Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 33. Adrian yang gelisah.


__ADS_3

"Aluna! Aluna! Di mana kau? Sampai siang bahkan belum ada kopi yang kau suguhkan untukku." Adrian memanggil Aluna dari tangga, berharap suaranya bisa didengar oleh Aluna ketika gadis itu berada di sudut manapun.


"Rian, siapa yang kau cari? Pengganggu itu sudah pergi sejak tadi pagi." Mama dari bawah meneriakinya. Mereka berdua bisa bicara bebas karena Angel dan Chela sedang jalan jalan ke mall dengan mobil sport. 


"Pergi? Apa dia lupa kalau ini hari libur. Minggu tak perlu datang ke kantor," tebak Adrian yang mengira Aluna datang ke kantor.


"Siapa bilang dia ke kantor? Aluna pergi bersama sepupu kebanggaan. Hebat kan dia?" Senyum miring terlihat dari bibir Selena. 


"Maksud Mama dia pergi berdua dengan Dion?"


"Ya, bukannya malah untung di kamu. Kamu bisa bebas bersenang-senang dengan Angel tanpa merasa bersalah, karena dia juga pergi dengan lelaki lain." Selena mulai menambahkan bubuk cabe ke otak Rian. Supaya Rian segera mengkhianati janjinya pada Alex. 


Selena juga merasa kalau Adrian belakangan ini mulai memperhatikan Aluna, Selena khawatir perasaan Adrian akan terjebak pada gadis lugu yang memang aslinya cantik itu. 


Selena hanya ingin Angeline. Gadis itu sudah membantu Adrian mencapai puncak karirnya. Selena juga tak mau bermusuhan dengan keluarga Angeline yang kaya. Jika itu terjadi pasti akan jadi bumerang bagi Adrian. Bukan hal sulit bagi papi Angeline menghancurkan Alexander Fashion milik Adrian yang baru berkembang itu. Hanya dengan menghentikan pasokan kain, dan mempengaruhi perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama. Pasti perusahaan Adrian akan mengalami kebangkrutan karena kurang pasokan bahan baku.


Adrian bergegas mengambil jaket dan ingin pergi, dia yakin Aluna ada bersama Dion di rumahnya, Adrian tak mau meski hanya  tukar asisten rumah tangga sekalipun. Aluna hanya bekerja dengan dirinya dan di rumahnya bukan pada Dion.  


Saat mobil hendak keluar Angeline sudah tiba. Angeline tau Adrian akan pergi, dia segera memarkir  mobil didepannya dengan posisi menghadang mobil Adrian.


"Kau pasti ingin keluar menyusul Aku dan Chela, Aku sudah pulang, Rian. Aku belikan makanan kesukaanmu, kau harus memakannya," bujuk Angel. 

__ADS_1


Adrian melihat rantang di tangan pengawal pribadi Angel. Adrian tak mungkin menolak jika Angel yang minta. Semua untuk menjaga Angel agar tak mencurigai status Aluna di rumah ini. 


Adrian dan Angel beserta keluarga lainnya berkumpul di ruang makan, mereka makan bersama dengan sangat lahap kecuali Adrian. Dia memikirkan Aluna, Rian khawatir Aluna akan menceritakan semuanya pada Dion. Lelaki itu pasti akan memiliki bahan untuk bercerita pada media massa dan membuat reputasinya hancur. 


"Ayo tambah lagi Rian Sayang, kamu suka sekali kan, ini kesukaanmu dulu!"


"Sudah cukup aku kenyang."


" Kenyang? Kau bahkan baru makan sedikit sekali. Oh iya Apa tak seenak udang bakar buatan Aluna? Oh iya, aku juga bawakan potato renyah, ini pasti lebih enak daripada buatan Aluna."


"Cukup Angel, kau sebut Aluna! Aluna! Aluna! Ada apa ini?" Rian berdiri setelah menggebrak meja. 


Angel juga ikut berdiri. "Ya, aku cemburu karena Aluna bilang kau sangat suka makanannya. Seenak apa? Apa saking enaknya bahkan mengalahkan masakan restoran favoritku?"


Adrian tak tahu Angel ternyata sudah akrab dengan Aluna, bagi Adrian ini bukan pertanda yang baik 


Angeline terpaksa mengalah, dia mencari keberadaan Adrian dan menghampiri. 


Angeline memeluk Adrian dari belakang dan menempelkan kepalanya. "Rian, Sayang maafkan aku."


"Sudahlah, jika kau sudah bosan menginap disini, kau bisa pulang. Kita akan sering ketemu di perusahaan." 

__ADS_1


"Kamu mengusir aku Rian?"


"Tidak, aku hanya butuh waktu konsentrasi untuk sebuah pekerjaan, jika kau ada bersamaku selalu, yang ada bukan malah memikirkan pekerjaan." 


"Rian, jika kamu nanti jadi suamiku, kamu nggak perlu bekerja dan bersaing dengan perusahaan kecil lainnya. Kau akan langsung memegang perusahaan Papi. Papi sudah tak sabar ingin berkenalan dengan kamu."


"Ya, aku akan memperkenalkan diri. Tapi nanti. Sekarang-"


"Masih fokus dengan pekerjaan? Itu kan yang ingin kamu omongkan?" Tertawa sinis. "Aku sampai bosan mendengarnya. Tak salah jika aku mencurigai kamu sedang memiliki wanita lain. Jika sikapmu terus saja begini? Apa yang kurang dari aku Rian?" Angel pergi ke kamar dan mengemasi barang barangnya. 


***


Luna dan Dion sedang makan berdua di taman, yang mereka makan kini tentu hasil masakan Aluna sendiri. 


Disela-sela makannya Dion ingin mengatakan hal penting pada Aluna. 


"Luna bekerjalah di perusahaan King Fashion, kamu bisa dapatkan pekerjaan yang lebih bagus daripada seorang OG."


"Maaf pak Dion, jabatan OG memang sudah pantas untuk saya yang hanya lulusan sekolah rendah. Dan di Alexa fashion saya masih nyaman disana." Aluna menolak dengan halus, tak lupa senyum tipis untuk membuat Dion tak merasa ditolak mentah-mentah. 


"Luna, pertimbangkan, King Fashion sebentar lagi akan memasukkan banyak karyawan baru yang kompeten lewat sebuah test. siapa tahu kamu salah satu dari mereka yang beruntung."

__ADS_1


*happy reading.


__ADS_2