Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Sekte elang emas


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Yung Qian, nampak semua orang sedang bersiap-siap untuk pergi ke sekte elang emas begitu juga dengan Fang Ling yang sudah menunggu di halaman rumah.


Dari dalam rumah Yung Qian berserta keluarga kecilnya nampak menggunakan pakaian sama, yaitu hijau berpola elang di punggung hal ini membuat Yung Gui Ma sangat antusias karena baru pertama kali ke sekte elang emas.


"Ayah, jadi kita akan bertemu kakek.. Bagaimana rupa sekte elang emas ? apa kakek akan menyukaiku ??"


Deretan pertanyaan anak kecil itu membuat Yung Qian semakin gugup untuk bertemu ayahnya, melihat suaminya sedang tertekan Gui Fei segera menggendong anaknya.


"Ma'er, ayah sedang memikirkan sesuatu..Jadi ma'er harus beri waktu pada ayah untuk berpikir dan bertanya saja kepada ibu,"


Dengan perasaan sedikit kecewa akhirnya Yung Gui Ma kembali ceria dan banyak bertanya dengan Gui Fei, sedangakan laki-laki cantik itu dengan lembut menjawab semua pertanyaan anaknya.


Setelah selesai mengunci rumah Yung Qian dan keluarganya berjalan menghampiri Fang Ling yang sedari tadi sudah menunggu.


"Maaf membuat saudara menunggu lama, ada beberapa hal yang harus di lakukan di dalam rumah tadi,"Ujar Yung Qian di hadapan Fang Ling.


"Tak masalah.. Bagaimana, apa kalian sudah siap ?"Fang Ling tersenyum kecil.


"Siap !"


Kata keluarga kecil Yung Qian kompak, hal ini sedikit membuat Fang Ling menjadi bersemangat.


Dari atas kepala Fang Ling muncul tiga Holow berlambang ketiga kaisar naga, Holow itu menghempas tubuh Fang Ling dan membalutnya dengan jubah tempur yang berkekuatan dahsyat.


Mata Yung Qian melebar, pemuda di hadapannya sudah berada sangat jauh di depan..Dia merasa, jika saja pertarungan beberapa bulan lalu di anggap serius oleh Fang Ling entah apa yang terjadi dengannya saat ini.


Setelah itu terdengar ledakan besar dua kali efek dari perubahan jubah tempur Yung Qian dan Gui Fei, mereka terbang bersama menuju sekte elang emas.


Sekte elang emas sendiri masih berada di sekitar kawasan teratai perak, namun letaknya sedikit unik karena berada di belakang sebuah gunung terpencil di benua tersebut.


Di atas langit Fang Ling tidak terbang terlalu cepat untuk mengimbangi kecepatan Yung Qian dan Gui Fei, mereka bersama-sama terbang cepat karena waktu terus berjalan seiring tindakan.


Terlihat di atas langit tiga siluet ungu,emas dan biru melesat cepat menembus awan. Dengan kecepatan mereka saat ini, tidak perlu waktu lama untuk segera sampai di sekte elang emas karena gunung yang menjadi letak sekte itu mulai terlihat.


Di bawah Fang Ling terdapat hutan yang sangat amat lebat dan jauh dari peradaban, bahkan daerah ini sangat terpencil dan jarang di ketahui oleh sekte-sekte lain.


Jika ingin pergi ke sekte elang emas jarang sekali orang itu akan kembali hidup-hidup, sebab jika mulai masuk kawasan hutan mereka tidak akan pernah menemukan desa atau tempat persinggahan lainnya.


Serangan hewan buas dan makhluk aneh lainnya, membuat orang-orang yang ingin memasuki area hutan untuk menuju sekte elang emas harus berpikir berulang kali.


Bahkan walaupun berada di atas langit Fang Ling masih bisa merasakan kehadiran hewan siluman, hal ini menandakan jika di hutan itu memiliki potensi besar untuk menjadi tempat tinggal para hewan siluman karena jauh dari peradaban.


Beberapa menit berlalu kini Fang Ling dan keluarga Yung Qian melewati gunung dan di belakangnya terdapat padang rumput pendek yang sangat luas.

__ADS_1


Tidak jauh dari tempat itu terdapat sebuah kota besar yang sangat megah dan juga bercampur dengan sekte elang emas, hal ini membuat sekte elang emas terlihat seperti kota kerajaan yang sangat indah.


Yung Qian terbang mendekati Fang Ling, dia bercerita tentang sektenya yang memiliki beberapa klan campuran dari berbagai benua.


Karena klan ini tinggal jauh dari peradaban mereka tidak mengikuti kegiatan orang luar, melainkan masih menggunakan tradisi leluhur mereka sesuai dengan klan masing-masing.


Kini Fang Ling benar-benar merasa sangat antusias untuk melihat keadaan sekte itu lebih dekat, mereka terbang menurun dan langsung saja mendarat di depan gerbang sekte yang bertepatan di tengah alun-alun kota agar tidak memakan waktu.


Dua penjaga di gerbang sekte terlihat terkejut sekaligus ketakutan melihat kedatangan Yung Qian, mereka berdua langsung berlari masuk ke sekte untuk mengadu kepada Patriak sekte.


Di sebuah teras rumah megah terlihat dua orang pria, salah satunya menggunakan pakaian berwarna putih tanpa pola dia adalah Shin Hye.


Sedangakan satunya terlihat sangat mirip dengan Yung Qian, memiliki perawakan tegas dan menggunakan pakaian hitam dengan pola emas membentuk kepala elang di pundak kanannya.


Kedua orang itu di kejutkan dengan kedatangan dua orang murid sekte yang seperti baru saja melihat hantu.


"Tetua, Di de-depan ad-ada"


Kedua murid sekte yang juga merupakan penjaga gerbang nampak ketakutan, nafas mereka terputus-putus membuat perkataannya terdengar tidak jelas.


Ayah Yung Qian dan Shin Hye menghampiri kedua pendekar itu, Shin Hye menepuk pundak salah satu pendekar hingga membuat pendekar itu kembali tenang dengan nafas yang mulai beraturan.


"Tenang, ada apa ? bernafas lah dulu, Katakan dengan jelas,"


Nampak kedua wajah pendekar itu menjadi pucat begitu merasakan hawa intimidasi dari Fang Ling dan Yung Qian, bahkan hal ini juga membuat Shin Hye dan ayah Yung Qian menjadi sangat terkejut.


"Anak kecil ? mungkin kah !!


Nampak keterkejutan di wajah ayah Yung Qian, dia langsung berlari menuju gerbang sekte diikuti Shin Hye dan dua murid lainnya.


"Yung Qian ! akhirnya kau tau pulang juga !! sebaiknya kau bersiap untuk menerima hukuman mati,"


"Fang Ling ! kau di sini,"


Dari dalam sekte ayah Yung Qian nampak sangat murka, dia segera berjalan menghampiri Yung Qian, sedangkan pemuda itu hanya tertunduk.


Hal ini juga menjadi kecanggungan bagi Fang Ling, dirinya tidak pernah mengira jika Shin Hye akan datang ke sekte elang emas, namun seketika hal itu memunculkan ide di pikiran Fang Ling.


"Anak kurang hajar ! apa kau tau apa yang kau perbuat ke klan tunangan mu ? ternyata masih ada rasa ingin pulang di pikiran mu itu,"


Lagi-lagi Yung Qian hanya menundukan kepalanya dan menerima semua perkataan ayahnya, hingga tatapan pria paruh baya itu tertuju pada anak kecil di gendongan Gui Fei.


"Jadi kau sekarang benar-benar sudah menikah, hais kalian ini memang membuat ku pusing saja...Tapi anak ini,"

__ADS_1


Seketika atau Yung Qian yang bernama Yung Felix itu terdiam melihat wajah anak kecil di hadapannya sangat mirip dengan Yung Qian, bahkan dia tidak habis pikir kenapa bisa semirip itu.


"Siapa nama anak ini Qian ?"Tanya Yung Felix sambil menatap dalam mata Yung Gui Ma, hal ini tidak membuat anak kecil itu ketakutan malah mengeluarkan senyuman imutnya.


Melihat ayahnya tertarik dengan Yung Gui Ma membuat Yung Qian merasa sangat senang, sebab apa yang di katakan Fang Ling memang benar jika ayahnya sangat ingin memiliki cucu.


"Namanya Yung Gui Ma,"Ujar Yung Qian.


"Ma'er katakan halo kepada kakek,"Kata Gui Fei.


Mengetahui jika pria di hadapannya adalah sang kakek, secara spontan Yung Gui Ma tersenyum lucu,"Kakek halo, aku suka permen apel..ibu sering membuatkan itu jika aku menginginkannya,"


Dengan perasaan sangat senang, namun tertutup oleh wajahnya yang datar, Yung Felix menggendong Yung Gui Ma,"Huuu, kau kira dengan menyogok ku menggunakan anak kecil ini bisa berhasil, ayo masuk,"


Walaupun kata-kata Yung Felix terdengar datar, Yung Qian tau jika ayahnya itu sudah tidak lagi marah. Merekapun berjalan memasuki sekte kecuali Fang Ling dan Shin Hye yang masih berbincang di luar gerbang.


"Bagaimana dengan strategi mu nak ?"Tanya Shin Hye, dia nampak berharap jika strategi pemuda itu berjalan dengan lancar.


"Strategi ini sudah 70%, jika tetua bisa membantu meyakinkan kerjasama dengan tetua Yung Felix..Maka akan menjadi 80%,"


"Apa, 80% lalu kemana sisanya ?"


"20% keberhasilan tergantung dari seberapa cepat semua sekte aliran putih dan netral membantu, sedangakan senjata rahasia ku akan muncul terlambat,"



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang abadi

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2