
Setelah beberapa jam menyusuri jalan perkotaan, malampun tiba. Fang Ling bingung antara memilih mencari penginapan atau langsung ke dermaga, namun karena terus memikirkan Lang Ming dia pun memutuskan untuk tetap pergi ke dermaga.
Di luar dugaan sempat mengira jika dermaga ini sepi, ternyata tempat ini masih di penuhi oleh orang-orang yang berasal dari berbagai benua dan tidak sedikit juga terlihat beberapa nelayan yang kebetulan ingin pulang ke rumahnya.
Terdapat empat kapal besar yang tersadar di tepi dermaga, Fang Ling berjalan ke arah salah satu kapal untuk menanyakan kemana arah tujuan kapal ini karena tidak semua kapal menuju ke benua pasir mati.
Di depan salah satu kapal nampak antrian orang-orang, Walaupun hanya ingin bertanya Fang Ling tetap mengantri.
Setelah giliran Fang Ling, ia bertanya kepada seorang pria muda berpakaian mewah pemilik kapal itu."Tuan, apa kapal ini menuju ke benua pasir mati ?"
"Ah, itu... maaf tuan, sebenarnya kapal satu-satunya yang menuju ke benua pasir mati sudah pergi beberapa jam lalu."Pria muda itu berkata sopan, ia tidak ingin membuat Fang Ling salah paham.
"Begitu... Sayang sekali, sepertinya hari ini aku benar-benar sial,"Fang Ling menghela nafas panjang.
Pemilik kapal itu memperhatikan Fang'Ling cukup lama, dia sedikit ragu jika Fang Ling adalah pendekar karena penampilannya yang sederhana nampak tidak seperti pendekar pada umumnya.
Sebenarnya kapal yang di miliki pemuda itu bertujuan ke benua pasir mati namun dia lebih banyak memuat barang dagangan, sehingga dia tidak dapat membantu Fang Ling apalagi melihat penampilan pemuda itu yang sangat sederhana membuatnya semakin tidak senang.
Pemuda itu menggeleng pelan,"Maaf tuan, kami tidak bisa membantumu..."Pria itu terdiam sejenak memperhatikan penampilan Fang Ling dari ujung kaki sampai ujung rambut,"Kurasa semua orang juga mengerti mengapa aku tidak bisa membantumu."Kemudian pemuda itu tersenyum sinis, sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangan.
Karena sudah hidup sangat lama tentunya Fang Ling tau apa yang di pikirkan pemuda di hadapannya, namun karena ada banyak orang di tempat itu Fang Ling tidak bisa berbuat banyak selain hanya tersenyum menanggapi perkataan pemuda itu.
"Jika begitu aku akan pergi sekarang, terimakasi atas waktunya."Fang Ling berbalik, kemudian dia melambai sambil berjalan ke arah kapal yang kebetulan ada di samping kapal pertama.
Sama seperti sebelumnya Fang Ling lagi-lagi tidak menemukan kapal yang akan pergi ke tujuannya, bahkan keempat kapal besar yang bersender di tepi dermaga tidak satupun dari mereka pergi ke benua pasir mati.
Fang Ling tidak terbang karena ia ingin menikmati perjalanan, apalagi pengetahuannya mengenai benua pasir mati sangatlah minim sekali sehingga ini bukanlah waktu yang buruk untuk belajar sekaligus menyiasati keadaan benua pasir mati yang masih tidak di ketahuinya.
Namun malam ini Fang Ling benar-benar bingung bagaimana cara pergi ke benua pasir mati, sementara tidak ada satupun kapal yang menuju ke tempat itu.
Tidak jauh dari tempat Fang Ling berdiri, seorang pria paruh baya berpakaian sederhana dengan topi lebar di kepalanya nampak sedang memperhatikan Fang Ling sejak awal.
__ADS_1
Menyadari bahwa Fang Ling tengah kebingungan mencari kapal yang menuju ke benua pasir mati, pria itupun berjalan menghampirinya untuk sekedar bertanya mengenai perihal masalnya.
"Nak, tadi aku tidak sengaja mendengar pembicaraan mu, apa benar kau ingin pergi ke benua pasir mati ?"Pria paruh baya dengan perawakan sesederhana tersenyum ramah kepada Fang Ling.
Wajah pria paruh baya itu mulai dipenuhi keriput dan dapat di pastikan jika umur pria itu tidaklah lagi muda.
Fang Ling membalas senyuman pria itu dengan anggukan kecil."Benar tuan...Aku ingin pergi ke benua pasir mati, namun sepertinya kali ini aku harus menunggu sampai esok hari karena tidak ada lagi kapal yang menuju ke sana."
"Jika tuan muda tidak keberatan saya bisa membantumu, tapi... Apa tuan muda tidak apa naik kendaraan itu ?"Pria itu menunjuk ke arah sebuah perahu nelayan yang bersadar di tepi pantai. Perahu itu memiliki ukuran yang lumayan besar, namun perahu itu nampak sangat rapuh seolah bisa hancur kapan saja.
"Jika di lihat perahu itu memang nampak rapuh, tetapi dia bisa mengantar mu ke benua pasir mati hanya dalam beberapa jam saja."Pria paruh baya itu tersenyum penuh makna.
Sebenarnya tidak mungkin untuk pergi ke benua pasir mati hanya dalam waktu beberapa jam, sedangkan kapal berukuran besar membutuhkan waktu seharian untuk sampai, apalagi bagi perahu milik pria di hadapan Fang Ling.
Tapi sebaliknya Fang Ling mempercayai apa yang di katakan pria itu sebelumnya. Jika di lihat-lihat penampilan pria paruh baya di hadapan Fang Ling memang sangat sederhana dan mampu mengelabuhi orang-orang namun tidak bagi Fang Ling.
Walaupun sedikit Fang Ling dapat merasakan energi kuat dan sangat mendominasi terpancar dari tatapan pria itu. Dan lagi, sepertinya pria paruh baya itu sudah lebih dulu mengetahui apa yang di pikirkan Fang Ling.
"Nama tidak penting, yang jelas aku hanyalah pengelana tidak sentuh arah dan kali ini aku berniat pergi ke benua pasir mati."Fang Ling tersenyum kecil.
Fang Ling yang sangat tertutup tentu saja tidak mau identitasnya di ketahui banyak orang. Karena jika banyak orang yang mengetahui tentang dirinya, apa gunanya dia selalu menggunakan topeng setiap bertarung.
Pria paruh baya itu terdiam sambil mengangguk-angguk, sembari mengusap dagu. Tatapan mata pria itu semakin dalam, seolah-olah tatapnya mampu melihat apa yang sedang di pikirkan oleh Fang Ling saat itu.
"Aku mengerti... Baiklah ayo kita berangkat."
Fang Ling hanya diam, dia mengikuti pria misterius itu dari belakang. sekilas saat sedang berbicara Fang Ling mencoba merasakan tingkat kekuatan orang tersebut, justru dia di buat termenung begitu tidak melihat apa-apa selain kegelapan yang mencengkam dari alam bawah sadar pria itu.
"Dia...bukan orang biasa, kemampuannya melebihi diriku. Apa yang di lakukannya di sini,"Gumam Fang Ling di dalam hatinya, sambil memperhatikan punggung tegap pria sebelumnya yang sekarang berjalan di depan.
Banyak pernyataan yang terngiang-ngiang di kepala Fang Ling namun saat ini bukanlah waktu yang baik untuk menanyakan sesuatu yang terbilang pribadi kepada seseorang yang baru di kenalnya.
__ADS_1
Begitu sampai di perahu yang di maksud, ternyata perahu itu di gunakan untuk menangkap ikan karang banyak ikan kecil masih tersisa di dalamnya.
"Silakan naik tuan muda, aku jamin tuan tidak akan kecewa dengan pelayanan ku dalam mengantar."Pria itu duduk di bagian ujung belakang perahu sambil memegang sebuah penggayung.
Fang Ling hanya mengangguk kecil, diapun duduk di ujung anjungan perahu dengan posisi berhadapan dengan pria pemilik perahu tersebut.
Pria pemilik perahu itu mulai mengayuh, perlahan perahu rapuh itu kini bergerak meninggalkan dermaga menuju ke benua pasir mati.
"Ku dengar beberapa hari lagi akan di adakan pelelangan di sebuah kota besar di benua pasir mati, pelelangan kali ini benar-benar sangat heboh karena seseorang dari benua itu berhasil menangkap bangsa elf bulan yang keberadaannya hanya di alam kehidupan,"
Perkataan pria itu yang bernada ngelantur membuat Fang Ling yang mendengarnya benar-benar terkejut hingga kedua matanya melotot.
"Elf bulan ?! Tuan, apa masih ada informasi yang anda ketahui tentang lelang ini ??"
"Tidak banyak...Hanya saja pelelangan ini menjual hal-hal yang tidak manusiawi, kau akan melihatnya sendiri jika sudah sampai di sana...
Pria itu tersenyum kecil dari balik bayang topi lebar miliknya,"Kurasa tujuan mu ke benua pasir mati juga berada di sana, informasinya mungkin bisa kau dapatkan di pelelangan itu."
Tatapan Fang Ling berubah tajam, ini bukan pertama kalinya pria itu mampu menebak apa yang di lakukannya dengan sangat akurat.
"Siapa kau ini sebenarnya ??"
Tiba-tiba ujung perahu itu tandas di pinggiran pasir, sementara itu pria pemilik perahu tersebut hanya terkekeh-kekeh."Kita sudah sampai..."
"Apa ??"Tentu saja Fang Ling di buat tercengang, bahkan tidak sampai dua menit ia berbicara dengan pria itu namun justru dia sudah sampai di benua pasir mati dengan kurun waktu yang sangat singkat.
"Tuan muda bisa turun dan jangan lupa meninggalkan bayarannya."
Bersambung....
__ADS_1