
Merasa semuanya sudah siap, kelompok Fang Ling mulai menaiki perahu yang mereka pilih satu persatu agar tidak membuat badan perahu berguncang.
Setelah semuanya sudah di atas perahu, Fang Ling dan Wang Yihan berjalan ke anjungan bersama Ah Bai yang masih berada di punggung Fang Ling.
"Jika kita di sini lalu siapa yang menggerakkan perahu ini ? Tanya Wang Yihan sambil memperhatikan lelehan larva yang ada di bawah perahu.
"Coba perhatikan lagi, terdapat arus yang kemungkinan besar membawa kita ke tempat selanjutnya dengan keadaan hidup atau mati,"Fang Ling duduk di pinggir perahu dengan pandangan lurus ke depan.
Wang Yihan mengeluarkan gulungan peta dari dalam pakaiannya dan memperhatikan peta itu dengan teliti,"Jalur tujuh memiliki jalan pendek, kemungkinan besar kita akan sampai ke jalan selanjutnya hari ini juga,"
"Benarkah ? bagi ku itu adalah pertanda buruk, karena mungkin saja ada sesuatu yang menghadang di depan sana,"
"Mungkin yang adik Fang katakan memang benar, tapi kenapa ekspresi mu mengatakan jika kau tidak pernah takut pada apapun yang mungkin saja sesuatu itu bisa membunuhmu,"Kata Wang Yihan bingung begitu melihat ketenangan yang di miliki Fang Ling.
"Takut tidak akan pernah menyelesaikan masalah, berdirilah dengan kedua kaki mu walaupun kau merasa sangat takut, katakan pada lawan mu jika kau bisa melakukan apa yang seharusnya di lakukan seorang pendekar,"
Mata Wang Yihan melebar,"Wah adik Fang kau benar-benar sangat hebat, terkadang aku kagum dengan pikiran mu yang sudah sangat dewasa... apakah kau ini adalah kakek tua yang berdiam diri di tubuh anak muda,"
Fang Ling hanya tersenyum lembut tidak menjawab perkataan Wang Yihan, karena semua itu memang benar adanya.
Setelah puas celingak-celinguk melihat lautan larva, perhatian Wang Yihan kembali tertuju pada lantai perahu yang tidak terasa panas sedikitpun, walau mereka sedang berada di atas larva.
"Aneh sekali, adik Fang. Menurut mu perahu ini terbuat dari apa ? kenapa kita tidak merasakan panas walaupun sedang mengarungi lautan larva,"
"Tulang manusia dan tulang hewan sejenis marmut,"Kata Fang Ling singkat.
"Tulang manusia !! kau bercanda ? Wang Yihan membuka mulutnya lebar-lebar.
Fang Ling menunjuk ujung perahu yang di hiasi tulang tengkorak manusia yang berjejer rapi, karena tulang manusia adalah bahan yang sangat kuat bahkan tidak bisa hancur walaupun di bakar.
"Lalu bagaimana kau menjelaskan bagaimana tempat ini di sebut dengan gunung tengkorak ? Fang Ling tersenyum kecil dan menunjuk gigi taringnya yang lumayan panjang.
"Ada apa dengan senyuman mu itu ? Wang Yihan mundur beberapa langkah, begitu melihat Fang Ling seolah-olah melihatnya seperti makanan lezat.
"Ayolah aku hanya bercanda,"Fang Ling tertawa lantang hingga tidak sadar jika tawanya membangunkan Ah Bai yang ada di punggungnya.
Merasa tidak nyaman karena punggungnya terjebak di tubuh Fang Ling dan badan perahu, Ah Bai menarik rambut Fang Ling hingga pemuda itu menoleh ke arahnya dengan tatapan datar.
__ADS_1
"Ah Bai kau sudah bangun, apakah ada yang kau perlukan ? Tanya Fang Ling.
"Tuan aku merasa tidak nyaman, tubuh ku terasa pegal,"Ah Bai berkata sambil mengigit bahu Fang Ling, membuat Shun Jing dan Yen Siulan merasa kesal begitu melihatnya.
"Si sialan itu ternyata adalah penggoda,"Yen Siulan mengigit pakaiannya karena merasa kesal.
"Kenapa kita tidak membuangnya saja dari perahu ini,"Shun Jing berkata singkat namun penuh dengan kejujuran dan keinginan membunuh yang sangat pekat.
Yue Liang yang melihat hal itu hanya tersenyum canggung,"Sepertinya kalian berdua terlalu berlebihan, dia kan hanya anak-anak jadi wajar saja jika dia bersikap-manja,"
Shun Jing dan Yen Siulan menatap Yue Liang dengan tatapan berapi-api dan berkata serempak,"Sepertinya kau juga berniat mengambil Fang Ling dari kami,"
Merasa kesal Yue Liang memukul kepala kedua gadis itu,"Kalian membicarakan apa ? aku dan Wang Yihan adalah pasangan yang sangat serasi,"
Akhirnya akibat hal itu terjadi duel mulut antara Yue Liang melawan dua iblis wanita, yang membahasa pasangan siapa yang lebih baik.
Sedangkan Fang Ling masih terlihat kebingungan mengenai permintaan Ah Bai, karena sebetulnya ia masih takut dengan anak kecil, namun di sisi lain dia juga kasihan dengan Ah Bai.
Merasa tidak tahan melihat wajah Ah Bai yang sangat lucu, akhirnya Fang Ling mengangkat tubuh bocah itu dan meletakkan-nya di atas pangkuan dengan menghadap ke arah Fang Ling.
"Bagaimana, apakah kau sudah merasa nyaman ? Kata Fang Ling dengan kedua tangan bergetar akibat masih takut menyentuh anak kecil.
"Uhmm, tuan... sebetulnya pantatku terasa sakit jika duduk di antara lutut mu,"Ah Bai menyentuh bibirnya sambil berkata dengan tatapan menggoda.
Alih-alih terpesona Fang Ling hampir tertawa begitu melihat gaya Ah Bai yang begitu menggoda, dia akhirnya diam dan memutuskan untuk mengikuti apa yang di mau bocah itu.
"Apakah sekarang kau sudah merasa nyaman,"Fang Ling menarik tubuh Ah Bai hingga wajah bocah itu hanya berjarak beberapa jengkal dari perutnya.
"Apa-apaan ini kenapa jantungku berdetak kencang ketika melihat kesempurnaan tubuh tuan dalam jarak yang sangat dekat, dan lagi benda keras apa yang menusuk ku dari bawah,"Batin Ah Bai dengan wajah merah dan tatapan lekat ke arah otot perut Fang Ling.
Merasa jika bocah itu sudah masuk ke dalam perangkap yang di buatnya sendiri, Fang Ling mendekati wajah Ah Bai dan mengangkat dagunya hingga bibir keduanya hampir bersentuhan.
"Kurasa kau sudah merasa sangat nyaman,"Kata Fang Ling dengan posisi yang masih menatap lekat kedua mata Ah Bai hingga tidak sadar dirinya sudah beberapa kali meneguk ludah.
Ah Bai mencoba untuk menunduk namun tidak bisa karena dagunya di angkat Fang Ling,"Tu-Tuan sepertinya kau salah paham, aku tidak menginginkan hal seperti ini,"
"Oh benarkah ? lalu siapa bocah yang mencoba menggoda ku beberapa saat yang lalu ?? Fang Ling semakin mendekati wajah Ah Bai hingga dia bisa merasa hembusan nafas hangat dari bocah itu.
__ADS_1
Mulut Ah Bai terbuka tertutup dan nafasnya tidak beraturan, dia tidak dapat bergerak sama sekali, jika tidak akan berakibat adegan ciuman.
"Hei bisakah kalian menunda hal itu untuk saat ini ? kita mempunyai masalah,"Wang Yihan menghentikan aksi Fang Ling dengan membawa sebuah pedang dan tatapan datar seolah sedang menghadapi sesuatu yang mengerikan.
"Kak Wang, apa yang terjadi ? Tanya Fang Ling serius begitu melihat ekspresi Wang Yihan yang tidak menunjukkan sedang bermain-main.
"Kemari-lah aku akan memperlihatkan sesuatu,"Kata Wang Yihan sambil kembali berbalik ke belakang.
Merasa ada sesuatu yang sangat berbahaya melihat dari ekspresi Wang Yihan yang begitu tegang, Fang Ling menurunkan Ah Bai dari pangkuannya dan menyuruh bocah itu untuk berjalan ke belakang kapal.
"Ada apa Kaka Wang ?
"Lihatlah, arus itu memiliki arah berlawanan dan kembali menghilang di tempat yang sama dengan arus lain, menurut mu apa itu ? Kata Wang Yihan.
Mata Fang Ling melebar,"Itu adalah tabrakan antar arus yang berlawanan, kemungkinan besar akan terjadi sebuah pusaran raksasa yang kemungkinan besar akan membunuh kita,"
Beberapa menit setelah Fang Ling menyelesaikan perkataannya, di depan ujung perahu sebuah pusaran kecil terbentuk dari arus yang saling bertubrukan, hingga perlahan-lahan pusaran itu semakin besar hingga mulai mampu mengisap perahu Fang Ling.
"Aku hanya bisa berharap dapat bertemu ikan di dalam lautan larva ini,atau bahkan lebih buruk dari kematian,"
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
__ADS_1
•Pendekar pedang abadi