
Hawa dahsyat keluar dari tubuh Lang'Ming, perlahan angin yang menimbulkan suara hembusan itu mengangkat tubuhnya ke udara.
Dari segala arah Shin Hye di serang oleh angin tajam transparan yang di kendalikan Lang Ming, terlihat angin mutasi itu tidak mampu melukai tubuh Shun Hye bahkan terdengar suara besi berbenturan begitu angin tajam mengenai tubuh Shin Hye.
"Apa ?... bagaimana ini bisa terjadi,"Lang'Ming tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya begitu menyadari jika serangannya tidak mampu melukai tubuh Shun Hye.
Bahkan Fang Ling yang masih berada di lautan nampak sangat terkejut, dia tidak menyangka jika di balik kehebatan obat yang di miliki Shin Hye ternyata pria itu juga menyembunyikan kemampuannya yang sangatlah hebat.
"Sesuai dengan yang kau katakan ! angin ini akan seketika membunuh lawan-lawan mu, namun lihatlah ! angin ini tidak berkutik di hadapan ku,"Shin Hye melipat kedua tangannya nampak santai walaupun angin tajam sedang terus menghujam tubuhnya.
Menyadari jika Lang Ming sedang kesusahan, Fang Ling kembali ke form aslinya dan langsung terbang ke arah Shin Hye dengan membawa tiga pedang elemen bersamanya.
"Huuu ! tiga pedang ?! kau bercanda,"
Di saat Fang Ling mengayunkan dua pedang di tangannya hendak membelah dada Shin Hye, pria itu dengan muda menghentikan laju pedang dengan mencengkram pedang-pedang itu menggunakan tangan kosong.
Tidak berhenti di situ Fang Ling langsung melepaskan kedua pedang yang di cengkram Shin Hye dan bergerak dengan sangat cepat ke seluruh arah menggunakan langkah naga petir.
Dari segala penjuru arah Fang Ling mencoba melukai Shin Hye dengan menggunakan pedang, namun seberapa cepat dan banyaknya pedang yang hancur, tetap saja serangan itu tidak mampu melukai Shin Hye.
Bahkan dengan santai Shin Hye tetap diam nampan tidak bergeming sedikitpun begitu Fang Ling menyerangnya, namun pemuda misterius itu memiliki banyak kemampuan di luar perkiraan nya.
"Rantai nebula ! hisap !!
Dengan rantai di kedua tangannya, Fang Ling mengikat tubuh Shin Hye dan mencoba menghisap kekuatannya namun tetap tidak bisa.
"Apa, kenapa tidak bisa ? setahu ku hanya pendekar pendukung yang mampu menghentikan kemampuan ini, kecuali !!! kekuatan pria ini jauh di atas ku,"
Braaaaak
Byuuuurr
Tubuh Fang Ling melesat masuk ke dalam air begitu perutnya di hantam sesuatu yang sangat kuat, ternyata Shin Hye memukul Fang Ling hanya menggunakan telunjuknya.
"Kau kuat !! tapi terlalu banyak berpikir sehingga tidak sadar jika lawan mu sudah bersiap untuk menyerang dadakan,"Shin Hye melipat kedua tangannya dan baru saja sadar jika bahunya terluka.
"Apa ! sejak kapan ?! jangan-jangan,"Shin Hye menoleh ke arah Fang Ling, namun pemuda itu sudah menghilang bersama dengan Lang Ming.
__ADS_1
Di atas udara Lang Ming menggendong tubuh Fang Ling dengan wajah pucat begitu tau jika kekuatan Shin Hye sudah jauh di atasnya, bahkan hanya dengan satu serangan kecil darinya sudah mampu membuat Fang Ling pingsan.
"Maafkan aku saudara ini semua salah ku !! Cepatlah sadar, kita harus kembali mengikuti pendaftaran agar kakek itu tidak marah lagi,"Lang Ming berkata dengan wajah panik sambil terbang cepat ke arah aula utama.
"Uhuk uhuk,"Fang Ling membuka matanya dan seketika meringis begitu merasakan rasa sakit di perutnya, bahkan tubuh kaisar naga tidak bisa menahan pukulan itu lebih jauh.
"Saudara ! kau sudah sadar, syukurlah kita harus segera kembali dan meminta bantuan kepada tetua Mu karena luka itu bukan luka biasa,"Kata Lang Ming.
"Maksud mu ?" Tanya Fang Ling dengan susah paya sambil memegangi perutnya.
"Serangan itu mengandung racun yang menekan tubuh mu agar tidak bisa meregenerasi, bahkan serangan itu sempat melukai organ vital saudara,"Jelas Lang Ming.
Fang Ling membuka sedikit bajunya dan memperhatikan luka yang ada di perutnya, terlihat luka itu lebam dan sedikit di dominasi dengan warna kehitaman.
"Sial ini parah sekali,"Ucap Fang Ling.
"Tenang saja saudara, aku akan membawa mu ke tempat tetua Mu agar kau segera mendapatkan perawatan,"Kata Lang Ming.
Melihat kondisi Fang Ling yang semakin parah Lang Ming mempercepat langkahnya, diapun kini dapat melihat ratusan rumah di puncak gunung yang di maksud Mu Tong sebelumnya.
Fang Ling mendarat di perkarangan luas rumah-rumah itu dan langsung di sambut dengan Mu Tong yang kebetulan merasakan hawa kehadirannya.
Sontak Mu Tong begitu terkejut melihat keadaan Fang Ling, diapun beralih menatap Lang Ming,"Apa yang terjadi dengannya ? kenapa bisa seperti ini,"
Lang Ming menceritakan semua yang terjadi kepada Mu Tong dengan jujur, bahkan cerita yang terlontar dari mulut Lang Ming membuat alis Mu Tong terangkat.
"Dasar bodoh, kenapa kalian sangat suka mencari masalah ? dan lagi kenapa harus melawan kakek Shin,"
"Tetua ini bukanlah waktu yang tepat untuk memarahi kami, lihatlah, keadaan Fang Ling sudah semakin parah,"
Terlihat sekujur tubuh Fang Ling perlahan menjadi kehitaman hingga mulai merambat ke wajahnya, diapun semakin sulit mengambil nafas karena sakit di perutnya.
"Ayo masuk ke kediaman ku, kita akan mengobatinya di dalam,"Mu Tong mempersilahkan Lang Ming untuk masuk ke kediamannya yang sangat besar dan mewah, di ambang pintu mereka langsung di sambut oleh seorang gadis cantik sebaya Lang Ming dan Fang Ling.
"Ayah ! ada apa ini ?" Sontak melihat kepanikan itu membuat anak satu-satunya Mu Tong menjadi ikutan panik, tapi seketika langsung terdiam begitu melihat wajah Fang Ling.
"Kau tidak perlu tau, minggir jangan menghalangi jalan dia sedang membutuhkan perawatan,"Mu Tong memasuki Kediamannya dan membawa Fang Ling ke sebuah kamar kosong.
__ADS_1
Sera berada di dalam kamar Lang Ming meletakan tubuh Fang Ling di atas kasur, dengan buru-buru Mu Tong melepas baju Fang Ling membuat anak perempuannya yang penasaran terkejut melihat postur tubuh Fang Ling yang indah.
"Lang Ming ambil botol obor itu,"Ujar Mu Tong sambil menunjuk sebuah botol obor kecil yang ada di atas meja di samping tempat tidur.
Lang Ming langsung mengambil botol yang di maksud dan menyerahkannya kepada Mu Tong, langsung saja Mu Tong mengeluarkan tenaga dalamnya dan mengambil api biru dari dalam botol itu.
Seketika telapak tangan Mu Tong di selimuti api biru namun karena awalnya dia sudah melepaskan tenaga dalam, alhasil dia tidak merasa sakit atau efek panas dari api di tangannya.
"Bertahanlah nak kau akan selamat, api ini di namakan api teratai karena dapat menghilangkan racun berbahaya,"Segera saja Mu Tong mengusap perut Fang Ling dan sekitarnya dengan telapak tangan yang di selimuti api biru.
Saat tubuh Fang Ling berkontak langsung dengan Ali biru, perlahan racun di dalam tubuhnya berangsur-angsur menghilang dan tidak tersisa sedikitpun.
"Mu Yang ambilkan ayah perban untuk anak ini,"Kata Mu Tong kepada anak perempuannya yang bernama Mu Yang.
Gadis nan cantik itu langsung keluar dari kamar itu guna mengambil perban, tidak berselang lama dia kembali masuk dengan membawa perban di tangannya.
"Ayah ini perbannya,"Mu Yang menyerahkan perban kepada ayahnya dengan tatapan tertuju pada wajah dan postur tubuh Fang Ling.
"Terimakasih kau boleh keluar,"Ucap Mu Tong, mau tidak mau Mu Yang mengikuti perintah ayahnya dan berjalan keluar kamar.
Dengan telaten Mu Tong memperban luka di perut Fang Ling, setelah keadaan pemuda itu sudah stabil namun masih pingsan, dia dan Lang Ming berjalan keluar untuk memberikan waktu bagi Fang Ling beristirahat.
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
__ADS_1
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang abadi