
Tapi di sisi lain Aluna sakit hati karena Angel memamerkan kehamilannya. Bagaimana bisa Adrian membuat adik kecil bersama Angeline. Sedangkan lelaki itu berjuang dan memohon mohon ingin kembali merajut benang cinta yang terputus.
Walau sedikit curiga, Angeline juga tak seratus persen setia, tapi Aluna sering melihat Adrian dan Angeline bercumbu yang melampui batas.
"Kok melamun? Tante berkata disaat yang salah ya?" Melani segera menyadari, sepertinya dia berkata disaat yang salah. Aluna baru bercerai. Dan Adrian masih tak terima dengan perceraian itu.
"Tante, Aluna benar-benar butuh waktu, biarkan Aluna memikirkan semuanya dengan matang, hingga kejadian ini tak akan terulang lagi."
***
Sebuah pesta besar sengaja digelar keluarga Angeline atas keinginan anak semata wayangnya. Oleh sebab itu Adrian beberapa hari tidak datang mengunjungi Aluna, dia sibuk berpesta dengan calon mertuanya.
Adrian dan seluruh keluarganya hadir di pesta itu, hanya Alex yang tidak datang karena dia kembali keluar negeri untuk menjalankan kembali bisnisnya, berjuang sebisanya agar tidak mengalami kebangkrutan. Entah kenapa usaha Alex bisa berada di tahap ini, padahal sebelumnya dia sangat berjaya.
Menantu pesta ini selain untuk merayakan keberhasilan keluarga kami, ini juga untuk merayakan acara tunangan kalian tempo hari, kami belum melakukan itu semua kemaren karena masih sibuk"
"Terimakasih, semoga perusahaan dan bisnis Anda akan semakin maju ke depannya." Adrian berkata dengan sopan. Menunduk sebentar sebagai bukti hormatnya.
Marko senang, dia menepuk pundak calon menantunya."Doa yang sangat bagus,aku suka. Pada akhirnya kau yang akan memiliki ini semua bersama putriku, Nak." Papi Angeline menepuk pundak Adrian.
Adrian tersenyum bahagia, perusahaan keluarga Angeline selalu menjadi nomor satu di pulau ini, belum ada perusahaan benang sutra yang menandinginya. Hampir semua penduduk Jawa mengenal Marko lelaki Nile ini. Tapi hanya sedikit orang yang tau tentang istrinya.
"Sayang cepat nikahi aku, lihatlah! Papa sudah nggak sabar kamu ingin memimpin perusahaan. Angeline menatap Adrian dengan manja. Sejak tadi genggaman tangannya tak mau lepas dengan lelaki itu, terus saja nempel tak ubahnya lem dengan kertas.
Adrian kembali tersenyum pada Marko. Lalu mengelus tangan Angeline yang terus melingkari lengannya. "Akan Adrian usahakan, semoga semua akan berjalan seperti keinginan kita.
"Baiklah, bersenang-senanglah kalian. Malam ini kita semua harus bahagia," kata Marko sebelum dia pergi.
"Siap Pa, Angeline." Mengecup pipi papinya sebentar. Markoengacak Ebit putra semata wayangnya dengan hati bahagia.
Angeline lali menyeret Adrian menuju halaman yang sudah disulap menjadi ruang dansa yang indah dan unik.
Chela dan Selena memilih duduk dan hanya meminum minuman beralkohol rendah ditemani oleh Lasmi. Frengky terlihat bersama kekasihnya, dia sedang berdansa dan sesekali berciuman sangat mesra.
__ADS_1
Sedangkan dokter Hendra juga bersama kekasihnya yang juga seorang dokter.
Tito dan Rosa juga tak kalah romantisnya, Tito terpaksa memendam cintanya pada Luna yang amat besar, dia sadar tak mungkin mampu bersaing dengan Adrian dan Dion seorang CEO yang sebentar lagi akan menjadi pemilik perusahaan besar dan ternama.
"Sayang, setelah kita menikah, aku ingin segera memiliki anak, supaya kamu makin sayang sama aku." Kata Angeline begitu manis didengar. Tapi Adrian tentu belum berfikir ke arah itu. Entah kenapa dia justru ingin memiliki anak dari wanita Lain.
"Oke, apa sudah yakin ingin meninggalkan karier yang menjadi kebanggaan kamu itu." jawab Adrian.
"Karier ku bukan segalanya, kamu segalanya buatku Sayang." Angeline mengecup bibir Adrian lebih dulu.
"Sabar sayang, ada yang belum kamu ketahui dari aku. Aku berharap kamu tidak akan marah."
"Marah?" Angeline berlagak polos. "Kenapa aku harus marah?"
Adrian sadar, selama ini Angeline memang tak pernah marah padanya. Angeline suka melampiaskan kekesalannya dengan bersenang senang sendiri diluaran bersama teman yang lain, yang Adrian tak mengerti siapa saja dan seberapa dekat hubungan mereka.
" Aku sudah tau. Kamu sedang proses perceraian dengan istrimu kan? Aku tahu semua meski kau berbohong sayang. Tapi karena cintaku tulus padamu, jadi aku tetap bisa menerima semua. Aku tak pernah mempermasalahkan kau sudah menikah atau belum. Lagipula aku tahu kau tak bisa lepas dariku. Perusahaan Papa kamu butuh banyak modal untuk bisa bangkit lagi."
"Darimana kau tahu semuanya?"
"Apa aku pernah menyakitimu?"
"Jika menyangkut kekerasan fisik memang tidak pernah, kau sangat lembut padaku bahkan kau juga memberi kelembutan pada tubuh ini. Ayolah tunggu apalagi kau bisa mengambil sesuatu dariku yang sudah lama ku impikan."
"Tahan dulu, aku akan mengambilnya setelah menikah." Adrian terbawa suasana tapi masih bisa untuk menahannya.
Dari nada bicara dan akting yang meyakinkan membuat hati Adrian trenyuh dengan pengakuan gadis di depannya, Adrian menilai kalau Angel begitu mencintainya hingga selama ini tetap ada disisinya meski tahu kekasihmya bukan hanya miliknya.
"Baiklah, aku akan secepatnya menikahi dirimu, tapi jujur aku juga berat melepaskan Aluna, aku ingin kau dan Aluna bersahabat, aku akan membuat kalian bisa saling menerima."
'oh, no Adrian sayang. Aku tak sudi dimadu. Aku sudah lama menyingkirkan wanita sialan itu, tapi kamu saja yang tak tahu. Gara gara wanita itu kamu berubah. Dia harus pergi darimu untuk selamanya kalau perlu.'
"Sayang kamu mau kan?"
"Iya, aku akan mencobanya meski ini berat." Kata Angeline tergagap.
__ADS_1
"Terima kasih kau sangat pengertian. Aku sangat mencintaimu."
Adrian mengecup bibir Angeline sangat lama, sambil tubuh mereka bergoyang mengikuti irama dansa. Lidah mereka saling membelit dan mata terpejam.
Saat bibir terlepas Adrian segera mengusap bibir Angeline dan mencium keningnya.
Frengky menatapnya dengan cemburu, lelaki itu benar benar sayang pada Angeline, hanya saja dia sadar, dia tak akan pernah bisa mendapatkan cintanya.
Didekat Angeline hanya membuat hatinya makin cemburu, Frengky memilih untuk menjauh.
Frengky lalu duduk sendiri sambil minum sangat banyak, dalam hitungan detik dia telah mabuk dan pergi entah kemana dengan kekasihnya.
Angeline dan Adrian lelah berdansa, dia akhirnya meminta satu botol wine dan dua gelas kosong lalu duduk di salah satu kursi.
Angeline dan Adrian mulai minum dan berulang kali bersulang. Tapi Angeline minum sedikit saja tak seperti biasanya.
"Sayang malam ini sangat indah, kita semua bahagia, mari kita bersulang." Angeline kembali membenturkan gelas miliknya dan milik Adrian.
"Sudah sudah aku sekarang sudah tak minum banyak seperti dulu."
"Ini tidak banyak, sebotol saja kau belum habis." Angeline terus menambah pada gelas Adrian yang kosong.
"Sedikit lagi, untuk menghangatkan tubuh." Angeline memberikan pada Adrian yang sudah mabuk berat. Bahkan pandangan nya sudah mulai kabur.
"Pengawal, bawa kekasihku ini ke kamarku, dia sepertinya sudah mabuk berat."
Siap Nona." Dua pengawal dengan langkah gegas membawa tubuh berat Adrian ke kamar Angeline yang sudah di desain dengan sangat indah dan rapi.
Angeline yang memakai gaun panjang tapi memiliki belahan hingga paha dan bagian atasnya terbuka memamerkan separuh dadanya itu berjalan mengekor di belakang Adrian dan pengawal.
"Aluna … Sayang …. Tolong jangan minta pisah dariku. Aku sayang kamu. Aku baru saja menyadari cinta kita. Maafkan kelakuanku selama ini," rancau Adrian saat netranya terpejam dan otaknya mulai berbicara apa adanya.
Angeline sangat marah mendengar Adrian memanggil nama Aluna ketika mabok. "Apa hebatnya wanita kampung itu. Oke aku tau sekarang dia cantik, tapi semudah itukah kau berpaling dari cinta kita." Lirih Angeline sambil terus berjalan keluar dari lift dan menuju kamarnya.
Tangan Angeline mengepal, dadanya naik turun menahan emosi. Sungguh dia sangat benci dengan wanita bernama Aluna.
__ADS_1