Legenda Pendekar Pedang

Legenda Pendekar Pedang
Rumah kumuh


__ADS_3

Suara rintik hujan menutupi suara jeritan Wen Tian, kini kedua kakinya sudah menjadi potongan kecil dan mengeluarkan darah berwarna hitam.


"Sentuhan terakhir akan menjadi hidangan terbaik,"


Fang Ling menusukkan pedang elemen kegelapan ke perut Wen Tian dengan perlahan-lahan hingga ujung pedang itu menembus tanah.


Sebelum pergi Fang Ling menyentuh dahi Wen Tian Yang tidak berdaya untuk menanam benih ice, setelah itu dia baru terbang kembali ke penginapan berharap jika pemiliknya tidak marah.


Dari balik pepohonan seorang pria paruh baya bertanduk iblis yang sempat di temui Fang Ling berjalan menghampiri Wen Tian.


"Ck Ck Ck, kau kacau sekali..Untung saja ayah bisa menyelamatkan mu,"


Dengan keadaan tubuh Wen Tian yang mengerikan, Jendral iblis itu mencoba untuk melepaskan satu persatu pedang yang menancap untuk membawa kloning itu kembali ke dunia bawah.


Ctaak


Saat tangan jendral iblis hendak meraih tubuh Wen Tian, terjadi ledakan besar yang menimbulkan es runcing dari seluruh tubuh Wen Tian.


"Sungguh menakjubkan, seberapapun mirip kloning ini dengan pria itu tetap saja dia yang terbaik..Aku semakin tidak sabar bertarung dengannya,"


Karena tidak ada lagi bagian tubuh Wen Tian yang bisa di bawa kembali, Jendral iblis itu terbang santai ke atas langit sambil menarik keluar es runcing yang sempat menembus perutnya.


Tidak jauh dari tempat ledakan ternyata Fang Ling tidak benar-benar kembali, dia bersembunyi di balik pohon dan baru keluar begitu jendral iblis itu kembali masuk ke dalam retakan dimensi.


"Sayang sekali serangan itu tidak mampu membunuhnya...Yaaaa, mungkin lain kali akan lebih baik,"


Dengan keadaan tubuh segar karena sempat menghisap energi kehidupan dari Wen Tian, Fang Ling terbang dengan bantuan koordinasi Kaisar es untuk kembali ke penginapan.


Setelah berada di penginapan Fang Ling langsung terdiam setelah di beri tahu kaisar naga es jika penginapan itu sudah tutup lebih awal.


"Jika begini aku harus tidur di mana ??"


Batin Fang Ling, diapun berjalan menyusuri ruas jalan kota yang masih terbilang cukup ramai.


Dengan bantuan penciumannya Fang Ling berjalan menyusuri gang sempit, hingga dia berhenti di sebuah kedai makan kecil yang tidak ada pengunjung sama sekali.


Karena hari sudah larut dan tidak ada pilihan lain, akhirnya Fang Ling melangkahkan kakinya untuk memasuki rumah makan yang terbuat dari kayu dan beratap jerami itu.


Melihat kedatangan seorang pelanggan, Perempuan manis dengan tubuh gadis berusia 20tahun berjalan menghampiri Fang Ling dengan tersenyum ramah.


"Selamat datang, tuan."


Fang Ling mengagguk,"Terimakasi, apakah di sini aku bisa menginap satu malam ?"


Perempuan itu terdiam melihat wajah sempurna Fang Ling, diapun membekuk untuk sesaat sebelum menjawab pertanyaan pemuda itu.


"Maaf pendekar, ini adalah tempat makan... kami tidak memiliki kamar tamu untuk anda,"Ujar gadis itu dengan kepala tertunduk karena takut begitu melihat pedang yang tersarung di pinggang Fang'Ling.

__ADS_1


Menyadari hal itu Fang Ling mengibaskan tangannya dan membuat pedang kaisar es menghilang, hal ini membuat gadis di hadapannya sangat terkejut.


"Aku mengerti... Baiklah nona, aku akan segera pergi,"


Dengan perasaan sedikit kecewa Fang'Ling melangkah keluar rumah makan, namun gadis pemilik rumah makan itu memanggilnya kembali.


"Tuan, di luar sedang hujan dan sudah larut malam, akan susah untuk mencari penginapan dengan kondisi seperti sekarang ini,"


"Jadi... Sepertinya aku tidak ada pilihan lain selain mengijinkan mu untuk tinggal di rumah makan ini,"Kata gadis itu nampak terlihat malu-malu.


Dengan perasaan gembira karena tidak jadi main hujan-hujanan, Fang Ling memutar tubuhnya dan kembali berjalan memasuki rumah makan itu.


Sudut bibir Fang Ling sedikit terangkat,"Terimakasi sudah berbaik hati menolong orang buta ini, jika tidak keberatan aku ingin kau menghidangkan makanan terbaik,"


"Baik tuan, silakan menunggu sebentar aku akan segera membawakan pesanan yang anda minta,"


Gadis itu membungkuk sebelum berjalan memasuki sebuah ruangan di sudut rumah makan.


Dengan keadaan canggung Fang Ling memperhatikan rumah makan itu, bahkan diameternya sangat kecil hingga terlihat sedikit lebih besar dari sebuah kubuk.


"Ehh, apakah dia juga tinggal di tempat ini ?"Batin Fang Ling, ketika melihat sebuah alas tipis yang terbuat dari anyaman kulit pohon di bawah kakinya lengkap dengan sebuah bantal kumuh.


Setelah di perhatikan ternyata tempat itu sama sekali tidak memiliki kursi atau meja seperti kedai atau rumah makan pada umumnya.


Tanpa ada perasaan menyesal Fang Ling duduk di atas lantai dengan menggunakan anyaman pohon sebagai alas bagi pantatnya.


Tidak berselang lama gadis pemilik rumah makan itu berjalan menghampiri Fang Ling dengan membawa beberapa makanan sederhana, di antaranya ayam bakar dan sesuatu berwarna putih.


Gadis manis itu meletakan satu persatu makanan di hadapan Fang Ling.


"Nona, apa yang putih-putih ini ?"Fang Ling nampak kebingungan melihat isi mangkuknya di penuhi dengan benda kecil berwarna putih.


Melihat Fang Ling yang kebingungan membuat gadis manis itu tersenyum kecil,"Tuan itu namanya nasi, wajar saja jika kau tidak pernah melihatnya karena ini hanya di makan oleh orang-orang seperti ku,"


Dari awal yang terkejut bukanlah Fang Ling melainkan kaisar naga yang ada di dalam pikirannya, mereka memberi tahu Fang Ling tentang benda berwarna putih itu sehingga pemuda itu juga tidak kalah kebingungan.


Walaupun ragu-ragu Fang Ling memakan sedikit benda berwarna putih itu dengan sedikit daging ayam. Sempat merasakan hambar, tidak membuat Fang Ling berhenti makan dan semakin lahap.


"Walaupun aku tidak tau ini benda apa, namun dengan memakan ini entah kenapa aku merasa menjadi lebih kenyang,"Ujar Fang Ling.


"Baguslah jika tuan suka"


Gadis manis pemilik rumah makan itu nampak tersenyum sambil memperhatikan Fang Ling makan,hingga dia tidak sadar jika perutnya juga ikut berbunyi.


"Nona, ayo makan bersama ku,"Kata Fang Ling begitu menyadari jika gadis di hadapannya sedang lapar.


Gadis itu hendak menolak namun Fang'Ling segera menyakinkan nya untuk tetap makan, akhirnya gadis itupun mau makan bersama Fang Ling.

__ADS_1


"Terimakasih atas hidangannya, aku sangat kenyang,"Fang Ling membungkuk beberapa kali setelah menyudahi makannya.


"Nona, apakah di sini ada arak ?"


"Maaf tuan, kami tidak menyediakan minuman seperti itu,"


Fang Ling mengagguk dan tidak dapat menyembunyikan rasa kekecewaannya, diapun berbaring melihat langit-langit ruangan itu.


"Apa kau tinggal sendirian di sini, nona ?


Gadis itu terdiam beberapa saat, dia menyudahi makannya dan menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Fang Ling.


"Awalnya aku tinggal bersama nenek, tapi beberapa hari yang lalu nenek meninggal akibat tersandung kotoran 4njing,"


Perut Fang Ling terasa sangat gatal seolah ada yang menggelitik dari dalam, iapun hampir tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa mendengar kisah kematian nenek gadis pemilik rumah makan itu.


"Lalu apa yang terjadi setalah itu ?"


"Tidak banyak...Di siang hari aku akan pergi ke sawah untuk menanam benih padi di lahan orang, sehingga saat masa panen hasilnya akan di bagi dua


"Hasil yang lain di jual untuk membeli bahan baku untuk membuat makanan, sedangakan sisanya untuk di makan sehari-hari,"


Mendengar kisah dramatis dari gadis itu membuat Fang Ling turut merasa sedih, ia juga pernah merasakan hal ini bahkan jauh lebih parah.


"Makanan buatan mu sangat enak nona, akan sangat di sayangkan jika tempat ini sepi seperti ini,"Kata Fang Ling jujur.


"Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk bertahan hidup, untuk membuat rumah makan lain akan sangat tidak mungkin karena memerlukan biaya tambahan,"


Setelah mengatakan hal itu gadis pemilik rumah makan terlelap di samping Fang Ling, sedangkan Fang Ling nampak memikirkan sesuatu dan baru sadar jika dia memiliki kekayaan luar biasa.


"Kau sangat beruntung bisa bertemu denganku"


Jangan lupa tiga hal :


1.Vote


2.Like


3.Komen


Pemaksaan, siapa saja yang tidak mau akan di bantai Fang Ling


Mampir juga ke novel teman aku, judulnya :


•Legenda dewa pohenix


•Legenda dewa kematian

__ADS_1


•Pendekar pedang abadi


Bersambung


__ADS_2