Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 53. Intrik Licik.


__ADS_3

"Sudah sudah tak ada yang perlu dibersihkan disini, cepat pergi antarkan berkas ini."


Aluna segera keluar dari ruang kerja Angel. Ia segera menaruh alat kebersihan dan kembali pergi menuju ruang Frengky yang paling ujung. Di dekat studio foto tak ada satu orangpun berseliweran, ruangan nampak senyap. 


Aluna lupa, rupanya hari ini acara pemotretan libur, Satu satunya yang masuk kerja adalah Frengky dan asistennya bernama Yosi. 


Tok! tok!


"Masuk!"


"Pak Frengky ini ada berkas dari Nona Angel."


"Hem, taruh di meja, dan duduklah dulu." Mengangguk. Tangannya mengisyaratkan agar Aluna segera duduk di sebuah kursi yang ditunjuk. 


"Saya harus kembali bekerja Pak."


"Tunggu aku buka dulu berkas yang kamu bawa. jangan-jangan itu berkas yang salah"


Frengky bangkit dari kursi malas lalu berdiri de sebelah Aluna. Memandangi wajah cantik yang tertutup kacamata dalam kesederhanaan. 


"Si-si-lahkan, Pak."


Aluna mulai gugup, dia menyatukan tangannya dan memainkan jemari, sambil menggigiti bibirnya sendiri.


"Yosi tolong kamu keluar dari ruangan ini, jangan kembali kalau aku belum menghubungimu." 


"Baik, Pak Frengky," ucap Yosi. Sekretaris itu akhirnya pergi.


Sekretaris seksi keluar sambil terus berfikir. Dia tahu pasti akan terjadi sesuatu, jika atasan sudah meminta keluar untuk waktu yang lama.


Yosi kesal jika dia tahu atasannya kembali meniduri seorang wanita, sebejat apapun kelakuan Frengky Yosi diam-diam tetap memendam rasa pada atasan untuk tetap mencintainya. 


 Perasaan Aluna tiba-tiba saja tak tenang. Dia mulai sulit mengendalikan dirinya sendiri. Degup jantungnya berdetak semakin cepat dan kecepatannya terus bertambah, darahnya terus berdesir kencang dan organ inti mulai berdenyut.


Apa yang terjadi, kenapa aku mendadak seperti ini, pandangan Aluna mulai dipenuhi hasrat, menahannya sungguh sangat susah. Frengky terlihat sangat tampan dan menggoda. Bagian depan tubuh Aluna mulai menegang.


Frengky selama ini belum pernah merasakan hubungan dengan perawan. Wanita penghibur dan wanita yang ia pesan selama ini tak ada satupun yang memiliki selaput dara.


Walaupun penampilan Aluna sederhana, tubuh putih mulus dan kencang karena belum pernah tersentuh oleh pria manapun itu tetap nampak menggairahkan bagi Frengky. Apalagi semalam Angeline menjelaskan kalau wanita itu masih gadis ting-ting. Membayangkan menyentuh tubuh sang gadis membuatnya sangat gelisah. bahkan Frengky sudah menyiapkan dirinya agar kuat dalam bertempur.


Frengky tersenyum puas melihat kerja obat yang diberikan Angel sudah bereaksi. Aluna mulai kepanasan dan seluruh tubuhnya menjadi basah oleh keringat.. 


"Ah …." Suara pelan disertai *******, Aluna menggeliat seperti cacing kepanasan, dia mulai membuka kancing-kancing seragam kerjanya sehingga menyisakan tanktop hitam yang kontras dengan warna kulitnya. Resleting Jeans  yang ia kenakan juga sudah turun sampai pangkal. 


'Kau benar benar bidadari yang menyelamatkan diri dengan penampilanmu, tubuhmu bahkan tak memiliki cacat dan cela.' puji Frengky dalam hati.

__ADS_1


"Aluna, kau sudah siap?"


"Tuan …." Aluna menatap Frengky dengan tatapan memohon, kepalanya mengangguk berulang kali, dia menanti lelaki itu menyentuh tubuhnya. 


Frengky mengangkat tubuh Aluna di atas meja kerja dan membiarkan kaki jenjangnya menjuntai ke bawah, tubuh mungil nan menggoda itu bergerak bebas dan dia mulai menurunkan celana jeans Luna hingga sebatas lutut. 


"Cepat Tuan lakukan padaku," rancaunya. Aluna menarik lengan Frengky dan meminta lelaki itu untuk segera mengerjainya. Luna yang pemalu sudah berubah menjadi Luna yang tak punya harga diri. Tubuhnya semakin panas, semakin meningkatkan ketidak warasan di dalam otaknya. 


***


"Pak Tito Aluna dalam masalah besar, dia bersama Pak Frengky di dalam ruangan yang sepi." Yosi yang tak rela Frengky tidur dengan gadis ingin mengacaukan semuanya. Yosi takut Frengky akan membuang dirinya.


"Bagaimana bisa Luna sampai disana? Bukankah harusnya OG Reno yang bekerja di divisi itu."


"Saya tidak tau Pak, saya mencurigai Luna menggoda Pak Frengky."


"Kamu bicara apa Yos? Jangan merendahkan Luna seperti itu." Tito mengemasi berkasnya


"Kalau tak percaya pak Tito datang sendiri kesana dan lihat mereka." Yosi sangat bersemangat dalam bicara, Tito menjadi yakin kalau sekretaris Frengky tidaklah bohong..


Tito yang sejak awal ada respect dengan Luna, segera bangkit dari duduknya sambil melipat kemeja panjang warna putih motif garis yang dia kenakan. 


Mereka berdua berjalan tergopoh melewati Sekretaris Sisil, yang sedang mengerjakan projects yang akan mulai nerjalan minggu depan. 


Sedangkan Angel senyum senyum tak jelas di ruang pribadinya, bahagia melihat rekaman dari CCTV yang sudah dia  pasang semalam. 


Frengky melepaskan kancing celana dan mendekatkan tubuhnya diantara kaki Aluna yang menjuntai. Belum juga menyentuh kain segitiga bermuda itu terlaksana, suara ketukan dari luar sangat mengganggu. Frengky ingin mengabaikan saja. Dia yakin yang mengganggunya adalah Yosi. 


"Pergi ku bilang! Kau tuli ya? aku minta kau pergi sementara yang jauh, aku akan menghubungi jika pekerjaanku dengan Aluna selesai!"


"Sialan, buaya itu pasti akan membuat Luna menderita," umpat Tito.


"Pak Tito hati hati." Yosi mengingatkan ketika Tito mulai mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu."


Mata Tito menatap nanar pada Frengky yang gugup membenarkan celananya. 


"Bedebah kamu! Tito segera melayangkan bogem pertama dengan kekuatan yang tak terkira pada pipi lelaki laknat.


"Yosi betulkan baju Aluna cepat!" Titah Tito segera dilaksanankan oleh Yosi. 


"Luna, apa yang terjadi."


"Gue nggak tahan lagi, ayo cepat! cepat!" Aluna merancau tak karuan, bahkan nafasnya menyembur panas mengenai pipi Yosi.


"Luna, kamu kenapa bisa memalukan seperti ini."

__ADS_1


***


Angel yang melihat rencana tak sesuai harapannya, segera memberitahu Adrian sebelum Luna pergi dari ruangan Frengky. 


Rencananya ingin membuat Adrian jijik menyentuh istri jeleknya gagal, tapi setidaknya rencana itu sudah berjalan setengahnya. Angel ingin Adrian juga menikmati adegan dahsyat pagi ini.. 


"Kau jangan menuduh Angel, tuduhan mu bisa membuat nama Aluna hancur, apa kau tak ada simpati sedikitpun dengan OG itu." sanggah Adrian saat Angel mulai menjelekkan Aluna.


"Kau percaya sekali dengan OG itu Rian, ikutlah denganku biar kau lihat dengan mata kepala sendiri, dia sudah mesum di kantor ini dengan Fotografer Frengky." ujar Angel dengan senyum kemenangan.


"Ah, ngaco kamu, Aluna tidak kenal Frengky, justru kamu yang kenal lama dengan dia." bantah Adrian.


"Tau apa kamu tentang Luna, kau sibuk di dalam ruangan, sedangkan dia bebas berkelana di divisi manapun."


"Aku tak suka wanitaku berdusta, jika kamu bohong aku akan …."


"Jika aku benar, kau harus menikahiku bulan ini juga," tantang Angel


"Kenapa diam Adrian, cepat kita lihat, siapa yang akan menang taruhan." Angel menarik lengan Adrian, lelaki itupun menurut.


Melihat karyawan berhamburan menuju Divisi khusus yang dihuni para model dan fotografer. Adrian berusaha menghentikan langkah mereka, memberinya tugas yang banyak hingga tak ada keberanian keluar ruangan. 


Adrian mulai percaya dengan ucapan Angel dia melangkahkan kaki panjangnya dengan langkah lebar, Angel harus setengah berlari baru bisa mengimbangi langkah Adrian. 


"Tito, kenapa kau menghajar Frengky? Yang bersalah disini Aluna, dia yang mendatangi divisi kami." Angel tak terima sahabatnya banyak luka-luka di wajah.


"Benar Pak Rian, gadis ini menawarkan diri pada saya, dia mau sama saya karena tertarik dengan ketampanan saya. Saat aku dan Yosi sedang sibuk bekerja dia datang dan merayu saya."


"Pembohong! Siapa yang akan percaya dengan pembohong bermulut besar seperti kamu, bukankah kamu lelaki yang selalu menggoda model junior disini." Tito membela Aluna. 


"Oke, Tito kamu bisa sudutkan Frengky, tapi kenyataan Aluna yang datang, dia yang mau menggoda . Kalau tak percaya kita sama sama cari bukti kebenarannya, gimana?" Angel yakin dia akan membuat Tito kalah dan malu telah membela Aluna.  


Sedangkan Adrian yang melihat Luna hanya memakai tantop seperti wanita murahan di dekapan Yosi, sangat marah. Tak percaya Aluna melepas baju kerjanya dan membiarkan tubuhnya dinikmati laki-laki lain. 


 Adrian ingin tak percaya dan menampik semuanya, tapi kenyataan telah dia lihat dengan mata kepala sendiri, Adrian kembali teringat Luna juga pernah tidur bersama dengan Dion waktu di hotel. 


Adrian segera menghubungi dua pengawal andalannya, "Arga! Argo! cepat seret luna pulang, kurung dia di mansion ke dua."


"Adrian, kamu jangan menyudutkan Luna, belum tentu dia sengaja melakukan semua ini."


"Memalukan! Tutup mulut kalian semua, anggap kejadian ini tak pernah terjadi, jangan sampai ada media massa yang mengendus scandal ini, 


Aluna yang mulai sadar dengan perbuatannya, dia segera masuk ke kamar mandi.


Aluna sangat malu, bahkan dia tak punya muka untuk menatap wajah-wajah yang dikenalnya lagi.

__ADS_1


Ingatan tentang permintaan tak senonoh pada Frengky satu persatu mulai bermunculan di benaknya. Aluna yakin minuman pemberian Angel mengandung obat jahanam, tapi kenapa Angel saat ini masih baik baik saja?"


__ADS_2