
"Tito kamu pasti bohong?" Enzo menarik kerah Tito.
Enzo akan sangat malu jika itu sampai terjadi, karena dia sudah terlanjur menghina Chela kalau wanita seperti dirinya bukanlah tipenya. Meski hati Enzo sebenarnya merasa senang jika didekatnya, tapi egonya masih lebih tinggi.
"Tidak Tuan, aku tidak bohong."
'Maksudku aku berbohong sebagian kecil, karena mama anda mengancam akan memecat ku dan aku tidak mau kehilangan pekerjaan lagi, jadi aku terpaksa ikuti skenarionya.'
"Aku tidak mau menikah dengan dia titik!" kata Enzo masih berusaha menolak.
"Aku juga tidak mau," sahut Chela dari dalam. Wanita itu sudah ganti dengan gaun biru navy dengan panjang selutut. Chela nampak cantik dan muda.
"Tapi tidak ada pilihan, lelaki dan wanita yang sudah tidur se kamar dalam semalaman, harus menikah." ujar Nyonya Ellyana tegas.
"Tapi Tante, aku baru berkarir, aku harus menyelesaikan kuliah, dan aku juga harus membuat orang tua bangga, bagaimana mimpi itu terwujud jika aku harus menikah, kalau menikah pasti aku akan hamil, orang hamil tak akan di butuhkan dalam dunia model lagi, hiks hiks." Chela menangis membayangkan menikah cepat.
Ellyana tersenyum. "Kamu tidak akan kekurangan apapun jika kamu jadi istri Enzo, hidupmu dan keluargamu tidak akan kekurangan aku berani menjamin, jika kamu ingin berkarier, silahkan, lakukan sesukamu, dan berhentilah ketika kamu lelah."
"Apa? jadi ini serius aku akan menikah dengan dia?" Enzo menatap wajah Chela yang panik dan pucat pasi, gadis itu menggigiti bibir bawahnya.
"Ini semua karena kamu Tuan mesum, kamu apakan aku semalam hah?" Chela mukul dada Enzo.
"Aku nggak ingat Chela, aku benar-benar lupa sudah ngapain aja." Enzo meremas rambutnya frustasi "Terserahlah, lakukan saja yang mama mau." Enzo lalu pergi ke kamar.
Kini saatnya Ellyana membujuk Chela. jika sudah berkata demikian, Enzo pasti sudah setuju, Yesss. Akhirnya dapat mantu cantik, muda dan tentunya calon bibit mama yang sehat buat anak-anak Enzo.
"Sayang, jika kami sekeluarga tidak meminta Enzo untuk menikahimu bagaimana kalau kamu hamil. Siapa yang akan bertanggung jawab? dan siapa juga yang malu.
"Tito adalah saksi Kamu dan Enzo kalau kau sudah ...."
Chela menatap Tito yang terus menunduk, Tito sepertinya sengaja menghindari tatapannya.
Chela kemudian berfikir, Enzo lelaki tampan, mapan, tidak terlalu buruk untuk menyandang status suami dirinya, hanya saja sejak awal bertemu dia sangat menyebalkan.
__ADS_1
"Gimana Chela? kamu setuju? jika kamu tidak mau, maka jangan salahkan kami jika terjadi sesuatu padamu di kemudian hari.
'Apa aku akan hamil? Apa aku benar sudah tidak suci, tapi aku tidak merasakan sakit saat berjalan. tapi bagaimana jika memang nanti aku hamil. Anakku tak memiliki papa, pasti akan memalukan, Kak Rian bisa membunuhku, Kak Jayden pasti akan kecewa denganku. Jessica pasti akan menertawakan ku.
"Ingat gadis muda, aku tidak akan bertanya lagi, ini pertanyaan dariku untuk terakhir kali?"
"Baiklah, aku setuju."
Yess, hati Nyonya Ellyana langsung tertawa riang tak lupa dia juga bersyukur pada Tuhan. Ternyata kedatangannya ke Apartement Enzo pagi ini membawa keuntungan setimpal, meski dengan cara memergoki keduanya dan sengaja membuat masalah lebih besar.
Lagipula tidak ada niat buruk, dia ingin Chela jadi istri Enzo yang sudah lama ini tak mau menjalin hubungan serius dengan wanita. Dia akan menyayangi Chela dengan segenap hatinya.
Baiklah, karena kamu setuju menikah dengan Enzo, maka hari ini kamu pulang dulu, biar Tito yang mengantar, sedangkan Enzo dan keluarga besok akan datang untuk menikahimu
"Baiklah, Tante."
"Eits, panggil Mama."
Enzo yang diam-diam mendengar semua dari dalam kamar hanya bisa pasrah mendengar obrolan Mama dan Chela. Enzo juga merasa tak rugi rugi amat mendapat Chela yang masih muda dan cantik.
*
*
*
Chela sudah tiba di rumah setelah naik pesawat bersama Tito. Dua tiket pesawat semua sudah dibayar oleh calon mertuanya. Tak lupa Ellyana juga memberi kartu ATM untuk calon mantunya. hanya saja gadis itu belum berani memakainya.
Setelah tiba di bandara Tito segera kembali mencari lokasi untuk pesta, Ellyana tak mau pernikahan Enzo hanya dilakukan sederhana.
Ellyana ingin sebuah pesta yang meriah hingga dua mempelai akan sulit melupakan hari itu.
kedatangan Chela yang tiba tiba membuat keluarga kaget sekaligus terkejut.
__ADS_1
"Chela kenapa kamu pulang, bukankah kamu bilang baru pulang bulan depan?"
"Ada hal lain yang membuat Chela pulang cepat."
"Apa itu Chela? kamu tidak bikin masalah di sana kan?"
Chela diam, dia masih lelah sudah di bombardir dengan banyak pertanyaan. Chela meneguk air dan menghempaskan bobot tubuhnya di sofa.
Kebetulan apartement Adrian sedang sepi, Adrian dan Nabila sedang kerumah Luna untuk bersilaturrahmi. Nabila juga ingin sharing banyak hal seputar kehamilan, karena Luna lebih pengalaman dan sudah mengalami langsung.
"Besok mama akan tahu, kenapa Chela pulang cepat. Chela sekarang masih lelah Ma"
"Katakan pada mama sekarang Chela!" Selena tidak bisa tenang menunggu sampai besok. dia pasti tahu ada masalah berat yang membuat gadis itu segera pulang.
"Jika ingin mengganggu rumah tangga Jayden dan Jessica. lupakan saja niatmu Chela. Mama tidak mau Jayden murka dan membuat kamu lebih sengsara, apalagi Dion Sunderson. kita sudah terlalu sering berulah, dan karma sudah kita rasakan, mama tidak mau dapat karma lebih berat lagi. dan kamu akan lebih sengsara, sebaiknya kita bersahabat dengannya saja.
"Baiklah, akan Chela jelaskan Ma. Chela tidak akan mengganggu siapapun dan keluarga manapun, karena Chela akan menikah secepatnya dengan seorang lelaki yang menjadi atasan Chela di kantor, Mama puaskan." Chela menjawab cepat supaya Mama Selena tidak lagi berprasangka buruk dengan kedatangannya.
Selena lega akhirnya Chela juga menemukan jodohnya. kalau sudah menikah rasanya dia tak akan was-was lagi melepas anak perawan nya kemanapun, karena ada suami yang akan menjaganya.
Setelah menceritakan semuanya Chela segera memeluk Selena yang masih belum sehat betul. "Mama, tidak marah? Chela menikah cepat?"
"Kenapa harus marah? justru itu sangat baik untuk kamu. Kamu akan memiliki keluarga kecil sendiri tanpa merusak kebahagiaan keluarga orang lain. Mama tidak sanggup jika melihat kamu mendekam di sel seperti yang dulu pernah terjadi."
"Jangan takut, Kak Jayden sudah jadi masalalu, mencintai tanpa dicintai itu rasanya memang berat sekali." Chela kembali memeluk Selena dalam isak tangis. Meski dia sendiri belum tahu bagaimana perasaan Enzo padanya, tapi Chela yakin Enzo jodoh yang dikirim Tuhan untuknya.
"Calon suami kamu tampan nggak? apakah dia sudah tua?" tanya Selena lagi.
"Besok mama akan tahu sendiri."
"Tapi mama ingin tahu sekarang, apa kamu tidak ada fotonya."
"Tidak ada Ma, besok dia akan kesini dan keluarganya," jawab Chela lalu tidur di pangkuan mama.
__ADS_1