
Dengan wajah datar, namun juga terlihat sedikit kesal walaupun tidak terlalu terlihat di wajahnya yang datar, Xian Guo hanya menatap Fang Ling tanpa sepatah katapun.
"Hari sudah mulai gelap, apa yang akan kau lakukan tuan sok pintar ? kata Xian Guo dengan wajah datar menatap Fang'Ling di hadapannya.
"Seharusnya aku yang bertanya kepada mu, dan lagi kau carilah tempat untuk istirahat di sekitar sini, aku akan pergi sebentar,"Kata Fang Ling.
Tanpa menunggu jawaban dari Xian Guo, Fang Ling berjalan memasuki semak belukar meninggalkan pemuda cantik itu sendirian di tengah hutan.
Walaupun sudah tau identitas Xian Guo saat dirinya tidak sengaja melihat sesuatu di bagian dadanya, Fang Ling hanya bersikap tenang seolah tidak tau apa-apa.
Tetap saja Fang Ling tidak bisa langsung menyimpulkan identitas Xian Guo, karena ia hanya melihat sebuah perban di bagian dadanya, sebelum pemuda cantik itu sadar jika dirinya sedang memperhatikan tubuhnya.
Di tengah-tengah dirinya sedang mencari ayam hutan, Fang Ling di kejutkan dengan sebuah getaran hebat tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Dengan hati-hati Fang Ling mencari dan mendekati sumber suara itu, hingga dirinya di kejutkan dengan seekor hewan buas berbentuk gorila dengan ukuran yang lebih besar dari tubuhnya.
Terlihat jika hewan itu sedang bertarung dengan hewan buas lainnya yang berupa seekor ular besar berwarna kehijauan, ular tersebut merupakan hewan yang begitu kuat dengan kemampuan setingkat pendekar di tingkat pembentukan Jiwa.
Dari balik pohon Fang Ling memperhatikan pertarungan antara kedua hewan buas itu, dimana tampak gorila besar itu sudah mulai kelelahan dengan luka di sekujur tubuhnya.
Tidak mau di kalahkan dengan mudah oleh lawannya, Gorila itu menghantam kepala ular itu dengan kedua tangannya yang di balut api kemerahan.
Alhasil akibat pukulan gorila itu, lilitan yang awalnya begitu menekan tubuhnya mulai terlepas dengan ular hijau yang nampak terhuyung dan mundur cukup jauh dari gorila raksasa tersebut.
Tidak mau kehilangan kesempatan untuk menghabisi lawannya segera, gorila itu mengambil pohon roboh di sampingnya dan memukuli ular hijau dengan sekuat tenaga tanpa tempo berhenti.
gorila tersebut baru berhenti setelah ular hijau itu nampak sudah mati dengan bagian kepala hancur, mengeluarkan darah yang begitu kental dan berbau amis.
Setelah berhasil membunuh ular tersebut, Gorila itu mulai terhuyung dan ambruk ke tanah dengan luka yang terus mengeluarkan darah.
__ADS_1
Fang Ling yang melihat pertarungan itu di menangkan oleh gorila yang awalnya tidak begitu menguntungkan, membuatnya terkejut namun juga sangat senang.
Dengan begitu dirinya dapat mengambil dua kristal dari kedua hewan buas tersebut, tanpa mengotori kedua tangannya. Kristal itu akan di gunakan untuk menambah lingkaran energi Qi, walaupun bersifat sementara.
Dengan menggenggam kuat tombak yang di bawanya, Fang Ling berjalan perlahan ke tempat kedua hewan buas itu terkapar setelah pertarungan keduanya yang terbilang cukup-hebat.
Semakin dekat dengan kedua mahkluk itu, Fang Ling dapat mendengar nafas gorila yang berjarak beberapa langkah di depannya mulai berat dan sesak, seakan kesulitan untuk mengambil oksigen di sekitarnya.
Dengan tatapan sedikit kasihan Fang Ling hendak menghujam jantung gorila di hadapannya. Namun sesuatu menggigit kakinya, sehingga ia harus menghentikan gerakannya untuk melihat siapa yang sedang mengigit nya.
Setelah menoleh kebelakang, Fang Ling di kejutkan dengan beberapa ekor anak gorila yang nampak begitu kecil dengan ukuran tidak lebih besar dari kera pada umumnya.
"Ternyata ini alasan mu untuk terus berjuang, walaupun sebenarnya keadaan tidak mendukung mu untuk menang,"Fang Ling menggores telapak tangannya hingga mengeluarkan darah berwana keemasan.
Saat Fang Ling akan mendekati gorila itu untuk memberikannya meminum darahnya yang bercampur dengan darah kaisar naga, anak-anak dari gorila tersebut kembali mengigit kakinya.
"Tenanglah, aku tidak aku melukai ibu kalian,"
Setelah berada cukup dekat dengan mulut gorila itu, Fang Ling meneteskan darahnya langsung ke dalam mulut gorila tersebut untuk menyelematkan nya.
Setelah beberapa saat menunggu efek dari darah kaisar emas yang mampu menyembuhkan semua luka, Fang Ling hanya dapat menggelengkan kepalanya, saat ibu gorila itu tidak lagi bernafas.
"Maafkan aku, darah kaisar emas hanya dapat menyembuhkan luka, dan tidak mampu menghidupkan yang sudah mati,"ucap Fang Ling pelan.
Ketiga anak gorila itu nampak berlari ke arah ibunya yang sudah terbujur kaku, ketiganya nampak menggoncang tubuh ibunya berharap bisa membuatnya kembali hidup.
Dari jarak yang terbilang dekat dengan gorila itu, Fang Ling hanya dapat menundukkan kepalanya karena dirinya sama sekali tidak dapat membantu ketiga anak gorila tersebut.
Merasa sudah tidak ada lagi harapan, sesuatu yang sangat tidak terduga terjadi kepada ibu gorila tersebut. Perlahan jari-jari tangannya mulai bergerak dan luka-luka di tubuhnya mulai tertutup.
__ADS_1
Mata Fang Ling melebar melihat ibu gorila yang awalnya sudah tidak bernafas, perlahan membuka matanya dan langsung memeluk anak-anaknya dengan lembut.
"apakah sebegitu kuatnya, bahkan kematian tidak dapat memisahkan mereka... apakah dengan melindungi orang yang kita sayangi, akan menciptakan sebuah kekuatan yang sangat besar,"
Dengan demikian Fang Ling hendak berjalan meninggalkan keluarga gorila itu, namun suara yang begitu keras dan tegas menghentikan langkahnya.
"Pendekar, aku sangat berterimakasih karena kau sudah menolongku,"Suara itu tidak lain berasal dari ibu gorila yang kini berdiri di hadapan Fang Ling dengan keempat kakinya.
"Aku tidak membantu mu, melainkan kau sendiri yang menolak untuk mati demi melindungi anak-anak mu,"Kata Fang Ling bersungguh-sungguh.
"Jangan merendah pendekar, aku hanya dapat memberikan mu ini,"gorila itu mengeluarkan sebuah cincin berwarna hitam dengan energi yang sangat dahsyat Keluar dari cincin itu.
Seketika mata Fang Ling membesar, sangat jelas jika yang di keluarkan gorila itu adalah sebuah cincin dimensi yang mampu menyimpan apapun di dalamnya kecuali makhluk hidup.
"Apakah ini tidak terlalu berlebihan ? Kata Fang Ling ragu-ragu.
"Tentu saja aku serius, barang seperti ini bukanlah sesuatu yang berharga bagiku,"Gorila itu melempar cincin yang di perlihatkan nya kepada Fang Ling.
Dengan mata seakan ingin melompat keluar, karena baru saja mendapatkan barang yang sangatlah langkah di seluruh alam, Fang Ling menggunakan cincin itu pada jari manisnya.
"Di dalam cincin itu ada beberapa hewan yang aku kumpulkan, semua itu untuk mu sebagai tanda terimakasih ku," Jelas gorila itu.
"Kenapa kau begitu ceroboh dengan memberikan barang langkah ini kepada sembarang orang ? Tanya Fang Ling bingung.
"Bagi ku, hidup bersama anak-anakku adalah hal yang jauh lebih berharga dari apapun di dunia ini,"kata gorila itu sambil memperhatikan satu persatu anaknya yang berada di atas punggung.
Dengan tatapan yang tertuju pada keluarga gorila yang perlahan hilang memasuki hutan, Fang Ling mendapatkan sebuah pelajaran berharga mengenai orang yang di cintai.
Perlahan Fang Ling berjalan kembali ke tempatnya meninggalkan Xian Guo sendirian, sambil memperhatikan cincin dimensi di jari manisnya yang begitu mengkilap.
__ADS_1
Bersambung....