Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 246. Bangunlah, aku mohon.


__ADS_3

Chela bersembunyi di sebuah kontrakan terpencil, entah sampai kapan dia akan terus bersembunyi. 


Sedangkan Adrian dan Nabila sudah tak tahu apapun yang terjadi karena Adrian memutuskan untuk bulan madu ke singapura, Adrian sudah ngebet ingin Nabila segera hamil. 


Kini Jayden terus menatap wajah pucat di pembaringan. Lama tak ada perubahan Jayden makin frustasi. 


Saat kondisi sedang terpuruk, Dion datang dengan amarah yamg menggebu.


"Jayden, apa yang kamu lakukan pada adikku!" Lelaki yang baru saja masuk sudah pasti murka, ditarik kerah Jayden dan dicekik lehernya. 


Jayden kesakitan, dia kesulitan berbicara dengan jelas karena lehernya terhimpit kuku tajam Dion.


"Maafkan aku telah lalai menjaga Jessica." Jayden menerima pukulan Dion bertubi tubi di wajahnya. Jayden babak belur tidak tampan lagi.


"Maaf? Kamu kira dengan maaf adikku akan kembali? Katakan!! Ayo katakan!!" Dion semakin memperkuat cengkeraman di leher Jayden hingga leher putihnya membekas merah dan meneteskan darah. 


"Yang, apa yang kamu lakukan? Kamu kira dengan kekerasan seperti ini Jessica bisa kembali seperti semula?"  Aluna melerai sambil menggendong satu anaknya. 


"Honey, aku ingin sekali membunuhnya, biarkan aku melakukannya." Dion masih keras kepala. Tangannya menggenggam masih ingin menghadiahi f


"Sayang, jangan gila." Aluna terpaksa menarik Dion dengan kuat hingga embun dalam gendongannya menangis. 


"Mas!!" Bentak Luna. 


Jika sudah mendengar istrinya tidak memanggil dengan 'Sayang' lagi, artinya Luna memang benar-benar marah.


"Maaf Honey, sebagai kakak aku jelas terpukul melihat adikku yang tak sadarkan diri dan lihat luka di keningnya. Bagaimana bisa aku hanya diam dan tetap tenang menunggu dia siuman."


"Maaf, Kak. Petaka ini terjadi memang karena sebuah kesalahanku," ungkap Jayden lagi. 


"Aku sudah mencari pelakunya." kata Jayden yang terlihat amat bersedih, kesedihan menjadi berlipat  ketika melihat Dion yang remuk. 


"Temukan secepatnya. Aku ingin tahu siapa yang begitu berani melukai keluarga sanderson, maka dia sudah mendekati kehancurannya sendiri. 


Jayden sebenarnya juga kasihan pada Chela, bagaiman jika Dion melukainya melampui batas. Bagaimanapun karena dirinya Chela kalap dan melakukan itu semua. 

__ADS_1


"Kita semua sayang Jessica, kita berharap dia akan kembali sehat seperti sedia kala, tapi masih butuh waktu. Sabarlah, Sayang." Aluna menghibur Dion semampu yang dia bisa.


Saat mendengar pertengkaran , Jessica menitikkan airmata, rupanya Jessica bisa mendengar. Percakapan orang disekitarnya. 


Dokter Jayden yang melihat perkembangan Jessica, segera berlari mendekat dan menggenggam jemari tangannya. Mengecup tangan berulangkali. Jayden tahu ini pertanda baik. "Jessica, kau mendengar kami, Sayang?" 


"Maafkan aku ya, sudah membuatmu sedih." Jayden berkata dengan lembut dan mendamba ditelinga Jessica. 


Airmata Jessica kembali menetes melewati sudut mata dan pelipis lalu jatuh hingga membasahi bantal. 


"Jessica, cepat buka mata, lihat keponakan kita ikut kesini, ada kak Luna, Kak Dion juga, Awan dan Embun sedang menunggu Tante kesayangan bangun, dia sudah tak sabar digendong sama kamu."


Gerakan tangan Jessica semakin lama semakin terlihat jelas. Dion yang tahu segera mendekat begitu juga Luna dan kedua mertuanya. 


"Jayden lakukan pemeriksaan lagi,  Cepat!" Perintah Dion. 


Karena gugup oleh teriakan Dion, jayden jadi terlihat seperti dokter pemula, bingung dimana dia menempatkan alat-alatnya tadi. 


Aluna yang tahu kepanikan Jayden menggenggam tangan suaminya. "Sama calon adik ipar jangan galak-galak, takutnya dia nanti ilfell. abangnya galak seperti singa." 


"Bangun Sayang, aku benar-benar takut sekarang, lihatlah calon kakak ipar, dia akan memakanku." Jayden terus saja bisikkan kata yang bisa membuat Jessica segera membuka matanya.


"Sayang I love you. Bangun please," kata lembut Jayden membuat Jessica terus berusaha bergerak.


Jessica berlahan membuka kelopak mata, Jayden tak mau melewatkan moment ini, dia mendekatkan wajahnya sangat dekat, Dion dan Luna hanya berdiri mematung di belakangnya.


"Sayang apakah kau akan merestui hubungan mereka?" tanya Luna yang merasa Dion kurang suka dengan Jayden perihal kelalaian ini.


Akan aku pertimbangkan, yang jelas aku tidak mau adikku mendapat suami lelaki yang bodoh.


Jayden tidak bodoh, dia dokter hebat, lihatlah! lelaki yang tadinya dingin hatinya bisa begitu lunak karena seorang Jessica.


Dion mengeratkan tangannya di pinggang Aluna dan mengecup putrinya. "Aku tahu Sayang, mommy kamu tak pernah mau kalau Tante Jessica menderita. itu sebabnya dia sangat perduli. sayang maafkan Jessica yang pernah memiliki kesalahan."


"Tidak usah minta maaf lagi, dia sudah minta maaf sendiri dan aku sudah memaafkan, mungkin Tuhan sangat sayang pada anak pertama kita, hingga dia mengambilnya lagi. sekarang kita sudah diberi putra dan putri yang lucu, apa masih ada yang sangat kau inginkan di dunia ini?"

__ADS_1


"Ada, aku ingin selalu bersama istriku yang tak ada duanya ini dalam mengarungi bahtera rumah tangga ini." kata Dion sambil mengecup kening Aluna.


"Kak, kenapa kalian selalu mesra dimanapun sih, aku berharap semoga suamiku nanti bisa seperti Kak Dion." kata Jessica dengan suaranya yang lemah, dia sudah sadar dan menatap kakak dan mbak iparnya.


"Sayang kamu tenang aja, aku berjanji akan lebih sayang dan romantis daripada Kak Dion ke Mbak Aluna.


"Apa yang kau katakan? Jangan sombong Jay, di dunia ini aku paling romantis." Dion tak percaya dengan kata kata Jayden.


"Restui aku jadi adik ipar mu Kak, dan aku akan buktikan semuanya."


Jessica tertawa meski sedang sakit, "Kak Jay, aku belum pernah mengatakan kalau setuju menjadi kekasih Kakak."


"Aku tak perduli, yang penting aku menganggapmu kekasihku."


"Kak Jay, harus katakan dulu apa yang membuat tertarik padaku. dan ingin menjalin hubungan serius denganku."


"Ya katakan di depan kami, Jay aku juga ingin mendengarnya," Tantang Dion.


"Yang jelas aku suka semua yang ada pada dirimu, mata indah ini, bibir ini, semuanya berukuran sangat pas." kata Jayden sambil melihat tubuh molek Jessica yang terbaring.


Dion melotot, ingin sekali memukul kepala Jayden, yang menurutnya dia hanya bernafsu, bukan cinta.


Tapi kalimat berikutnya membuat Dion tak jadi melancarkan aksinya.


Tapi ini semua nomor sekian Sayang, yang jelas aku suka kamu karena kamu mang wanita yang istimewa, kamu memiliki sesuatu yang berbeda dari dalam diri kamu yang mampu menggetarkan hati ini, Sedangkan tadinya hati ini sulit untuk kembali hidup setelah sekian lama mati."


"Aku sayang padamu dalam keadaan apapun, cintaku hanya butuh syarat kesetiaan." kata Jayden yang membuat Aluna tersenyum dan Dion menghembuskan nafasnya kasar.


"Makanya di dengar dulu." seloroh Luna pada suaminya lalu meninggalkan ruang rawat Jessica.


memberi kesempatan pada Jayden dan Jessica untuk bicara dari hati ke hati.


*Yuk emak dikasih Like, Comen dan Vote. Mampir juga di karya Emak yang terbaru.


(AKAD YANG TERGANTI)

__ADS_1


__ADS_2