
Note : Budayakan like sebelum baca 🐾🐾🐾
Karena membopong seorang wanita, apalagi wanita ini memiliki paras yang sangat cantik dan mencolok..Fang Ling dengan cepat menjadi pusat perhatian, diapun tidak menghiraukan apa yang di lihat dan di pikirkan orang-orang itu terhadap dirinya dan Fixie.
Di dalam pikiran Fang Ling hanya ingin cepat menemui Han dong, mengambil plakat lelang lalu menyelamatkan Lang'Ming..Hanya itu yang selalu di pikirkan Fang Ling, sehingga kakinya terus melangkah maju kedepan tanpa harus memperhatikan hal-hal kecil seperti penampilannya yang mencolok.
Beberapa menit kemudian setelah menyusuri jalan kota Fang Ling sampai di depan pavilun anggrek, hanya tempat itu yang nampak masih di penuhi dengan orang-orang meski bukan satu-satunya kedai yang buka di waktu sekarang.
Fang Ling langsung melangkah memasuki paviliun, matanya mencari Han Dong ke setiap tempat di lantai dasar paviliun anggrek tetapi tidak menemukan orang yang di maksud.
Merasa sedikit kecewa Fang Ling tidak mau menyerah, dia berjalan ke meja resepsionis untuk menanyakan keberadaan Han Dong..Hingga akhirnya orang tersebut di katakan oleh penjaga resepsionis, sedang berada di lantai dua bersama dengan dua muridnya.
Setelah menemukan dimana keberadaan Han Dong, Fang Ling tidak lupa berterimakasih dan meletakan sekeping emas di atas meja resepsionis..Seketika wanita penjaga meja resepsionis itu menjadi sangat menghormati Fang Ling, meskipun tadi dia sudah menunjukkan sikap seperti itu.
Fang Ling bergegas menuju ke tangga di bagian tengah lantai dasar, saat sedang berjalan ia tidak sengaja berpapasan dengan wanita gemuk pemilik paviliun ini.. Karena sudah tau sejauh mana kemampuan Fang'Ling, perempuan itu hanya tersenyum kecut saat melihat Fixie berada di gendongan pemuda itu.. Setelahnya dia berjalan pergi dengan kepala tertunduk lesu karena kehilangan bibit unggul.. Perempuan itu juga sudah berjanji dengan diri sendiri untuk tidak macam-macam dengan Fang Ling.
Bukanya merasa bangga sudah berhasil menakuti pemilik paviliun, Fang'Ling malah merasa bersalah sebab ia sebenarnya tidak ingin melakukan tindakan kasar saat itu karena kesalahpahaman..Tetapi nasi sudah menjadi bubur, tidak ada lagi yang bisa di ubah.. Seharusnya perempuan itu juga sudah belajar untuk menghilangkan sikap serakah di dalam dirinya, karena hal itu sungguh merugikan diri sendiri.
Fang Ling menghela nafas panjang, sekilas dia menatap wajah Fixie lalu segera menaiki tangga menuju lantai dua paviliun ini.. Sesampainya di lantai dua, dia di hadang oleh dua orang penjaga berbadan kekar.
"Ada apa ini..Kenapa kalian menghadang ku untuk ke lantai dua..?"
Fang Ling sedikit mengangkat alis, tetapi hawa intimidasi yang terpancar dari tatapannya cukup membuat pria berbadan kekar di depan ketakutan.
"Ti-tidak tuan..Hanya saja tuan Han Dong sedang tidak ingin di ganggu."
Kedua penjaga itu menunduk, tidak kuasa menatap Fang Ling.
Ternyata tidak jauh dari tempat itu Han Dong duduk bersama dengan beberapa gadis cantik..Dia tidak sengaja saling bertatapan dengan Fang Ling, hingga pria sepuh itu tersenyum dan bergegas berdiri menghampiri Fang Ling.
"Bagaimana nak..? apa kau mendapatkan apa yang aku mau.??"Pinta Han Dong nampak tidak sabar.
__ADS_1
"Aku sudah mendapatkannya, tetapi jika aku bisa masuk dan ikut duduk bersamamu akan lebih baik."
Ucap Fang Ling, dengan raut wajah datar tetapi Han Dong mengerti jika pria muda itu sedang menahan beban berat di gendongannya.
"Hei, kalian berdua..Pria itulah Fang'Ling, kenapa kalian menghadang tamuku..Minta maaf kepadanya."Ujar Han Dong kepada kedua penjaga tadi.
Kedua penjaga itu tersentak, mereka sedikit menatap wajah Fang Ling sebelum membungkuk memberi hormat dan meminta maaf..Kemudian kedua orang itu mempersilakan Fang Ling untuk naik.
Fang Ling hanya mengangguk, kemudian dia melangkah menaiki tangga terakhirnya sebelum benar-benar berada di lantai dua paviliun anggrek.
Segera Han Dong memperlihatkan Fang'Ling untuk duduk bersama di sebuah tempat di bawah pohon persik.. Beberapa gadis nampak mengejar Fang Ling, tetapi Han Song segera menyuruh mereka meninggalkan tempat ini karena ingin berbicara empat mata bersama Fang Ling mengenai lelang hitam dan tentu saja jantung medusah.
"Nak silakan duduk, bagaimana perjalanan mu sebelumnya..Lalu apa yang membuatmu kembali selarut ini..?"
Han Dong duduk bersender di pohon persik, di hadapannya terdapat beberapa gelas kaca dengan beberapa botol arak kosong tetapi masih banyak botol yang belum di sentuh.
Fang Ling menuruti perkataan pria sepuh tersebut, diapun duduk berhadapan dengan Han Dong.. Semetara ia melentangkan tubuh Fixie dan meletakan kepala gadis itu di pahanya agar Fixie merasa nyaman.
Han Dong hanya tersenyum penuh makna, dia tidak bisa marah setelah mendengar perkataan Fang Ling yang bernada dingin..Jika saja keduanya bertarung akan membutuhkan waktu lama untuk selsai, tetapi tetap saja yang keluar sebagai pemenang adalah Fang'Ling karena di bantu oleh seseorang yang lebih kuat dari dewa sekalipun.
Satu kali ketikan akan mengakhiri cerita.. Begitu juga dengan dunia kultivator ini.
Keadaan menjadi semakin berat, untuk mencairkan suasana..Han Dong menuangkan segelas arak dan memberikannya kepada Fang Ling, dengan penuh kebahagiaan Fang Ling on shot meminum secangkir arak itu hanya dengan satu kali tegukan.
"Hebat juga kau nak.."Han Dong terkesan dengan cara minum Fang Ling, dapat di pastikan jika pria muda itu sudah sering mabok sebelumnya.
"Aku akan menceritakan semua yang aku tau tentang lelang hitam ini..Tetapi tolong perlihatkan jantung medusah kepadaku, anggap saja sebagai penyakin bagiku untuk bercerita."
Merasa tidak keberatan mengenai permintaan Han Dong, Fang Ling mengeluarkan jantung medusah dari udara kosong..Mata Han dong melotot seolah akan melompat keluar, hingga akhirnya dia batuk kecil dan kembali menjaga image nya.
"Ekhm..Baiklah aku akan bercerita...
__ADS_1
"Lelang ini di selenggarakan di sebuah kota kecil di bagian timur, bernama kota Mikaze..Kota ini sangat aman dan jauh dari hukum, sehingga menjadikannya tempat bandit dan penjahat kelas kakap berkumpul dan bersuka ria menikmati hasil uang haram..
"Kenapa lelang yang merupakan pekerjaan resmi di selenggarakan di kota berbahaya ini..? Tentu saja barang yang di jual tidak jauh dari kata biadab, menjual budak dan berbagai macam barang langkah adalah kebiasaan tikus berdasi..
"Ada kalanya kota Mikaze di kenal dengan kota perkumpulan para penjahat dari berbagai kalangan, hingga 30% populasi penjahat di benua ini berada di kota tersebut..Sehingga tidak heran jika kota itu adalah kota kelam, dimana di tempati oleh berbagai macam manusia kriminal dari berbagai jenis kejahatan..
"Mengenai barang yang di jual di lelang ini, terdapat beberapa benda berharga dan salah satunya adalah ingatanku..
Di antara lain benda-benda berharga itu adalah :
•Seorang elf
•Batu kristal hati pohenix
•Hewan Suci Holow hitam
•Pedang pemusna masal (Pedang infinixs)
•Jubah dewa matahari
Di balik kehebatan benda-benda di atas ada harga mahal yang harus di bayar, tetapi itu bukan masalah bagi Fang'Ling..Tumpukan emas masih memenuhi cincin dimensi, bahkan belum lagi sumberdaya kristal es tanpa batas.
Han Dong berhenti sejenak, lalu kembali melanjutkan perkataannya."Benda-benda itu sangat berharga, karena kau yang akan menghadiri lelang itu..Aku minta kepadamu untuk membeli pedang infinixs dan jubah dewa matahari..Jangan biarkan benda itu jatuh ke tangan yang salah."
'Pedang infinixs..? Kurasa pedang ini sedikit mencurigakan, setahuku tidak ada nama pedang infinixs dalam daftar sepuluh pedang suci..Tetapi mengenai jubah tempur dewa matahari, sepertinya memang harus di telusuri lebih dahulu.'Gumam Fang Ling di dalam hatinya..Lalu diapun mengangguk sebagai jawaban dari perkataan Han Dong sebelumnya.
"Terimakasih karena sudah mau memberitahuku mengenai lelang hitam,"Fang Ling memberi hormat kepada Han Dong.. Setelahnya dia mengeluarkan jantung medusah, lalu menyerahkan jantung itu kepada Han Dong.
•Pendekar rajawali
•Legenda sang dewa naga
__ADS_1
Bersambung...