Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
kekuatan pedang kematian


__ADS_3

Ok udah ngerti dengan tujuan Fang ling ? kita lanjutkan novel ini.


Matahari mulai menampakkan diri dari ufuk timur, membangunkan semua orang yang tertidur. Terlihat di depan kediaman Yen Chun, semua orang nampak sibuk mempersiapkan peralatan untuk perjalanan yang tergolong panjang.


"Hati-hati jangan sampai jatuh, sedikit ke samping dan ikat dengan akar pohon yang sangat kuat"


"Baik. bagus sedikit ke kiri...bagus Sepertinya hanya harus memilih kuda yang akan di gunakan nona Su Yulan dan kedua temannya"


"Tuan...hanya terdapat kuda putih ini yang terlihat mempunyai tenaga yang kuat"


"Bukan masalah, ikat dengan akar pohon...kuda itu akan di gunakan nona Su Yulan"


Semua prajurit dan tetua bambu terlihat sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing, namun mereka semua merasa sangat senang. karena bisa menjadi akrab dengan satu sama lain dan membantu apapun yang di perlukan untuk keperluan perjalanan.


Di kediaman Yen Chun, Fang ling masih tertidur dengan tubuh yang telanjang dada karena merasa kepanasan. Dirinya merasa sangat lelah, setelah berbicara berjam-jam bersama Yen Siulan hingga dirinya baru bisa tidur saat matahari sudah mulai menampakkan diri.


Su Yulan yang sudah terbangun sejak orang-orang mulai menyiapkan segala keperluan, berjalan ke kamar Fang ling yang berada di kediaman Yen Chun. namun saat memasuki pintu kamar Fang ling, Su Yulan tidak sengaja berpapasan dengan Yen Siulan yang nampak juga mengarah ke kamar Fang ling.


"Ternyata nona Su, apa yang kau lakukan di sini ? Yen Siulan melipat kedua tangannya dengan tatapan merendahkan Su Yulan.


"Adik kecil, jaga sikap mu...aku hanya ingin bertemu dengan Fang ling, apa yang membuat mu begitu membenci ku ? Su Yulan mencoba untuk tetap bersabar karena ini bukan pertama kalinya, Yen Siulan bersikap tidak sopan dengannya.


"Siapa yang mengijinkan mu untuk masuk di kediaman ku, dasar pelacur," Yen Siulan yang tidak suka dengan Su Yulan karena selalu bersama Fang ling, terus melakukan hal-hal tidak sopan dengannya.


"Adik kecil, aku sudah bersabar cukup lama dengan sikap mu ! Su Yulan mengaktifkan Jubah Tempurnya dan mengeluarkan pedang kematian yang tiba-tiba terbentuk dari udara gelap.


Pedang kematian Su Yulan mempunyai warna gelap dan hawa hitam yang nampak mengelilingi pedang tersebut, hingga menciptakan hawa tempur yang sangatlah berbahaya.

__ADS_1


Sontak wajah Yen Siulan berubah pucat saat baru menyadari kemampuan Su Yulan yang berada sangat jauh di atasnya. hingga untuk bergerak saja dirinya tidak mampu, di sebabkan tekanan yang begitu kuat.


"Jangan salahkan aku, tapi sebaiknya satu tangan mu harus aku ambil. agar kau bisa menghormati orang lain," Su Yulan mengayunkan pedangnya dengan cepat hendak menebas bahu Yen Siulan yang nampak tidak mampu bergerak.


Braaak


Fang ling yang mendengar semua pembicaraan Yen Siulan dan Su Yulan sebelumnya, hanya bersikap santai. namun saat merasakan hawa yang begitu dahsyat, membuatnya bergerak cepat keluar kamarnya.


Mata Fang ling terbelalak, melihat Su Yulan hendak menebas bahu Yen Siulan yang nampak tidak mampu bergerak karena hawa tempur Su Yulan yang begitu kuat. Sontak Fang ling melindungi Yen Siulan menggunakan pergelangan tangan kirinya, untuk menahan pedang Su Yulan.


Pergelangan tangan Fang ling yang dari awal sudah di balut dengan kristal es, tidak mampu menahan ketajaman pedang kematian milik Su Yulan. Mengakibatkan Pergelangan tangannya putus, namun pedang Su Yulan masih belum berhenti.


"gawat sudah tidak sempat ! fang ling hanya menatap pedang Su Yulan yang mulai mengarah ke jantung nya dengan tatapan tajam, karena waktu sudah terlambat baginya untuk mengaktifkan Jubah tempur.


Sebilah pedang Cahaya menahan pedang kematian milik Su Yulan, membuat Fang ling yang menutup matanya perlahan membuka mata dan melihat guru luo tang sudah berada di sampingnya dengan tangan kanan menggegam pedang dari elemen cahaya.


"No-nona tenanglah, apa yang sedang terjadi ? Seorang pria bertubuh besar mencoba memberanikan diri, untuk bertanya apa yang sedang terjadi walaupun tubuhnya bergetar hebat.


Su Yulan yang di kendalikan amarah tidak sadar jika dirinya sudah menyerang Fang ling, hingga membuat pergelangan tangannya terputus. Dengan air mata yang terus menetes, Su Yulan menghilangkan Jubahnya dan memeluk Fang ling.


"ma-maafkan aku...aku tidak sengaja," Su Yulan mencoba untuk tetap tenang, melihat tangan Fang ling yang terus mengeluarkan darah.


Fang ling hanya tersenyum lembut,sambil mengelus kepala Su Yulan."Sudahlah ini hanya tangan... Sebentar lagi juga akan kembali seperti semula."


Tangan Fang ling yang sempat terputus, kembali meregenerasi hingga tangannya kembali utuh seperti semua tanpa cacat sedikitpun. Sontak semua orang sangat kagum melihat kemampuan regenerasi tingkat tinggi milik Fang ling.


"Wah, hanya beberapa detik tangan adik Fang sudah kembali meregenerasi,"

__ADS_1


"Sungguh hebat, untuk meregenerasi secepat itu membutuhkan tenaga dalam yang sangat besar...aku bahkan tidak mampu melakukan hal seperti itu,"


Satu persatu orang-orang memuji kemampuan regenerasi Fang ling dan merasa sangat kagum dengan apa yang di lihatnya. Luo tang juga nampak terkejut melihat kemampuan muridnya yang seolah tubuh secara alami, bahkan tidak di ajarkan sedikitpun.


Yen Chun terlihat memasuki kediamannya dengan tergesa-gesa, setelah seorang tetua mengatakan padanya ada sebuah keributan yang terjadi di kediamannya antara Yen Siulan dan Su Yulan.


"apa yang sedang terjadi ? apakah aku melewati sesuatu," kata Yen Chun.


"Patriak Yen Chun, Semuanya sudah di dalam kendali dan tidak ada yang perlu di perhatikan... karena kita akan segara melakukan perjalanan," Seorang pendekar yang merupakan Jendral yang akan memimpin perjalanan, nampak sedang mengentikan langkah Yen Chun.


Yen Chun hanya tersenyum canggung karena tidak sengaja melihat luo tang sudah berada di dalam kediamannya, dengan begitu dirinya merasa sedikit tenang.


"Baiklah, aku akan mengantar kalian sampai keluar sekte pedang bambu," Yen Chun dan jendral pendekar Su Yulan berjalan keluar dengan di ikuti semua tetua dan pendekar yang ada.


Semua pendekar dari Sekte gunung tengkorak nampak sedang berpamitan dengan semua tetua yang ada. mereka merasa sudah sangat akrab, walaupun pertemuan mereka yang tergolong singkat.


Sedangkan di dalam kediaman Yen Chun, Luo tang sedang membantu Fang ling memilih pakaian untuk di kenakan muridnya. Beberapa saat setelah berhasil menemukan pakaian yang cocok, Fang ling dan luo tang keluar dari kediaman Yen Chun.


"Guru, bukankah kau akan ikut dengan kami ? Tanya Fang ling.


"Benar, guru akan ikut... akan sangat berbahaya jika membiarkan mu berada di tengah-tengah dua perempuan yang tidak akur," Jawab luo tang.


Fang ling hanya tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya, karena dirinya merasa apa yang di katakan guru luo tang memang benar adanya. Dia dan luo tang berjalan ke kuda putih yang sudah di sediakan dan hanya tinggal menunggu Su Yulan dan Yen Siulan yang masih belum nampak.



Ilunstrasi : Fang ling tipe kaisar naga api

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2