Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 221. Semoga cinta kita abadi


__ADS_3

"Kau sepertinya sangat lelah."Adrian mengelus rambut Nabila setelah melepas ciuman di bibirnya. Jemari jempolnya mengusap bibir Nabila. 


Adrian hendak beranjak, tapi Nabila menahan pergelangan tangan kokoh suaminya. "Jangan pergi, tetaplah disini. Maaf aku hanya pura-pura sakit demi menahan mu di kamar ini."


"Nabila apa yang kamu lakukan?" Adrian terkejut dengan ucapan istrinya.  


"Aku hanya ingin kamu tidak pergi di malam pertama kita, aku ingin kamu menghargai pernikahan kita, kau sudah mengikatku dengan ikatan kuat agar tak berhubungan dengan laki-laki lain dengan sumpah pernikahan, maka hanya denganmu semua yang aku miliki ini ku serahkan."


Adrian yang tengah berdiri dengan tangan ada di dalam genggaman Nabila, kembali mencondongkan tubuhnya. 


"Kenapa kau sangat buru-buru. Bukankah setelah menikah, selamanya aku adalah milikmu, banyak sekali waktu yang bisa kita habiskan untuk esok."


"Aku juga sudah sangat ingin melakukannya, tapi aku merasa aku belum pantas. Aku belum beri yang terbaik untukmu sebagai hadiah pernikahan kita."


Nabila meraba pipi Adrian dengan jemarinya. "Hadiah apa? Sayang hadiah terbaik bagiku adalah kau ada disini sekarang bersamaku."


Nabila terus memutar telunjuknya  ke bibir pipi dan leher Adrian. Adrian tahu Nabila tak selugu Aluna saat menjadi istrinya, dia gadis yang paham akan hal dalam berumah tangga. 


"Apa kau ingin aku melakukannya sekarang?" Adrian membalas godaan jemari Nabila dengan memberi kecupan di kening, bibir dan pipi. 


"Nabila diam, dia begitu malu dengan tingkah konyolnya, Aluna hanya menyuruh Nabila agar pura pura sakit, tapi justru dia yang menggoda Adrian. 


Adrian menyukai aroma wangi tubuh Nabila, Adrian menghirup dalam-dalam dan kembali menyatukan tautan bibir mereka. Kali ini Adrian sengaja melakukannya sangat lama. 


Adrian melepas kemeja miliknya, membuka satu persatu kancing dengan bibir terus bertautan. 


Lama sekali tautan bibir mereka membuat sensasi tersendiri bagi pasangan baru ini. Nabila merasa bibirnya lebih tebal dan ada rasa perih. 


Adrian masih saja melihat sosok Luna dalam diri Nabila, Adrian menggeleng pelan berusaha menghapus bayangan wanita masa lalu itu dengan segenap kekuatan yang ia bisa. Adrian berusaha sebisa mungkin untuk tidak salah menyebut nama dalam momen romantis ini, jika itu terjadi Adrian yakin Nabila tak akan memaafkan hingga seumur hidup. 


Usai membuka kemejanya Adrian kembali mengungkung tubuh Nabila dan mengecup bibirnya lebih rakus lagi. Mungkin saat ini bibir keduanya sudah berdarah. Tapi Adrian tak menghentikan aksinya. 


Adrian lalu menurunkan gaun seksi yang di pakai Nabila dengan menurunkan resletingnya. Dua bukit padat sudah nampak dalam perlindungan dua kacamata kuda. 

__ADS_1


Adrian menyusupkan jemari besarnya ke dalam bukit berukuran pas di telapak tangannya itu. 


Nabila mulai kepanasan dan menggeliat ketika dia merasakan titik sensitifnya mendapat perlakuan istimewa dari orang yang dia sayangi. 


"Emphh" Suara Nabila tertahan. 


Adrian tersenyum melihat wanita dibawahnya telah terkulai lemah dalam kendalinya. Nabila sudah siap lahir dan batin menyerahkan segala yang ia jaga selama ini. 


Adrian sudah berhasil membuat Nabila dalam kondisi seperti bayi baru lahir. Nabila sebenarnya malu sekali tubuh yang selama ini dia tutupi kini terpampang nyata di depan lelaki. 


"Sudah yakin, Sayang."


"Hem," Nabila mengangguk. 


Adrian lalu melepaskan semua baju miliknya yang masih tersisa.  Setelah sadar lampu pencahayaan terlalu terang. Adrian segera menyalakan lampu tidur dan mematikan lampu utama. 


Setelah pencahayaan kamar terlihat lebih baik. Adrian kembali menghampiri Nabila yang sedang berusaha menutupi tubuh polosnya dengan selimut. 


Adrian menarik selimut di tangan Nabila dan menjatuhkannya entah kemana. Adrian segera mengunci tubuh Nabila dan menautkan bibirnya.


Adrian menurunkan satu tangannya dan menyentuh bagian inti bawah Nabila yang sudah basah, Adrian mengusap-usap lembut membuat Nabila semakin melayang-layang bagai di Awang-swang.


"Oh .... " suara Nabila kelepasan, tak bisa di tahan lagi.


Melihat milik sang istri sudah basah. Adrian membuka paha Nabila dan mulai menggesekkan miliknya pelan.


Adrian berusaha mendorong sedikit demi sedikit miliknya. Nabila merasakan sakit yang luar biasa hingga dia menggigit bibir bawahnya dan menitikkan airmata.


Adrian berulang kali mengalami kegagalan saat penyatuan. Adrian juga melihat Nabila sudah sangat payah. bulir keringat membanjiri seprei.


"Sayang, kita istirahat dulu." Adrian menghentikan aktifitasnya dan memberi kesempatan Nabila untuk mengatur nafasnya, Nabila tadi sangat tegang dan kesakitan.


Setelah disetujui oleh Nabila, Adrian merebahkan tubuhnya di samping istri, beberapa menit kemudian Adrian menutupi tubuh Nabila dengan selimut.

__ADS_1


Setelah setengah jam beristirahat, Adrian kembali bangun dan memakai kimono tidur, Adrian segera mencari air minum dan meneguk segelas air hingga habis.


Melihat suaminya sudah bangun Nabila ikut bangun dan meminta air minum. Adtisn membawakan air dingin untuk Nabila.


Nabila menggeser tubuhnya hingga kini bersandar di sisi ranjang.


Nabila segera meneguk air pemberian Adrian, hingga satu gelas tandas seluruhnya.


Setelah energi yang tadinya terkuras habis kini kembali pulih. Adek kecil Adrian juga lembali menegang layaknya torpedo siap tempur.


Adrian menarik Nabila hingga kini terlentang sempurna, Adrian akan kembali berusaha semaksimal mungkin agar berhasil membobol inti Nabila yang masih perawan.


Adrian mencondongkan tubuhnya dan membuka kembali kaki Nabila, kali ini Adrian harus bisa, atau percaya dirinya aksn hilang karena terus menuai kegagalan.


Adrian yakin Nabila masih gadis, oleh sebab itu dia sangat kesulitan saat ingin menerobos ruang sempit istrinya.


"Tahan, mungkin ini akan sakit sekali," kata Adrian sambil berusaha memberi beberapa tanda kepemilikan ditubuh istrinya dan mengecup dua puncak Himalaya bergantian.


Setelah milik Nabila sangat basah, Adrian segera kembali mengawali perjuangan yang sempat gagal. Adrian menempelkan miliknya kemilik Nabila dan lagi-lagi menuai ke gagalan.


Nabila kembali merasa sakit luar biasa dan mencengkeram tengkuk Adrian, hingga meninggalkan bekas kuku di punggung dan tengkuk.


"Maafkan aku, kali ini kita pasti berhasil, Sayang."


Adrian menghilangkan rasa iba pada Nabila sejenak, dengan Agresif dia mencumbui seluruh tubuh Nabila termasuk meremass dua bukit dan memperdalam tautan bibir mereka.


Setelah milik Nabila semakin basah, Adrian segera menghujamkan miliknya dengan satu hentakan keras.


"akhhhh" Nabila kesakitan, miliknya yang sempit kini terasa penuh. Adrian terus mendorong miliknya yang baru masuk separuh, hingga terbenam sepenuhnya.


Adrian merasa miliknya yang keras baru saja merobek sesuatu yang lembut di dalam milik Nabila.


"Aaakh," pekik Nabila dengan nafas terengah-engah. Adrian segera membungkam bibir Nabila dengan bibirnya. Adrian mulai memajumundurkan tubuhnya dengan pelan dan hati-hati.

__ADS_1


Berlahan cengkeraman Nabila di tengkuk Adrian mulai mengendur. Sakit yang tadi dia rasa kini berangsur berkurang dan berubah menjadi rasa nikmat.


__ADS_2