Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 205. Kehancuran wanita angkuh.


__ADS_3

Angeline duduk dipangkuan Dion dan melingkarkan tangannya di tengkuk lelaki itu. Dion tahu Angeline kini belum terlalu mabuk, tapi dia sengaja melakukan semuanya agar Dion terpesona.


Rupanya Angel sudah gila, dia bener bener merelakan tubuhnya untuk Dion malam ini, dari caranya merayu yang tak elegant sama sekali bukannya membuat Dion tertarik, namun dia malah jijik dengan gaya Angel. 


"Sayang kepalaku pusing, tolong bantu aku berjalan ke kamar. Aku harus istirahat." Angel memohon pada Dion dengan tatapan sayu


Dion yang sedang bersandiwara dengan terlihat mabuk berat. Dion segera berdiri dan menarik lengan Angeline lalu menggandengnya.


"Baiklah, aku akan mengantarkanmu ke kamar, dimana kamar kamu hah? apa yakin sudah memesan tadi, Dion pura-pura sempoyongan dan sesekali membiarkan liurnya menetes, Dion sengaja masuk kamar orang lain, Angel segera mengingatkan karena dia ingat bukan kamar itu yang dia pesan. 


"Sayang bukan itu kamar kita, tapi yang diujung sana," kata Angel sambil menunjuk kamar yang akan jadi tempat mereka berdua bersenang senang. 


Dion dan Angel langsung masuk ke kamar yang Anggeline tunjuk tadi. Mereka berdua terlihat seperti sepasang kekasih yang dimabuk asmara. 


Dion merebahkan diri di sebuah ranjang,  Angeline menyusul hendak mengungkung tubuh Dion. Dion segera menghindar dan Angeline memeluk kasur dan guling. 


"Sayang kamu jahat, kenapa kau menghindari ku."


"Maaf, aku ingin ke kamar mandi, dimana kamar mandinya hah?" Tanya Dion segera bangkit dari ranjang.


Dion sempoyongan keluar kamar dan membiarkan Angeline sendiri tanpa mengunci pintu lagi. Diluar dia segera menemui dua pria bertubuh besar dan kekar untuk menakut nakuti wanita tadi.


"Lakukan pekerjaanmu dengan baik, Aku ingin dia merasakan ketakutan luar biasa. seperti yang telah istriku alami."


Dua lelaki itu mengangguk siap. Dion menyodorkan amplop coklat lumayan tebal. masing masing mendapatkan satu. Dua lelaki itu saling pandang dan tersenyum puas. "Terimakasih Bos," ujarnya serempak.


Ya, Dion ingin membalas seperti apa yang telah dilakukan Angel pada istrinya, bagaimana Luna sangat ketakutan karena dua pria waktu itu terus menyakiti. Dan hendak melecehkan kehormatannya.


Brakk!


Dua lelaki masuk ke kamar Angeline, Dion sendiri tidak tahu dia siapa dia, menurut anak buah Dion yang mengenalnya. Dia adalah pria yang tak punya belas kasih sama sekali, demi uang dia rela melakukan apapun. 


"Hei, siapa kau!?"

__ADS_1


Melihat dua lelaki dekil dan memiliki bulu kulit sangat lebat serta pakaian yang kumuh. Angeline menjadi takut dan jijik disentuh olehnya.


"Kenapa kau yang datang? Dimana kekasihku?! Pekik Angeline yang masih berharap Dion datang. 


"Kekasihmu yang payah tadi hah? Dia sudah mampus Nona, mending kau sekarang jinak-jinak lah dengan kami, kami akan membuatmu senang malam ini hahaha"


"Tidak! Dimana kekasihku? Kamu pasti berbohong. Dion tidak akan semudah itu kalah bertarung dengan kalian. Dia jago berkelahi."


"Hahahaha, sudahlah kawan, segera kita nikmati saja tubuhnya. Setelah itu kita habisi dia, aku sudah tak sabar mencicipi tubuh mulusnya.


Mendengar ancaman lelaki itu saat mengatakan pada kawannya, Angeline langsung shock. Dia tak percaya jika hidupnya akan diakhiri malam ini. Gairah bercinta yang tadi sudah di ubun ubun seketika sirna.


"Lepaskan aku aku akan pergi dari sini lepaskan aku mohon!" Angeline jijik disentuh kuku panjang dan juga tangan kotor itu, dia merasa pengorbanan seharian ini sia-sia. Baju mahal, tubuh wangi. Tak pernah terpikirkan olehnya kalau lelaki jelek dan kumuh ini yang mengendusnya. 


"Wangi sekali bos, aroma tubuhnya sungguh membuatku tergoda." lelaki itu mengendus-endus wajah Angel seperti kucing, Angel membalas menamparnya dengan kuat.


"Pergi kalian!  pergi!".  Angeline terus beringsut hingga sekarang dia ada di pojok ranjang sedangkan dua lelaki gagah nan kumuh itu terus merangsek maju sambil melepas kemejanya. 


"Aku akan pergi Nona cantik, tapi setelah aku dapat apa yang kuinginkan." Lelaki itu menarik dagu Angeline dan mencengkeramnya. Angeline merasakan rahangnya sangat sakit. 


Angeline yang telah ketakutan, dia semakin  ketakutan setelah lelaki itu menarik tubuh seksinya terlentang dan melucuti bajunya yang kurang bahan. Lelaki itu juga menampar pipi Angeline saat Angeline berusaha meronta dan menggigit. 


Lama lama Angeline menjadi lemah, terus meronta membuat tubuhnya ingin pingsan. Lama melawan, Angeline benar benar pingsan.


Ketika dia tak sadarkan diri dua lelaki itu membuat seolah olah mereka berdua telah melecehkannya dengan membuat banyak sekali tanda merah dan tak menyisakan satu benangpun yang menempel, dan hanya ada selimut lusuh yang kini menutupi tubuh polosnya.


Setelah tengah malam, Angeline mulai sadar, betapa terkwjut dia melihat dirinya begitu mengenaskan dengan kondisi terikat. 


"Angeline merasa harga dirinya hancur karena lelaki bau dan dekil tadi sudah berani menjamahnya. Sedangkan selama ini dia hanya bisa bermain dengan lelaki tampan dan bersih. 


"Hiks! hiks!" Angeline tak percaya jika mimpinya menghabiskan malam hangat dengan Dion Sanderson kini malah menjadi malam na'as bersama laki-laki gila. 


Angeline juga benci sekali banyak cupangan di leher atas dan sekitar dada. 

__ADS_1


"Ah, sial, biadap itu telah mbuat aku terhina, berani sekali dia memberi tanda merah sebanyak ini. Ahahaha." Angeline menangis sejadinya.


Tubuhnya sakit semua karena berusaha terus meronta agar terlepas dari ikatan di kaki dan tangannya. Angeline mengira dua pria tadi benar-benar melecehkannya.


Saat semua ikatan terlepas, Angeline berusaha untuk turun dan melilit tubuhnya dengan selimut. Jalannya Angeline menjadi terseok karena tenaganya banyak terkuras untuk berteriak dan meronta.


Disaat yang sama,  Dion membuka pintu, dia pura-pura terkejut dengan keadaan Angeline. 


"Apa yang telah terjadi?" Tanya Dion langsung fokus pada leher Angeline. 


"Tidak ada yang terjadi, aku hanya terjatuh, iya aku terjatuh."


Tentu alasan Angel sangat tak masuk akal, Dion menggeleng dan berakting sesempurna mungkin hingga terlihat seperti kecewa berat. 


"Apa saat aku keluar tadi kau sudah tidur dengan laki-laki lain? Menjijikkan sekali. Padahal aku hanya ke kamar mandi, dan tak sengaja aku bertemu dengan teman sekolah sebentar dan kami berbincang, Kau sudah mengkhianatiku …" Dion terus saja menghina dan merendahkan serendahnya. 


Angeline benar-benar hancur, Dion yang diinginkan kini jijik dengan tubuhnya, belum lagi dia membayangkan tubuhnya begitu kotor oleh ulah dua lelaki yang dikira telah menodainya.


Harga diri Angeline benar-benar hancur, dia tak punya muka lagi di depan Dion. 


"Sayang, kau salah paham, aku akan jelaskan, aku telah dipaksa." Angeline mendekati Dion, berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk berbicara dan membela diri.


"Cih, aku tak percaya lagi padamu, harusnya aku tak pernah percaya padamu sampai kapanpun. Sekarang aku tak mau lagi melihat wajah kotormu, diantara kita tak akan pernah ada kerja sama apapun lagi."


Angeline menggelengkan kepala. " Jangan, jangan batalkan kerja sama kita, aku akan bangkrut jika kau menarik semua saham yang sudah kau tanam. 


Angeline makin bingung, mana yang harus dia lindungi, semuanya sepertinya akan hancur baik harga dirinya di depan Dion. Dan perusahaan yang sudah terlanjur menggantungkan kucuran dana dari King Fashion itu.  


Dengan raut pura-pura kecewa Dion pergi meninggalkan Angeline sendiri, dalam hati dia sungguh puas melihat Angeline menerima ganjaran dari perbuatannya.


Tubuh Angeline merosot ke lantai, dia mengutuk hari ini adalah hari terburuk dalam hidupnya. Setelah menangis sejadi jadinya Angeline segera mandi dan keluar dari kelap malam dengan langkah terseok seok sambil melamun di sepanjang jalan.  


"Siapa yang telah melakukan ini, dia sudah menjebakku, dia sengaja membuat hubunganku dengan Dion hancur, dia pasti orang yang iri melihat aku bahagia" 

__ADS_1


Angeline meraba lehernya dan juga melihat dadanya yang tak terlindungi oleh bajunya yang kurang bahan. 


Melihat puluhan tanda kepemilikan yang mengelilingi tubuhnya, Angeline tak punya muka lagi jika harus bertemu dengan Dion dan merayunya. "Aaaaaaa."


__ADS_2