Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Ujian mematikan


__ADS_3

"Ah dia adalah hewan roh milik ku, namanya Ah Bai,"Fang Ling mengambil Ah Bai yang ada di atas kepalanya, terlihat hewan kecil itu tertidur dengan lidah menjulur.


Wang Yihan melihat Ah Bai cukup lama dan menyentuh kepalanya dengan ujung telunjuk, seketika dari atas kepala Ah Bai Keluar cahaya berwarna hijau berbentuk bulat Holow.


"Kenapa kau memilih hewan lemah ini sebagai hewan roh mu ? bentuknya terlalu imut, apakah jurus pamungkasnya adalah serangan imut,"Kata Wang Yihan sambil menyentuh perut Ah Bai dengan telunjuknya.


"Benar yang di katakan Wang Yihan terdapat sepuluh lingkaran Holow sebagai perbandingan kekuatan, yaitu :


•Hijau


•Putih


•kuning


•abu-abu


•Biru


•Merah


•Hitam


•ungu


•Perak


•Emas


"Yang terlemah adalah hijau dan terkuat adalah emas, setiap hewan buas memiliki pemimpin yang di sebut alpha. Yang biasanya mempunyai kemampuan di atas rata-rata, sekaligus menjadi pemimpin dari wilayah tertentu,"Jelas Yue liang.


Fang Ling tersenyum kecil dan berkata,"Ini adalah hujud awalnya, Ah Bai adalah hewan suci... Tingkatan di dunia ini tidak mampu di bandingkan dengan miliknya,"


"Tapi kenapa Ah Bai sedikit berbeda dari spesies aslinya, yang biasanya akan langsung bisa berbicara begitu menghisap energi,"Sambung Fang Ling.


Sontak semua teman-teman Fang Ling tertawa melihat wajah Ah Bai yang begitu lucu, sulit untuk di bayangkan jika dia adalah hewan suci yang begitu kuat.

__ADS_1


Sambil tertawa Wang Yihan berkata,"Adik Fang, sepertinya ini adalah hobi terpendam mu, untuk merawan seekor hewan yang sangat lucu,"


Ah Bai yang sedari awal sudah terbangun saat Wang Yihan menyentuh perutnya, hanya berpura-pura tidur walaupun dirinya merasa sangat kesal.


Setelah puas menjahili Ah Bai, Fang Ling kembali meletakan nya kembali ke atas kepala untuk membiarkan hewan kecil itu beristirahat dengan tenang.


Shun Jing dan Yen Siulan yang langsung tertarik saat melihat tubuh Ah Bai yang sangat gemuk, membuat Yen Siulan tidak tahan untuk merampasnya dari kepala Fang Ling dan membawanya kabur.


"Hati-hati Lan'er nanti kau akan menjatuhkan nya,"Kata Fang Ling membiarkan Yen Siulan membawa Ah Bai bersamanya.


Wang Yihan yang tidak sengaja mendengar Fang Ling memanggil gadis yang belum di kenalnya itu dengan sebutan 'er', sontak terkejut dan berkata,"Adik Fang, Siapa gadis itu ?


"Dia adalah Yen Siulan, pasangan ku sama seperti Shun Jing,"Kata Fang Ling penuh percaya diri.


Mata Wang Yihan seolah ingin melompat keluar setelah mendengar perkataan Fang Ling, ia menatap pemuda berpakaian hitam dan emas di hadapannya dengan wajah serius.


"Adik Fang, sebenarnya kau memiliki berapa banyak pasangan ? ucap Wang Yihan setengah berbisik.


Dengan santai Fang Ling mengangkat satu sampai tiga jari dan berkata dengan bangga,"Shun Jing,Yen Siulan dan Su Yulan adalah pasangan ku,"


Setelah kedua pemuda itu terdiam sambil memperhatikan sekitar mereka, yang mungkin saja berhasil menemukan jalan untuk keluar dari tempat itu.


"Lalu apa yang kita lakukan di sini adik Fang ? Tanya Wang Yihan begitu tau jika tidak ada jalan untuk ke atas tebing.


"Mudah saja, kita tinggal berbaring santai menunggu matahari memanggang kita menjadi makanan ringan,"kata Fang Ling bercanda walaupun dengan wajah serius.


"Kau benar..... ! eh, kenapa tempat ini bergetar, apakah ada yang buang angin,"Ucap Wang Yihan begitu merasakan jika besi-besi yang menjadi tempat untuk bertijak itu bergoyang sekaligus bergetar.


Seketika mata orang-orang menoleh ke atas dan melihat ke arah mulut, yang di mana di mulut terowongan itu terdapat besi hitam yang tidak biasa hendak jatuh ke arah semua orang.


"Woi,Woi,Woi, besi itu bergerak ! teriak seorang pendekar saat melihat besi hitam itu terjun bebas dari udara hendak melesat ke arahnya.


Mata Fang Ling melebar ketika sadar postur setiap jaring laba-laba yang terbuat dari rantai besi itu, di buat untuk membuat besi bulat yang hendak terjatuh ke arah mereka agar bisa menggelinding dengan area jaring yang tidak beraturan.


Tatapan semua orang tertuju pada bola besi yang jatuh dari udara ke arah mereka, sehingga menciptakan sebuah gelombang besar begitu bola besi raksasa itu menghantam jaring besi.

__ADS_1


Perlahan bola besi itu menggelinding dengan lincah dan cepat menabrak orang-orang yang menghalang-halangi jalannya sampai hancur, hingga membuat pendekar-pendekar yang ada di barisan belakang panik.


"Pantas saja kita di suruh mengambil pengait... Semuanya ikuti !! jika kalian ingin selamat, gunakan kail kalian untuk bergantung di bawah jaring besi,"Teriak Fang Ling dengan lantang agar semua orang dapat mendengarnya.


Fang Ling dan semua temannya langsung saja bergantung di bawah jaring besi dengan menggunakan pengait, hingga cara-cara itu di lakukan oleh semua pendekar yang memiliki pengait.


Alhasil besi raksasa itu hanya melewati mereka yang berlindung di bawah jaring besi dan kembali bergerak ke arah lain, menghantam pendekar-pendekar yang tidak memiliki pengait hingga hancur.


Tidak hanya di area jaring laba-laba miliki semua rombongan Fang Ling, nyatanya semua jaring yang ada juga terdapat hal yang sama tapi lebih banyak yang tewas karena tidak memiliki pengait.


Perlahan Setelah puas menggelinding besi bulat itu memulai melambat sebelum berhenti tepat di tengah area jaring laba-laba, sehingga orang-orang yang bergelantungan kembali naik ke atas.


Jumlah pendekar-pendekar yang bisa membuat satu jaring besi penuh, kini hanya menyisakan setengah dari mereka yang selamat. Bahkan ada yang lebih parah yang berada di jaring ke empat, dimana hanya ada dua orang yang mampu selamat.


Semua orang begitu tertekan karena kehilangan teman, sahabat bahkan pasangan mereka yang tidak sempat selamat. Walaupun begitu, tidak ada yang menyalahkan sekte gunung tengkorak.


Semua itu karena pendekar-pendekar yang ada sudah tau jika sekte itu hanya menerima monster, atau pendekar yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.


Melihat kesedihan semua pendekar yang tersisa Fang Ling hanya merundukan kepalanya karena merasa bersalah, namun dari belakang Wang Yihan menepuk pundaknya.


"Jangan merasa bersalah, jika bukan karena kau. Akan ada lebih banyak korban yang berjatuhan,"ucap Wang Yihan mencoba untuk menenangkan Fang Ling yang sedih.


Tiba-tiba besi hitam berukuran raksasa itu terbelah menjadi beberapa bagian dan mengeluarkan berbagai macam senjata dari dalamnya, membuat Fang Ling yang awalnya bersedih kembali bersemangat begitu melihat tumpukan senjata itu.


"Dengan ini kita akan melanjutkan perjalanan,"



Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian


•Pendekar pedang terkuat

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2