Takdir Cinta Gadis Cupu

Takdir Cinta Gadis Cupu
Part 259. Salah paham.


__ADS_3

Akhirnya Chela berhasil membuat Enzo kelaparan. Saat ini cacing diperut Enzo sudah berdemonstrasi minta asupan nutrisi.


"Aku tak menyangka dia ternyata sangat bodoh dan manja, apakah dia sebenarnya bukan anak orang miskin." batin Enzo sambil melihat Chela yang kepedasan.


'Tapi jika aku lihat dia terlihat tidak sedang mengerjaiku, buktinya dia juga mencicipi makanan buatannya tadi.'


Enzo kasihan juga, Lalu dia membantu Chela menuang minuman ke dalam gelasnya yang kosong.


Chela segera meneguk hingga habis minuman pemberian Enzo.


Setelah sadar hari mulai gelap Chela ingin segera pulang. Semua tugas juga selesai, waktunya hukuman berakhir.


Chela berdiri dari duduknya lalu mengambil ponsel dan meraih tasnya.


"Aku ingin pulang, pekerjaan sudah selesai," ujarnya ketus.


"Pulanglah, aku juga tidak Sudi berdua di apartemen berdua denganmu semalaman."


"Ih, siapa yang sudi. Saya juga tak sudi berdua dengan kamu, Tuan Enzo terhormat"


Chela buru-buru berjalan keluar Apartemen. Tapi nasib buruk sedang menimpanya, dia terpeleset karena kurang hati-hati.


"Aaaaa." Chela kesakitan di persendian kakinya.

__ADS_1


Enzo tentu terkejut dengan Chela yang berteriak histeris. tetapi kedatangan Enzo tidak untuk menolong Chela, lelaki itu malah menghina.


"Chela, jangan bilang ini ide kamu yang konyol karena ingin mengerjaiku lagi."


"Tidak Tuan Enzo, aku benar- benar sakit saat ini, pasti tulang-tulang kakiku patah."


Enzo yang melihat Chela kesakitan Akhirnya nuraninya terketuk juga. Enzo mengangkat tubuh putih bersih itu dari lantai dan memindahkan ke sofa.


Chela terus saja mengerang kesakitan, Enzo Akhirnya melihat kaki Chela sambil berjongkok di depannya.


Enzo percaya kalau Chela ternyata tidak berbohong.


Chela benar-benar terluka di kakinya, bahkan memarnya mulai terlihat kebiruan.


"Apa aku tidak salah dengar."


"Sudah lupakan saja "


Dibilang model sponsor yang dibanggakan tentu saja merasa tersanjung. Apalagi yang bilang itu bukan lelaki sembarangan meski hubungan mereka saat ini sedang tak baik-baik saja.


Sementara Enzo terus memijat kaki Chela dengan hati-hati.


"Apa aku salah lihat, laki-laki ini kelihatan lebih tampan, saat aku lihat dengan jarak sedekat ini. hidungnya mancung matanya amber dan bibirnya juga casual."

__ADS_1


Enzo diam-diam juga berbicara dihatinya. "Gadis cerewet ini kalau diam ternyata manis juga.


"Kenapa anda melihatku seperti itu, Apa yang sedang anda pikirkan? apakah otakmu sedang berfikir mesum?!"


Chela segera merapatkan kakinya dan menutup bagian dada yang sedikit terbuka.


"Awas jika anda berani mesum, aku pasti akan membuat perhitungan, aku punya kakak yang sangat galak."


"Sudah ditolong, tapi masih saja berprasangka buruk. Baiklah aku akan membiarkan kamu melakukan apa yang kau inginkan. Lakukan apapun yang kamu mau. pulanglah sekarang jika kamu memang bisa."


Enzo bangkit dari hadapan Chela dan duduk di sofa yang lainnya. Sedangkan Chela yang keras kepala tetap memaksa pergi.


Enzo kasihan melihat Chela yang memaksa untuk pergi dengan kaki terluka. Namun dia tak bisa melarang lagi.


Enzo tak bisa membayangkan, bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan Chela di jalan.


Enzo akhirnya menurunkan egonya dan mengejar Chela lalu membopongnya.


"lepas! lepas, dasar lelaki mesum! lepaskan aku!"


Enzo tak menggubris, dibawanya tubuh mungil Chela dan di kunci di kamar utama, miliknya.


"Apa yang akan kamu lakukan!?" bentak Chela.

__ADS_1


"Yang akan aku lakukan adalah yang kamu inginkan. Mengerti!" jawab Enzo. terlihat makin menakutkan bagi Chela.


__ADS_2