Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Pedagang benua ke tiga II


__ADS_3

Di keramaian Fang Ling terlihat kesulitan untuk berjalan karena orang-orang sengaja menghimpitnya terutama perempuan, di tengah-tengah kesulitannya Fang Ling melihat sebuah kedai besar tidak jauh dari tempatnya sekarang.


"Sepertinya tempat itu bagus untuk menunggu tikus lewat, karena berada di pinggir jalan,"Fang Ling memiringkan tubuhnya dan berjalan ke kedai yang di maksud.


Setelah masuk pintu kedai Fang Ling di sambut oleh pria paruh baya yang terlihat sedang meracik sesuatu di dalam sebuah cangkir di atas meja tempatnya berkerja.


"Selamat datang, silakan cari kursi yang kosong untuk tuan tempati,"Ujar pria itu nampak sibuk dengan pekerjaannya sendiri.


Fang Ling hanya mengangguk, karena kedai itu tidak terlalu ramai diapun memutuskan untuk duduk berhadapan dengan pintu keluar agar tidak kehilangan jejak dari tikus benua ke tiga.


"Tuan apakah ada arak di sini ?jika ada, berikan aku arak terbaikmu," ujar Fang Ling


Pria paruh baya pemilik kedai itu langsung menghentikan pekerjaannya, dia mengambil sebotol besar arak yang mengeluarkan aroma harum pekat sesuai dengan kualitasnya yang tinggi.


"Silakan menikmati, jika ada yang tuan inginkan aku ada di tempat itu,"Pria paruh baya itu meletakan sebotol besar arak di atas meja Fang Ling, diapun berjalan pelan kembali ke meja kerjanya.


"Tempat ini terlalu sempit untuk orang-orang pedagang benua ke tiga,"Ujar Fang Ling sambil menuangkan arak ke dalam gelas kecil, diapun tersenyum kecil begitu melihat merek di dalam tutup botol arak tersebut.


"Huuu, maksud anda ? pria paruh baya itu sempat menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Fang Ling.


"Jangan berpura-pura permainan kalian sudah aku tebak sejak awal, sebelum ini anggota ku menemukan satu orang dari anggota mu, jadi tidak perlu bersembunyi seperti tikus lagi,"Fang Ling meneguk arak yang di tuangkan di gelas kecil.


"Ahhhh, arak ini sungguh kuat tidak mungkin pulau terpencil seperti tempat ini mampu memproduksi arak keras seperti ini, kecuali dari pedagang benua ke tiga,"Fang Ling berbalik menatap pemilik kedai itu sambil tersenyum menyeringai.


"Tentu saja arak itu dari benua ke tiga, karena pulau gunung tengkorak sudah menjalani kontrak perdagangan dengan benua itu,"Pria paruh baya itu berjalan mundur secara perlahan dengan tatapan tertuju pada Fang Ling.


Fang Ling tersenyum kecil,"Lalu apakah termasuk dengan hewan buas ?


Pria paruh baya itu terdiam kini wajahnya di penuhi keringat dingin, setelah berhasil kembali ke atas mejanya dia mengambil sebilah pedang dan berlari hendak menyerang Fang Ling.


"Jangan sungkan-sungkan,"


Ctaak


Dari dalam kedai itu semua pengunjungnya adalah sepuluh pendekar senior yang menyamar, mereka dengan sigap menahan tubuh pemilik kedai itu sebelum sempat menyerang Fang Ling.

__ADS_1


"Terkejut ?? pasti kau bingung kenapa aku bisa mencium bau bahkan menentukan di mana letak kalian tinggal di kota ini,"Fang Ling mengambil kursi dan menghentak wajah pria itu menggunakan kursi tersebut hingga kursi itu hancur.


"Tutup semua pintu di kedai ini, aku akan sedikit memberikan penjelasan kenapa aku bisa tau keberadaan kalian sedari awal,"Kata Fang Ling dan langsung di turuti beberapa pendekar senior.


Fang Ling mengambil dua kuris dia memberikan satu kursi kepada pemilik kedai itu, diapun duduk berhadapan dengan pria itu yang terlihat wajahnya sudah babak-belur.


"Malam kemarin aku dan teman-teman ku sedang membicarakan sesuatu tentang pedangan dari benua ke tiga, tentang bagaimana mereka dengan leluasa keluar masuk sekte bahkan tanpa sepengetahuan Su Ming


"Alasannya mudah, kalian memiliki orang dalam yang mengatur waktu dan tempat bagi teman-teman kalian yang masih berada di luar pulau gunung tengkorak, dengan begitu kalian sengaja mengatur waktu saat tahap seleksi berlangsung agar tidak di curigai karena pada waktu itu banyak hewan buas yang bertarung mati melawan pendekar lain


"Kemungkinan kalian berhasil adalah 100% karena Su Ming berpikir jika hewan-hewan buas di bunuh oleh pendekar yang mengikuti tahap seleksi, dengan begitu kalian menggunakan kesempatan itu untuk mengambil dan berburu hewan buas di wilayah orang lain tanpa harus takut ketahuan,"


Fang Ling mendekati wajah pria paru baya itu dan mengangkat dagunya,"Apakah yang aku katakan benar ?


Pria paruh baya itu tersenyum kecil dan berubah menjadi tawaan,"Salah !! kami tidak hanya memburu binatang buas tapi juga wanita muda di sekte,hahaha... kalian tidak akan bisa membunuh ku karena hanya aku yang tau tempat mereka di kurung,"


Sontak kesepuluh pendekar senior merasa darahnya mendidih karena beberapa waktu lalu terdapat setidaknya dua puluh gadis muda hilang saat melakukan misi di luar pulau gunung tengkorak.


"Kepaara* kau, apa yang kau lakukan pada mereka ha ?!! Seorang pendekar senior hendak menebas kepala pria itu namun Fang Ling menghentikannya.


"Tidak heran kenapa kedai ini berada dekat dengan sekte,"Lanjut Fang Ling.


Lagi-lagi mendengar penjelasan Fang Ling, pria pemilik kedai itu terdiam cukup lama namun kembali tersenyum menyeringai beberapa saat kemudian.


"Jika memang begitu apa yang akan kau lakukan ?? apakah kau akan membunuh ku ?? sekaligus kehilangan petunjuk di mana mereka semua di asingkan,"Kata pria itu dengan senyuman penuh kemenangan.


"Diam sebentar aku masih belum melanjutkan perkataan ku,"Fang Ling menatap pria di hadapannya dengan tatapan tajam,"Kalian tidak akan berani menyentuh gadis-gadis itu sebelum ada orang luar yang akan membelinya, bagaimana aku bisa tau ? karena aku sudah muak dengan tipu muslihat rendahan seperti ini,"


Fang Ling berdiri dari temannya duduk,"Lakukan apa yang kalian mau ke orang itu, aku akan menyelamatkan orang-orang yang di kurung,"


Mendengar perkataan Fang Ling sepuluh pendekar senior yang sedari tadi menahan emosi, terlihat sangat senang karena bisa menyiksa pria itu semau mereka.


Merasa ketakutan pria itu memberontak,"Tu-tunggu kalian tidak bisa membunuh ku, kalian masih tidak tau di mana mereka di sembunyikan,"


Fang Ling tersenyum penuh siasat,"Bukankah kau bilang hanya kau yang tau di mana tempat mereka di sembunyikan ?? sadar atau tidak kau sudah memberi tau jabatan mu yang sangat di percaya untuk menyimpan mereka di bawah kedai ini,"

__ADS_1


"Apa ba-bagaimana bisa ?? pria itu seketika ketakutan setengah mati begitu pemuda di hadapannya sudah tau siasat dirinya sejak awal.


Fang Ling berjalan meninggalkan tempat itu ke arah meja yang di gunakan pria paruh baya pemilik kedai itu berkerja, langsung saja terdengar suara jeritan begitu sepuluh pendekar senior menjalankan aksinya.


"Ternyata memang di sini, memang sangat efektif menggunakan kedai arak sebagai penyamaran Karena biasanya pemilik kedai ini tidak akan meninggalkan posisinya di belakang meja karena itu memang perkerjaan nya,"Kata Fang Ling.


Di bawah kaki Fang Ling terdapat pintu kotak yang biasa di gunakan jika ada ruangan bawah di tempat itu, juga terlihat tempat itu di kunci dengan menggunakan besi hitam berukuran kecil.


Fang Ling menyentuh besi pengunci itu dengan ujung telunjuknya, seketika besi itu membeku dan pecah berkeping-keping.


Dengan hati-hati Fang Ling membuka pintu kecil itu dan menemukan ruangan bawah tanah yang sangat besar di bawahnya, kemungkinan besar lorong di tempat itu mencangkup semua area di sekitar kota.


"Sepertinya tikus-tikus yang lain berada di ruangan ini, aku juga ingat permintaan Su Ming untuk memenggal kepala pemimpin kelompok ini, tapi sepertinya akan baik jika dia aku berikan ke Su Ming hidup-hidup sehingga dia dengan leluasa dapat menyiksa pria itu jika Su Ming tau murid-murid sektenya sudah di culik,"



Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang abadi


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2