
Su Yulan memandangi Mu Yang yang sudah berjalan cukup jauh di depan dengan perasaan heran.
"Kau mengenalnya, Ling'er ?"Su Yulan mengambil eskrim yang di berikan Fang Ling kepadanya, sambil masih melihat ke arah Mu Yang.
"Dia adalah anak dari Patriack Mu Tong, jangan heran jika aku dan gadis itu saling mengenal karena aku telah lebih dulu mengenal ayahnya,"
Sambil menjilati eskrim, Su Yulan memandang mata Fang Ling seolah-olah ingin mencari kejanggalan."Aku tidak mempermasalahkan hal itu, tapi apa kalian berdua sering bertemu ?"
"Ha ? Memang bisa di katakan kami lumayan sering bertemu, itupun dia yang mendatangi ku dan tidak jarang juga aku menemukannya karena ingin bertemu dengan Patriack Mu Tong,"
Su Yulan menatap mata Fang Ling lebih dalam seolah ingin melihat isi pikirannya."Apa kau yakin ?"
"Tentu saja aku yakin, apa kau cemburu ? Karena kulihat Lan'er selalu marah saat aku dekat dengan perempuan lain,"
Fang Ling mendapatkan pukulan kecil di perutnya dari Su Yulan, gadis itu mendengus kesal."Tentu saja aku cemburu, memangnya aku ini siapa di matamu,"
"Benar juga, bagaimana kita kembali ke kerajaan. Aku juga ada urusan kecil dengan Sin Yintian,"
"Maaf aku tidak dapat menemani mu kali ini, adik-adik sudah mulai mengantuk. Mungkin karena mereka lelah, jadi setelah sampai di kerajaan aku akan langsung pulang saja,"
Fang Ling terdiam sejenak, dia menatap Su Luo dan Su Liang yang berdiri di bawah. Keduanya terlihat sudah mengantuk dengan wajah di penuhi sisa eskrim yang menempel.
"Baiklah, setelah urusan ku selesai aku akan menyusul mu ke rumah,"
Seketika wajah Su Yulan memerah, sifatnya yang pemarah tiba-tiba lenyap seolah tidak pernah ada dan kini berubah menjadi gadis lugu pemalu.
"Se-seterah kau saja, sekarang cepat buat portalnya, adik-adik sudah mulai tidur,"Su'Yulan berjongkok dan menggendong Su liang, sementara itu Fang Ling menggendong Su Luo, kedua anak kecil itu terlihat sudah tidur lelap karena kelelahan bermain seharian.
__ADS_1
Fang Ling merasa tidak ingin membuat orang terkejut dengan membuat portal di tempat ramai itu, diapun kemudian mengajak Su Yulan terbang terlebih dahulu. Setelah lumayan jauh, barulah Fang Ling membuat portal.
Setelah membuat beberapa portal akhirnya Fang Ling dan Su Yulan kembali sampai di halaman istana kerajaan. Karena kedua adik kembar Su Yulan telah tidur, Fang Ling dan Su Yulan mengambil kesempatan itu untuk berciuma* dengan penuh rasa cinta yang membara.
Beberapa menit kemudian barulah Fang Ling dan Su Yulan menghentikan kegiatan itu, keduanya saling bertatapan dengan wajah sama-sama merah.
"Aku akan segera menyelesaikan urusan di sini, setelahnya aku akan segera pulang. Jadi Lan'er kau jangan tidur dulu, tunggu aku pulang,"
Karena malu sekaligus sadar dengan kemampuan Fang Ling yang meminta ronde kedua, Su Yulan hanya mengangguk dan menggendong kedua adiknya.
Tanpa basa-basi karena ada kehangatan yang menunggu setelah masalah di kerajaan selesai, Fang Ling langsung membuat portal untuk di gunakan Su Yulan kembali ke rumahnya.
Su Yulan pun berjalan memasuki portal hingga tak terlihat lagi saat portal itu Fang Ling tutup, Kemudian Fang Ling segera berjalan memasuki istana untuk menemui Sin Yintian dan membicarakan hal mengenai uang kompensasi bagi prajurit yang telah gugur.
Di dalam cincin dimensi Fang Ling terdapat tumbukan keping emas yang di ambilnya saat berkunjung ke benteng Wing Muchien. Tidak jelas berapa jumlah pasti koin emas itu, yang pasti jumlah mereka sangatlah banyak hingga menggunung.
Di aula utama kerajaan seperti biasa tempat itu selalu ramai di lalui orang-orang karena memang tempat itu adalah jalan utama menuju ke berbagai lokasi mencangup kerajaan.
Ternyata semenjak Sin Yintian terbebas dari penyakitnya, banyak orang-orang berlalu lalang di area kediamannya tidak seperti saat Fang Ling pertama kali pergi ke tempat itu.
Walau samar-samar ternyata hawa kehadiran Su Ming dan pastinya guru Luo Tang masih dapat Gang Kecil rasakan, bahkan dia juga dapat merasa jika Shin Hye sudah mulai akrab dengan Luo Tang.
"Kenapa Patriack Su Ming tidak kembali ke kediamannya setelah beberapa hari terakhir, apa dia tidak memikirkan keadaan orang-orang di sektenya. Tapi pertemuan mereka dengan Shin Hye cukup meringankan beban ku, dengan begitu guru dapat akrab dengan Shin Hye tanpa harus menunggu waktu lama,"
"Kurasa setelah ini aku dapat meminta bantuan kepada Shin Hye untuk mengobati penyakit guru, dengan begitu aku bisa tenang menghadapi masalah yang akan datang kedepannya,"
Selama berjalan menuju ke kediaman Sin Yintian, Fang Ling terus bergumam di dalam batin. Hingga saat pintu Kediaman Sin Yintian mulai terlihat, Fang Ling mempercepat langkahnya.
__ADS_1
"Aneh, kenapa kediaman sang putri seperti Sin Yintian tidak di jaga oleh satupun penjaga sama sekali."Fang Ling terlihat terkejut, dia menganggap hal ini adalah tindakan ceroboh karena kediaman sang putri tidak di jaga sama sekali.
Karena itu pula Fang Ling dapat masuk ke kediaman Sin Yintian dengan mudah, tentunya Fang Ling mengetuk pintu terlebih dahulu untuk meminta ijin sebelum masuk.
"Siapa di luar sana ?"Dari dalam kediaman Sin Yintian terdengar suara seorang wanita, suara itu bernada lembut tapi juga sedikit tegas.
"Tuan putri, hamba adalah Fang Ling. Kedatanganku kali ini untuk membahasa sesuatu dengan putri,"Kata Fang Ling mencoba untuk sesopan mungkin, mengingat Sin Yintian sekarang adalah seorang pemimpin benua.
Awalannya tidak terdengar suara dari dalam Kediaman Sin Yintian, hingga pintu yang tertutup rapat di hadapan Fang Ling mulai terbuka dan perlahan memperlihatkan sesosok seorang perempuan.
"Ka-kau...
Mata Fang Ling melebar, hidungnya mengucur deras darah segar melihat pemandangan gila di hadapannya. Pasalnya di hadapan Fang Ling, ibu Sin Yintian berdiri hanya dengan menggunakan pakaian tidur tipis bahkan pakaian itu malah membuat lekuk tubuhnya terlihat dengan jelas.
Pesona Mi*lf di hadapan Fang Ling benar-benar membuat adik kecilnya yang bernama kuli terbangun.
"Sial... Apa-apaan keadaan seperti ini, apa mungkin ibu Sin Yintian sengaja melakukan ini."Batin Fang Ling, kini pikirannya tidak karuan, Fang Ling tau jika ibu Sin Yintian menyukainya namun Fang Ling tetap pada pendiriannya yang hanya menyukai gadis seperti ketiga pasangannya.
Fang Ling segera memalingkan wajahnya ke kanan,"Ma-maaf ratu jika perkataan ku sedikit tidak sopan, apa menurut anda sopan jika orang tinggi sepertimu berpenampilan seperti ini di hadapan seorang rendahan sepertiku,"
"Namaku, Sin Iyuan. Jika kau tidak keberatan silakan masuk ke dalam, di luar dingin aku akan membuatkan mu secangkir coklat hangat."Sin Iyuan nampak tidak menggubris perkataan Fang Ling mengenai penampilannya, malahan ia terlihat sedikit meliuk hingga membuat hasrat Fang Ling semakin memuncak.
"Jika begini terus aku tidak akan sanggup menahannya, tidak ada pilihan lain selain menggunakan form naga kegelapan agar nafsu ini hilang,"Batin Fang Ling.
Awalnya Sin Iyuan sempat mengira jika Fang Ling akan menolak karena tau betul kekuatan iman pemuda itu, namun hal yang tidak terduga terjadi tatkala Fang Ling bersedia masuk ke kediamannya.
Seketika hasrat yang telah lama terpendam Sin Iyuan kembali bergejolaknya, ia sudah lama membutuhkan seorang pejantan perkasa untuk memuaskan sesuatu yang pribadi baginya.
__ADS_1
"Ah...Sudah lama sekali, lebih dalam..."
Bersambung.....