
matahari mulai menampakkan diri dari ufuk timur dan membangunkan semua manusia dengan cahayanya yang mampu memulai kehidupan baru.
Cahaya yang sangat hangat itu tidak sengaja menyentuh wajah Fang ling, hingga membuat pemuda tampan itu terbangun dari tidurnya.
Dengan lembut Fang ling menggeser Shun Jing yang tertidur di Pangkuannya dan berjalan ke sungai untuk sekedar mengusap wajahnya.
"wah segar sekali," Fang ling mengusap wajahnya dengan air sungai yang begitu jernih dengan arus yang cukup kuat, hingga dirinya berhenti setelah merasa puas membersihkan wajahnya.
Fang ling berjalan kembali ke tepian sungai dan menemukan Shun Jing masih tertidur dengan pulas, hingga Fang ling memutuskan untuk membangunkan gadis tersebut karena akan memberikan sesuatu kepadanya.
Dengan lembut Fang ling mengguncang tubuh Shun Jing dan berkata," Shun Jing bangunlah mau sampai kapan kau tertidur,"
Sambil sesekali menguap, Shun Jing membuka matanya dan mengubah posisinya untuk duduk,"Hu, apa ada apa ?
Fang ling berdiri dan mengeluarkan cahaya dari telapak tangannya, yang dimana cahaya biru itu mengeluarkan sebuah kitab dan sebilah pedang Berwarna perak.
Hawa mengerikan seperti seekor hydra keluar dari kitab dan sebilah pedang tersebut yang dimana pedang itu identik dengan gigi seekor hydra.
dengan kemampuannya, pedang tersebut mampu memotong apa saja dengan ketahanan yang amat kuat dan kekuatan dari pedang itu setara dengan kekuatan satu pedang legendaris milik Fang ling.
Terdapat sepuluh kitab dan Sepuluh pedang suci yang memiliki kekuatan setara dan tidak lebih ataupun kurang, semua itu tergantung dari pemilik kitab dan pedang tersebut.
Dengan ragu-ragu Shun Jing menyentuh kitab yang ada di hadapannya dan saat ujung jarinya menyentuh kitab itu sebuah cahaya silver menyilaukan keluar.
Tubuh Shun Jing terbalut dengan cahaya silver itu, hingga saat cahaya itu mulai redup terdapat tato seekor hydra di telapak tangannya.
"Bagus dengan begitu kau sudah resmi menjadi pemilik pedang ini," Fang ling memberikan pedang Berwarna silver kepada Shun Jing.
Shun Jing mengambil pedang yang di berikan Fang ling sambil sesekali melakukan gerakan hebat dari dalam kitab miliknya yang sudah berada di dalam kepalanya.
"Bu-bukankah ini adalah kitab suci ? Wajah Shun Jing nampan tidak percaya dengan apa yang terjadi dengannya.
Fang ling hanya tersenyum lembut dan berkata"Benar sekarang itu milik mu,"
__ADS_1
"Tapi kenapa ? bukankah kau bisa menjadi lebih kuat jika menggunakan kedua benda suci ini,"kata Shun Jing.
"Jika menjadi kuat bisa membuat ku bisa melindungi seseorang, maka aku tidak membutuhkan itu. karena aku sudah memiliki tiga kitab dan tiga pedang legendaris," Ucap Fang ling setelah beberapa saat.
"Tiga pedang legendaris ? Wajah Shun Jing mengeluarkan keringat dingin hingga menetes dari dagunya.
Fang ling menggaruk kepalanya dan segera berkata,"Aku juga tidak yakin, namun aku tau jika ketiga pedang itu masih ada di diriku,"
"Kau ini sebenarnya apa ? Shun Jing menatap Fang ling dan nampak sangat curiga dengan kemampuan pemuda di hadapannya.
Melihat Shun Jing yang mulai curiga dengannya, Fang ling berusaha untuk menutupi jati dirinya,"Aku hanya anak kecil yang sudah pernah menyentuh dada mu...Jika di lihat, kedua benda itu sudah tumbuh menjadi gunung yang besar."
Dengan wajah memerah Shun Jing menutupi kedua dadanya dan menampar wajah Fang ling dengan kuat,"Kau sedang melihat apa bajingan,"
"Ba-baiklah ayo kita segara menuju ke desa terdekat, karena teman-teman ku sudah menunggu di sana,"kata Fang ling.
"Bagaimana caranya ? kita harus berjalan memutar dan membutuhkan waktu hingga matahari terbenam untuk sampai di kota Wuhan," Jelas Shun Jing.
Fang ling membuka keempat sayapnya dan segera berkata,"Kemari-lah aku akan menggendong mu menuju kota Wuhan dengan cepat,"
"tenang saja serahkan ini semua kepada ku," Fang ling terbang dengan kecepatan tinggi, hingga membuat Shun Jing menjerit karena hanya bisa melihat awan di sekelilingnya.
Dengan tuntunan Shun Jing, Fang ling tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai di desa Wuhan yang mempunyai kawasan sangat luas dengan penduduk yang sangat padat.
Tidak mau menarik perhatian orang-orang, Fang ling memutuskan untuk mendarat cukup jauh dari gerbang kota dan menurunkan Shun Jing dari gendongannya.
Fang ling dan Shun Jing berjalan berdampingan menuju gerbang kota yang tidak jauh di depan mereka, terlihat terdapat beberapa penjaga di depan gerbang tersebut setelah keduanya cukup dekat gerbang kota Wuhan.
Dengan jarak cukup jauh Fang ling dapat merasakan kemampuan semua penjaga itu yang berada di pembentukan inti bahkan ada, yang hampir berada di tingkat pembentukan Jiwa.
Dua penjaga mendekati Fang ling dan Shun Jing saat kedua orang itu berada tepat di depan gerbang kota yang memiliki warna kemerahan, namun terlihat sedikit pudar akibat sudah berdiri sejak lama.
Satu dari dua penjaga itu menyodorkan tangannya dan berkata,"Tuan jika kau ingin memasuki kota ini, kau harus memberikan plakat pengenal,"
__ADS_1
Fang ling meraba pakaiannya dan memberikan plakat yang merupakan pengenal Jika dirinya adalah bagian dari sekte pedang bambu.
Penjaga tersebut memperhatikan plakat yang di berikan kepadanya beberapa saat, sebelum kembali mengembalikan nya kepada Fang ling,"Tuan,kau boleh masuk,"
fang ling hanya mengangguk dan kembali menyimpan plakat miliknya kedalam pakaiannya dan hendak berjalan masuk ke dalam kota, namun Shun Jing di cegat teman penjaga yang melayani Fang ling.
Penjaga tersebut menyentuh pundak Shun Jing dengan tatapan penuh dengan nafsu,"Nona siapa yang mengatakan kau boleh masuk, kau harus ikut aku sebentar untuk melakukan pemeriksaan,"
Shun Jing nampak kehabisan kesabaran dan hendak memukul wajah penjaga di hadapannya, namun sebelum dirinya bertindak satu tangan penjaga yang menyentuhnya terputus.
"Kau sentuh lagi dia, maka giliran kepala mu yang akan aku penggal," Fang ling menatap dingin penjaga yang hanya bisa meringis kesakitan yang berjarak cukup jauh dengannya.
Semua orang yang kebetulan ingin memasuki kota itu terdiam di tempatnya dengan tubuh bergetar hebat, saat melihat tangan penjaga itu terputus.
"Bahkan dia tetap berdiri di tempatnya, sebenarnya berapa cepat gerakannya," Komentar salah satu pria yang melihat kejadian di hadapannya.
"Benar dan lagi dia tidak memegang apa-apa bagaimana tangan penjaga itu bisa terputus," Jawab temannya.
Fang ling hendak berjalan untuk menghampiri Shun Jing, namun salah satu penjaga mengentikan nya,
"Tu-Tuan maafkan kami, ampunilah dia...dia memang sedikit gila dan sudah tidak bisa berpikir jernih."kata penjaga itu dengan tubuh gemetaran.
"Baiklah aku akan memaafkan nya, namun dengan sarat...penjaga itu harus keluar dari pekerjaan nya sebagai penjaga gerbang,"kata Fang ling.
Prajurit itu membungkuk beberapa kali ke arah Fang ling seraya berkata,"Terimakasih tuan, aku akan melakukan apa yang kau katakan.
Fang ling hanya mengangguk menanggapi prajurit itu dan berjalan ke arah Shun Jing yang hanya diam menatap apa yang di lakukan nya.
"Ja-Jangan mendekat ! aku akan membunuhmu jika kau berani,"Penjaga yang kehilangan satu tangannya nampak histeris saat Fang ling berjalan ke arahnya dengan celana yang sudah basah.
Dengan santainya Fang ling melewati penjaga itu dan menggegam tangan Shun Jing untuk membawanya memasuki kota, sedangkan Shun Jing hanya diam dengan wajah memerah.
"Dia melakukan itu hanya untuk membantu ku. Blush mungkinkah...dia menyukaiku. tidak-tidak mungkin aku tidak boleh salah paham hanya karena dia sudah melakukan hal yang menurutku sangat keren,"Batin Shun Jing sambil sesekali melirik Fang ling.
__ADS_1
Bersambung....