
Pasukan aliran hitam nampak sedikit gentar, mereka semua terdiam.
Wing Muchien terlihat paling kesal, kini dia kehilangan satu jendral di tingkat setengah abadi.
Tapi bukan itu saja yang membuat Wing Muchien marah, dia juga merasa di permalukan.
"Ku anggap tadi itu kebetulan, tuan putri ! bagaimana jika kita ulang..aku akan mengirim dua jendral lagi untuk bertarung ?!
"Kau ini terlalu congkak, bahkan tidak mau mengaku kalah...Jika itu mau mu aku akan layani,"
Sempat kesal Wing Muchien menggegam ganggang kursi dengan urat-urat wajah bermunculan.
Dia melirik dua jendral nya yang berada pada barisan depan.
Kedua jendral itu tersenyum lebar seolah tau akan menang, merekapun memacu kuda ke tengah area pertarungan.
Di sisi lain Shin Hye nampak sedang memperhatikan lawannya, beberapa saat kemudian dia memutuskan untuk maju sendirian.
"Apa tidak apa-apa anda maju sendirian, tetua Shin ?
Sin Yintian nampak khawatir, mengingat lawan Shin Hye berjumlah dua orang.
"Aku ini memang pakar obat, namun soal kemampuan..Putri tidak perlu mengkhawatirkan ku,"
Dengan tangan kosong tidak membawa apa-apa, Shin Hye berjalan ke tengah area pertarungan.
Hal ini membuat pasukan aliran hitam kebingungan, mereka berpikir jika Shin Hye sedang mencari mati.
Mengingat lawan pria sepuh itu adalah dua orang di tingkat setengah abadi, membuat hal ini menjadi lelucon bagi aliran hitam.
"Apa yang akan di lakukan pria tua itu ? memotong janggutnya ??"
Dengan pandangan merendahkan, Wing Muchien memperhatikan Shin Hye sambil tersenyum mengejek.
Hal ini membuat orang-orang tertawa, namun Shin Hye tidak mempermasalahkan hal itu. Dia terus berjalan hingga berjarak dua meter di hadapan lawannya.
"Hahahaha, saudara Lihatlah...lawan kita kali ini adalah kakek tua ini"
"Aku sudah tidak sabar mengiris lehernya dengan pedang ini"
Kedua lawan Shin Hye memiliki perawakan tinggi dan bertubuh besar, serta berwajah seperti penjahat.
Keduanya menggegam sebilah pedang berwarna hitam, tatapan mereka nampak merendahkan Shin Hye.
Berbeda dengan lawannya, Shin Hye terlihat santai sambil tersenyum kecil dengan mata tertutup.
"Tidak imbang jika kalian bertarung dengan menggunakan kuda, sedangakan aku berjalan,"
Kedua lawan Shin Hye saling memandang, kemudian mereka kembali melirik Shin Hye sambil tertawa mengejek.
"Lalu apa kau berharap jika kami turun dari kuda ini ?"
Kata seorang pria, sambil tertawa.
"Tidak...Kuda kalian akan mati"
Shin Hye tetap tersenyum khas.
"Apa.....
Belum sempat berkata-kata, kedua lawan Shin Hye di kejutkan dengan ledakan energi besar dari tubuh pria sepuh itu.
__ADS_1
Hawa intimidasi berwarna merah keluar dari tubuh Shin Hye, energi itu semakin lama semakin membesar.
Akibat dari energi intimidasi itu hawa mengerikan terpancar hingga dapat di rasakan semua orang.
Efek sesak nafas dan tubuh berat segera di rasakan orang-orang aliran hitam, sedangakan aliran putih tidak merasakan efek tersebut.
Bagi yang berada di tingkat pembentukan Jiwa kebawah mereka tidak akan bisa bernafas untuk sesaat.
Di saat semua bawahannya kesakitan menahan hawa intimidasi dari Shin Hye, hanya Wing Muchien yang terlihat masih duduk santai.
Bahkan hawa itu mampu menekan hewan alpha mengerang kesakitan dengan energi yang perlahan semakin melemah.
"Jatuh"
Kata Singkat dari Shin Hye berdenging di telinga semua orang, kuda yang di tunggangi kedua lawannya segera tumbang.
Terlihat kuda itu mati dengan otak hancur akibat tekanan dari energi intimidasi.
Kedua lawan Shin Hye terlihat gentar, mereka buru-buru berdiri dengan menarik pedang yang tersarung di pinggang.
"Boleh juga kau kakek tua, tapi kami memiliki perlawanan yang akan membunuhmu,"
Salah seorang lawan Shin Hye segera bergerak maju dengan di susul temannya dari samping.
Dua tebasan beruntun mengarah pada Shin Hye. Namun dengan santai pria sepuh itu menangkal serangan lawannya dengan tangan kosong.
Tidak hanya menangkal serangan yang datang, pukulan Shin Hye mampu membuat kedua lawanya beberapa kali mundur.
Bahkan belum lama kemudian lawan Shin Hye terlihat mulai kelelahan, keringat dingin mulai bercucuran di wajah mereka berdua.
"Ada apa ? ayo kemari,"
Shin Hye meletakan tangan kirinya di belakang punggung dengan posisi kaki tidak sejajar, dia menggunakan tangan kanannya untuk bertarung.
"Tanah tinggi"
Salah seorang dari mereka tiba-tiba berhenti, dia berlutut dan menghentak tanah dengan kedua tangannya.
Dari bawah kaki Shin Hye, keluar sebuah tanah runcing yang menjulang tinggi hingga membawanya ke atas ketinggian di ujung tanah itu.
Di atas ujung tanah itu Shin Hye berdiri tegak seolah mampu melawan hukum gravitasi.
"Tahan tanah ini untuk sesaat, aku akan maju melawan pria itu,"
Setelah mengatakan itu, satu orang yang tersisa langsung berlari ke atas dengan sangat cepat.
Diluar dugaan pria itu mampu berlari cepat di atas tanah menjulang, ia segera menebas pedangnya.
Sebuah energi tidak terlihat mengarah ke arah Shin Hye, dapat di pastikan lawannya itu menggunakan elemen angin.
Karena terlalu lambat menyadari serangan yang datang ke arahnya, alhasil pipi Shin Hye sedikit tergores.
Dia kemudian di kejutkan dengan kedatangan lawannya yang tiba-tiba sudah berada di depannya.
"Tapak mengguncang dunia !
Shin Hye melakukan serangan tapak ke arah lawanya, serangan itu menciptakan ledakan besar.
Boooooom
"Kurang hajar kau kakek tua"
__ADS_1
Ledakan itu menghancurkan tanah tinggi dan membuat lawan Shin Hye terpental jatuh ke bawah.
Dengan santai tanpa mengotori pakaiannya, Shin Hye mendarat seolah tubuhnya seperti bulu.
Karena temanya yang menggunakan elemen angin sedang terluka, pendekar lain yang menggunakan elemen tanah bergerak maju.
Tanpa menggunakan pedangnya, pria itu menghentak tanah dengan kaki hingga menimbulkan ratusan tanah runcing.
Ratusan tanah runcing itu secara random muncul di bawah Shin Hye.
Dengan mudah Shin Hye melompat tinggi, walaupun tidak mengeluarkan banyak tenaga, pikiran tenang Shin Hye lebih efektif untuk menghalau semua tanah runcing di bawah.
"Ada kalanya kita harus bertarung menggunakan otak, jika hanya mengandalkan tenaga kau hanya akan membuat ku semakin unggul,"
Kata Shin Hye dengan tubuh melayang di atas udara, di tingkat saat ini Shin Hye mampu melayang tanpa menggunakan alat pendukung.
Untuk melayang di atas udara seperti yang di lakukan Shin Hye, harus memiliki tenaga dalam yang sangat banyak.
Bahkan hal ini cukup membuat kedua lawanya nampak gentar, namun lebih dari itu.
Mereka berdua sudah mulai kelelahan, apalagi pria pengguna elemen angin sudah terluka cukup parah di bagian dadanya.
Di atas langit Shin Hye terlihat menarik nafas dalam, diapun menciptakan sebilah pedang energi.
"Ya sepertinya waktu kalian berdua sudah tidak lama lagi,"
Dengan gerakan yang sangat amat cepat, Shin Hye bergerak ke arah lawan-lawannya.
Praakk
Braaaakkkkk
Dua kali dentuman keras terdengar begitu pedang Shin Hye menebas dua pedang lawanya.
Terlihat raut keterkejutan di kedua wajah lawan Shin Hye, mereka berdua tidak menyangka jika pria sepuh di hadapan mereka sudah sangat tinggi.
Sringgg
Secara tiba-tiba Shin Hye menghilang dari padangan lawannya, dia kembali muncul di belakang dan menebas kepala seorang lawannya.
Hanya dalam jangka waktu beberapa detik seorang pengguna elemen angin tewas dengan kepala tergeletak di tanah.
"Apa ! Jangan menghilang kau !!
Pria pengguna elemen tanah menoleh kebelakang begitu baru sadar temannya sudah mati.
Namun Shin Hye sudah tidak berada di tempat itu, diapun menoleh ke sekelilingnya namun tidak menemukan pria sepuh itu.
"Mencari ku ?
Dari atas kepala lawannya, Shin Hye tersenyum khas. Dia menebas kepala pria itu hingga terpenggal.
lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
__ADS_1
Bersambung....