Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Pertumpahan darah II


__ADS_3

...Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Bagi yang Beragama Islam...


...Selamat Membaca...


Derap langkah kaki terdengar menggema di alun-alun kota kerajaan, tanpa terasa kini pasukan aliran putih sudah keluar dari kawasan kota.


Di arah Utara terdapat sebuah kawasan rumput pendek, pasukan aliansi aliran putih segera menyusuri jalan itu menuju area pertempuran.


Pasukan aliran putih terlihat sangat gagah dengan jubah tempur yang di dominasi waran putih, berbalik belakang dengan jubah tempur milik aliran hitam yang di dominasi warna hitam.


Di depan barisan, tandu Sin Yintian di kawal langsung oleh 49 tetua di tingkat setengah abadi.


Sedangkan Yukimura sanada berjalan berdampingan dengan temannya yang mampu menggunakan pedang es tanpa kekuatan dari Fang Ling.


Mereka berdua berada tepat di belakang tandu Sin Yintian, dengan tatapan penuh kewaspadaan.


Pasukan aliansi aliran putih di kejutkan dengan kedatangan dua siluet biru di langit, kedua siluet itu mendarat di depan tandu Sin Yintian.


Tidak lain kedua siluet itu adalah Yung Qian dan Gui Fei, mereka langsung membungkuk ke arah Sin Yintian menandakan jika mereka bukanlah lawan.


Melihat tatapan tidak asing saat melihat Yung Felix, Sin Yintian berpikir jika kedua pasangan itu mengenal tetua Yung Felix.


"Tetua, anda mengenal mereka ?


Yung Felix mengangguk,"Iya tuan putri, mereka berdua adalah anak dan menantuku,"


"Begitu... Katakan kepada mereka untuk bergabung, kita akan segera melanjutkan perjalanan,"


Dengan penuh hormat Yung Felix mengangguk, dia memberikan kode tangan kepada anaknya untuk segara mendekat.


"Hormat tuan putri, saya adalah Yung Qian anak dari tetua Yung Felix..Dia adalah istri saya, Gui Fei,


Yung Qian dan Gui Fei membungkuk ke arah Sin Yintian dengan menangkupkan tangan.


"Terimakasih sudah mau membantu dalam peperangan ini,"


Sin Yintian tersenyum, dia kembali memerintahkan semua prajurit untuk segara melanjutkan perjalanan.


"Kenapa kau baru datang sekarang ? apa yang kau lakukan hingga terlambat seperti ini ?"Kata Yung Felix begitu Yung Qian berada di sampingnya.


"Ada banyak hal yang harus aku lakukan bersama Gui Fei saat orang-orang tidak ada,"Kata Yung Qian santai.


"Melakukan banyak hal ? dasar kau ini...Lalu di mana cucuku, kau letakan di mana dia ha ?!


"Tenang ayah, Ma'er sekarang bersama dengan neneknya di benua daun wangi,"


Jantung Yung Felix hampir saja berhenti mengingat cucu kesayangannya, diapun kembali tenang setelah mendapat penjelasan dari Yung Qian.


Setelah beberapa saat kemudian, pasukan aliran putih berada di lokasi pertempuran yang merupakan tanah kosong yang amat luas.


Saat berhadapan dengan musuh, semangat semua pasukan aliansi aliran putih hampir saja padam.

__ADS_1


Kini di hadapan mereka terlihat pasukan aliran hitam yang memiliki jumlah sangat banyak, belum lagi ribuan bintang alpha gila bersama mereka.


Banyaknya pasukan aliansi aliran hitam membuat mereka terlihat seperti lautan manusia.


Binatang alpha gila berada pada barisan depan, mereka di tunggangi oleh semua prajurit berjubah tempur dan bersenjata lengkap.


Dapat di pastikan jika mereka adalah pasukan penyerang di lihat dari jumlahnya yang tidak terlalu banyak.


Tapi tetap saja hal ini cukup membuat pasukan aliansi aliran putih gentar, namun mereka bersikap tegar sekuat mungkin di hadapan musuh.


"Siapkan formasi !


Perintah Sin Yintain dengan menggunakan tenaga dalam untuk memperjelas suaranya.


"Siapkan formasi"


"Siapkan formasi"


Para jendral kemudian menuntun masing-masing kubu bersiap pada posisi masing-masing.


Pasukan pemanah berada pada sayap kanan, mereka nampak bersiap dengan panah es ditangannya.


Sedangkan pasukan penyerang berada di bagian kiri dengan di pimpin Yukimura dan seorang teman yang menjadi sahabatnya.


Pasukan penyerang nampak sangat bersemangat dengan menggema pedang, sedangakan di bagian depan memegang tombak.


Di bagian tengah terdapat kubu para tetua termasuk Yung Qian dan Gui Fei, mereka semua membentuk persegi panjang dengan sang putri di bagian tengah.


Berbeda dengan pasukan aliran putih yang menyiapkan formasi. Pasukan aliran hitam terlihat hanya menumpuk pada satu kelompok.


"Putri jangan salahkan aku jika tidak menyisakan kalian hidup-hidup...Kematian mereka adalah kesalahan mu sendiri,"


Wing Muchien berbicara dengan menggunakan tenaga dalam agar dapat di dengar dengan jelas, mengingat jarak mereka yang terpaut jauh.


"Jangan banyak omong kosong ! kau ingin perangkan ? ku berikan kau kehancuran,"


Wing Muchien tertawa lantang.


"Kau terlalu arogan untuk setingkat pelacu* bagiamana jika kita aduk kekuatan jendral, ku kirim satu jendral untuk mengalahkan satu jendral mu,"


"Sedangkan kau terlalu congkak untuk seseorang yang lebih rendah dari binatang... Mengalahkan ? kau terlalu yakin,"


Urat-urat wajah Wing Muchien keluar, emosinya tersulut oleh perkataan Sin Yintian yang sangat pedas dan menusuk.


Wing Muchien melirik seorang jendral yang kebetulan berada tidak jauh di sampingnya.


Seakan tau apa yang di inginkan Wing Muchien, jendral paruh baya berperawakan tinggi itu tersenyum kecil sebelum memacu kudanya ke tengah-tengah area pertempuran.


Awalnya Yung Felix ingin turun tangan, namun Yung Qian menghentikan ayahnya.


"Ayah sebagai ucapan maaf untuk tuan putri, aku akan memenggal kepala orang itu...Ijinkan aku untuk melakukan itu tuan putri,"

__ADS_1


Melihat keyakinan di wajah Yung Qian akhirnya Sin Yintian tidak ada pilihan lain selain mengijinkan pemuda itu.


Raut wajah khawatir nampak terukir jelas di wajah Sun Yintian, Gui Fei tersenyum lembut dan terlihat seperti peri untuk mengubur putri itu.


"Tuan putri jangan khawatir, Yung Qian tau apa yng di lakukannya,"


Sin Yintian menghela nafas panjang, dia membalas senyuman Gui Fei.


"Kuharap begitu,"


Dengan pedang panjang tersarung di pinggang, Yung Qian berjalan santai ke tengah-tengah area pertarungan.


Di tempat itu Yung Qian telah di tunggu lawanya yang menggunakan kuda dan jubah tempur berwarna hitam serta tombak panjang yang ujungnya berada di atas tanah.


"Anak muda, kau sepertinya akan kehilangan masa depan mu untuk berapa saat ke....


Belum sempat melanjutkan bacodnya, kepala pria itu sudah terjatuh ke tanah dengan Yung Qian yang telah berada di belakang kudanya.


Ujung pedang Yung Qian meneteskan darah korbannya, ia kembali menyarungkan pedang itu kembali ke tempatnya.


Kejadian itu terlalu cepat untuk di tangkap oleh mata, hingga membuat semua orang terkejut dengan mulut terbuka lebar.


Tebasan yang sangat rapih dari Yung Qian membuat kepala lawannya terpenggal dengan posisi tubuh yang masih berada di atas kuda.


"Sangat lambat, bahkan tidak sadar jika sudah mati,"


Tidak puas hanya memenggal kepala lawannya, Yung Qian menarik kembali pedangannya dan melakukan tebasan cepat.


Hanya dalam beberapa menit tubuh lawannya terpotong menjadi kecil, bahkan kudanya juga ikut terpotong hingga daging mereka bercampur.


Kesadisan Yung Qian berhasil membuat lawannya ketakutan, bahkan Wing Muchien cukup terkejut melihatnya.


Keterkejutan itu juga dirasakan oleh pihak aliran putih yang menyaksikan perbuatan Yung Qian.


Dengan santai Yung Qian berjalan kembali ke barisannya dengan membawa penggalan kepala lawannya.


Sin Yintin yang selaku putri juga sangat terkejut dan juga kagum, dia tak menyangka jika pemuda itu memiliki kemampuan hebat.


"Cepat sekali, bahkan tidak sampai satu menit dia sudah berhasil memotong lawanya,"Gumam Sin Yintian.


Tidak di sangka gumaman itu di dengan Yung Felix, dia bereaksi berlebih dengan tersenyum penuh makna menatap Yung Qian yang berjalan mendekat.


"Dia adalah anak ku, jadi sudah wajah dia memiliki kemampuan yang sangat tinggi seperti ku,"


lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen

__ADS_1


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Bersambung....


__ADS_2