Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Ah Bai vs siluman ular


__ADS_3

Seakan detik waktu berhenti, Fang Ling sama sekali tidak bernafas saat ular berukuran besar itu masih saja berenang di area perahunya yang mulai terombang ambing, akibat bersentuhan dengan tubuh ular tersebut.


Dengan jantung yang terus berdetak kencang, Fang Ling memeluk Ah Bai agar tidak melakukan gerakan tiba-tiba yang bisa mancing ular itu kembali.


Di saat ular itu sudah berada cukup jauh dari perahu, Fang Ling langsung menarik nafas dalam-dalam setelah beberapa saat tidak bernafas sama sekali, Ah Bai yang tidak tau apa yang sedang terjadi mengerang cukup kuat.


"Shht, Ah Bai jangan bersuara atau kita akan....


Di saat akan mulai memberi tau tentang apa yang terjadi kepada Ah Bai, Secara mengejutkan ular besar itu menatap Fang Ling dengan tubuhnya yang sangat besar karena mendengar suara Ah Bai.


"Sial ! Fang Ling meletakan Ah Bai di dalam perahu dan dirinya menutup bagian atas perahu itu, membuat sebuah tempat untuk bertijak yang cukup luas.


Dengan tatapan tajam Fang Ling membalas tatapan ular di hadapannya yang seakan dialah yang paling kuat, wajahnya yang begitu besar begitu menantikan Fang Ling untuk menyerah.


Karena Ah Bai berposisi di dalam perahu yang tertutup rapat, Fang Ling dapat bertarung walupun tidak yakin mampu menang, tapi ia memilih untuk berusaha sebelum mengetahui mampu atau tidaknya ia dalam bertahan hidup.


"Majulah, aku akan melayani mu"


Ular itu mengeluarkan suara deritan dari mulutnya sebelum menerkam tubuh Fang'Ling, berniat untuk memakan tubuhnya secara utuh dalam satu serangan cepat.


"Pukulan penghancur bintang !


Sebelum sempat di terkam ular itu, Fang'Ling mundur beberapa langkah dan mengepal tangannya kuat-kuat sebelum melepaskan sebuah pukulan kuat yang tertuju pada taring ular tersebut.


Dalam satu pukulan ular itu sudah terhuyung dengan salah satu taring patah akibat pukulan Fang Ling, merasa sangat murka siluman ular itu mengibaskan ekornya yang besar ke arah Fang Ling.


Dengan tumpuhan berupa bagian perahu yang mempunyai diameter cukup lebar, Fang Ling berhasil mengelak dari serangan tersebut dengan menggunakan kemampuannya dalam menghindar.


"Seorang dewa tidak pernah sekalipun bergantung dengan kekuatan mereka dari lahir, melainkan mereka berlatih dengan sekuat tenaga dan membuat semua pukulan mereka dapat menghancurkan langit dan bintang, itulah seorang dewa sejati !


"Langkah angin,"

__ADS_1


Fang Ling bergerak dan ke satu sisi perahu memancing ular itu untuk kembali menyerangnya dengan menggunakan ekor, Fang Ling melompat dan berjalan di atas ekor itu menuju ke bagian kepala siluman ular itu.


"Tapak penghancur !


Di saat jaraknya dengan bagian kepala ular itu hanya di pisahkan beberapa meter, Fang Ling mengeluarkan sebuah kemampuan tapak yang membuat sebuah hembusan angin berbentuk tapak tangan menghantam wajah ular itu.


"Langkah angin"


Dengan cepat Fang Ling berlari dan melompat kembali ke atas perahu saat ular itu terjatuh, akibat seni beladiri nya yang hanya mengandalkan kemampuan tubuhnya yang sudah di tempah.


Blaarrr


Air dari rawa itu meledak hingga menciptakan hujan kecil dan kembali menghilang saat siluman ular kembali bangkit, dengan wajah yang sudah penuh dengan luka akibat serangan Fang Ling.


Ular itu mederam dengan memperlihatkan satu taringnya yang sangat ingin memakan tubuh Fang Ling. Melihat hal itu Fang Ling tersenyum kecil dan mengeluarkan rayap beracun yang di simpan nya.


Rayap itu di letakan di sekujur tangan kanannya, hingga membuat lengan tangan itu menjadi merah dan kebiruan, yang menandakan jika racun dari rayap itu sudah menyebar ke tubuhnya.


Racun rayap itu sempat mengenai organ tubuhnya sendiri karena siluman ular tidak langsung memakannya, membuat Fang Ling langsung saja terhuyung dan terjatuh di atas perahunya.


Terlihat setelah memakan tangan kanan Fang Ling yang sudah di penuhi dengan racun yang sangat berbahaya, siluman ular itu menghentak tubuhnya sendiri karena merasakan rasa sakit.


Tubuh Fang Ling yang hanya manusia biasa tidak mampu menahan racun itu, alhasil perlahan tubuhnya retak dan memancarkan energi kebiruan yang merupakan energi kehidupannya sendiri.


"Ukhh, uhuk," Beberapakali Fang Ling memutahkan darah dari mulutnya akibat racun yang terus mendominasi tubuhnya.


Di saat tubuhnya hampir saja mati, Fang'Ling mengeluarkan kapak batu dari dalam cincin dimensi dan melukai tubuhnya yang sudah terkena racun, agar darah yang keluar dari tubuhnya Keluar secara bersamaan.


"Hampir saja, jika tidak cepat aku akan mati,"Ucap Fang Ling dengan wajah pucat dan luka yang di buatnya dengan sengaja mengeluarkan darah kehitaman.


Disaat Fang Ling berpikir jika siluman itu sudah mati, hal yang mengejutkan pun terjadi. Area perahunya terombang ambing akibat air yang terus meledak-ledak di karenakan siluman ular itu kembali bangkit dengan bagian wajah meleleh akibat racun dari rayap yang di konsumsinya.

__ADS_1


"Sial, bagaimana ini," Dengan wajah pucat nya, Fang Ling sangat terkejut melihat siluman ular itu mampu bangkit kembali walaupun setengah tubuhnya terluka parah, bahkan meleleh.


Di saat ular itu mendekat ia membuka matanya lebar-lebar, dari dalam lambung perahu Ah Bai keluar dengan paksa saat merasa jika tuannya sedang berada dalam masalah.


"geerrr geerr !


"Ah Bai kembalilah masuk ke dalam, kau akan mati jika berada di sini lebih lama lagi,"Kata Fang Ling lemah.


Tidak mendengar perkataan Fang Ling, Ah Bai terus mengaung ke arah siluman ular di hadapannya, bahkan ukuran Fang Ling saja sudah begitu kecil di mata siluman tersebut, ia hanya menatap Ah Bai dengan matanya yang memerah.


Braaaaak


Tidak mau memakan hewan kecil yang tidak akan membuatnya merasa kenyang, siluman ular menyerang Ah Bai dengan ekornya membuat Ah Bai yang menerima serangan itu terhempas hingga hampir terjatuh dari perahu.


Di saat Ah Bai terungkup dan tidak sadarkan diri karena mendapatkan pukulan yang sangat keras, siluman ular berenang dan mendekati Fang Ling dengan membuka mulutnya.


Di saat ular itu hampir melahap tubuh Fang Ling, Ah Bai kembali datang dan mengaung ke arah ular itu, sambil menggigitnya dengan sekuat tenaga walaupun tidak berefek apapun pada siluman ular tersebut.


Untuk kedua kalinya tubuh Ah Bai terhempas cukup kuat akibat dorongan dari siluman ular, yang membuatnya benar-benar sudah tidak mampu berdiri.


Di saat akan kehilangan kesadarannya, Fang Ling menusuk jantungnya sendiri sehingga membuat cahaya kehijauan yang merupakan energi kehidupannya keluar, dan masuk ke dalam tubuh Ah Bai.


"Ah Bai, hanya itu yang dapat aku lakukan, hidup dan mati kita tergantung dari mu,"Setelah menyelesaikan kata-katanya, Fang Ling pingsan tidak sadarkan diri.


Energi kehidupan Fang Ling yang sangat besar perlahan mempengaruhi tubuh Ah Bai, seluruh bagian tubuhnya berubah menjadi putih dan hitam, tidak sampai di situ tubuhnya mengalami perubahan besar.


Secara serempak tubuh Ah Bai membesar hingga berukuran sama dengan siluman di depannya, ia berdiri dengan kedua kakinya dan langsung saja menerkam ular itu dan menghempasnya ke air.



Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2