
Adrian sudah rapi dengan kostum mahal untuk acara tunangan hari ini, celana hitam kemeja lengan panjang warna putih dan jas warna hitam. Terlihat sempurna, wanita mana yang tak tertarik jika pangeran Alexander memang setampan ini.
Adrian bingung, memilih langsung datang ke acara tunangannya. Atau lebih dulu menemui Aluna di rumahnya.
Bagaimana kalau Aluna ternyata pergi lagi, Adrian tak mau kehilangan jejak Aluna seperti beberapa hari lalu. Tapi dia juga harus memikirkan perusahaan dan nasib beberapa karyawan yang sedang bergantung nasib pada perusahaan miliknya.
Adrian mengakui, Dion memang lebih hebat dalam berbisnis, dia juga memiliki sandaran kuat yang tak lain adalah perusahaan Papa David Sanderson yang menaungi dan siap mengucurkan dana.
Sedangkan Adrian? Perusahaan Alex sedang mengalami pailit. Dengan menjalin kerjasama dengan perusahaan besar milik Papi Marko, papinya Angel maka masalah teratasi. Calon mertuanya nanti akan selalu membantu dan mengucurkan dana. Karena Adrian tahu Angeline sangat mencintainya dia akan mengabulkan semua keinginannya demi cinta.
Bagi Adrian wanita harus dimiliki karena dua hal, satu karena cinta sejati dan yang ke dua karena dia memiliki power. Aluna cinta sejati Adrian sedangkan Angeline dia memiliki power yang akan membantunya sukses, dengan ketenaran Angel dan harta dari papanya.
Kabarnya istri dari Marko, dia juga seorang wanita yang meninggalkan cinta sejati demi harta, tapi tidak dengan Adrian, cinta sejati harus tetap di sisinya.
Adrian memilih melanjutkan pertunangan, dia tidak boleh menjadi egois. Masih banyak waktu untuk mencari Aluna dan membawanya pulang.
Adrian melajukan mobilnya menuju gedung, kedatangannya rupanya sudah sedikit terlambat. dimana undangan lelaki dan perempuan sedang berbahagia menikmati hidangan nikmat malam ini.
Adrian masuk, orang-orang menatapnya Aneh. Adrian tak menghiraukan semua nya. Persetan dengan tatapan karyawan, yang penting sekarang dia sudah datang. Tak akan ada keluarga yang dipermalukan.
"Rian kamu terlambat sekali sayang, untung papa segera merubah urutan acaranya," ujar Angeline berkata dengan suara berbisik di telinga Adrian.
"Maaf aku tadi ada sedikit urusan mendadak."
"Kak Adrian, kasian Kak Angel dan keluarganya sudah lama menunggu. Yuk kita agak cepat sedikit." Chela tersenyum ketika Angel melambaikan tangan padanya, dibalas anggukan oleh gadis itu. Mereka segera berjalan menuju keluarga besar. Calon besan sudah mulai saling ramah-tamah.
Chela dan Anggel sangat akrab karena sebuah misi. Chela ingin Angel menjadi kakak iparnya karena dia model, berharap suatu hari dia bisa belajar banyak pada Angel. Sedangkan Angeline baik pada Chela karena dia tahu Chela tak pernah suka pada Aluna, jadi dia mendapat banyak dukungan di rumah calon suaminya.
Marko dan Lasmi tersenyum melihat kehadiran Adrian, si calon mantu kesayangan, tadi sudah sempat was was kalau lelaki itu tidak datang. Sedangkan Angeline sudah panik dan tak mau makan atau minum apapun.
Kedua pihak keluarga sudah berkumpul. Acara sebentar lagi akan dimulai. Adrian mengeluarkan cincin mahal dari saku celana. Satu dia berikan kepada Angeline dan satu lagi masih bertahan dalam genggamannya.
__ADS_1
Angel dan Andrean maju dua langkah dari barisan orang tuanya, dua pasang kekasih itu saling pandang dan melempar senyum.
Adrian mulai menyapa angel lebih dahulu.
"Tolong pikirkan sekali lagi, apa kamu yakin ingin membina mahligai denganku, mungkin di luaran sana banyak lelaki lain yang jauh lebih hebat dari ku menginginkan kamu?"
"Adrian, aku hanya mencintaimu, bahkan aku tak bisa memikirkan lelaki lain di luar sana, aku hanya sibuk memikirkan dirimu saja," jawab Angel. dengan senyum manis terlihat di bibirnya.
Adrian akhirnya memutuskan untuk memakaikan cincin dari permata itu langsung di jari manis Angel, dengan banyak ucapan maaf di hati untuk Aluna. Entahlah, saat Angel ada di depan mata justru Aluna yang terus hadir mengisi benaknya yang kosong.
Usai cincin tersemat, Angel segera pamerkan cincin indah itu di sorot kamera yang akan ditayangkan di sebuah stasiun TV, tepuk tangan meriah dari hadirin mulai terdengar mengelu-elukan calon pasangan muda yang menurut mereka sangat serasi itu.
Angel kini membalas perlakuan Andrian baru saja, meraih jemari Adrian dan menyelipkan satu cincin pertunangan di jari manisnya.
Syukur ya jeng, anak-anak kita akhirnya resmi menjadi tunangan.
***
Aluna melihat acara pertunangan itu dari sebuah stasiun TV. Aluna melihat dari awal sampai detik ini. Aluna merasa sangat sedih. Bagaimanapun lelaki di depannya itu seorang suami, lelaki yang seharusnya selalu ada bersamanya, mrbjadi pelindung, menjadi pusat kebahagiaan
Aluna segera mematikan tv dan pergi untuk tidur, dia berharap yang baru saja dilihatnya itu hanya mimpi saja. Kalaupun itu kenyataan semoga akan berdampak baik untuk dirinya.
Luna mematikan lampu, hari ini ingin sekali tidur dalam kegelapan, seperti hatinya saat ini, gelap tiada tahu kemana arah dan tujuan.
***
Pagi hari Aluna sudah mendapat telepon dari Dion. Lelaki itu disana selalu menyempatkan diri untuk bisa menghubungi Aluna di tengah-tengah dari kesibukan temu kangen dengan kerabat ayahnya.
"Pagi pak Dion?"
"Pagi, Honey."
__ADS_1
"Kok berubah manggilnya, jadi honey?"
"Apa kamu keberatan? Itu panggilan mesra aku untukmu, Luna. Entahlah aku ingin memanggilmu seperti itu."
"Harus ada alasan yang kuat?"
"Mungkin makin kesini aku makin sayang sama kamu, semalam saja aku nggak bisa tidur." Dion berkata sambil tersenyum. Tetapi Dia memang berkata jujur.
"Nggak bisa tidur Kenapa apa di sana banyak nyamuk?" Luna tertawa.
"Enggak ini serius, aku nggak bisa tidur karena kamu nggak ikut, aku khawatir ada yang mencuri kamu dariku."
"Emang Luna barang dicuri ikut saja." Tenang Pak Luna sudah ada temanya, pasti akan aman.
"Luna tapi pagi ini kamu jelek sekali, lihatlah kau seperti habis nangis." Tebak Dion.
"Dikatakan menangis, Aluna tidak terima, dia memilih untuk mengelak. "Aku tidak menangis, lihatlah tidak ada air mata di pipiku."
"ya, aku tahu luna yang aku kenal dia sangat kuat, dia pasti tidak akan menangis hanya karena sebuah masalah kecil."
"Luna apa kamu sedih suamimu bertunangan lagi? Apa kau sudah mulai mencintainya"
"Jika aku sedih apa semuanya akan berubah? Tentu tidak kan Pak Dion? Saat ini aku tidak ingin mencintai, aku hanya ingin membalaskan apa yang telah dia lakukan padaku selama ini."
"Aku akan membantumu Luna. Kau pasti akan sulit melawan Adrian jika kau bergerak sendiri, oh iya, nanti sore aku pulang? Apa kamu ingin oleh-oleh sesuatu."
" Iya, Aku ingin pak Dion pulang dengan selamat, selalu hati-hati dimanapun berada"
" Itu bukan oleh-oleh Luna, itu do'a. Do'akan aku ya, sampai ketemu nanti malam."
.
__ADS_1
*Happy reading. kasih like, dan vote ya.