
Setelah keadaan tubuh Fang Ling Kembali seperti semula dia dengan cepat berlari ke tempat Xiao Bai bertarung, dengan gerakan memutar Fang Ling menggunakan dua senjatanya memotong satu kaki kalajengking yang hampir membunuh Xiao Bai.
Dengan keadaan terduduk di pasir dengan sekujur tubuh penuh luka Xiao Bai tidak menyangka jika dia akan selamat dari serangan kalajengking yang hampir membunuhnya, dengan semangat Xiao Bai berdiri dan menyerang kalajengking yang di serang Fang Ling.
Melihat kemampuan Xiao Bai yang tidak main-main membuat Fang Ling sedikit kagum, dengan mengandalkan kemampuan bertarung dan senjata yang samasekali tidak mendukung, Xiao Bai masih bisa hidup bahkan menyerang balik dengan kekuatan penuh.
Untuk membantunya Fang Ling kembali melakukan gerakan langkah angin dan menghilang dari tempatnya berdiri, secara tiba-tiba Fang Ling berada di atas udara terlihat sedang mengumpulkan energi di dalam pukulannya.
Seterusnya energi yang di kumpulkan mulai mengeluarkan cahaya kemerahan, Fang Ling langsung melakukan gerakan tapak hingga energi merah yang keluar dari tangannya berbentuk telapak tangan dan membentur tubuh siluman kalajengking yang sedang bertarung dengan Xiao Bai.
Alhasil akibat terkena serangan Fang Ling dampaknya membuat siluman kalajengking itu tersungkur tidak berdaya dengan seluruh tubuh mengeluarkan asap putih yang cukup banyak, mengira jika kalajengking itu sudah mati Fang Ling dan Xiao Bai berlari ke arah pertempuran Xiao Qing untuk membantunya.
Terlihat Xiao Qing sedang terpojok dan terduduk di atas pasir dengan seluruh tubuh penuh luka sekaligus senjata miliknya terpental cukup jauh, sedangkan siluman kalajengking yang menjadi lawannya berjalan mendekat hendak membunuhnya.
"Rantai pengikat !!
Saat siluman kalajengking hendak mencapit tubuh Xiao Qing dengan kedua tangannya, dari belakang rantai miliki Xiao Bai mengikat leher siluman itu dan berhasil menghentikannya sesaat kemudian dari belakang Xiao Bai, Fang'Ling melompat dan berjalan di atas rantai milik Xiao Bai dengan memegang dua senjatanya.
Dengan gerakan menyamping Fang Ling menyayat kepala siluman kalajengking mengguna tangan kanan dan di susul lagi dengan sayatan dari tangan kirinya, berniat mengakhiri pertarungan itu Fang'Ling hendak menghujam kepala siluman itu dengan kedua senjatanya.
Di luar dugaan siluman itu lebih pintar dari yang di duga, dengan kuat siluman itu menarik rantai Xiao Bai hingga membuatnya terpental, alhasil Fang Ling yang berdiri di atas ratai tidak sengaja terkena ujung senjata Xiao Bai dan membuat tangan kanannya terputus.
Seolah tidak merasakan sakit sama sekali Fang Ling menggunakan tangan kirinya untuk menyerang siluman kalajengking, beberapa gerakan Fang Ling berhasil mengenai siluman itu hingga membuatnya kabur masuk ke dalam pasir.
Dengan tatapan dingin Fang Ling hanya dapat berdiri melihat sisa-sisa jalan kabur siluman itu, setelah beberapa saat baru menyadari kejanggalan Fang Ling langsung menoleh ke tempat di mana satu siluman kalajengking tersungkur akibat seni tapak, terlihat di sana yang awalnya di tempati oleh siluman yang mati kini kosong tidak meninggalkan apapun.
Raut wajah bingung terukir di wajah Fang Ling melihat hal yang sama juga terjadi di tempat siluman yang di bunuh nya juga menghilang,"Apa yang terjadi, apakah sekarang mayat bisa berdiri dan menggali kuburannya sendiri atau apakah aku mendapatkan plot aneh lagi untuk sekian kalinya, jika benar sebaiknya aku mulai bersiap pindah lapak,"
__ADS_1
Sesuatu yang tidak bisa di ukir dengan kata-kata terjadi, tanah berpasir itu bergetar dengan sangat hebat seolah mempunyai pikiran untuk bergerak, perlahan pasir yang ada di sekitar Fang'Ling bertijak menghilang hingga dia menoleh di antara kakinya dan menyadari jika sesuatu yang di injaknya memiliki sisik putih mengkilap.
Mata Fang Ling melebar dengan nafas memburu dia melihat ke depan di mana di depannya terdapat kepala ular yang amat besar dan tempatnya bertijak adalah sebagai kecil dari mahkluk itu, ular putih itu menjulurkan lidahnya dengan tatapan yang tertuju pada kelompok Fang Ling.
"Lari !!!
Setelah kata itu di teriakan secara bersamaan Fang Ling, Xiao Qing dan Xiao Bai berlari bersama ke arah Padang pasir yang lain namun saat akan berlari menjauh, mereka terjatuh dari ketinggian karena saat itu mereka berada di atas ekor makhluk raksasa itu.
Dengan keadaan terduduk kelompok Fang Ling hanya bisa terpelongo begitu melihat ular itu mulai mengeluarkan seluruh bagian tubuhnya dari dalam pasir, setelah seluruh tubuhnya keluar terlihat ukuran ular itu sangatlah panjang dan besar dengan waran putih.
Siluman itu menjulurkan lidahnya yang mengeluarkan suara-suara aneh untuk menakuti lawannya yang jelas sudah takut ketika melihat tubuhnya, ular itu menjulurkan kepalanya untuk mendekati kelompok Fang Ling seolah ingin memakan mereka bersamaan.
Saat ular itu membuka mulutnya dan hendak melahap tubuh Fang Ling tanpa di taburi bumbu penyedap dari samping Ah Bai datang dan membawak Fang Ling berserta yang lain untuk berlari secepat mungkin guna menghindari siluman itu.
Di atas tubuh Ah Bai, Fang Ling duduk di posisi paling belakang sambil sesekali menoleh kebelakang dan melihat di belakang ular itu sama sekali tidak mengejarnya, di saat mengeluarkan nafas lega dari bawah pasir tepatnya di belakang Ah Bai siluman ular muncul dari dalam pasir dan mengejar mereka.
"Jangan panik tuan, setahuku ular akan tertidur atau setidaknya tidak lagi makan jika di berikan makanan,"Ucap Xiao Bai.
"Kau bercanda !! kau lihat ukurannya, jika ingin membuatnya kenyang setidaknya kita harus memberikan ular itu makan warga-warga sekte yang setidaknya berjumlah ribuan,"Kata Fang Ling.
"Lalu apa yang akan kita lakukan tuan, akan sangat sulit untuk menghadapinya jika hanya mengandalkan senjata-senjata yang kita miliki, kemungkinan menang akan sangat sulit,"Jelas Xiao Qing.
"Sulit ?! biar aku luruskan, ini mustahil tidak mungkin kita akan hidup jika melawannya walaupun aku memiliki kemampuan regenerasi di atas rata-rata, aku akan tetap mati jika masuk ke dalam mulutnya,"Ucap Fang Ling sambil memperhatikan tangan kanannya yang sudah kembali normal.
"Regenerasi ? ah, tuan bagaimana jika kita memotong tangan mu dan memberikannya kepada ular itu ? bukankah tangan mu akan kembali tumbuh,"Kata Xiao Bai.
"Cara itu sangat tidak mungkin, untuk melakukan regenerasi membutuhkan tenaga yang tidak sedikit, sedangkan aku memiliki tenaga terbatas. Xiao Bai, karena kau sudah dua kali mengatakan hal bodoh hak untuk mu berbicara di cabut,"Kata Fang Ling yang sedikit merasa kesal kepada Xiao Bai.
__ADS_1
Mendengar perdebatan bodoh semua temannya Ah Bai yang berusaha mati-matian untuk berlari hanya bisa diam dengan wajah masam, di saat tengah-tengah berlari tubuh Ah Bai di sambar oleh ekor siluman di belakang hingga terpental jauh bersama orang-orang di atas tubuhnya.
Setelah menerima serangan itu Ah Bai tidak lagi mampu bergerak tubuhnya mulai mengecil hingga kembali ke ukuran normal, sedangakan Fang Ling yang terduduk di pasir hanya dapat terdiam begitu melihat kepala siluman ular sudah berada tepat di depan wajahnya.
Dengan santainya Fang Ling mengeluarkan batu dari udara kosong dan menghantam kepala siluman itu dengan menggunakan batu tersebut, tentunya serangan itu hanyalah ampas di mata siluman ular, dia membuka mulutnya lebar-lebar hendak memakan Fang Ling.
"Petir kematian !!
Jangan lupa tiga hal :
1.Vote
2.Like
3.Komen
Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling
Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :
•Legenda dewa pohenix
•Legenda dewa kematian
•Pendekar pedang immortal
__ADS_1