Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Pengawas laut pasir


__ADS_3

Note : Biasakan like sebelum baca


Mata Fixie melotot serta mulutnya melebar melihat kapal yang di sewa Fang'Ling ternyata adalah kapal bajak laut yang ukurannya tidak terlalu besar..Awak kapal itu hanya ada lima orang, tidak tau siapa saja mereka yang jelas perjalanan akan menjadi sangat aneh.


"Apa tidak ada kapal lain yang bisa mengantar kita ke kota mikaze, tuan..Kapal ini terlalu jelek dan nampak sudah tua, aku tidak mau menaikinya."


Fixie melipat tangan di depan dada sambil mengembungkan pipi agar nampak marah di mata Fang Ling, meskipun sebenarnya dia hanya sedang berpura-pura saja.


"Jangan begitu nona, tidak ada kapal lain yang berani mengantar kalian ke tempat berbahaya seperti kota Mikaze..Meski terlihat sudah tua, kapal ini satu-satunya kapal yang mampu bertahan dari ganasnya gelombang pasir di area tersebut."


Seorang pria muda dengan topi jerami di kepalanya berkata, dia berdiri di anjungan kapal seraya menatap Fang Ling dan Fixie secara bergiliran.


Fixie melangkah semakin dekat dengan Fang Ling, iapun berbisik."Siapa pria itu,tuan..?


"Xie Xie, dia adalah pemilik kapal ini..Namanya Lutfi, aku tidak terlalu mengenalnya tetapi kurasa dia adalah orang yang baik."


Lutfi tersenyum dari bayang topi jerami miliknya, diapun melompat tinggi dan mendarat tepat beberapa kaki di depan Fang Ling dan Fixie.


Merasa takut Fixie semakin mendekati tubuhnya ke dekat Fang Ling, diluar dugaan. Fang Ling bereaksi dengan memeluk setengah tubuhnya meski tidak terlalu menyentuh tetapi hal itu cukup membuat Fixie senang.


"Jangan takut seperti itu, sepertinya umur kita tidak terpaut terlalu jauh..Kurasa kalian berdua sudah tau siapa aku, sekarang ayo naik ke kapal. Aku akan memperkenalkan kalian dengan teman-temanku."


Lutfi menuntun Fang Ling dan Fixie untuk naik ke atas kapal, sementara Fixie masih dalam keadaan di peluk sebelah tangan oleh Fang Ling.


"Nama kapal ini adalah meriy, kalian akan sangat berterimakasih dengan kapal ini nantinya..Pria itu bernama Haruda, dia adalah tangan kananku di kapal ini, memiliki kemampuan tiga pedang yang lumayan hebat."


Lutfi memperkenalkan awak kapal pertamanya yang bernama Haruda, pria ini memiliki wajah sangar, berambut hitam serta selalu membawa tiga pedang di samping pinggang.


"Pria berhidung panjang itu bernama Arlon, dia adalah tangan kiri ku dan sangat hebat dalam melawak..Tetapi kemampuannya dalam memanah tidak bisa kalian remehkan."


Kemudian Lutfi memperkenalkan awak keduanya yang bernama Arlon, pria ini memiliki perawakan lucu dengan hidung panjanh-nya..Membawa satu busur panah di punggung, dia juga selalu mengumbar senyum pada Fixie.


"Ini adalah Fumi, dia adalah tukang masak di atas kapal ini, tetapi kemampuan tendangan-nya sangat berbahaya.. Kemampuan itu membuat dia berada pada tingkat yang sama dengan Haruda, jika di ukur dalam kemampuan."


Awak kedua bernama Fumi, berambut kuncir kuda berwana kemerahan dengan alis yang lumayan panjang dan melengkung..Pria ini berdiri di atas dek kapal, menggunakan pakaian putih khas koki masak.

__ADS_1


" Awak terkahir adalah gadis itu, dia adik ku, namanya Nano, dia juru navigator di kapal ini.. Karena dialah, kami tidak pernah kesulitan dan tersesat begitu di hadapankan oleh jalan berbahaya."


Nano melambai ke arah Fang Ling, tetapi pria itu tidak sadar karena sibuk melihat-lihat isi kapal tersebut..Iapun kebingungan, sebab Lutfi hanya mengatakan empat orang awak saja.


"Awak terkahir..? Lalu dimana awak ke lima..?"Tanya Fang Ling.


Lutfi berbalik dan menatap Fang Ling serta tersenyum lebar,"Awak terkahir adalah aku sendiri..Namaku Lutfi, kapten di kapal ini."


Fang Ling mengangguk kecil,"Ternyata begitu..Lalu kapan kita akan berangkat..? Lebih cepat akan lebih baik, begitu juga dengan bayaran kalian."


Secepat kilat Nano menarik telinga Lutfi, diapun mengancam Lutfi agar lekas bergerak sekarang.. Karena Fang Ling menjanjikan uang yang banyak, jika bisa mengantarnya lebih cepat.


Akibat tekanan mental karena sudah di ancam oleh adik sendiri, Lutfi tidak ada pilihan lain selain menyuruh semua awak kapal untuk mulai melepaskan layar dan mulai bergerak.


"Naikan cangkar..Lepaskan layar, arah haluan ke arah timur..!


"Siap ! Kapten !


Seluruh awak kapal menjadi sangat kompak, mereka melakukan semua tugas yang berbeda.. Saat kapal mulai lepas dari tali yang mengikat ke dermaga, sekelompok orang tiba-tiba naik.


Bawahan perempuan itu berjumlah sepuluh orang laki-laki berbadan besar dan tinggi, mereka berjalan melewati Fang Ling dan Fixie begitu saja.. Saat salah satu prajurit hampir menabrak Fixie, Fang Ling segera menarik elf itu kebelakang.


"Siapa mereka..? Apa mereka juga mau pergi ke kota mikaze..?"


Fang Ling menggeleng,"Entahlah, mereka bukan urusan kita..Kita hanya perlu bersabar sebentar, hingga sampai ke tujuan."


Fixie hanya mengangguk pepan, lalu perhatiannya teralihkan oleh pemandangan hebat di depan anjungan kapal..Elf itupun berjalan pelan ke anjungan, sedangakan Fang Ling nampak mulai curiga dengan ada-nya sekelompok orang yang tiba-tiba naik ke kapal yang sama dengan-nya.


Sekelompok orang itu berjalan menghampiri Lutfi, saat baru sadar akan kedatangan orang-orang itu..Seluruh awak tidak terkecuali Lutfi, mereka semua nampak sangat terkejut dan tidak menduga-duga.


Pemimpin pasukan itu nampak sedang berbicara dengan Lutfi, karena jarak yang lumayan jauh..Fang Ling tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan, diapun memutuskan untuk tetap waspada karena Filing-nya mengatakan ada yang tidak beres dengan sekelompok orang tersebut.


'Arghhh, lapar sekali..'Gumam Fang Ling di dalam hatinya, diapun memutuskan untuk berjalan menghampiri Fixie yang sedang melihat-lihat di anjungan kapal..Tidak berselang lama, Lutfi juga menghampiri Fang Ling, dengan membawa sesuatu seperti peta di tangan-nya.


"Aku ingin kau menerima ini, kau tidak perlu membayar untuk perjalanan ini.."Sadar Fang Ling membutuhkan penjelasan, Lutfi hanya tersenyum penuh makna,"Setelah berada di tengah-tengah lautan nanti, kau akan mengerti..Mereka adalah pengawas laut pasir, kurasa kau tau apa yang mereka kerjakan."

__ADS_1


Akhirnya Fang Ling mengerti mengapa Lutfi memberikan sebuah peta kecil, Fang'Ling sedikit menoleh ke arah prajurit berseragam besi di belakang Lutfi..Lalu dia kembali menatap Lutfi seraya menerima pemberian pria muda itu.


"Jangan khawatir, aku akan memastikan semua awak kapal mu aman.."Fang Ling berbalik dan memperhatikan keadaan di depan,"Kau hanya perlu mengantar ku sejauh mungkin."


Sadar apa yang di katakan Fang Ling adalah sebuah kode, Lutfi tersenyum lalu berjalan meninggalkan tempat itu.


"Tunggu..Apa ada makanan..?"Tanya Fang'Ling dengan wajah datar, sementara Lutfi menghentikan langkah lalu menoleh ke arah-nya.


"Tentu saja, meski Fumi hanya koki di kapal kecil.. Masakannya tidak perlu di ragukan lagi, kuharap kau suka dengan banyak hidangan daging dan arak terbaik hasil jarahan kami."


Fang Ling sedikit mengangkat sudut bibir-nya, senyuman itu nyaris tidak terlihat."Tidak masalah.."


Lutfi kembali berbalik lalu berjalan ke dek kapal untuk mengatakan pesanan Fang Ling kepada sang juru masak..Juru masak itu menoleh sebentar ke arah Fang'Ling, diapun mengacungkan jempol seraya berjalan memasuki dek kapal.


"Tuan, aku lapar.."Fixie berkata manja, dia nampak mulai merasa mual sebab kapal yang di tumpangi sudah mulai begerak meninggalkan pelabuhan.


"Kau tidak perlu lagi makan bersamaku, bukan-nya tadi di kota Xie'Xie sudah makan cukup banyak..?"


"Tidak, itukan hanya makanan ringan..Aku masih lapar."Fixie semakin merengek.


Fang Ling memperhatikan leher Fixie,"Tunggu, bukankah itu adalah lipatan lemak..?


"Eh, apa aku segendut itu..?"Fixie menoleh ke arah lehernya, lalu dia kembali menatap Fang Ling dengan perasaan kesal karena sudah di olok-olok oleh-nya.


Seakan pura-pura tidak tau, Fang Ling menoleh pemandangan lautan pasir di depan seraya bersiul.. Terlanjur kesal Fixie memukul bahu Fang Ling, sesekali dia juga berteriak.


Tidak jauh di belakang, perempuan yang datang bersama dengan sepuluh orang bawahan-nya nampak memperhatikan Fang Ling dan Fixie dengan posisi bersender di sayap kanan kapal.


"Dasar ke-kanak-kanakan,"Gumam perempuan itu sinis, seraya menatap Fixie sambil melihat tangan di depan dada.


•Pendekar rajawali


•Legenda sang dewa naga


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2