Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Sampai di Pulau gunung tengkorak


__ADS_3

setelah matahari mulai terbit dari ufuk timur, di ujung anjungan kapal mulai terlihat pulau gunung tengkorak yang merupakan sekte besar di benua daun wangi.


Pulau itu cukup besar terdapat sebuah gunung besar yang berada di tengah pulau itu, gunung itulah yang di kenal oleh semua orang dengan sebutan gunung tengkorak.


Walaupun mempunyai nama yang tergolong menyeramkan, hal itu sangat berbalik. Nyatanya pulau gunung tengkorak adalah tempat yang sangat indah dan alami.


Dimana banyak pepohonan hijau yang tubuh subur di kawasan pulau tersebut, tidak hanya itu, juga terdapat banyak binatang yang biasanya tidak dapat di temui di benua lain.


Ujung kapal mulai tandas di pinggiran pantai pulau itu, Terlihat banyak nelayan yang merupakan penduduk setempat akan memulai pencarian mereka di tengah lautan untuk mencari ikan.


Tidak hanya nelayan, tidak sedikit pendekar-pendekar yang berlalu hanya untuk melihat ataupun mengagumi keindahan pulau itu dengan bermain pasir di tepian pantai.


Walaupun tidak terlalu besar, pantai itu cukup banyak di temui orang-orang di waktu pagi ataupun sore hari untuk bermain air dan menangkap ikan yang begitu mudah di temui walaupun di pinggiran pantai.


Saat kapal itu sudah berhenti di pantai, banyak pendekar-pendekar yang berkerumun di depan kapal untuk melihat orang-orang yang juga ingin mengikuti tahapan seleksi.


Di dalam kamarnya, Fang ling di kejutkan dengan suara pelayan yang memanggil namanya dari luar kamar penginapan miliknya. Setelah bangun, dirinya sangat terkejut karena hari sudah pagi dengan matahari yang sudah bersinar terang.


Dengan tergesa-gesa Fang ling membangunkan Shun Jing, karena ia sudah berjanji dengan Wang Yihan untuk pergi bersama.


"Shun Jing bangun, kita sudah sampai," Dengan lembut, Fang ling menggoncang tubuh Shun Jing untuk membangunnya.


Setelah beberapa saat menguap, Shun Jing duduk di atas tempat tidur dan melihat keluar jendela yang sudah di terangi cahaya matahari.


Keduanya membersihkan wajahnya mereka dan mengenakan pakaian masing-masing, Fang ling menggunakan pakaian sekte pedang bambu yang dominan berwarna hitam dan emas.


Sedangkan Shun Jing menggunakan pakaian hitam dengan penutup wajah berwarna hitam yang menutupi setengah wajahnya, Setelah selesai mereka berdua bergegas keluar kamar.


Di luar kamar terlihat semua pendekar-pendekar yang rata-rata berusia 15 tahun sedang membentuk sebuah barisan panjang, untuk menuruni kapal dengan tertib.

__ADS_1


Fang ling merasa sama kecewa, karena dirinya tidak dapat menemukan Wang Yihan karena harus ikut berbaris seperti pendekar-pendekar lain.


Merasa khawatir dengan Shun Jing yang terlihat tidak nyaman dengan keramaian yang ada, Fang ling membuat sebuah tali bening dari elemen es dan mengikatnya di pergelangan tangannya dan tangan Shun'Jing.


"Jangan takut, tali ini tidak akan putus. jika kau jatuh aku juga akan jatuh," Fang ling tersenyum lembut ke arah Shun Jing yang ada di belakangnya.


Shun Jing yang awalnya merasa tidak nyaman, berubah saat melihat senyuman Fang ling yang begitu menenangkan.


Secara perlahan barisan itu berjalan secara bergiliran, satu persatu pendekar yang keluar dari kapal di sambut oleh beberapa Senior yang akan menuntun mereka ke tempat tinggal sementara.


Wang Yihan dan Yue liang nampak hampir keluar dari kapal, namun mereka terlihat tidak senang karena kedua teman mereka tidak terlihat di manapun.


Hingga giliran Wang Yihan dan Yue liang keluar dari kapal, mereka juga belum kunjung menemukan atau melihat Fang ling dan Shun Jing, hingga senior dari sekte gunung tengkorak menuntun mereka.


"Sayang, apakah kita akan bertemu lagi dengan adik Fang ling dan adik Shun Jing," kata Yue liang nampak sedih.


"Tenang saja, aku yakin kita akan kembali bertemu dengan mereka. karena ini adalah takdir,"kata Wang Yihan mencoba untuk menyemangati Yue liang, walaupun dirinya juga merasa sedih.


Cukup lama berjalan di dalam kapal, tibalah giliran Fang ling dan Shun Jing yang berjalan keluar dari kapal. semua wanita menjerit kerasa saat melihat wajah Fang ling yang terpapar sinar matahari.


"aaaa ! lihat dia sangat tampan !kata seorang pendekar perempuan.


"apakah dia ingin mengikuti tahap seleksi ! Jika iya kuharap dia satu anggota dengan ku," kata temannya.


"Benar, akan sangat bahagia jika dia masuk menjadi anggota ku," ucap lagi temannya.


"Lihat siapa perempuan berambut putih itu, kenapa dia begitu dekat dengan pemuda tampan itu," kata seorang perempuan sinis saat melihat Shun Jing berjalan di belakang Fang ling.


"Tenang saja, lihat apa yang akan aku lakukan padanya," kata lagi temannya dengan tatapan penuh niat buruk terhadap Shun Jing.

__ADS_1


Saat Fang ling dan Shun Jing berjalan tepat di depan kerumunan perempuan itu, salah satu dari mereka mengulurkan kakinya untuk menyandung kaki Shun Jing.


Alih-alih bisa membuat Shun Jing terjatuh, kaki pendekar perempuan itu patah di injak Shun Jing hingga mengeluarkan suara patahan tulang.


"aaaa ! kaki ku, apa yang kau lakukan dasar pelacur," kata perempuan itu sambil memegangi kakinya yang patah.


keempat teman dari perempuan itu mencoba menyerang Shun Jing, namun Fang ling menghadang pukulan semua perempuan itu dengan memeluk tubuh Shun Jing, hingga semua pukulan itu mengenai punggungnya.


"Apakah kau tidak apa-apa Shun Jing," kata Fang ling lembut, seolah tidak merasakan pukulan semua perempuan itu.


Merasa sangat marah saat melihat Fang ling di pukuli, Shun Jing mengigit tangan Fang ling untuk lepas dari pelukannya.


Dengan kuat Shun Jing memukul dan menendang empat perempuan yang memukul Fang ling, dirinya baru berhenti saat seorang pendekar senior menghentikan dirinya.


"Hentikan apakah kalian tidak malu menjadi pusat perhatian semua orang," bentak senior itu dengan tatapan tajam ke arah semua orang.


Terlihat semua orang yang kebetulan berada di lokasi itu menatap pertengkaran tersebut dan menyalakan Shun Jing lah yang dahulu memulai perkelahian itu.


"Senior, perempuan berambut putih itulah yang terlebih dahulu menginjak kaki perempuan itu hingga patah. Seharusnya dia tidak di perbolehkan ikut di dalam tahap seleksi,"kata seorang pendekar laki-laki yang terlihat berumur dua puluh tahun lebih.


Semua orang yang ada menyoraki Shun Jing hingga membuatnya hampir menangis, dia merasa sangat terpukul karena itu juga salah dirinya karena sudah kehilangan kendali.


"Benarkah apa yang di katakan orang itu ? Jika benar, Sepertinya kau harus meninggalkan tempat ini segera," kata pendekar senior itu dengan tatapan dingin.


Merasa kehabisan kesabaran saat menyadari Shun Jing hampir menangis, Fang ling mengeluarkan hawa mengerikan dari tubuhnya dan menghentak kakinya dan membuat tanah retak dan membeku.


"aku akan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, jika aku benar. maka lidah mu yang akan menjadi bayaran nya," kata Fang ling dengan mata berbahaya menatap seorang pria yang menuduh Shun Jing.


__ADS_1


Ilustrasi : Fang ling and Su Yulan ❤️


Bersambung...


__ADS_2