
Sebelum ular itu sempat melahap Fang Ling sebuah petir melesat dari atas langit dan tepat mengenai kepala siluman tersebut hingga mati seketika dengan kepala hancur, seolah tidak mempercayai apa yang barusan di lihatnya Fang Ling nampak bingung dengan kejadian yang di alaminya beberapa saat lalu.
Siluman ular itu memiliki kemampuan di tingkat setengah abadi bahkan hanya sedikit pendekar saat ini yang mampu menembus tingkatan itu, tapi hari ini Fang Ling melihat sesuatu yang sangat mengejutkan satu serangan dapat membunuh mahkluk itu, dirinya tidak dapat berpikir seberapa kuat orang yang melancarkan serangan tersebut.
Di tengah-tengah keterkejutannya kelompok Fang Ling di kejutkan dengan suara tawa yang berada di belakang mereka,"Hahahaha, hanya melawan makhluk lemah itu kalian sudah hampir mati, aku tidak dapat membayangkan bagaimana jika aku tidak datang tepat waktu,"Suara serak itu terdengar cukup mengerikan namun Fang Ling merasa dua mengenal suara itu.
Secara spontan dan bersamaan Fang Ling menoleh kebelakang dan menemukan Su Ming sedang duduk di atas sebuah bukit pasir, terlihat pria paruh baya itu menggunakan pakaian serba hitam dengan jubah yang hampir menutupi seluruh wajahnya.
Tidak hanya sampai di situ keterkejutan Fang Ling semakin kuat begitu melihat pedang kematian berada di tangan Su'Ming, sehingga dapat di pastikan jika dialah yang mengirim pedang itu saat Fang Ling melawan siluman serigala di hutan raksasa.
Dengan tersenyum tipis Fang Ling berdiri dan menghadap ke arah Su Ming yang masih duduk di atas sebuah bukit pasir tidak jauh di depannya,"Senior Ming, apa yang membuat mu begitu tertarik dengan ku hingga dirimu mau mengikuti kami selama ini, pantas saja selama ini aku seperti terus di awasi dan lagi pasti kau juga yang mengirim macam air,"
Sudut bibir Su Ming langsung terangkat dan di susul oleh tawa lantang,"Jujur saja aku tidak menyangka jika kamu sudah bisa menebak ini adalah aku, padahal seluruh bagian tubuh ku di tutupi pakaian khusus yang biasa aku gunakan untuk melakukan tugas,"
"Bukankah sudah jelas, siapa lagi orang yang sangat ceroboh di dunia ini selain patriak ? bahkan patriak tidak sadar jika penutup wajah anda lepas dan memperlihatkan wajah patriak keseluruhannya,"Jelas Fang Ling.
Dengan langkah pelan Fang Ling mendekati Su Ming hingga jarak mereka hanya di pisahkan satu meter,"Patriak apa yang anda mau dari ku ? tidak mungkin seorang patriak seperti anda mau mengikuti ku tanpa alasan yang jelas,"
Melihat kecerdikan Fang Ling yang begitu cepat mengetahui tujuannya membuat Su Ming tertawa, dia melepaskan jubah yang menutupi wajahnya dan melompat hingga mendarat tepat di hadapan Fang Ling.
"Aku sedikit memiliki sesuatu yang ingin ku katakan, jika kau mau maka alasan mu datang mengikuti turnamen ini akan aku setujui,"Ucap Su Ming sambil menatap lekat Fang Ling di hadapannya.
Sontak mendengar apa yang di katakan Su'Ming membuat Fang Ling tertegun,"Lalu apa yang patriak inginkan dari ku ? tapi kau juga harus ingat dengan janji mu untuk mengikat pertemanan dengan sekte pedang bambu,"
Su Ming kembali tertawa lantang sebelum menjawab,"Hahahaha, mengenai hal itu kau tidak perlu khawatir. Tapi mengenai apa yang aku mau, sebenarnya ini cukup sulit namun dengan kemampuan mu aku yakin kau mampu, tugas mu adalah menjadi murid di sekte Naga langit dan mengikat kontrak dengannya,"
__ADS_1
"Kontrak ?? apa yang anda maksud dengan hal itu patriak ? tanya Fang Ling penuh dengan kebingungan.
"Kontrak adalah sesuatu yang sangat rahasia di mana kau akan tau masalah dan juga rahasia terbesar yang ada di dalam sekte naga langit, sebenarnya beberapa tahun lalu aku sempat mengira jika ada seorang pendekar yang menggunakan pedang Kaizer berelemen petir, orang itu bernama Yun kang,"
"Yun kang memiliki ikatan besar pada kerajaan di benua ke lima sekaligus dia juga murid terkuat di sekte naga langit, tugas mu adalah menjadi murid di sekte itu dam memata-matai Yu kang,"Jelas Su Ming sedetail mungkin.
"Patriak apakah kau berniat untuk mengambil pedang itu dari Yun kang karena menggunakannya untuk hal yang salah, aku tidak terkejut jika kau melakukan itu karena secara tidak langsung patriak masih menjadi salah satu pengguna pedang suci,"
Su Ming menggaruk kepalanya,"Apakah kau tidak bisa langsung berbicara secara terus terang seperti itu ? tapi, apa yang kau katakan memang benar,"
Sudut bibi Fang Ling sedikit terangkat dan berubah menjadi senyuman,"Aku menyetujui ajakan itu, namun aku juga membutuhkan batuan untuk mengalahkannya apakah patriak bersedia ?
"Ada apa dengan senyuman mu itu, baiklah aku setuju. Karena kau sudah berada di area lima dan sebentar lagi akan masuk ke area enam, aku memiliki hadiah untuk mu dan teman-teman mu, Kemari-lah,"Kata Su Ming.
Mendengar penjelasan Su Ming, Xiao Bai dan Xiao Qing yang awalnya hanya diam menatap percakapan Fang Ling dan Su Ming dari kejauhan, berjalan mendekat ke arah mereka.
Melihat Su Ming hanya memberikan satu kristal penyimpan elemen kepadanya, Fang Ling tidak dapat menyembunyikan kebingungannya,"Patriak kenapa aku hanya di berikan satu batu elemen, bukankah aku memiliki empat batu penyimpan elemen yang tersisa ?
"Alasannya, jika kau sudah masuk ke area enam maka lawan mu bukan hanya siluman melainkan pendekar-pendekar lain, untuk itu aku hanya memberikan mu satu kristal penyimpan agar kekuatan mu setara dengan pendekar-pendekar lain,"
Mendengar perkataan sekaligus penjelasan dari ayah mertuanya Fang Ling hanya mengangguk sambil memperhatikan kristal merah di tangannya, dapat di pastikan jika itu adalah elemen api miliknya di mana elemen itu masih belum stabil dan susah untuk di kendalikan.
Dengan menggunakan kristal itu Fang'Ling hanya akan dapat mengendalikan satu saja elemen dan hanya bisa menggunakan jubah tempur mode kaisar api, tanpa basa-basi karena Xiao Bai dan Xiao Qing sudah siap menggunakan kristalnya masing-masing, Fang Ling langsung menggegam kuat Kristal itu dan menghisap semua energi yang ada hingga habis.
Satu gelombang holow berwarna merah dengan pinggiran berapi-api menghentak tubuh Fang Ling dari atas, hingga saat semua api yang membalut tubuh Fang Ling menghilang, nampak mata dan rambut Fang Ling berubah menjadi merah menyala menandakan jika dirinya adalah mode kaisar api.
__ADS_1
"Dasar lemah, kenapa aku bisa berada di area tandus seperti ini ? apakah lagi-lagi aku mendapat plot aneh setelah sekian lama tidak muncul,"Kata Fang Ling dengan suara tegas, bahkan walaupun dia adalah Fang Ling sifat dan pola pikirnya sangat berbeda dan lebih bersikap arogan.
Xiao Qing dan Xiao Bai yang baru saja berhasil menghisap semua energi di Kristal penyimpan terlihat menggunakan jubah berwarna hitam dan putih dengan elemen api yang sangat berbahaya, pandangan mereka langsung tertuju pada seorang pemuda aneh berambut merah di depannya.
"Eh siapa dia ? ka-kau tuan Fang Ling ?? kata Xiao Bai penuh kebingungan begitu melihat rupa Fang Ling yang sangat berbeda dari biasanya.
Mendengar ada seseorang yang memanggil namanya Fang Ling langsung menatap Xiao Bai dengan tatapan ganas dan tidak bersahabat sedikitpun,"Benar ini adalah aku, ini adalah salah satu From perubahan yang aku milikinya namun susah untuk di Kendalikan,"
Seketika melihat sifat Fang Ling yang begitu tegas dengan tatapan mata yang sangat menarik membuat air liur Xiao Bai dan Xiao Qing keluar, merek tidak menyangka jika Fang Ling bisa berubah menjadi sosok yang terlihat sangat serius dengan hawa maskulin pekat.
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
__ADS_1
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang immortal