Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 52. Hati yang patah.


__ADS_3

Pulang dari Bali, Dion bukannya langsung menemui keluarganya yang ada di ruang tengah. Dia malah memilih lewat pintu samping dan menemui Gemoy. Dion Ingin mengadukan kelakuan ibu angkat si kucing lucu itu.


"Gemoy hari ini ayah kesal sama ibu." Adu Dion pada hewan kecil yang sedang menyongsong kedatangannya sambil memainkan ekor panjangnya yang cantik.


Pria yang bukan hanya lelah fisik itu meraih hewan cantik dan bersandar pada kursi kecil sambil memangku Gemoy dengan sedih, seperti orang baru patah hati atau kehilangan sesuatu yang amat berharga. 


Iya, bagi Dion Aluna barang berharganya. Aluna mutiara yang ia temukan di laut lepas, sayangnya mutiara itu tak bisa dimiliki karena saat dia menyelam hendak mengambil, ada tangan lain yang lebih dulu memungutnya. 


"Meowww." Gemoy menatap Dion dengan mendongak.


"Kamu juga sedih Gem?"


Dion mengelus lembut bulunya. 


"Menurutmu aku harus bagaimana Gem? Apa aku harus berjuang demi cinta dan jadi pebinor di antara mereka? 


"Kau tahu ibumu itu istimewa, kamu pasti nggak percaya dia paling cantik saat bersama ayah di ballroom. Sayangnya dansanya masih kaku. Dia harus banyak belajar" Senyum Dion mengembang kala mengenang lima, lalu menurunkan Gemoy dari pangkuannya.


Jessica yang mendengar obrolan Dion dengan kucing kesayangannya mulai kasihan. Dia tahu kalau sang kakak sedang patah hati.


"Hai Kak, Jess punya hadiah special buat Kakak." Gadis itu muncul dari persembunyian. 


"Aku lagi nggak mood bercanda Jess. Pergi aja kamu, Jangan ganggu aku."


"Galak amat sih sama adek sendiri, dilihat dulu napa? Ini Jessica bawa apa." Jessica mengerucutkan bibirnya.


"Apa sih Jess?" Dion menggeser duduknya, memberi tempat untuk Jessica.


Gadis bermata amber pemilik senyum manis, suka berdebat, tapi tangannya suka memukul kalau lagi marah itu menyerahkan kotak kecil pada kakaknya 


"Semoga bisa menghibur."


Dion merobek bungkusnya, semoga kali ini Jessica si tukang iseng tak usil mengerjainya. 


Usai membuka bungkusnya Dion membuka isinya. Eh, bungkusnya bagus isinya cuma secarik kertas yang di gulung.


"Kamu ngerjain aku kan? Air muka Dion berubah. "Sudah ku duga. Kalau adikku yang satu ini hobby banget bikin orang kesel. Dion menjewer telinga Jessica. 


"Kak, jangan please sakiit !" Pekik Jessica 


"Siapa suruh kerjain, Kakak." 


"Enggak, benar baca dulu kenapa?"


Dion menurunkan tangannya lalu membuka kertas bergulung yang di tali oleh Jessica. " Awas kalau ngerjain Kalak. Nggak bakal gue kasih maaf."


Jessica yang baru saja mendapat jeweran kecil di kupingnya menempelkan tubuhnya di lengan kakaknya. Berharap dia bisa membaca tulisan yang ia rangkai dadakan untuk kakaknya. 

__ADS_1


Buat Kakak Dion nyebelin.


Kak Dion tersayang, semoga di usia yang ke dua puluh tujuh, kakak makin ganteng tak tertandingi. Semoga banyak cewek cantik yang makin lengket dengan kakak. 


"Doa apaan ni Jess,  masa doanya biar cewek cantik lengket, emang kamu pikir kakak Lem apa?  Bisa bisa bikin cewek lengket."


"Baca aja Kak, cerewet amat."


Tapi kan Kakak nyebelin sedunia, mana ada cewek yang sudi. Yeah buat kakak tersayang kalau gitu aku bantu aja ya dengan do'a semoga ada satu aja cewek yang setia. Biar kakakku yang tampan cepat nikah dan aku punya kakak ipar. 


Dion menautkan Alisnya. Jessica benar-benar tak jelas, Dion nggak ngerti maksud tulisan Adiknya. Tapi dia masih ingin melanjutkan membaca lagi.


Kak Dion, baiklah intinya kalau kakak ipar sudah di dapat, katakan saja aku siap membantu untuk mendapatkan dia, asal kakak bahagia. Kak Dion jangan sedih lagi. Jessica, Adik tersayang Kak Dion siap membantu.


Dari adikmu paling cantik sedunia. 


Kakak kenapa sih, pulang-pulang sudah hancur kayak gitu curhat dong, kakak dulu play boy, nggak pernah sedih, nggak kekurangan stok wanita. Tapi kenapa kakak sekarang seperti pecundang begini. 


Kakak sudah nggak mau bermain wanita lagi Jess, kakak pengen serius sama satu cewek saja. Tapi apa yang terjadi? Wanita itu sudah berkeluarga, dan dia tak jujur sama Kakak.


"Pasti ada alasannya Kak, siapa tahu ada sesuatu yang membuat dia tak jujur, misalanya nie, tak bahagia dengan pasangannya, atau dia terlalu sayang sama kakak supaya tidak terluka, atau dia emang tukang selingkuh supaya bisa memanfaatkan kakak."


"Kalau yang ketiga, kakak yakin bukan tipe dia. Dia gadis baik baik Jess."


"Nah itu Kakak yakin kalau dia baik. Apapun yang dilakukan untuk menyembunyikan semua ini pasti demi kebaikan."


"Nggak sudi, maaf ya. Jessica pergi dulu." Gadis itu pergi sambil menjulurkan lidah. Dion melempar Adiknya dengan kemeja dan jas kotornya. "Sana bawa ke ruang cuci."


Adiknya menggerutu, bibirnya dimajukan, Dion malah tertawa. 


Setelah Jessica pergi dion baca lagi surat Jessica. Bibir Dion tersenyum, adiknya sudah mulai dewasa. Dion yakin pasti Jessica sempat dengar curhatannya dengan si Gemoy yang makin gembil.


***


Di perusahaan Alexa Fashion Aluna sangat sibuk hilir mudik membersihkan ruangan karyawan Alexa Fashion satu persatu.


Selamat pagi pak Tito, Aluna membungkuk sedikit untuk menghormati Tito. 


"Pagi Luna, wah makin hari jadi makin cantik saja."


"Pak Tito bisa aja." Luna malu dipuji cantik,


"Kopi seperti biasa Lun satu." Pinta Tito.


"Siap Pak Tito" Aluna meninggalkan senyum ramah pada Tito. Lelaki yang juga baik dengannya. 


Luna pergi dengan buru-buru, karena dia masih harus bersihkan banyak ruangan lagi. 

__ADS_1


Tibalah kini di ruangan Angel. Aluna masuk dengan sangat hati-hati.


"Hai Luna? Pagi."


"Pagi, Nona." Aluna mulai malas berbasa basi dia mulai mengelap kaca membelakangi Angel. 


"Luna, hari ini kami bisa bantu aku nggak?"


"Bantu apa?" Luna menoleh. 


Angel mendekat. "Tolong gi antar berkas ini pada, Frengky. Aku tiba-tiba mual banget"


"Mbak Angel butuh sesuatu? Obat atau yang lainnya." Aluna tak bisa diam lagi kalau sudah ada yang mengeluh sakit.


"Aku nggak butuh obat, aku nggak sedang sakit Aluna. Aku hamil."


"Hamil?"


"Iya, maklumlah, Adrian nggak pernah main aman, dia nggak keberatan  kalau aku hamil, kita memang serius mau nikah cepat," dusta Angel.


"Menikah? Hamil?" Aluna terbengong matanya berkaca. Membuat pandangannya Kabur. 


"Iya Luna, Adrian juga belum tahu kabar ini tolong rahasiakan ya, aku mau bikin surprize." Angel duduk diatas kursi putar sambil mengurut keningnya beberapa kali. Hatinya puas melihat air muka Aluna yang langsung berubah.


"Jangan kaget Luna, Adrian memang sangat mencintaiku, dia tak bisa berpaling sedikitpun dari tubuhku yang indah ini. Kami sudah sering berhubungan sejak kamu belum datang kesini. Adrian sangat liar saat di ranjang, beruntung aku wanita satu satunya yang bisa memiliki dia." Tersenyum sangat puas. Melihat makhluk di depannya begitu tercabik-cabik hatinya. 


"Maaf Luna aku terlalu bahagia sampai aku harus jelaskan semua ini padamu. Aku ingin kamu juga bahagia mendengar berita majikan tampan kamu akan memiliki penerus." Angel turun dari kursi lalu berjalan arogan sambil melipat kedua tangan. Saat dekat dengan Aluna Angel mendaratkan telapaknya di pundak wanita yang sekejap menjadi patung itu. 


Oh iya, aku bawa minuman spesial dari Italia, mari kita minum bersama, ini baik untuk kesehatan jantung kamu." Angel menghampiri sebuah nakas dan mengeluarkan isinya.


"Maaf Nona, aku tak pernah minum aneh-aneh."


"Luna aku sedang bahagia, kamu jangan menolak tawaranku. Jarang jarang ada karyawan rendah sekelas OG seperti kamu bisa berkawan denganku. Ayolah kita rayakan kehamilanku."


Aluna meraih gelas mini dari tangan Angel, Angel juga terlihat meneguk satu gelas dan mengangkat gelas kosong tinggi-tinggi, 


Setelah lama mendiamkan di tangan, Aluna juga meneguknya. Wanita  yakin minuman itu aman karena Angeline juga meminumnya.


"Tante Selena, dia calon mertuaku juga sangat senang jika aku bawakan minuman ini, kalau kamu mau aku akan kasih satu botol untukmu, karena aku lagi bahagia." Angel mengambil satu untuk Aluna. 


"Terimakasih Nona, aku akan lanjutkan pekerjaanku dulu. Minuman mahal itu simpan aja untuk anda.


"Ya pergilah, semoga hari kamu menyenangkan."


"Ya, terima kasih, semoga menyenangkan buat nona juga."


*happy reading.

__ADS_1


__ADS_2