
Aluna dan Dion siap-siap ke kantor, untuk sementara mereka kembali bersikap profesional dan melupakan semua hubungan hati yang terjadi diantara mereka berdua.
"Luna berangkat sama saya saja, aku nggak mau kamu naik ojol lagi."
"Iya Pak." Dion sudah berdiri dari sofa, Aluna segera mengambil tas di kamar lalu keluar dengan setengah berlari, Dion tetap menunggunya dengan sabar.
Aluna dan Dion meninggalkan perumahan dengan berjalan beriringan, normal seperti layaknya sekretaris dan bos. Setiap kaki Aluna melangkah lekuk tubuhnya bergerak indah dengan rok sedikit diatas lutut dan warna atasan yang senada seperti biasanya, dengan ukuran yang pas di badan.
Dion membukakan pintu belakang untuk Aluna. Mendahului Beni yang masih menyeruput kopi terakhirnya. Tak lama dia juga menyusul dan duduk di kemudi.
Mereka bertiga menuju perusahaan dengan laju roda sedang, tidak kencang juga tidak lambat, seolah benar benar menikmati udara sejuk di pagi hari.
"Pak Dion, aku baca di internet, nanti malam perusahaan Alexa Fashion akan mengadakan Fashion Show rutinan."
"Iya kenapa?" Dion yang tadinya menatap ke jalanan, kini menoleh ke arah Aluna.
"Aku ingin datang kesana. Aku dulu sudah sering melihat pertunjukan itu tapi sebagai OG disana. Tapi sekarang aku ingin kesana sebagai tamu."
"Aku boleh ikut, aku nanti malam juga nggak kemana mana."
"Boleh Dong, seneng malahan. Ada temannya." Kata kata itu yang ditunggu Aluna sejak tadi. Dion ikut bersamanya, Adrian pasti akan cemburu dan segera menceraikannya.
"Oke," Dion senang Aluna bersedia datang bersamanya, Dion jarang sekali datang di undangan Adrian karena malas saja, tapi kali ini ada kekuatan tak kasat mata yang mendorongnya untuk datang, yaitu kekuatan cinta.
Perusahaan King fashion sudah terlihat, sebentar lagi gerbang akan bergerak menepi karena security sudah memencet Remote control.
Gerbang bergerak pelan dan mobil tetap melaju normal, setelah tiba di parkiran, para karyawan yang melihatnya sedikit membungkuk dan tak sedikit tersenyum.
Diva dan Reihan juga baru datang, dia melempar senyum pada Dion yang menjadi atasannya. Mereka terlihat datang bersama, pasti ada yang spesial dari mereka, makanya Diva tidak protes saat dipindah menjadi sekretaris Reihan.
"Selamat pagi Pak Dion, makin rajin aja ke kantor. Pagi pagi sudah datang, padahal CEO mah bebas."
__ADS_1
Dion hanya tersenyum garing melihat godaan Reihan. Lelaki yang kini menggamit lengan Diva kekasihnya juga tersenyum ramah pada Aluna.
"Nona, kita kayak pernah ketemu, ya? Tapi dimana?"
"Di Alexa Fashion, aku pernah kerja disana."
"Kalau nggak salah anda OG ya, tapi kok bisa beda banget sekarang."
"Maklumi saya Pak Reihan, saya baru-baru ini tinggal di kota, jadi perlu sebuah penyesuaian."
Oh, benar. Kita harus menyesuaikan diri, tapi Nona Aluna hebat, dari OG bisa langsung jadi sekretaris CEO.
"Hehehe, mungkin nasib baik sedang berpihak pada saya Pak Rey."
"Aluna kita masuk dulu ya, Yang yuk." Diva menggandeng lengan Reyhan lebih erat dan menariknya masuk lift khusus untuk karyawan. Sedangkan Dion sudah meninggalkan Aluna karena dia sengaja memberi ruang nafas untuk Aluna agar lebih akrab dengan petinggi King Fashion yang lainnya.
***
Seharian Adrian sukses memasang mata-mata pada seseorang untuk mengintai Aluna. Hati Adrian sangat sakit melihat Aluna begitu bahagia bersama Dion. Aluna sangat nyaman, Dion juga begitu perhatian, membukakan pintu mobil untuk Aluna. Berbeda dengan saat bersama dirinya. Aluna bersikap tak lebih seperti asisten rumah tangga yang dingin dan kaku. Bahkan Aluna tak sekalipun tersenyum manis seperti pada Dion di pagi itu.
"Argo, apa Dion dan Aluna benar benar saling mencintai. Mereka bisa begitu akrab dalam waktu dekat, kenapa denganku tidak."
"Saya lihat mereka memang begitu akrab Pak. Mereka seperti seorang kekasih."
"Berarti Aluna selingkuh dari ku, dia jahat, Aluna kamu jahat sama aku, disaat aku mulai menyadari cinta ini, kamu malah pergi bersama laki laki itu. Kamu harusnya tetap bersama aku, harusnya kita bangun mahligai kita."
Adrian kacau, Aluna lebih bahagia bersama pria lain, yang tak lain sepupunya.
'dia seperti itu karena anda Pak Bos, saat berlian di genggaman, anda malah menyingkirkannya karena sibuk melihat sedikit debu yang sedikit menempel. Maaf Pak Rian, aku kali ini dukung Pak Dion. Jati memang tak bisa berdusta, tapi Masalah pekerjaan aku tetap akan bekerja dengan baik'. monolog Argo
Sedangkan Arga memilih non komentar, dia tetap sibuk mengawal Adrian dan sekedar minum jus buah yang sama dengan Argo.
__ADS_1
Semalaman Adrian tak pulang kerumah, dia menghabiskan malam di sebuah kelab malam. Sedangkan Angeline sangat kesal kekasih yang dia rindukan tak sekalipun menelepon atau mengirimkan sebuah pesan.
"Wanita itu sudah mampus tapi kenapa dia masih sangat cuek denganku, apa sebenarnya yang terjadi." Angel mondar mandir di kamar.
"Mami Adrian sekarang sudah berubah? Dia tak seperti dulu lagi,"
"Apa benar? Mami lihat dia masih sama, bahkan dia sekarang sudah bersedia bertunangan dengan kamu." Lasmi membesarkan hati anaknya.
"Tidak Mi, Adrian sejak mengenal gadis kampungan itu dia berubah, aku yang merasakan Mi." Angeline duduk di sisi ranjang mendekati mami lalu merebahkan tubuhnya di dekapan sang Mami.
"Bukannya gadis kampung yang kamu katakan itu sudah pergi, dia meninggal karena kecelakaan. Jadi sudah tak ada penghalangnya kan?"
"Apa mungkin dia masih hidup dan aku tiidak tahu, lalu Adrian menyembunyikannya?"
Aku rasa tidak mungkin. Jika memang benar, biar papi dan mami yang akan menyelidiki, kamu konsentrasi saja pada Adrian, kalau perlu kamu bisa belajar memasak dari koki terkenal, lelaki akan senang kalau istrinya pintar memasak, dia akan merasa spesial ketika memakan masakan istrinya.
"Iya Mi." Angel mengangguk, menuruti Lasmi
Angel yang masih bayi tak pernah tahu kalau wanita yang bersamanya itu ibu tirinya, saat usia masih bayi dua tahun Marko menikahi Lasmi yang bekerja di kantornya sebagai sekretaris dan menikah sampai sekarang.
Awalnya Marko tertarik kecantikan Lasmi, mereka berhubungan gelap selama
enam bulan, Lasmi hamil lagi disaat usia Aluna sama dengan Angeline, Lasmi lalu pergi dari rumah dan menikah dengan Marko. Tapi sayang bayi mereka meninggal saat Lasmi melahirkan.
Sedangkan Yusuf yang hanya lelaki miskin waktu itu hanya bekerja sebagai karyawan biasa terpaksa meninggalkan pekerjaannya, dan beralih prosesi menjadi tukang sayur, karena dia ingin bisa bekerja sambil merawat buah hatinya. Aluna tumbuh menjadi gadis yang cantik tapi Yusuf tak suka melihat Aluna yang memiliki kelebihan besar, dia takut gadis cantiknya akan banyak disukai lelaki hidung belang atau tumbuh menjadi gadis nakal, terlebih lagi Yusuf menyadari kalau dia orang miskin.
Tuan sebaiknya kita pulang sekarang, anda jangan seperti ini. Apa yang akan dipikirkan nona Angel jika anda terus seperti ini.
"Aku tak perduli, kamu pikir aku peduli, Angel yang selalu minta menikah, gara-gara dia Aluna pergi."
Sudah Tuan, sudah, dua jam lagi acara Fashion show akan dimulai, sebaiknya sekarang kita pulang, urusan hati jangan disangkut pautkan dengan pekerjaan, kalau anda tidak mau mengalami kebangkrutan.
__ADS_1
Dengan langkah terseok Adrian akhirnya keluar kelap malam, Argo setia dibelakangnya siap menjadi penopang, sedangkan Arga menunggu di mobil.