Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Sebelum perang VII


__ADS_3

Dengan tubuh kecilnya Sin Yintian berjalan naik ke atas puncak kristal alam, saat naik gadis itu beberapa kali terpeleset namun tekatnya yang tinggi membuatnya secara perlahan berhasil menyusul Fang Ling.


Saat berjarak beberapa meter dengan Fang Ling, Sin Yintian berdiri dan memperhatikan wajah Fang Ling dengan teliti.


"Indah sekali..apa kau ini benar-benar manusia, bahkan kulit putih ini mengalahkan kulitku,"


Tidak puas hanya melihat, Sin Yintian mengeluarkan jari-jari tangannya yang ramping hendak menyentuh wajah Fang Ling namun sesuatu dari belakang menyerangnya nya.


Braaaaak


Sesosok gadis berpakaian serba hitam datang dan tiba-tiba menyerang Sin Yintian dari belakang, Untungnya serangan itu berhasil di tangkal Sin Yintian dengan melompat ke bawah.


"Sepertinya yang di katakan orang-orang..Putri Yintian memang sangat jenius, suatu kehormatan bagiku bisa bertarung dengan saudari,"


Wanita berpakaian serba hitam itu berdiri di depan Sin Yintian, ia membawa belati-belati kecil yang tersaring rapih di sekeliling pinggangnya.


"Siapa kau ! Jangan harap penyusup seperti mu bisa keluar hidup-hidup !!"


Tanpa menunggu lawannya menjawab, Sin Yintian membuat sebilah pedang energi dan segera menyerang perempuan berpakaian hitam di hadapannya.


Serangan demi serangan di lancarkan Sin Yintian dengan lincah, bahkan tidak membuat celah kecil saat melakukan gerakan-gerakan menyerang.


Walaupun begitu Sin Yintian juga sangat terkejut, melihat lawannya dengan mudah dapat menghindari serangannya dengan santai bahkan sesekali tersenyum.


"Serangan ini sungguh sangat berbahaya...Bagus untuk melawan kroco-kroco aliran hitam,"


Kata gadis berjubah hitam itu sambil berjalan mundur menghindari setiap-setiap serangan yang di lancarkan Sin Yintian.


Sambil terus menyerang, Sin Yintian menatap lawannya dengan tatapan tajam,"Aliran hitam ? ternyata begitu...Apa yang di lakukan aliran hitam di sini, apa kau tidak tau apa yang akan aku lakukan kepada mu,"


"Kau berniat menggertak ku ?!"Perempuan berpakaian hitam itu tertawa mengejek, namun hal berikutnya membuat ia terdiam seribu bahasa.


Dengan tangan kanannya Sin Yintian mencekik lawannya hingga membuatnya sesak nafas, Tidak berhenti di situ saja. Sin Yintian meninggikan cekikannya hingga membuat kaki gadis berjubah hitam berada di atas udara.


"Akkhhh, le-lepaskan...Aku bi-bisa mati,"


Wajah Sin Yintian nampak datar dan tidak perduli dengan keadaan lawannya,"Memang begitulah cara mainnya... Berani masuk, seharusnya kau juga harus berani mati,"


Dengan sekuat tenaga gadis berjubah hitam memberontak untuk melepaskan cekikikan Sin Yingian yang semakin kuat. Nampak ia mulai kesulitan akibat pasokan oksigen miliknya mulai menghilang.


"Ji-jika begini aku akan mati...Tidak ! aku harus memberikan surat tuan kepada gadis ini bagaimanapun caranya,"Batin gadis berjubah hitam.


Di saat-saat kritis, gadis berjubah itu mengambil dua belati kecil dan menyayat tangan Sin Yintian hingga cekikan di lehernya lepas.


Setelah lepas gadis berjubah itu terduduk lemas, ia terbatuk-batuk begitu cekikan di lehernya lepas.


Untuk itu dia kembali memfokuskan pernafasannya hingga kembali normal. Sedangkan Sin Yintian, gadis itu nampak berdiri santai dengan luka di tangannya yang mulai menutup dan meregenerasi.

__ADS_1


"Racun !


Merasa ada yang janggal dengan sisa luka di tangannya, Sin Yintian baru sadar jika sisa luka itu terdapat racun berwarna hijau di dalamnya.


"Lihatlah ! kau sangat menyedihkan, bahkan untuk menyerang harus menggunakan trik licik seperti ini,"Sin Yintisn tertawa santai.


Nampak racun di tangan Sin Yintian membuat lengan kanan tangannya tak dapat di gerakan.


Sedangkan gadis berjubah itu kembali berdiri dan nampak mulai gentar dengan lawannya, sambil memegangi lehernya dia berkata di dalam hati.


"Dia masih sempat tertawa setelah tangan kanannya lumpuh ? Da-dasar gila,"


Tapi kegentararan gadis berjubah itu menghilang dan berubah menjadi senyuman kecil, hal ini membuat Sin Yintian sedikit terkejut.


"Racun itu bukan hanya melumpuhkan tangan mu...Tapi, juga membekukan seluruh bagian tubuh mu,"


"Apa ?!


Benar saja, setelah beberapa saat kemudian tubuh Sin Yintian membekuk dengan posisi berdiri namun gadis itu tetap menjaga kesadarannya.


Dengan langkah arogan gadis berjubah menghampiri Sin Yingian, kedua tangannya memegang dua belati kecil yang meneteskan racun hijau di ujungnya.


"Karena aku berada di sini, aku akan langsung saja membunuh mu... dengan begitu, pasukan aliran hitam dapat menyerang dua hari kemudian dengan sangat leluasa,"


Sin Yintian hanya dapat terdiam dengan tubuh membeku dan tak bisa di gerakan, sedangakan gadis berjubah sedikit demi sedikit mulai menggores pergelangan tangannya.


Gadis berjubah meletakan ujung belati ke leher Sin Yintian, ia berniat mengakhiri pertarungan singkat itu dengan mengorok leher Sin Yintian.


Namun seolah tertimpa oleh sesuatu yang sangat berat, gadis berjubah itu tersungkur dengan posisi berlutut.


"Apa-apaan ini ?"Dengan susah payah, gadis berjubah itu menoleh ke arah Fang Ling. Nampak tubuhnya mengeluarkan cahaya keemasan yang merupakan hawa intimidasi murni miliknya yang mulai kembali bangkit.


Di luar dugaan tubuh Sin Yintian mulai dapat bergerak, hal ini terjadi karena di dalam tubuhnya masih mengalir sisa darah kaisar naga yang membantu tubuhnya meregenerasi sekaligus menghilangkan racun.


Secara bertahap lengan dan kaki Sin Yintian mulai dapat bergerak, beberapa saat kemudian dia sanggup kembali bergerak dengan leluasa.


Sin Yintian kembali menciptakan sebilah pedang energi, dia menatap lawanya yang tak berdaya dengan tatapan datar.


Slassss


Bruuuk


Kepala gadis berjubah itu tergeletak dan menggelinding di lantai, di susul dengan tubuhnya yang mulai ambruk.


"Orang sepertimu tak pantas mendapatkan pemakaman yang layak,"


Sin Yintian mengeluarkan api besar dari kedua tangannya, ia membakar kepala yang terpenggal sekaligus tubuh gadis berjubah hingga tak menyisakan apapun termasuk darahnya.

__ADS_1


Setelah kembali sendiri Sin Yintian memegangi jidatnya nampak sangat pusing, dia sempat mendengar dari perkataan gadis berjubah jika aliran hitam akan menyerang dua hati lagi.


"Sial...apa mungkin dengan waktu sesingkat ini kerajaan ku dapat bertahan,"


Sin Yintian menatap Fang Ling, dia sadar jika pemuda itulah yang menolongnya. Untuk itu Sin Yintian memberi hormat kepada Fang Ling sebelum keluar dari tempat itu.


Di jalur lurus nampak Sin Yintian berjalan dengan tergesa-gesa, dia hendak menuju aula utama. Tepatnya berada di halaman kerajaan untuk menemui Shin Hye dan menceritakan sesuatu yang penting kepada pria sepuh tersebut.


Tak membutuhkan waktu lama karena memang sedang tergesa-gesa, Sin Yintian berada di aula utama yang kini tak seramai tadi.


"Tuan putri, kenapa anda terlihat panik ? apa ada sesuatu yang menganggu mu,"


Dengan wajah khawatir, lima pelayan yang sempat di temui Sin Yintan menghadangnya karena merasa khawatir.


"Tak apa, lakukan tugas kalian...aku ingin menemui tetua Shin Hye,"


Sin Yintian tersenyum lembut agar tidak membuat orang-orang khawatir, diapun berjalan keluar kerajaan dan langsung menghampiri Shin Hye yang nampak berdiri di samping tetua Yung Felix.


Kedua pria itu terlihat sangat akrab, mereka bersama-sama melatih aliansi aliran hitam setiap harinya dengan penuh semangat.


"Tetua Shin...Tetua Shin ! ada yang ingin aku katakan kepada anda,"


Sin Yintian berlari menghampiri Shin Hye dan Yung Felix, saat sampai nampak gadis itu bernafas tak beraturan.


"Tu-Tuan Putri mohon untuk menenangkan diri terlebih dahulu, dan berbicaralah pelan-pelan,"Shin Hye tersenyum kepada Sin Yintian, begitu juga dengan Yung Felix di sampingnya.


Setelah beberapa saat nafas Sin Yintian Kembali teratur, diapun menjelaskan tentang peperangan yang akan di lakukan dua hari kedepan.


Mendengar penjelasan sang putri tidak membuat Shin Hye dan Yung Felix terkejut dan panik, mereka malah tersenyum penuh makna menanggapi perkataan gadis muda di hadapan mereka.


"Kenapa tetua sekalian malah tertawa ? kerajaan ini berada di ambang kehancuran,"ujar Sin Yintian nampak bingung melihat reaksi Shin Hye dan Yung Felix.


"Lihatlah tuan putri,"Ujar Shin Hye sambil menujuk ke arah aliansi aliran putih yang semuanya berlatih dengan sangat kompak.


Sin Yintian menoleh, kini di hadapannya terdapat 300Ribu pasukan yang semuanya sudah mahir dalam menggunakan senjata Fang Ling.


lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2