."


"Diam! hentikan ucapan konyol itu." Chela menunjukkan telunjuknya di depan wajah Ento. "Aku tidak mau memberikan semuanya sekarang, aku setuju menikah karena untuk menyelamatkan harga diriku yang sudah kepergok oleh Tante Ellyana, bukan karena ingin menyerahkan semuanya."


Bukannya marah, Enzo kembali senyum. dia singkirkan telunjuk Chela dari wajahnya.


"Yakin? aku ingin tahu berapa lama kamu bisa mempertahankan semuanya dan menolak pesonaku."


Enzo tahu Chela sedang jual mahal, gadis itu masih malu mengakui kalau sebenarnya juga sudah suka dengan dirinya.


Enzo menggoda Chela dengan mendekatinya, Chela terus mundur hingga kehilangan ruang gerak karena tubuhnya menempel di dinding.


"Aku akan menunjukkan kehebatanku menakhlukkan wanita Nona."


"Jangan mesum, aku belum siap, beri aku waktu," kata Chela dengan suara terbata-bata.


Sungguh berdua dengan Enzo sekarang lebih menakutkan, tak menyangka kalau lelaki yang menikah dengan terpaksa itu menginginkan dirinya secepat ini.


" Tapi kamu tidak mencintai aku, apa dia bisa ...." Chela menyipitkan matanya melihat benda menyembul dari balik handuk kecil yang memiliki lebar hanya sejengkal itu.

__ADS_1


__ADS_2