Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 250. Cinta Jayden tanpa ujung.


__ADS_3

Setelah semua selesai, Jessica dan Chela berjalan menuju halaman dengan bergandengan tangan, sedangkan Jayden berjalan di belakang mereka berdua. 


Saat di halaman Jessica memeluk Chela sekali lagi. "Jessica, mungkin ini pertemuan kita terakhir kali, do'akan aku bisa meniti  karier dengan cemerlang dan menemukan  laki-laki yang baik seperti …." Chela Melirik ke arah Jayden yang ada di belakang Jessica, berdiri layaknya seorang Ajudan. 


"Jangan kau inginkan lelaki sepertiku Chela. Aku berharap kau dapat yang lebih baik." Jayden meraih jemari Jessica mereka kembali saling pandang. 


Bibir Chela mengatup rapat. Mengerjapkan mata pelan lalu dia mundur dan melambaikan tangan. Selena rupanya sudah menjemputnya, tapi kali ini mobilnya tak semewah dulu. 


Jessika melihat Selena makin berubah, kesedihan di wajahnya begitu terlihat. Tubuhnya makin hari makin kurus. 


"Jessika kami duluan ya. Terimakasih untuk semuanya." Chela melambaikan tangan. 


Selena hanya tersenyum pada Jessika dan Jayden. tak ada yang bisa dilakukan untuk menolong kemalangan nasib putrinya. Selena membiarkan saja mereka bersatu dan putrinya mengalah tanpa ada usaha untuk memisahkan.


Sampai di jalan Chela terus mengoceh pada mamanya. "Mama, mbak Luna yang dulu kita hina dia sekarang sangat bahagia di Istana Sunderson. Kak Dion menghadiahi rumah mewah seharga milyaran sebagai hadiah kelahiran putra dan putrinya. Belum lagi mobil mewah dan beberapa aset berharga lainnya."


"Darimana kamu tahu itu semua Chela."


"Lagi Viral Ma, Kak Dion dinobatkan menjadi pengusaha muda yang hebat tahun ini, tentu saja jadi sorotan masyarakat, belum lagi dia memberi bantuan pada banyak anak yatim dan piatu, Kak Dion tidak mau di sorot oleh publik, tapi tentu saja media yang terus mengejarnya demi menggali sebuah informasi


Selena terdiam, sesungguhnya penyesalan Selena sudah sampai pada puncak, dia lepaskan menantu sempurna seperti Luna. Andaikan dulu dia bisa melihat sisi baik itu, pasti Adrian tak akan mengalami hal buruk sampai amnesia. 


Sekarang Nabila juga tak mau tinggal serumah dengannya, Nabila meminta Adrian untuk tinggal di Apartemen saja dengan alasan jauh dari pekerjaan. 


"Sudah Chela, jangan ingatkan mama pada Aluna, mama jadi sedih." Selena berusaha untuk tegar mengenang semuanya.


Mereka sekarang sudah tiba di depan gerbang mansion, Selena sudah tak sabar ingin membaringkan tubuh ringkihnya. Betapa terkejutnya di depan rumah ada tiga pria memiliki tubuh dempal mondar mandir di gerbang. Dia rupanya pihak bank yang akan mengambil alih kepemilikan rumah.


Untuk ibu Selena dan Mbak Chela, kami mohon anda segera mengosongkan rumah ini, karena lusa penghuni baru akan datang. Pak Alex sudah menjual rumah ini beserta isinya. 


Apa? Kenapa bisa dia menjual rumah ini? Apakah dia tidak ingat ada anak dan istrinya yang tinggal. 


Selena langsung oleng dan Chela sangat panikmelihat kondisi mamanya yang tiba-tiba lemas "Mama!"


"Chela, papa kamu keterlaluan, bagaimana dia bisa menjual rumah ini."


"Mama yang sabar ya, tenang Ma, ada Kak Adrian yang masih bisa menolong kita. Rumah ini sudah papa jual karena papa punya banyak hutang Ma. Mama juga tahu itu kan." 


"Semoga papa kamu tidak menjual mobil butut itu Chela, semoga saja kita bisa memakainya untuk datang ke Apartement kakak kamu."

__ADS_1


"Mobil itu tidak mungkin laku dijual Ma, kalaupun laku pasti sangat murah." Kata Chela mulai menggandeng mama dan membimbingnya masuk ke mobil.


Kenapa tuhan belum juga memaafkan aku, aku sudah miskin dan sakit sakitan, seberapa besarkah dosaku pada Aluna. Maafkan aku Luna, aku lalai dengan amanah papa kamu. 


"Chela, sebelum kita datang ke rumah kakak kamu. Kita mampir ke makam Pak Yusuf ya. Aku mau minta maaf karena sudah lalai dalam mengemban amanat, Mungkin itu penyebab kita selalu sial."


"Baiklah Ma. Chela juga mau minta maaf." Gadis itu sekarang melajukan mobilnya ke arah makam, dimana pak Yusuf disemayamkan.


Selena membeli satu kerendeng bunga di depan makam, lalu segera masuk ke area pemakaman. 


Setelah bertanya pada penunggu makam, Chela segera menuju tempat yang lumayan jauh darinya


Chela terkejut, ternyata disana juga ada Dion dan Aluna yang sedang duduk sambil berdoa


 


Dion mengusap punggung Aluna yang menangis karena merindukan sang Bapak. 


"Asalamualaikum …."


"Waalaikum salam." Aluna dan Dion berdiri. Aluna tentu kaget, tumben Chela dan mantan mertuanya sudi datang ke makam bapaknya. 


"Luna, kami datang kesini ingin minta maaf pada bapak yusuf. Kami dulu sudah melakukan banyak dosa, kami tidak menjalankan amanahnya."


"Silahkan Tante, tapi apa nggak terlambat, hampir dua tahun kejadian ini berlalu dan anda baru minta maaf sekarang." kata Dion yang bernada ejekan. 


"Sayang, sudahlah. Biarkan saja. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali." Aluna tak suka suaminya yang asal ceplas-ceplos kalau bicara. 


"Kesal sayang, coba aja dia masih dikasih kaya dan sukses, pasti dia tak pernah datang kesini untuk minta maaf."


Aluna jadi tak enak hati dengan mantan mertuanya karena ulah Dion. Aluna akhirnya memilih pamit sambil menarik jemari Dion. 


"Chela, Tante. Aku pulang dulu, takut si kecil nangis, soalnya kami sudah sejak tadi disini, kalau kalian mau kirim doa silahkan, kami pulang dulu." kata Aluna, dan kembali mengucap salam.


Selena mengangguk membalas salam Aluna. Lalu mengambil posisi duduk dengan bertumpu dengan tumitnya. Sedangkan Aluna terus menarik tangan Dion menjauh, takut mulut Dion akan semakin melukai Selena dan Chela. 


***


Jessica sudah sampai di rumah, dia segera berbaring di kamar miliknya, dengan pengawasan Asisten rumah tangga jayden meminta ijin ikut masuk ke kamar Jessica. Kamar khas cewek dengan aroma harum, banyak sekali pernak-pernik unik di kamar itu. 

__ADS_1


Jayden sibuk menelisik sekitar, tak percaya kekasihnya termasuk gadis yang pandai mendekorasi sebuah ruangan, semuanya tampak rapi dan enak dilihat. 


"Sayang aku sudah di rumah sekarang, sudah istirahat, sudah minum obat, sekarang buruan pulang," pinta Jessika.


"Aku masih kangen, masih ingin disini dan belum bosan bersama kamu, Sayang." Jaiden menarik kursi kecil yang dipakai Jessica untuk merias diri mendekati kekasihnya yang berbaring di ranjang. 


"Sayang ada yang ingin aku katakan padamu." Kata Jayden lagi yang terlihat serius. 


"Apa itu?" Jessica mulai antusias. 


"Sayang aku pengen kita nikahnya jangan sampe bulan depan, bulan ini saja"


"Maksud kamu apa Kak, menikah secepat itu? Apa Kakak yakin? Nggak bakal nyesel kalau sudah menikah? Pesona Kakak di rumah sakit sebagai dokter tampan jomblo akan hilang lho."


"Nggak, aku sudah nggak sabar pengen ada yang menghangatkan," canda Jayden 


"Mesum! Jika itu alasannya aku nggak mau nikah sama kakak. Mending kakak bikin api unggun aja setiap hari biar ada yang angetin."


Bercanda Sayang, aku pengen nikah salah satunya biar bisa bersama kamu setiap hari, dan aku udah sayang banget sama kamu, takut kamunya diambil teman kuliah yang masih suka sama kamu itu.  Siapa namanya? lupa aku."


"Semua alasan Kakak nggak bisa aku terima, dan aku nggak mau nikah cepat!" Jessica menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. 


"Sayang, jangan gitu donk, kamu nggak kasian apa? Temen Kakak sudah pada punya anak, sudah pada nikah."


Jessika hanya diam, jayden tahu Jessica juga sangat mencintainya. Itu sebabnya dia bengaja mengajak nikaah cepat, selain itu lelaki yang menyukai Jessica di kampus juga banyak sekali, Jayden tidak mau kalah cepat dengan anak yang jauh di bawahnya itu.


Jayden mengelus pipi kekasihnya yang terhalang selimut, dia lalu memberanikan mengecup pipi dan bibirnya sebentar. 


Jessika juga merasakan sentuhan lembut bibir basah Jayden meski terhalang oleh kain tebal itu. 


Sayang, aku ingin apa yang kita lakukan setiap saat tidak lagi menjadi dosa, tapi malah mendatangkan amal.


Jayden melihat ke bawah, si Jonni rupanya ikut bangun dan membuat celana Jayden menjadi sesak. Ya, Jayden lelaki normal sedikit saja bersentuhan dengan Jessica aliran listrik di tubuhnya bisa langsung tiba-tiba muncul dan membangunkan Jonni yang sudah terkurung seumur hidup itu. 


*Oh iya jangan lupa ke karya emak yang baru juga ya, sambil nunggu up berikutnya. judulnya.


LOVE WITH CALON IPAR


__ADS_1


 


__ADS_2