
Cahaya bulan yang begitu terang menyinari pertarungan Fang Ling dengan macan air, terlihat macan air begitu geram dengan Fang Ling dia berjalan memutar sambil menderam mengeluarkan dua taring yang cukup panjang.
Merasa lawannya tidak memiliki kelemahan macan air mencoba untuk mengelabuhi Fang Ling dengan tatapan dingin, begitu Fang Ling tidak sengaja melihat matan macan air hewan itu langsung menghilang dari pandangannya.
Dari balik bayang di bawah pohon rindang tepatnya di belakang Fang Ling, macan air melompat dan mencoba untuk menerkamnya begitu jarak macan air dan Fang Ling hanya di pisahkan beberapa jengkal, Fang Ling sudah menghilang dari tempatnya berdiri.
"Tapak penghancur"
Braaaaak
Dari atas udara Fang Ling melakukan gerakan tapak ke arah macan air namun tidak seperti lawannya kebanyakan, macan air mampu menangkal serangan tapak yang di lancarkan Fang Ling dengan gerakan yang sangat cepat dan berbalik menyerang Fang Ling dari bawah dengan kedua cakar di bagian depan.
Sebelum kedua cakar itu menyayat tubuhnya, Fang Ling dengan cepat menahan serangan itu dengan memiringkan tombaknya, tidak berhenti di situ macan air kembali menyerang Fang'Ling dengan kedua kakinya.
Dalam waktu bersamaan Fang Ling juga memukul perut macan air hingga membuat keduanya terjatuh dari udara membentur tanah dengan kuat, Fang Ling kembali bangkit tapi begitu dia berlari menghampiri tempat macan air terjatuh hewan itu sudah menghilang.
Fang Ling memusatkan Indra pendengarnya dan dapat merasakan deraman macan air yang berada di atas pohon di belakangnya, Secara bersamaan macan air melompat dan menerkam Fang Ling namun serangan itu selalu dapat di tahan dengan sangat baik.
"Langkah angin"
Fang Ling bergerak dengan sangat cepat berlari ke arah macan air yang berada di depannya, tidak mau kalah macan itu berubah menjadi bayang hitam dan berlari ke arah Fang Ling dan saat keduanya berbenturan tercipta ledakan kuat.
Akibat ledakan dua energi yang berbenturan area ledakan itu membuat lobang kawah cukup besar, di dalam kawah Fang Ling melakukan beberapa gerakan menyerang kepada macan air yang juga menyerang sekaligus mampu menahan serangan Fang Ling.
Akibat benturan dari serangan Fang Ling dan macan air menciptakan angin tajam yang memotong apapun di dekatnya, di saat sudah melakukan gerakan ke seratus kalinya Fang Ling melakukan gerakan vertikal menggunakan tombak alhasil membuat macan air terpaksa mundur untuk menghindar dari serangan itu.
"Tombak naga"
Fang Ling melompat dan melakukan gerakan menusuk ke arah macan air, saat ujung tombak hampir mengenai macan air dalam satu kali hembusan nafas macan itu menghilang dan membuat serangan Fang Ling mengenai tanah sebelum meledak.
__ADS_1
Dari belakang macan air yang memiliki ukuran seperti macan biasa pada umumnya bergerak memutari Fang Ling, sangking cepatnya Fang Ling hanya dapat melihat sebuah bayangan hitam yang mengelilingi tubuhnya.
Perlahan udara di area Fang Ling menipis akibat gerakan macan air yang bisa menekan hukum gravitasi dan mampu membuat sebuah area tidak beroksigen, di dalam area itu Fang Ling tersungkur dengan kedua lutut menyentuh tanah.
Fang Ling kembali bangkit dengan bantuan tombaknya saat akan mencoba untuk melompat tubuh Fang Ling yang berada di atas udara terjerembab Kembali ke tanah, itu semua di sebabkan area gravitasi buatan macan air yang sangat berat bahkan seperti memikul sepuluh gajah di punggung.
Dengan keadaan terbaring tulang-tulang Fang Ling mulai patah dan dengan cepat meregenerasi kembali namun akan kembali patah dan kembali meregenerasi, dengan sekuat tenaga Fang Ling berusaha berdiri dengan kedua kali kakinya.
Walaupun mampu meregenerasi luka dengan sangat cepat Fang Ling tetap tidak di untungkan dari itu, karena semakin banyak dirinya melakukan regenerasi akan cepat habis tenaga yang di milikinya.
Sebelum kehabisan tenaga Fang Ling mengeluarkan semua kemampuannya menggunakan energi kristal hiu yang hanya tersisa sedikit di lautan dantian milikinya, Fang Ling mengumpulkan energi itu di seluruh bagian tubuhnya dan saat energi itu berada pada puncaknya, Fang Ling memukul tanah dengan kuat.
Alhasil akibat pukulan Fang Ling tanah menjadi bergelombang dan bergetar hebat membuat siluman macan air yang berlari terjerembab, dengan cepat Fang Ling melompat dan menghunuskan tombaknya ke arah jantung macan air yang masih terbaring di tanah.
Dengan sangat cepat macan air menghilang menjadi bayangan hitam alhasil tombak Fang Ling Kembali mengenai tanah, dari belakang macan air menerkam Fang Ling namun gerakannya sudah terbaca dan dengan gerakan lebih cepat Fang Ling memutar tombaknya.
Harus Fang Ling akui jika macan air adalah lawan yang sangat tangguh bahkan dia mampu mengelak dari semua serangan Fang Ling, bahkan dia juga mampu menyerang dengan sangat akurat membuat Fang Ling yang sudah hidup ribuan tahun merasa kewalahan.
Tidak mau bertarung lebih lama lagi Fang Ling bergerak cepat dan menyerang macan air dengan tombaknya, gerakan demi gerakan keduanya lakukan untuk membuat salah satu dari mereka terluka namun setelah masuk ke gerakan ke dua ratus keduanya melompat ke belakang dengan nafas terputus-putus.
Fang Ling yang berjarak cukup jauh mencoba untuk mengatur nafasnya begitu juga dengan macan air yang terlihat mulai kelelahan di tandai dengan gerakannya yang sudah mulai menurun, dapat di pastikan keadaan keduanya sama-sama tidak menguntungkan.
Dengan keadaan fisik yang sama-sama kelelahan Fang Ling dan macan air berlari ke arah satu sama lain, mereka beradu kekuatan dan menciptakan sebuah ledakan besar begitu keduanya bertabrakan. Dengan tombaknya Fang Ling menahan dua kaki bagian depan macan air, terlihat keduanya saling mendorong untuk menjatuhkan.
Melihat celah cukup besar di bagian perut macan air Fang Ling mengeluarkan sebilah pedang dari udara kosong dan mengambilnya dengan tangan kanan, dengan cepat Fang Ling menebas perut macan air tapi dirinya juga terkenal cakaran macan air di bagian dada.
Fang Ling dan macan air melompat mundur, luka-luka yang ada di tubuh Fang Ling tidak lagi bisa meregenerasi karena kehabisan tenaga, sedangakan serangan yang di lancarkan macan air memiliki racun mematikan.
Sama seperti Fang Ling macan air juga terluka parah apalagi Fang Ling menyerangnya di bagian vital sehingga membuat organ dalamnya juga ikut terluka, sedangakan dirinya tidak memiliki kemampuan untuk meregenerasi luka seperti Fang Ling.
__ADS_1
Tubuh Fang Ling mulai menghijau terutama di bagian dadanya yang tercakar, terlihat racun itu dengan sangat cepat berkerja jika berada di dalam tubuh manusia, dengan sisa-sisa kekuatannya Fang Ling menggunakan langkah angin dan secara tiba-tiba muncul di belakang siluman macan air.
Dengan cepat Fang Ling menebas kepala macan air hingga terpenggal seutuhnya, dengan tubuh yang mulai mati rasa Fang Ling tersungkur di samping mayat macan air dengan pandangan yang mulai buram, melihat Xiao Qing dan Xiao Bai yang mulai sekarat Fang Ling mencoba merangkak ke arah mereka.
Jarak Xiao Qing dan Xiao Bai yang cukup jauh membuat Fang Ling berhenti sebentar sebelum kembali merangkak, saat terpaut beberapa meter dari kedua gadis itu Fang Ling mulai kehilangan kesadarannya, untuk membuatnya tetap sadar Fang Ling mengeluarkan sebuah batu dari udara kosong dan menusuk pahanya dengan menggunakan batu itu.
Setelah kembali sadar Fang Ling merangkak dan menyayat urat nadinya untuk mengeluarkan darah kaisar naga yang hanya cukup untuk Xiao Qing dan Xiao Bai, dengan cepat Fang Ling memasukan tetesan darah itu ke dalam mulut Xiao Qing dan Xiao Bai sebelum dirinya kehilangan kesadaran.
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang immortal
Bersambung.....
__ADS_1