
Setelah kepergian Shun Jing dan Yen Siulan, tidak membuat keadaan menjadi sunyi, Fang Ling dan semua teman-temannya asik bercerita dengan duduk mengelilingi api unggun.
Karena tidak terbiasa memakan makanan manusia, Ah Bai mencoba memakan masakan Fang Ling walaupun sudah mencoba beberapa-kali dia akan menyerah saat daging ayam hampir masuk ke dalam mulutnya.
"Ahh~~Aku tidak bisa... sepertinya aku akan menghisap energi tuan malam ini,"Ah Bai meletakkan potongan ayam yang sama sekali tidak tersentuh kembali ke atas pemanggangan.
Dapat terlihat di mata Ah Bai jika dia sedang kecewa karena sangat ingin memakan masakan Fang Ling, namun entah mengapa nalurinya sebagai hewan spiritual selalu menolak.
Melihat Ah Bai yang cemberut dan terus duduk merangkul lutut di sebelahnya, Fang Ling mengambil sepotong utuh ayam hutan dari panggangan di atas api unggun di depannya.
"Ah Bai Kemari-lah, aku akan mengajarkan mu bagaimana menikmati makanan buatan manusia,"Kata Fang Ling.
Merasa ragu sekaligus malu Ah Bai hanya menggeser posisinya sedikit berdempetan dengan Fang Ling, itupun hanya beberapa jengkal dari tempat awal.
Melihat tingkah Ah Bai sudut bibir Fang Ling sedikit terangkat, diapun menggendong Ah Bai dan merangkulnya dari belakang.
Alhasil dengan posisi duduknya sekarang yang berada di rangkulan Fang Ling, Ah Bai terlihat sangat malu sambil menggerak-gerakkan ekornya.
"Makanlah, tapi jangan langsung di lahap semua, makan secara perlahan dan kunyah untuk merasakan rasanya,"Fang Ling mengarahkan potongan ayam di tangannya ke hadapan Ah Bai.
Secara ragu-ragu Ah Bai mengoyak sedikit daging ayam di hadapannya, diapun mengunyah makanan itu seperti yang di katakan Fang Ling namun dengan kedua mata tertutup.
"Hemm...Enak, seperti ada manis-manisnya,"Setelah menelan dan merasakan rasa ayam pada gigitan pertama, kini Ah Bai makan dengan lahap hingga menghabiskan satu potong ayam utuh hanya dalam beberapa menit.
"Sepertinya kau menyukainya,"Fang Ling mencium kepala Fang Ling dan dapat merasakan aroma harum di rambutnya yang panjang.
Mendapatkan perlakuan seperti itu membuat Ah Bai tidak enak hati karena banyak pasang mata yang dari awal memperhatikan mereka, bahkan tidak berkedip seolah sedang menonton sebuah pertunjukan romantis.
Terlihat Xiao Bai dan Xiao Qing yang sudah makan banyak kini merasa kantuk yang sangat berat, apalagi sedari tadi mereka berdua memperhatikan drama romantis bersama-sama.
"Tuan Fang, senior Wang, kak Yihan. Aku dan adik ku akan pergi tidur, sekaligus tidak tahan jika terus-menerus menonton drama,"Begitu pamit, Xiao Qing dan Xiao Bai tertidur lelap di bawah pohon rindang.
Wang Yihan dan Yue Liang sedikit mengerti perasaan Xiao Qing dan Xiao Bai yang tidak memiliki pasangan, mereka juga memaklumi hal itu sambil tertawa kecil agar tidak menggangu istirahat kedua gadis baik itu.
Kini pandangan Wang Yihan dan Yue'Liang kembali memperhatikan Fang Ling yang masih saja mencium rambut Ah Bai, mereka juga memperhatikan itu sambil makan makanan yang masih banyak tersisa.
__ADS_1
"Apakah kau sudah kenyang ? Jika belum, makanlah sepuasnya karena masih banyak makanan yang tersisa,"Kata Fang Ling.
Ah Bai menggeleng,"Tidak aku sudah kenyang, tuan apakah kau belum mengantuk ? Ah Bai sedikit menguap walaupun sebenarnya ia tidak mengantuk sama sekali.
"Apakah kau malu karena di perhatikan kak Wang dan kak Yihan ? Fang Ling berkata sambil tersenyum kecil.
Langsung saja Wang Yihan dan Yue Liang memalingkan wajahnya begitu Fang Ling menatap mereka, keduanya tertawa kecil nyaris tidak terdengar.
"Apakah kita Ketahuan ? Bisik Wang Yihan kepada Yue Liang dengan posisi membelakangi Fang Ling dan Ah Bai.
"Kurasa tidak, tapi sepertinya Ah Bai merasa malu karena kita terus memperhatikannya,"Bisik Yue liang, nyatanya percakapan keduanya dapat di dengar dengan jelas oleh Fang Ling dan Ah Bai yang memiliki pendengaran tajam.
Kini Fang Ling dan Ah Bai lah yang tertawa melihat tingkah Wang Yihan dan Yue Liang, namun seketika mereka berdua memalingkan wajah begitu orang yang di maksud kembali memperhatikannya.
"Adik Fang, aku dan Yue Liang akan pindah ke sana karena ingin segara tidur,"Kata Wang Yihan mencoba mengalihkan perhatian Fang Ling karena dia dan Yue Liang masih ingin memperhatikannya dari kejahuan.
Melihat Fang Ling yang mulai tidak percaya, Yue Liang langsung bergerak cepat hingga tidak sengaja menabrak Wang Yihan hingga membuatnya tersungkur mencium tanah.
"Benar adik Fang, kami tidak berbohong...Eh, Wang Yihan membutuhkan perawatan khusus karena sedang terluka akibat di cekik beruang,"Yue Liang berkata dengan wajah terlihat panik sambil menarik rambut Wang Yihan dan mengangkatnya.
Setelah di rasa Fang Ling tidak menaruh curiga, Yue Liang menarik rambut Wang Yihan dan membawanya ke sebuah tempat kosong di bawah pohon.
Sedangkan Fang Ling yang masih merangkul Ah Bai kini merasa punggungnya sakit karena duduk terlalu lama, diapun menggendong Ah Bai meninggalkan tempat itu dan berhenti di tempat yang cukup jauh dari api unggun.
"Sepertinya di sini aman,"Fang Ling memutuskan untuk berdiam di bawah pohon rindang dan juga terdapat batu besar yang berada tepat di samping pohon.
Fang Ling duduk bersender di sebuah batu dengan Ah Bai yang kini juga sedang berbaring di sampingnya, mereka pun bersantai bersama sambil menikmati malam indah yang di penuhi bintang.
"Ah Bai mengenai asal mu, sebenarnya kau ini masih memiliki keluarga atau tidak ? sebab aku tidak melihat siapapun saat menyelamatkan mu dari perangkap,"Kata Fang Ling.
"Ah sebenarnya aku memiliki dua orang tua utuh,"Ucap Ah Bai sambil menghela nafas panjang.
"Benarkah lalu di mana mereka ? apakah kau masih ingat di mana rumah mu sebelumnya ??,"
Ah Bai menggelengkan kepalanya,"Tidak... saat itu aku masih sangat kecil dan hanya sedikit yang aku tau saat kita pertama kali bertemu,"
__ADS_1
"Bisakah kau menceritakan apapun yang kau ingat saat sebelum kita bertemu saat itu ?? Tanya Fang Ling terlihat sangat ingin tahu, karena setahunya makhluk suci seperti Ah Bai bukanlah di dunia sepuluh benua.
Lagi-lagi Ah Bai menghela nafas panjang, diapun berdiri dan duduk di dalam rangkulan Fang Ling, karena merasa aman jika dirinya dekat dengan Fang Ling.
"Saat itu aku masih sangat muda, dan juga pada saat yang sama kami di kejar oleh sekelompok orang dan salah satunya bertubuh buncit dan berkepala plontos,"
Mendengar perkataan Ah Bai yang terlihat tau pasti bentuk fisik dari orang yang mengejarnya membuat Fang Ling menjadi tegang,"Sebutkan ciri fisik orang buncit yang kau ingat,"
"Ehh... Baiklah, dia memiliki tubuh pendek dan buncit, berkulit hitam dan mata emas, Hanya itu yang aku ingat, karena saat itu aku sedang berlari bersama ibu,"Ucap Ah Bai.
Seketika Fang Ling langsung mengetahui siapa pria buncit yang ada di dalam cerita, ciri fisik yang dikatakan Ah Bai mengenai pria buncit sangat jelas jika dia berasal dari daerah gurun.
Area gurun sendiri berada di benua ke tiga, benua itu selalu di kenal semua orang karena 70% mayoritas penduduknya adalah seorang pedagang.
"Walaupun tidak jelas tapi mengenai kebusukan benua ke tiga aku sudah tau semuanya, termasuk perdagangan manusia dan hewan Spiritual,"
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang abadi
__ADS_1
Bersambung....