Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Gerbang neraka II


__ADS_3

Merasa jika terdapat kaitan antara gerbang dan celah paralel berbentuk senjata, Fang Ling menciptakan sebuah tombak dari elemen api dan berjalan ke tempat altar ber-celah tombak.


Secara perlahan Fang Ling memasukan tombak api ke dalam celah altar di bawah kakinya, setelah tombak itu masuk getaran hebat terjadi pada gerbang raksasa di hadapannya.


Melihat jika terdapat celah kecil yang terdapat pada gerbang itu di karenakan altar kecil di bawahnya di masuki oleh tombak api, Fang Ling kembali berjalan ke tempat altar ber-celah pedang.


Untuk kedua kalinya Fang Ling memasukan pedang api ke dalam celah altar, namun kali ini tidak terjadi respon apapun terhadap gerbang raksasa.


"Apa ?! kenapa tidak bisa, bukankah saat aku memasukan tombak ke dalam celah yang benar gerbang itu akan terbuka sedikit demi sedikit,"


Setelah beberapa saat Fang Ling memasukan kembali satu pedang di altar yang sama, terjadi getaran hebat namun keli ini gerbang itu tidak membuka melainkan kembali tertutup dengan rapat.


"Sialan !! apa-apaan ini, di mana letak kesalahannya,"Fang Ling berdecak kesal, begitu melihat dua pedang yang awalnya ada di dalam celah altar menghilang bersamaan dengan tombak api.


"Tenang adik Fang, sepertinya terdapat respon waktu yang tidak beraturan di mana saat kau memasukan tombak api ke dalam celah gerbang itu sedikit terbuka dan kembali tertutup setelah beberapa menit,"Jelas Wang Yihan.


"Maksud mu gerbang itu akan tertutup jika kita tidak cepat ? Kata Fang Ling bingung dengan penjelasan Wang Yihan yang terlalu panjang.


"Benar, kita harus cepat sebelum gerbang itu tertutup saat waktu tombak api habis dan menghilang,"Kata Wang Yihan.


Merasa ada yang aneh dengan celah itu Fang Ling kembali menciptakan satu pedang api dan memasukkan pedang itu ke dalam celah altar di bawah kakinya.


Lagi-lagi gerbang raksasa tersebut kembali terbuka sedikit, Fang Ling yang melihat hal itu bergegas berlari ke altar yang lain dan begitu sampai di altar tombak dia langsung memasukan tombak api di dalamnya.


Tapi sama seperti saat Fang Ling menciptakan pedang api sebelumnya, tidak terjadi apa-apa pada gerbang raksasa walaupun waktu dari tombak belum habis sepenuhnya.


Merasa kasihan melihat Fang Ling yang terus-menerus berpikir sendirian, secara tidak sengaja Yen Siulan membuat sebilah sabit dan memasukan sabit itu ke dalam celah altar yang benar.


Sesuatu pun terjadi saat Yen Siulan memasukan sabit dari elemen miliknya ke dalam celah, gerbang raksasa kembali terbuka sedikit namun langsung kembali tertutup begitu waktu dari pedang api habis bersamaan dengan sabit angin yang juga ikut menghilang.


"Aku mengerti !! jika kalian amati altar ini berjumlah lima berbentuk virgon lima jari, di mana virgon adalah sebuah lambang segel jiwa milikku. Lambang Virgon juga memiliki pasokan energi tersendiri, tapi untuk memicunya kita membutuhkan elemen yang berbeda-beda,"


Fang Ling menunjuk Xiao Qing dan Xiao Bai yang berdiri di tengah-tengah pormasi Virgon,"Kalian memliki elemen api sama sepertiku, jadi mungkin kalian tidak bisa membuka altar senjata, tapi kalian akan memasukan energi kalian ke dalam celah di tengah pormasi,"


Sontak Xiao Qing menoleh ke bawah dan menemukan sebuah huruf aneh dan juga jalan air yang terhubung langsung dengan masing-masing altar.


"Lalu apa yang akan kami lakukan setelah melepaskan energi ? Tanya Xiao Qing


"Masing-masing altar akan mengaliri energi dahsyat yang berbeda, kalian juga akan melepaskan energi untuk menampung semua energi altar dan menembakan energi itu di bagian tengah gerbang yang berbentuk seperti matahari,"Jelas Fang Ling.


Untuk kedua kalinya Xiao Qing melihat sebuah lambang matahari di tengah-tengah gerbang raksasa, diapun dan Xiao Bai mengagguk karena sudah mengerti dengan tugasnya.


"Baiklah untuk yang lain bersiaplah di posisi masing-masing,"Ucap Fang Ling.

__ADS_1


Semua orang yang bertugas menjadi pemasok energi altar langsung saja berdiri di masing-masing tempat, namun terdapat satu tempat yang tersisa.


"Adik Fang, kita kekurangan satu orang... Bagaimana ini ? kita tidak memiliki teman yang mempunyai elemen berbeda,"Wang Yihan mengusap wajahnya yang terlihat tegang karena keadaan memusingkan.


"Sial...."Fang Ling kembali berdecak kesal


"Aku akan melakukannya,"Dari punggung Fang Ling, Ah Bai berusaha untuk turun dan berdiri dengan kedua kakinya, walaupun masih lemah.


"Ah Bai, kau yakin ingin melakukan ini, keadaan mu masih belum stabil aku tidak mengijinkan mu,"Kata Fang Ling tegas khawatir dengan keadaan Ah Bai.


"Tuan, aku memiliki elemen es milik mu, jadi hanya aku kunci terkahir yang bisa kau andalkan,"Kata Ah Bai kekeh dengan pendiriannya.


Merasa tidak ada pilihan lain dengan berat hati Fang Ling akhirnya mengijinkan Ah Bai, diapun langsung berjalan ke tempat altar yang masih kosong.


"Baiklah semuanya bersiap, tunggu aba-aba dari ku,"


Semua orang nampak fokus dengan perkerjaan masing-masing, jantung mereka berdegup kencang takut gagal dan kehabisan tenaga.


"Sekarang !! Fang Ling berteriak keras.


"Tombak Api !


"Pedang air !


"Sabit angin !


"Cakram besi !


Masing-masing senjata yang di ciptakan dari elemen yang berbeda langsung di masukan ke dalam celah altar, setelahnya energi mulai mengalir dari dalam altar menuju tempat Xiao Bai dan Xiao Qing.


"Adik inilah saatnya, tujukan pada tuan Fang jika kita bukanlah beban sembarangan,"Kata Xiao Qing.


"Benar kak ayo lakukan !!


Perlahan cahaya masing-masing elemen dari altar mengalir dan mengitari kaki Xiao Qing dan Xiao Bai, kedua gadis itu langsung meledakan energi dahsyat dari tubuhnya yang di gunakan untuk mengumpulkan energi dari lima altar.


Dengan tubuh yang seakan akan ingin meledak karena pasokan energi yang berlebihan, Xiao Qing dan Xiao Bai tetap bertahan menghisap energi itu hingga habis tak bersisa.


Dengan cepat Xiao Bai menekan bahu Xiao Qing begitu energi sudah berhasil di hisap keseluruhannya, dengan begitu Xiao Qing menembakan energi dahsyat dari tangannya ke arah tengah-tengah gerbang berbentuk seperti matahari.


Blaararrr


Ledakan besar akhirnya terjadi begitu energi dari lima altar merasuk ke dalam tengah-tengah gerbang, perlahan gerbang itu mulai di penuhi dengan retakan hingga akhirnya hancur berkeping-keping.

__ADS_1


"Berhasil !! Jerit semua orang


Setelah semuanya selesai, Xiao Qing dan Xiao Bai menghentikan serangannya dengan nafas terputus-putus namun dengan wajah yang memancarkan kepuasan tersendiri.


"Kita berhasil ! kata Xiao Qing lemah.


Dengan semangat kelompok Fang Ling berlari memasuki gerbang itu, namun setelah berada di dalam senyuman yang awalnya menghiasi wajah mereka seketika menghilang begitu melihat lautan larva di hadapan mereka.


Ah Bai yang kini sudah berada di punggung Fang Ling langsung bergidik ngeri melihat lautan larva di hadapannya, apalagi kini mereka sedang berdiri di atas sebuah tebing batu curam.


"Sepertinya kita akan di bunuh oleh pihak penyelenggara,"Gerutu Wang Yihan begitu melihat lautan larva di hadapannya.


Fang Ling menoleh ke semua arah, di langit-langit ruangan itu terdapat lempengan tanah yang sudah jelas mereka masih berada di dalam tanah.


Pandangan Fang Ling tertuju pada sudut area itu dan sama sekali tidak menemukan jalan yang dapat di lalui, dengan kata lain mereka harus mengarungi sungai larva di hadapannya.


Namun sebelum itu Ah Bai melihat ratusan perahu berukuran besar berjejer rapi di sudut ruangan itu, diapun memberi tau hal tersebut kepada Fang Ling.


Mendengar apa yang di katakan Ah Bai kelompok Fang Ling kini berjalan ke sudut ruangan nampak memilih perahu, pilihan merekapun tertuju pada perahu yang memiliki ukuran besar dan tidak terlalu kecil.


"Perahu kecil sudah pasti akan dapat bergerak cepat namun dengan kapasitas rendah, sedangakan perahu besar memiliki kemampuan kapasitas besar namun dengan gerakan yang pasti sangat lambat. Untuk itu aku memilih perahu berukuran sedang karena tidak hanya pas untuk kita, tapi juga bisa bergerak cepat melewati arus lahar,"Jelas Fang Ling.


"Wah adik Fang kau sangat pintar, padahal kau berada di from naga api yang terkenal suka mengambil keputusan aneh-aneh,"Ejek Wang Yihan.



Wah keren kita dapat selir baru, loli harimau kwkwkw


Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang abadi


Bersambung.....


__ADS_2