Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Pembantaian sesungguhnya


__ADS_3

Beberapa menit Fang Ling habiskan untuk menuju ke benua daun Wangi, seingatnya sekte angin hitam sendiri berada di hutan perairan kecil di bagian barat daya benua ini.


Bisa di katakan jika sekte aliran sesaat satu ini termasuk sekte besar karena memiliki murid dan tetua hampir mencapai satu ribu orang.


Cara kerja sekte ini sendiri adalah menjadi pembunuh bayaran, apapun atau siapapun yang akan di bunuh orang-orang sekte akan senang hati membantu namun tentunya di bayar dengan harga setimpal di nilai dari resiko perkerjaan mereka.


Jika saja mereka berhasil atau berencana membunuh Yu Niang putri dari benua salju abadi, entah berapa jumlah uang yang di dapatkan oleh sekte angin hitam ,yang jelas, kejadian ini sepertinya berkaitan dengan Murad.


Karena sebelum kejadian ini terjadi Murad telah lebih dulu ingin membunuh Yu Niang namun pada saat itu Fang Ling gagal membunuhnya untuk alasan tertentu, sehingga besar kemungkinan jika mereka ada sangkut paut dalam rencana pembunuhan ini.


Kejadian ini sebenarnya sempat masuk ke dalam pemikiran Fang Ling namun ia menepis pemikiran itu karena berpikir Murad tidak akan mengadu kepada ayahnya setelah trauma yang di alaminya.


Walaupun masuk akal Fang Ling tidak bisa langsung menyimpulkan masalah ini ada sangkut pautnya dengan Murad, karena sebelum itu dia harus terlebih dahulu mengkaji masalah ini lebih dalam dan sekarang target utamanya adalah sekte angin hitam.


Di atas langit benua daun wangi sebuah silet ungu membelah langit sangking cepat gerakannya, siluet itu tidak lain adalah Fang Ling, masalah yang timbul dan menimpa Lang Ming hari ini benar-benar membuatnya murka dan membutuhkan sesuatu untuk menenangkan dirinya.


"Kau berikan satu rasa sakit, akan ku berikan kau rasa sakit yang abadi sampai-sampai kau akan merasakan rasa sakit ini selamanya,"


Karena amarahnya perlahan siluet ungu menghilang dan perlahan di gantikan dengan api merah yang berkobar-kobar, tanpa di suruh atau di kehendaki akibat kemarahannya Fang Ling berubah ke Form naga api.


Rambutnya memendek dan berubah memerah, matanya mengganas seperti naga yang murka dan ingin menghancurkan sesuatu untuk menenangkan dirinya.


Dari balik awan sebuah sekte besar yang berdiri di samping sungai kecil nampak sangat mengerikan dengan semua bangunan di lindungi oleh ribuan tanah tinggi berbentuk kerucut.


Fang Ling mengeluarkan topeng rubah dari dalam cincin dimensi, kemudian dia mengenakan topeng itu sebelum melesat cepat langsung ke bagian ini sekte tersebut.


Braaaaak


Dengan tubuh di balut jubah tempur dan kedua tangan menggegam dua pedang api, Fang Ling mendarat di tengah-tengah bangunan besar dan nampak sangat ramai orang-orang di tempat itu.


Ratusan murid dari laki-laki sampai perempuan yang memilih aliran sesat langsung saja menghampiri Fang Ling dengan membawa senjata masing-masing.

__ADS_1


Mereka menatap Fang Ling yang terdiam memandangi mereka seperti patung, sempat terkejut karena merasa hawa mengerikan terpancar dari kedua mata pria berambut merah itu, murid-murid sekte aliran sesaat tersebut tersenyum penuh kemenangan karena pria itu sudah masuk kadang harimau.


"Ha Ha Ha...Jarang sekali kami kedatangan tamu, satu tepuk dapat seekor naga. Jika saja kami bisa membunuhmu di sini, kami semua akan mendapatkan kompensasi dan distribusi besar dari Patriack,"


Seroang pria membawa dua pedang kecil di tangannya nampak sangat tertantang, dia berjalan semakin dekat dengan Fang Ling namun sebelum berjalan satu langkah tubuhnya hancur di lahap api.


Kejadian itu terlalu cepat, bahkan ratusan murid di tempat itu tidak ada yang bisa melihat kecepatan tangan Fang Ling dalam mencincang tubuh lawannya dalam satu hembusan nafas.


Kematian rekan mereka beberapa detik lalu cukup membuat ratusan murid itu gentar dan kehilangan semangat, yang terlihat kini hanyalah rasa takut dan rasa putus asa yang terpancar jelas dari bola mata mereka.


Fang Ling tersenyum kecil,"Kandang harimau ? di mataku kalian adalah ayam yang berada di satu kandang dan aku adalah harimau nya."


Tanpa basa-basi tidak perduli lagi laki-laki atau perempuan, selama mereka menghalangi jalan Fang Ling untuk menemui Patriack dari sekte sesaat itu, mereka akan mati dengan tubuh tercincang dan rasa ketakutan.


Kegaduhan di bagian inti sekte angin hitam langsung terdengar di telinga murid dari seluruh pelosok sekte untuk pergi ke bagian inti sekte karena berniat membunuh Fang Ling secara bersamaan, namun apa yang di lakukan mereka justru mempermudah Fang Ling dalam membunuh mereka semua.


Saat ratusan murid datang membantu dan sampai di bagian ini sekte, mereka langsung patah semangat dan mulai merasa ketakutan tatkala mata mereka melihat genangan darah dan mayat yang berserak.


Walaupun unggul dalam jumlah murid-murid sekte sesaat itu ketakutan setengah mati, mereka berjalan memutar berniat untuk kabur sejauh-jauhnya namun sebuah energi panas menutupi seluruh area sekte sehingga orang-orang yang melaluinya akan mati terbakar.


"Kalian tidak akan kemana-mana ! Harimau ini membutuhkan sesuatu untuk di makan, kuharap kalian tidak keberatan karena aku akan menghentikan kejahatan yang kalian lakukan hari ini, saat ini dan detik ini juga,"


"Tebasan langit, naga api penghancur surgawi !!


Fang Ling terbang bersamaan dengan datangnya petir dari langit yang berkecamuk, seolah mendukung kemarahan Fang Ling.


Fang Ling mengangkat sebilah pedang api, kemudian dia menebaskan pedang itu yang langsung mengeluarkan gelombang kemerahan yang dengan cepat memotong murid sekte gelombang pertama hingga membuat tubuh mereka menjadi dua potong bagian.


Di gelombang kedua terdapat ratusan tetua sekte itu, walau kemampuan mereka sudah hebat namun di mata Fang Ling mereka hanyalah anak ayam yang kehilangan induknya.


Gelombang pertama dari tebasan Fang Ling membunuh semua murid sekte sesaat itu dalam sekejap mata, sementara semua tetua nampak tersudut kemudian mereka sepakat menyerang Fang Ling dan mati dalam perlawanan.

__ADS_1


Ratusan tetua itu secara bersamaan menyerang Fang Ling namun hanya satu tebasan kecil dari Fang Ling satu tetua langsung tewas.


Semua tetua itu kewalahan mengimbangi kehebatan Fang Ling dalam bermain pedang, alhasil tangan dan bagian tubuh mereka terpotong dan hanya menyisakan beberapa tetua saja.


"Eksekusi Langit !!!


Slashhh


Bruuuk


Ratusan tetua aliran sesar mati dengan keadaan mengerikan, jumlah ratusan hampir mencapai satu ribu manusia kini hanya tersisa satu saja manusia yang hidup karena Fang Ling membutuhkan informasi.


Satu manusia itu adalah seorang pria paruh baya dengan kedua tangan buntung akibat tebasan Fang Ling, dia terlihat kukuh dalam pendirinya dan nampak tidak takut sedikitpun pada Fang Ling.


"Kau lebih kejam dari aliran hitam, bahkan mungkin kekejaman mu itu tidak berbeda dengan iblis,"Pria itu berkata dengan tubuh terbaring dan penuh luka.


"Wah terimakasi atas pujiannya, aku benar-benar sangat senang mendengarnya. Tapi sebelum aku memberikan hadiah kepadamu, dimana Patriack sekte ini ? dia harus melihat apa yang aku lakukan,"


"Kau tidak akan mampu mengalahkan Patriack kaki, dia sedang berada di ambang meditasi dan akan segera menjadi pendekar abadi, setelah itu kau akan menemui ajal sama seperti kami,"


Fang Ling memasang wajah bodoh, dia menggaruk kepalanya."Aduh kenapa di saat seperti ini dia malah bermeditasi, baiklah aku akan menunggunya...Ah, aku hampir lupa hadiah mu,"


Tanpa belas kasihan Fang Ling menginjak kepala pria itu hingga berubah menjadi abu, kemudian dari gelapnya langit seorang pria berambut putih dan tubuh kekar muncul.


"Kau membunuh semua yang ada ???


Ingat ini adalah bentuk datu Form naga api !!!



Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2