
"Bukankah dengan menerima lamaran ini benua teratai perak akan terselamatkan, kita tidak lagi perlu berperang...Hal ini hanya akan menambah korban jiwa bagi pihak kerajaan,"
Sekujur tubuh petinggi Wun Ernian bergetar hebat, dia bersujud kepada sang putri dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya.
"Tuan putri, aku sendiri yang melihat bagaimana kesadisan aliran hitam dalam membunuh...Bahkan mereka tidak berkedip saat melakukan itu, seolah mereka melihat kita seperti hewan ternak yang tidak memiliki harga diri
"Sebanyak apapun pasukan yang di kerahkan, mereka akan tetap kembali dengan jumlah tidak sampai setengah saat pergi..Mereka terlalu kuat, hanya dengan lamaran ini kita bisa menghentikan peperangan ini,"
Mendengarkan rengekan putus asa petinggi Wun Ernian membuat sang putri menjadi semakin bingung, namun tidak bagi Shin Hye yang nampak merasa kesal.
"Kau merengek seperti sudah tidak ingat dengan umur, "Shin Hye berdiri dari temannya, dia berjalan menghampiri petinggi Wun Ernian yang masih dalam posisi bersujud.
"Seseorang pemuda yang aku kenal selalu menjadi pertanyaan bagi ku, jika sudah melangkah maju dia tidak akan pernah menoleh kebelakang...Jika sudah melakukan sesuatu, dia akan menyelesaikannya dengan cepat,"
"Petinggi Eenian, kau harus yakin dengan strategi ini...Peperangan ini akan berbeda dengan peperangan yang kau lakukan dengan sang raja.. Karena kali ini kita memiliki strategi,"
Dengan wajah pucat seolah mentalnya terganggu, Petinggi Wun Ernian berdiri dan menunjuk ke arah Shin Hye.
"Kau tidak mengerti ! di luar sana pasukan aliran hitam berjumlah ribuan.. Strategi sebagus apapun yang kita memiliki, tetap tidak akan bisa memenangkan peperangan ini,"
"Untuk menghentikan peperangan ini kita hanya perlu menikahkan sang putri, dengan begitu tidak ada lagi korban yang berjatuhan,"
Plaaakk
Tamparan keras mendarat di wajah Wun Ernian hingga gigi pria itu terlepas, dengan raut kesal Shin Hye mencekik leher pria itu.
"Lalu jika begitu, apa kau yakin jika aliran hitam akan menepati janjinya ? bagaimana jika sudah mendapatkan sang putri, mereka tetap menyerang kerajaan ini ?!
Petinggi Wun Ernian terdiam beberapa saat hingga kembali berkata,"Kita tak akan tau jika belum mencoba !
"Kau ini bodoh sekali, aku merasa jijik melihat seorang petinggi kerajaan berlutut untuk mengorbankan sang putri hanya untuk kepentingan pribadi..Kau tau ! seorang pemuda yang bukan berasal dari benua ini mati-matian untuk menolong kalian, tapi apa yang kau lakukan ? bermohon untuk hal yang tak jelas hanya untuk tetap hidup ?
"Jika aku menjadi dirimu, aku akan rela mati daripada harus di perintah oleh aliran hitam ! Lebih baik mati dalam perlawanan daripada harus mati sebagai pecundang !!
Urat-urat wajah Shin Hye bermunculan, dia merasa sangat kesal hingga tidak sadar telah melayangkan satu pukulan yang membuat petinggi Wun Ernian tergolek di lantai.
"Jika kau memang tidak mau membela benua sendiri, sebaiknya kau pergi jauh dan jangan sampai wajah pengecut mu itu terlihat oleh ku,"Shin Hye menatap tajam ke arah Wun Ernian membuat petinggi kerajaan itu ketakutan sebelum meninggal ruangan rapat.
Pertengkaran Shin Hye dan petinggi Wun Ernian menjadi tontonan petinggi lain, mereka memang sangat kesal namun tidak bisa berbuat apa-apa karena belum di perintah putri.
__ADS_1
"Tetua Shin maaf telah membuat mu repot, aku merasa sangat bingung harus melakukan apa saat ini,"
Nampak wajah sang putri sedang tertekan, dia nampan bingung untuk melangkah.
"Jangan khawatir putri, mengenai strategi perang sudah berada di luar kepala ku...Kau hanya harus mengurus bantuan dari sekte lain, dan menjadi pemimpin bagi prajurit kerajaan,"
Shin Hye kembali duduk di tempatnya, iapun meneguk segelas air dan kembali mendapatkan ketenangannya.
"Tetua Shin, aku benar-benar sangat berterimakasih kepada mu... Seperti apa pemuda yang kau katakan tadi ? lalu kenapa dia tidak berada di sini,"Tanya sang putri.
"Jangan sungkan putri... Mengenai pemuda yang aku maksud, dia bernama Fang Ling...pemuda itu sangat susah di tebak dan sifatnya sering berubah-ubah namun memiliki hati yang sangat penolong...Kini dia sedang melakukan pelatihan tertutup di bagian barat kerajaan untuk di gunakan sebagai serangan mendadak,"
Setelah itu Shin Hye menjelaskan semua informasi mengenai strategi perang buatan Fang Ling, bahkan cerita itu membuat petinggi kerajaan terkejut dan terkagum-kagum.
"Tetua Shin Hye, lalu jika kalian sudah memiliki strategi penyerang sekaligus bertahan...Maka pasukan kerajaan berposisi sebagai apa ??"Tanya seorang petinggi.
"Kami sudah memiliki sayap kanan dan kiri itu berarti pasukan kerajaan menjadi penyerang bagian tengah, begitu Fang Ling meruntuhkan pertahanan lawan dengan hujan pedang sucinya,"Kata Shin Hye.
"Jika menggunakan formasi ini maka pasukan lawan akan perlahan-lahan menjadi lemah, di saat itulah kita menyerang dengan kekuatan penuh walaupun hasilnya sudah tentu kita akan tetap kalah,"
"Apa ! Jika begitu bagaimana selanjutnya, jika pasukan kita sudah mulai terpukul mundur ??"Tanya lagi seorang petinggi.
"Ingat jangan gegabah, kita hanya harus mengulur waktu sebelum hujan pedang suci Fang Ling meluluhlantakkan pertahanan lawan, setelah itu kita akan serang sama-sama dan kembali mundur begitu pasukan lawan mengeluarkan kekuatan yang tersisa,"
"Brilian sekali ! strategi ini sungguh sangat efektif untuk melawan musuh yang memiliki jumlah lebih banyak,"Kata sang putri, kini dia semakin tertarik dengan Fang Ling walaupun hanya mendengarkan langkah demi langkah pemuda itu dalam membetuk sebuah strategi.
Semua petinggi di tempat itu terlihat kembali bersemangat, kini di hadapan mereka kembali terdapat secercah harapan untuk memenangkan perang besar kali ini.
_________
Di sebuah hutan lebat di bagian Utara kerajaan, terdapat sebuah benteng kayu yang tidak terlalu besar namun memiliki banyak bangunan di dalamnya.
Sorang prajurit aliran hitam nampak memasuki sebut ruangan dengan langkah tergesa-gesa, sambil membawa pedang yang tersarung di pinggang.
Begitu masuk ke sebuah ruangan mewah di dalan benteng itu, prajurit yang di maksud langsung bersujud ke arah seorang pria muda yang duduk di atas tahta yang lumayan tinggi.
"Apa yang ingin kau katakan prajurit ? bagaimana dengan lamaran ku, apa sudah di setujui oleh pihak kerajaan ?
Suara berat yang keluar dari mulut pria yang duduk di atas tahta membuat prajurit aliran hitam itu ketakutan, tubuhnya bergetar hingga hampir ngompol di celana.
__ADS_1
"Mengenai hal itu...Pihak kerajaan telah menolak mentah-mentah, mereka kini mengumpulkan banyak pendekar dari sekte yang berada di benua teratai perak nampak akan melakukan persiapan perang,"
Urat-urat wajah pria muda yang merupakan pemimpin perang dari pihak aliran hitam nampak bermunculan, dia menggegam kuat pegangan pada kursi hingga patah.
"Bernai sekali mereka menolak lamaran ini ! lalu, apa masih ada informasi lain mengenai mereka ??
"ada Tuan, nampak saat melakukan memata-matai... Penyusup pihak kita melihat jika kini kerajaan teratai perak memiliki aliansi sendiri yang kemungkinan besar memiliki jumlah lima ribu,"
"Tidak hanya itu tuan, mereka nampak berlatih sangat keras dengan menggunakan pedang es yang memiliki kemampuan di tingkat Kristal...Bahkan tidak sedikit dari mereka yang sudah mampu menggunakan senjata itu,"
Wajah pemimpin dari aliran hitam berubah tegang,"Lalu di tingkat apa saja pasukan kerajaan saat ini ?
"Mereka adalah campuran dari pendekar di tingkat pembentukan inti sampai mencari Da'o, bahkan setengah abadi,"
"Jika begini kita akan kehilangan banyak pendekar, kita harus mundur untuk meminta bantuan kepada pemimpin pilar aliran hitam di benua sepuluh,"
Dari balik bayangan tahta, seorang pria berpakaian dan berjubah hitam keluar dan berlutut kepada pria pemimpin aliran hitam.
"Tuan Wutien, jangan-jangan kau mulai panik dengan pasukan di pihak kerajaan ??
Pria itu menaikan sebelah alisnya,"Apa yang kau maksud penyihir ? apa kau menghina ku !!
"Hamba tidak berani tuan, maksudku...Jika kita meminta bantuan maka sama saja tuan menurunkan harga diri anda di hadapan lima pilar jagoan aliran hitam,"
"Kau benar ! kita harus menaklukkan peperangan ini, aku akan buktikan jika kita mampu menguasai satu benua ini secara utuh dan terang-terangan...Tapi apa yang harus kita lakukan ?
"Tentu saja menunggu, kita akan langsung menyerang beberapa hari kedepan agar pasukan kerajaan tidak memiliki waktu cukup untuk berlatih,"
Woy mampir ke novel aku yang berjudul Immortality or death
lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
__ADS_1
Bersambung....