
Matahari mulai menampakkan diri. membangunkan semua orang, termasuk Fang ling. yang tertidur pulas di kamarnya di kediaman Yen Chun termasuk luo tang yang menginap di rumah ayah dan ibunya yang berada di samping kediaman Yen Chun.
Yen Chun memasuki Kamar Fang ling untuk membangunkan pemuda itu. Karena Su Yulan di perintahkan ayahnya untuk sesegar mungkin membawa kedua kandidat yang datang terlambat selama beberapa hari, hingga tahap seleksi terpaksa di hentikan.
"Fang'er bangunlah...kau akan segara melanjutkan perjalanan mu," Yen Chun Berdiri di samping tempat tidur Fang ling sambil tersenyum cerah.
Dengan perasaan malas, Fang ling mencoba untuk bangun dengan mengubah posisinya yang duduk di samping tempat tidur. Setelah mengembalikan kesadarannya, Fang ling mengikuti Yen Chun yang menuntut nya keruangan makan.
Setelah berada di ruangan makan, istri Yen Chun dan Yen Siulan nampak sedang menunggu kehadirannya. nampak ibu dan anak itu tidak menyentuh makanan yang ada di atas meja sama sekali.
"Fang ling silakan duduk dan silakan menikmati makanan yang ada," Ucap istri Yen Chun yang bernama Yen Luan, mempersilakan fang ling untuk duduk di hadapannya sambil tersenyum lembut Terlihat seperti wanita berumur Dua puluh tahun.
"Terimakasih atas hidangannya," Fang ling sama sekali tidak memperhatikan Yen Siulan yang duduk si sebelahnya, karena merasa itu bukanlah tindakan yang di perlukan.
Setelah mengucapkan terimakasih, Fang ling makan makanan yang di masak Yen Luan dengan lahap. membuat ayah dan ibu Yen Siulan nampak sangat senang bisa membuat Fang ling makan dengan lahap.
"Fang ling, kau akan mengikuti Turnamen... apakah itu sesuai dengan kemauan mu ? tanya Yen Luan sambil memberikan beberapa potong daging kepada Fang ling menggunakan sumpitnya.
Fang ling menghabiskan semua makanan nya sebelum menjawab pertanyaan Yen Luan dengan wajah cerah karena merasa kenyang."Sebenarnya, aku tidak tertarik dengan semua ini... namun karena guru luo menyuruh ku untuk mengikuti turnamen tersebut. aku dengan senang hati ikut dalam turnamen itu karena perintah dari guru."
Yen Chun yang berencana untuk memberitahu Fang ling mengenai Turnamen setelah selesai makan, membuatnya tertangkap basah dan membuatnya terlihat seperti seorang yang sedang menipu Fang ling untuk melakukan hal sesuai dengan keinginannya.
__ADS_1
"maafkan aku nak...aku sangat terpaksa harus menyembunyikan rencana ini dari mu. karena hanya dengan kemampuanmu yang sudah sempurna, bisa membuat sekte kita terlindung di dalam naungan sekte gunung tengkorak," Jelas Yen Chun dengan menundukkan kepalanya, karena merasa bersalah terhadap Fang ling.
"Tetua tidak perlu meminta maaf...aku melakukan ini bukan karena guru yang memintaku. tapi aku juga memiliki kemauan untuk melihat dunia luar," Kata Fang ling mencoba membuat Yen Chun tidak merasa bersalah dengan menyenangkan hatinya.
Fang ling meletakkan Sumpitnya di atas mangkuk dan mengucapkan terimakasih kepada Yen Chun dan Yen Luan. membuat Yen Siulan yang duduk di sampingnya merasa kesal, karena merasa kehadirannya tidak di anggap.
"Aku akan mencari udara segar di luar," Fang ling Berdiri dari kursinya dan membungkuk setengah tubuh untuk memberikan hormat kepada Yen Chun dan Yen Luan.
"Tunggu nak, kau akan di dampingi luo tang dalam perjalanan mu... karena guru mu begitu tidak menerima jika kau berjalan tanpa di dampingi nya," Kata Yen Chun menghentikan langkah Fang ling, membuatnya tersenyum canggung karena merasa malu.
Sambil menggaruk kepalanya, Fang ling berjalan keluar kediaman Yen Chun untuk mencari udara segar sambil tersenyum canggung. mengingat luo tang menganggap dirinya adalah anak lugu berusia lima tahun.
"Mendengar apa yang di katakan patriak...guru luo pasti beralasan jika aku belum cukup umur untuk melakukan perjalanan jauh," Batin Fang ling yang melakukan gerakan ringan untuk meregangkan otot-otot nya yang kaku.
mengenai rancangan untuk mempersiapkan peralatan apa saja yang di butuhkan selama di perjalanan. membuat Su Yulan sakit kepala mengingat semua orang begitu khawatir jika Fang ling di culik sekte lain.
Di tengah-tengah kejenuhan nya, Su Yulan tidak sengaja melihat Fang ling sedang menanjak pohon persik berukuran sangat besar yang berada di samping kediaman Yen Chun. Setelah beberapa kali berpikir, Su Yulan memutuskan untuk menghampirinya.
"Fang ling, apa yang sedang kau lakukan ? Su Yulan menoleh ke atas dahan pohon untuk melihat Fang ling yang terlihat asik tidur di dahan pohon yang di panjat nya.
"Nona Su, aku sedang mencari udara segar... apakah kau mau bergabung ? dahan ini cukup besar untuk di tempati dua orang," Fang ling menepuk dahan pohon yang di gunakan nya untuk berbaring.
__ADS_1
"Tidak, itu terlihat membosankan," Su Yulan nampak sangat ingin menerima ajakan Fang ling namun karena posisi pohon yang tepat di samping tebing, membuatnya sedikit takut untuk menaiki pohon tersebut.
Fang ling yang mengetahui apa yang menjadi masalah Su Yulan hingga membuatnya tidak mau naik, membuatnya tersenyum seolah sedang merencanakan Sesuatu.
"apakah nona Su tidak bisa memanjat ? ejek Fang ling mencoba membuat Su Yulan terpancing dengan kata-katanya.
"aku bisa ! tapi aku hanya tidak mau memanjat pohon jelek itu," Su Yulan melipat kedua tangannya sambil memajukan bibirnya di tambah dengan memalingkan wajahnya. membuatnya terlihat sangat menggemaskan.
"Katakan saja kau tidak bisa manjat...Tidak perlu berbohong dengan mengatakan pohon persik ini jelek," Ejek Fang ling.
"Aku tidak berbohong...aku memang bisa memanjat ! Ucap Su Yulan sedikit kesal dengan menghentak kaki kanannya.
"Jika bisa, kenapa kau tidak mau naik ? apakah kau berbohong. Di desa ku, hanya seseorang yang sangat jelek yang terbiasa berbohong," Setelah beberapa saat mengangkat itu, Fang ling merasakan energi dahsyat yang keluar dari tubuh Su Yulan.
"Se-sepertinya aku berlebihan... nona Su aku hanya bercanda kau sangat cantik," Fang ling merasa sangat panik melihat Su Yulan mulai menanjat hendak menghampirinya dengan tatapan membunuh.
Su Yulan menangkap kaki Fang ling membuat pemuda tampan yang awalnya ingin kabur dari kejarannya. berusaha untuk kabur dengan mencoba melepaskan cengkraman Su Yulan dengan wajah yang di penuhi keringat dingin.
"Nona aku hanya bercanda...Jangan melakukan hal yang kelak akan kita sesali," Fang ling berhasil melepaskan cengkraman tangan Su Yulan dan memanjat lebih tinggi untuk menghindari Su Yulan yang nampak sangat marah.
Saat akan menarik pakaian Fang ling. kaki Su Yulan tidak sengaja terpeleset hingga membuatnya terjatuh dengan posisi kepala yang mengarah ke dahan pohon.
__ADS_1
"Gawat ! Fang ling melompat dan memeluk tubuh Su Yulan untuk melindunginya dari benturan keras karena, Su Yulan terjatuh dari dahan cukup tinggi.
Bersambung....